
Di Mansion mewah milik Zoe yang berada di Indonesia.
Kedua orang tua Zayn lebih memilih tinggal bersama sang cucu yang tak lain adalah Zidane, daripada harus tinggal dengan menantu kelakuan seperti ular.
" Oma, Opa Mama kok lama pelgi nya ?." Tanya bocah laki laki berumur 2 tahun itu, cara bicaranya pun masih cadel namun perkataannya sangat tajam.
" Hmm, Mama Zidane itu pergi jauh supaya Grandma cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi sama Zidane." Abraham menjawab sang cucu seraya mendudukkan di pangkuannya.
" Telus ?."
" Terus apa lagi sayang nya Opa." Abraham gemas sendiri dengan cucunya hingga tak kuasa mentoel pipi yang miril seperti bakpau.
" Kalau Papa kemana tuh? kenapa tidak pulang pulang ?." Pertanyaan Zidane yang membuat kedua paruh baya itu beku seketika.
" Ehemmm " Devi berdehem seraya melirik suaminya yang seperti patung.
Zidane bocah itu tampaknya memperhatikan interaksi keduanya lewat mata, yang mana membuat dia jengkel sendiri.
" Kenapa jadi Opa dan Oma main mata sepelti itu?. Oma tahu tidak kalau Oma hampil milip sepelti Susana." Zidane berbicara spontan.
Devi pun terkejut mendengar ejekan cucunya, sontak keduanya tidak mampu menahan tawa nya.
Tanpa mereka sadari Zayn berdiri di balik pintu yang terbuka dengan tersenyum tipis melihat interaksi anaknya dengan kedua orangtuanya.
" Papa !!! " Zidane melonjak turun dari pangkuan Abraham dan berlari ke arah Zayn. Disambut dengan pelukan hangat oleh Zayn, entah ada angin apa yang mengantarkan Zayn ke kediamana sang mantan istri. Rindu itulah yang tergambarkan di wajah Zayn saat bertemu dengan sang Anak, namun ada yang mengganjal di hatinya sebab dirinya tak melihat batang hidung Zoe sang mantan istri.
" Halo Boy, I miss you ". Zayn mencium pipi gembul Zidane hingga anak itu terkekeh geli karena jambang yang tumbuh di rahang Papa nya seolah menggelitik pipi mulusnya.
" Hihihi, Papa hentikan menciumi ku. Aku sungguh geli ", pinta Zidane.
__ADS_1
Kedua paruh baya itu menghampiri Zayn " Masih ingat juga kamu ternyata sama anak ?", sindir Abraham ke Zayn.
" Papa sudahlah, jangan diungkit terus tidak baik ada Zidane disini ", Devi mengingatkan ke suaminya.
Zayn bangkit dari berjongkok, seraya menggendong Zidane. Anak itupun terlampau senang dengan mengalungkan tangan ke leher Zayn.
" Ada apa gerangan, yang membawa mu kemari? ", tanya Abraham lagi.
" Apa salahnya sih Pa, aku lagi rindu sama jagoan kecil ku ", jawabnya namun matanya menelisik seluruh ruangan untuk memastikan Zoe masih berada di Indonesia.
" Papa mencali apa? ", tanya Zidane tiba-tiba.
" Mama dimana ? ".
" Oh, Mama kan belangkat lagi ke Palis untuk jenguk Grandma yang lagi sakit Pa ", jawab Zidane.
" Ayolah Pa, Ma kenapa kalian begitu kejam terhadap anak sendiri ", keluhnya.
Zayn tidak tahu jika mantan mertuanya dipindahkan perawatan ke luar negeri, sebab Zoe tidak pernah cerita kepadanya.
" Tunggu sebentar, dimana wanita ular itu? ", tanya Devi ke putranya.
Zayn menghela nafas, sebab Orang Tuanya masih saja membenci Ruby dengan mengatai julukan kasar.
" Dia ijin kepada ku, katanya mengunjungi Mama nya yang ada di Paris ", jawab Zayn.
Zidane terbengong mendengar penuturan Oma nya, " tunggu Oma tadi bilang wanita ulal memang Papa memelihala ulal ya ? ". Sontak kedua orang tua itu tak kuasa menahan tawanya dengar penuturan cucunya.
" Oh, Astaga ", Zayn mendesah frustasi bagaimana tidak karena ulah Mamanya yang menyebut nama Ruby aneh-aneh berujung malapetaka bagi Zayn.
__ADS_1
" Papa kenapa tuh? ".
" Bukan wanita ular sayang, ehem maksudnya itu adalah Mama Ruby, Zidane masih ingat kan dulu pernah nginap disini ?" Zayn mencoba memberi pengertian sedikit demi sedikit ke Zidane.
" Oh begitu ya Pa? ".
" Iya Boy ". Zayn mencubit pipi cubby Zidane.
" Papa ayo kita main lagi sepelti dulu, mobil mobilan ", ajak Zidane antusias.
" Ayo, come on boy waktunya kita quality time ". Zayn melangkah menaiki tangga menuju kamar Zoe, sebab Zidane memilih tidur bersama Mamanya semenjak mereka bercerai.
Ceklek
Zayn memasuki kamar yang dulu pernah ia tempati bersama Zoe, foto pernikahan mereka terpajang rapi di figura. Rupanya Zoe berhati hati betul menjaga perasaan anaknya, dia tidak mau sampai Zidane terluka saat mengetahui kedua orang tuanya sudah berpisah.
Zayn menurunkan Zidane dalam gendogannya, dan beralih membuka laci meja rias Zoe namun saat itu dirinya menemukan sebuah amplop coklat. Zayn pun penasaran dengan isi lembar kertas tersebut, hingga ia memberanikan diri membukanya. Dengan gerakan cepat dia membuka dan terkejut dengan isi nya yang merupakan foto-foto Ruby bersama pria bertato, dan juga rekaman video kejahatan kakak beradik untuk mencelakai Zoe. Terakhir ia menemukan foto Ruby masih dengan pria bertato dengan posisi intim.
" Apa ini!, apa hubungannya Ruby dengan pria bertato ini ", sedetik kemudian Zayn menyadari lambang tato naga.
" El Sinaloa ".
" Jadi Ruby bagian dari mereka, merencanakan untuj melenyapkan nyawa Zoe ". Zayn pun bergegas turun membawa Zidane dalam gendongannya.
" Ma, Pa titip Zidane ya ".
" Hei kau mau kemana Zayn ! ", tanya Abraham.
Namun Zayn sudah tak terlihat di depan halaman Mansion.
__ADS_1