
Ijab berjalan semestinya tanpa hambatan, wali nikah juga telah didatangkan orangtua Ruby dan saksi hanya ada Doni dan Erlan. Dalam satu tarikan nafas Zayn dan Ruby kini telah menjadi istri nya istri siri lebih tepatnya.
Pap Ruby menghampiri Zayn untuk membicarakan suatu hal dia menepuk pundak Zayn.
" Kamu jaga anak saya, sekalipun dia hanya istri siri kamu, jika kamu berani menelantarkan atau tidak adil kepadanya saya tidak segan segan membuat hidup kamu dan istri pertama kamu hancur. Camkan itu ! " ujar Papa Ruby dengan sarkas.
Sedangkan Zayn hanya diam dengan angkuhnya, tanpa menjawab sepatah kata apapun kepada mertuanya.
" Don antarkan kita ke rumah " ucap Zayn meninggalkan orang tua Ruby dan Erlan.
Sedetik kemudian dia berbalik menatap Ruby, dan menggelengkan kepala seraya berkata " kenapa kamu masih diam disitu, ayo ikut masuk mobil "
" Ah i.. iya " ucap Ruby terbata bata karena nervous.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil dengan Doni duduk di kemudi, sedangkan Zayn dan Ruby duduk di kursi belakang.
__ADS_1
Doni bingung dengan ucapan Zayn untuk mengantarnya pulang ke rumah?, yang benar saja hey disana ada Zoe. Doni pun melirik Zayn yang tengah memainkan hp dari arah kaca seolah meminta penjelasan kembali.
" Kenapa masih tidak jalan Don ? " ucap Zayn tanpa mengalihkan pandangannya dari hp entahlah mungkin dia asik berbalas whatsapp dengan Zoe.
Doni pun hanya cengir cengir dan menggaruk kepalanya yang tak gatal " hehe itu Bos yang anda maksud pulang kemana ya, rumah utama ?" tanya Doni.
" Ck ck ck, dasar bodoh selain bodoh kamu apa lagi Don Don ( seraya meninju kursi kemudi ) ya gak lah maksud saya itu pulang kerumah yang sudah saya beli kemarin " jawabnya dengan menggelengkan kepala karena ulah Asisten yang kelewat lamban.
" Oh baiklah Bos " tandasnya kemudian melajukan mobil ke alamat Blok xxx.
Saat mereka masuk rumah itu sudah disambut pelayan yang baru ditugaskan kemarin untuk membersihkan dan menyiapkan segala perabotan. Mereka menyambut tuan dan nyonya mereka dengan menunduk.
" Selamat siang tuan semuanya sudah selesai " ucap pelayan tersebut.
Zayn hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ini rumah yang nanti kamu tinggali memang tidak besar tapi semua fasilitas disini saya penuhi jika kamu butuh apa apa atau ada yang kurang, kamu bisa minta ke pelayan yang ada disini " ujar Zayn menjelaskan Ruby sembari berkeliling melihat hunian rumah tersebut.
" hmm, Baiklah " jawabnya.
" Ayo ikut aku " titah Zayn seraya menggandeng tangan Ruby ke sebuah ruangan.
Ruby pun hanya ikut saja, dia menatap penuh menghiba dan menatap pegangan tangan Zayn seraya tersenyum.
" ini kamar siapa? " tanya Ruby setelah keduanya berada di kamar yang mewah dan luas serta walk in closet pun sudah penuh dengan baju baju mereka.
" kamar kita " jawab Zayn
" Ki..kitaa " ujar Ruby tak percaya dengan kata kata Zayn baru saja. Apakah mereka akan sekamar berdua?
" Hemm, kamu istrirahat saja saya akan pergi dulu " ucap Zayn kemudian berlalu pergi setelah menutup pintu.
__ADS_1
Ruby pun tersenyum dengan perkataan Zayn bahwa dia mengijinkan satu kamar dengan dirinya, Ruby berpikir bahwa Zayn tidak akan sudi untuk satu kamar dengannya sebab cintanya dengan Zoe terlampau besar.