Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )

Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )
Rapat Umum Pemegang Saham


__ADS_3

Setelah satu bulan berada di Paris, tiba tiba saja Zoe ada panggilan darurat dari Doni untuk menghadiri rapat umum para pemegang saham Perusahan Abraham Group.


Sehingga mengharuskan Zoe terbang ke Indonesia, entah ada masalah apa lagi batin Zoe.


Saat tiba di Perusahaan milik Zayn, tampaknya mereka semua hanya menunggu satu orang yang belum datang.


Zayn sesekali menoleh ke arah pintu, berharap sosok yang selama ini ia rindukan datang.


" Pak Zayn lebih baik kita mulai saja rapat kali ini, saya masih ada rapat dengan klien " keluh salah satu orang pemegang saham.


" Baiklah kalau begitu, mari kita mulai saja " jawabnya.


Namun tiba-tiba pintu tanpa diketuk terbuka menampikan wanita cantik dengan sikap dinginnya.


" Maaf saya terlambat " ucapnya dingin seraya mendudukkan bokongnya di kursi.


Sontak Zayn menoleh ke arah Zoe dengan raut wajah berbinar, namun yang diperhatikan tidak menggubris hanya cuek.


" Baiklah, jika semuanya sudah hadir "


" meeting bisa di mulai, dewan direksi " ujar Zayn gugup.


Dewan Direksi yang memimpin Rapat Umum Pemegang Saham akan menjelaskan terkait hak waris dalam pemberian 30 persen saham milik Zayn.


" Saya selaki Dewan Direksi ingin menyampaikan bahwa Ibu Zoe Lysandra Allerick sebagai pemegang saham baru di Perusahaan Abraham " ucapnya

__ADS_1


" 30 persen saham milik tuan Zayn telah diberikan kepada Ibu Zoe Lysandra Allerick yang berarti beliau adalah pemegang saham terbesar kedua setelah tuan Zayn " lanjutnya lagi.


Semua yang ada di ruangan tersebut tampak nya berbisik tidak enak seba mayoritas pemegang saham di Perusahaan Zayn adalah laki laki yang sudah ahli dalam bidang bisnis sedangkan mantan istri Zayn mana mungkin bisa, itulah yang menjadi penyebab mereka menggunjing Rapat kali ini.


Zoe hanya melirik para bedebah dengan malas, ia ingin segera mengakhiri Rapat kali ini.


Tiba tiba Zoe berdiri " Jika kalian tidak percaya dengan kredibilitas saya, silahkan kalian bisa menarik kembali saham kalian di Perusahaan ini ! " ujarnya lantang dan tegas.


Sontak Zayn melotot mendengar pernyataan Zoe baru saja, yang mana akan membuat Perusahaan nya bangkrut seketika bila semua pemegang saham menarik investasinya.


Semua berkeringat dingin dengan aura Zoe yang mengenalnya pun akan merasa heran dengan sikap terbalik Zoe saat menjadi istri seorang Zayn.


" Saya masih bisa mendapatkan investor di luaran sana " tandasnya lagi.


" Maafkan kami nona, yang telah meragukan anda "


" Baiklah hanya itu yang akan saya sampaikan dalam rapat umum pemegang saham kali ini " ujar Dewan Direksi.


Zoe beranjak dari duduk nya berniat untuk meninggalkan ruangan meeting, namun pergelangan tangannya dicekal oleh Zayn.


" Please, sebentar aku mau bicara " ucap nya pelan sebab masih ada Dewan Direksi dan Komisaris.


Zoe memutar bola mata malas dalam benaknya apa lagi yang masih ingin dibicarakan.


Saat semua sudah keluar ruangan, tinggalah Zoe dan Zayn dalam ruangan yang kedap suara tersebut.

__ADS_1


" Bagaimana kabar Zidane? " tanya Zayn dengan menatap wajah Zoe.


" Baik " jawab singkat oleh Zoe.


" Pegang ini " Zayn memberikan Diamond Card ke tangan Zoe.


" Aku tidak butuh belas kasihan kamu ! " ucap Zoe sarkas seraya menyerahkan kartu tersebut.


" Ini bukan untuk kamu tapi untuk anak kita, di kartu ini bisa kamu gunakan segala biaya kebutuhan Zidane sampai ke perguruan tinggi nanti " ujar Zayn menatap sendu wanita yang pernah mengisi relung hatinya bahkan sampai saat ini pun tetap sama, hanya ada nama Zoe di hatinya.


Alhasil Zoe menerima Diamond card pemberian Zayn.


" Udah! "


" Kalau udah aku mau pergi, ada hal penting yang aku mau urus ! " ucap nya dengan nada dingin.


" Baiklah, hati hati "


" Hemm "


" Apa lagi " tanya Zayn karena Zoe belum beranjak pergi.


" Lepasin tangan ku ! "


" Ah, sorry " sontak Zayn segera melepas tangan Zoe.

__ADS_1


Zayn menatap punggung Zoe saat dia berlalu pergi dari hadapannya.


Perasaan ini kenapa masih ada batin Zayn dalam hati nya. Menyesal sudah pasti , namun untuk kembali lagi ke tempat semula tidak akan pernah bisa.


__ADS_2