
Mala menghampiri Doni yang masih menunggu kabar Dokter yang menangani Zoe, dan Doni pun paham dengan kode mata yang diberikan Mala karena tidak ingin Zayn mengetahuinya.
Doni pun menjauh hingga berada di depan taman Rumah Sakit yang sedikit sepi.
" Bos kabar buruk, dosis suntikan yang diberikan wanita itu kepada nona Zoe sangat tinggi dan itu berakibat fatal. Percuma tadi aku suntikan penetral namun tidak bisa menghilangkan efek sampingnya ", Mala tertunduk lesu seraya mengusap wajahnya yang berlinang air mata, dia sungguh miris dengan keadaan yanh menimpa Zoe yang dia anggap sebagai kakaknya karena kebaikan yang ia berikan selama ini tidak bisa dibalas dengan apapun menurut Mala.
" Kita doakan saja Zoe tidak apa-apa, aku yakin dia wanita kuat. Jika sampai terjadi sesuatu dengannya aku tidak akan mengampuni kedua kakak beradik iblis itu, tidak akan Mala! ", ucap Doni penuh penekanan hingga menonjolkan guratan di lehernya.
" Ayah ? ", Doni berucap seketika saat dirinya melihat segerombolan lelaki berjas hitam masuk ke ruang ICU dimana Zoe sedang diperiksa lebih lanjut oleh Dokter.
" Maaf Bos, kau bilang apa? ", tanya Mala heran.
__ADS_1
" Aku harus ke ruangan Zoe, untuk memastikan keadaanya saat ini ", ujar Doni tanpa menjawab pertanyaan Mala, bergegas ia menjauh dari pandangan Mala yang terbengong.
" Ah Ya Tuhan, bila dia jodoh ku maka dekatkan aku dengannya, bila dia bukan jodoh ku maka bagiamanapun caranya jodohkan aku dengannya Tuhan ", gumam Mala seraya mengangkat kedua tangannya kedepan dada seperti orang berdoa.
Tanpa Mala sadari banyak pasang mata yang memperhatikan tingkah konyol Mala yang menurutnya lucu senyum senyum dibawah pohon pinus.
" Ah sudahlah yang terpenting untuk saat ini kesembuhan nona Zoe ", monolog Mala seraya melangkah ke arah ruangan dimana Zoe dirawat.
Dari kejauhan tampak segerombolan pria penuh tato dengan satu pria paruh baya berada ditengah mereka, tampaknya mereka berbicara dengan salah satu Dokter yang menangani Zoe saat ini. Sedangkan Zayn bingung dengan kehadiran pria paruh baya tiba-tiba menanyakan kondisi Zoe, bahkan Dokter pun dibuat takut olehnya seperti orang yang berkuasa.
Zayn menghampiri pria paruh baya itu, namun saat ia akan mendekat dirinya dihadang oleh 3 pria bertato dengan wajah chinese.
__ADS_1
" Permisi, anda siaaa.... ", pertanyaan Zayn menggantung saat seseorang memanggil pria paruh baya tersebut.
" Ayah ", Doni pun menerobos pria bertato yang menghadang.
" Don, Ayah kamu ? ", tanya Zayn seraya menunjuk ke pria paruh baya yang masih terlihat gagah.
Doni seakan tidak menggubris pertanyaan Zayn, yang ia khawatirkan Ayahnya akan berbuat yang tidak-tidak di Rumah Sakit ini, apalagi belum sampai satu jam dirinya menerima telvon dari Ayahnya sekarang sudah berada di Negara Perancis, apalagi kalau bukan hal yang menjurus dengan bisnis di kartel nya pikir Doni.
" Hei, apa apaan kalian ? Aku ingin bicara dengan Bos kalian ! ". Ujar Doni yang berusaha ingin menarik Ayahnya dan meminta penjelasan mengapa ia rela terbang ke Paris padahal kondisi nya tidak memungkinkan.
Benjiro Tendo pria paruh baya itu ialah Ayah dari Doni Hideaki Tendo, namun karena anak semata wayangnya lebih memilih menyembunyikan identitasnya selama ini bahkan dari sahabatnya Zayn karena dirinya tidak ingin menjadi penerus kartel Yakuza di Tokyo.
__ADS_1
Dia lebih memilih mencari sosok gadis kecil penganggu hatinya belasan tahun yang lalu, entahlah perasaannya mengatakan bahwa tingkah laku, gaya bicaranya Zoe sama persis dengan gadis kecilnya.