
Masih dengan Flashback hubungan antara Zoe, Zayn dan Ruby dulu semasa kuliah.
Di gazebo kampus banyak mahasiswa yang tengah sibuk dengan tugas dan notebook nya.
Disinilah Zayn berada bersama dengan dua sahabatnya salah satunya Doni. Saat mereka tengah sibuk membicarakan penelitian apa yang akan dibuat saat akan mengikuti lomba karya ilmiah nantinya. Pastinya terbagi dalam beberapa kelompok dari beberapa jurusan di kampus.
" Zayn gue punya ide untuk proposal kita nanti, tentunya ini melibatkan anak jurusan Teknik Arsitektur karena ada rancangan bangunan yang dinilai harus perspektif jika kita menginginkan penelitian ini berhasil. Emang lu ngerti masalah perspektif bangunan " tanya Doni ke mereka.
Sesaat kemudian ada 3 mahasiswi mencari tempat duduk di gazebo tersebut. Kebetulan tempat duduk yang tersisa berada di dekat Zayn dan Doni.
Ketiganya mendudukkan bokongnya di kursi gazebo dekat Zayn dan temannya. Mereka mulai diskusi mengenai proposal yang akan diajukan ke dosen.
" Prof Erick nyuruh kita ngerubah semua bab, gila kali tuh orang ya dikira ngerjain proposal semalam jadi " tukas teman Ruby yang satu jurusan dengannya.
" Ya udah mau gimana lagi kita harus selesai secepatnya karena ini kita udah mepet deadline tau gak " ucap Ruby sembari tangan lentiknya sibuk mendesain di macbook.
" Susah bener ya mata kuliah sistem lingkungan dan kontruksi tau gitu dulu gue gak ngambil matkul ini " ucap teman Ruby yang frustasi menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
Ruby yang mendengarkan keluhan temannya pun hanya geleng geleng kepala, memang Ruby terbilang cerdas dalam hal perhitungan dan skala. Hanya saja tugas kelompok ini yang salah bagian dari teman Ruby.
Dalam pembicaraan mereka ternyata dari tadi ketiga lelaki tampan di sampingnya mendengarkan seksama keluhan mereka. Seketika mereka saling tatap dalam keheningan dan tersenyum penuh kemenangan.
Pasalnya Kelompok mereka kurang satu mahasiswa jurusan Arsitektur. Doni memberi kode ke Zayn untuk berbasa basi terlebih dahulu sebelum meminta bantuan gadis tersebut, bisa dibilang ada niat terselubung.
__ADS_1
" Ekhhmmm ,, " Zayn berdehem seraya mendekatkan kursinya ke Ruby, dan hal itu sontak membuat ketiga gadis tersebut mengernyit bingung.
" Maaf boleh gabung duduk sini gak " tukas Zayn melirik ketiganya yang bermuka bengong.
" Jadi gini gue ada project penelitian bisa dibilang karya ilmiah mahasiswa gitu yang akan gue ajuin ke dikti, tapi kita kurang satu lagi mahasiswa yang dari jurusan Teknik Arsitektur " Zayn mencoba memberikan penjelasan agar tidak ada kesalahpahaman.
Barulah Ruby mengerti maksud Zayn bahwa dia sedang butuh satu personil untuk ikut ajang lomba.
Sontak kedua teman Ruby menggeleng dan berkata " gue gak bisa, bukan gak bisa sih tapi otak gue kurang encer kalau masalah penelitian " ucap teman Ruby.
" Mending lo minta bantuan sama dia, nih dia jagonya " ucap teman Ruby seraya menepuk bahu Ruby.
Malah yang ditunjuk hanya diam
" Oke gue bersedia bantu tim kalian kedepannya. " tukas Ruby pasrah.
" Thanks yah, oh iya kenalin gue Zayn " ucap Zayn sambil membersihkan tangannya ke celana lalu mengulurkan tangannya ke Ruby.
" Ruby " singkat padat dan jelas .
Tau uluran tangannya nganggur tak di gubris seketika Zayn menggaruk keningnya yang tak gatal.
" Oke mulai hari ini kita satu tim " ujar Zayn.
__ADS_1
Dari sinilah awal mula kisah cinta mereka, sering bertemu, bertukar pendapat, bahkan mereka sudah mengenali karakter masing masing. Bagi Zayn gadis seperti Ruby bagai candu mungkin itu dulu yah.
Hingga hubungan mereka berakhir karena Zayn yang mudah bergaul dengan teman wanitanya, namun berbanding terbalik dengan Ruby yang posesif.
Puncaknya hubungan mereka benar benar berakhir saat Zayn yang tengah dilanda kegundahan karena calon tunangannya yang tak lain adalah Kiandra sedang bercumbu mesra dengan pria lain. Saat itu Zayn berada di club malam mencoba menghibur diri.
Takdir macam apa yang mempertemukan mereka kembali disaat Ruby baru kembali dari Jerman mengunjungi opa oma nya, dia dijebak oleh salah satu musuh bebuyutan semasa kuliah nya dahulu lantaran ia iri dengan segala pencapaian Ruby.
Orang itu memasukkan sebuah cairan perangsang yang membuat si empunya bergairah penuh nafsu.
Zayn yang duduk sendirian terlambat mengetahui hal itu, dipikirnya Ruby hanya mabuk biasa. Makanya Zayn berani mengantarkan Ruby di apartemennya. Saat tiba di pintu masuk apartemen Ruby bergejolak seluruh tubuhnya panas dan tanpa aba aba dia mencium bibir Zayn dengan rakus.
Sebagai lelaki normal bohong bila adiknya Zayn tidak berkedut dibawah sana, berusaha mati matian Zayn menahan gelora nafsunya.
Namun Zayn seketika menjadi keringat dingin saat Ruby mulai bertelanj*ang tanpa busana karena efek dari obat biadab tersebut.
Tapi apa mau dikata Zayn lelaki normal, entah takdir macam apa ini kejadian intim tersebut terjadi. Pada keesokan paginya mereka dipergoki oleh orang tua Ruby.
Ruby yang sudah sadar dari efek obat itupun shock dan menangis histeris lantaran papa nya membogem Zayn hingga babak belur, beruntungnya saat itu kakak Ruby si Erlan belum pulang dari perjalanan bisnis di Dubai.
Orangtua Ruby memilih bungkam dan menutup segala akses kejadian memalukan tersebut, dan melarang Zayn menemui Ruby lagi. Padahal Zayn berniat untuk bertanggung jawab atas tindakannya yang kelewat batas.
Hingga kejadian tersebut baru terdengar di telinga Erlan lewat anak buahnya tetapi tidak tahu bahwa lelaki yang tengah menodai adiknya adalah suami Zoe, si Erlan mengetahui orangnya dari Ruby langsung.
__ADS_1
Flashback End