
Saat ini mereka tengah berada di bandara untuk menjemput Ruby sahabatnya Zoe.
" sayang kamu kenapa kok gelisah gitu hmm " tanya Zoe yang melihat Zayn tengah gusar saat menunggu Ruby.
" Gak, gak apa apa sayang aku hanya kepikiran di kantor soalnya besok kita ada tender jadi harus mempersiapkan ini jauh jauh hari " jelasnya ke Zoe.
" Oh, ya sudah kalau gitu kamu tinggal aja biar nanti kita naik taksi aja kalau memang itu penting " ucap Zoe mengijinkan Zayn untuk kembali ke perusahaan.
" Beneran gak apa apa sayang? nanti kabarin aku ya kalau kalian udah sampai rumah " jawabnya untuk meyakinkan sekali lagi.
" Iya udah tenang gak apa apa kok " ujarnya sekali lagi dengan tersenyum seraya memegang tangan Zayn.
Digenggamnya tangan Zoe " Aku pergi dulu ya sayang " seraya mengecup kening Zoe setelah itu melangkah pergi.
" iya hati hati di jalan " ucap Zoe dengan senyuman manis nya.
Tak berselang lama, Ruby pun terlihat dari kejauhan seraya melambaikan tangan ke Zoe.
" Bagaimana perjalanan nya melelahkan ya By " tanya Zoe serta memeluk sahabat nya yang lama jumpa itu.
__ADS_1
" Enggak kok gue udah biasa kali Zo berpergian, sekalian aja mau ke apartemen kakak gue " jawab Ruby.
Ruby terlihat celingukan seperti tengah mencari seseorang " Aku kira kamu tadi sama suami kamu, kan aku belum ucapin selamat waktu itu di nikahan kalian. maaf ya waktu itu aku buru buru balik karena mama aku tiba tiba sakit makanya gak lihat waktu kalian ijab " jelasnya lagi.
" Tadi suami aku balik ke kantor nya karena ada urusan yang urgent katanya , yauda yuk kerumah dulu aja istirahat sekalian makan siang bareng aku udah masak banyak buat kamu " ujar Zoe sembari membawa koper Ruby.
" Eh gak usah dibawa koper nya berat, biar gue aja yang bawa "
" Udah gak apa apa kayak sama siapa aja lo By sama gue " ucap Zoe.
Setelah mereka masuk ke taksi yang sudah Zoe pesan, mereka pun menuju rumah Zayn.
......................
" Mama " Teriak Zidane yang berada dalam gendongan Baby sitternya.
Disambut dengan pelukan Zoe, kemudian pandangan lelaki kecil tersebut beralih ke Ruby.
" Hallo tante tantik, nama tante siapa ?" tanya Zidane yang masih cadel.
__ADS_1
" Hai ganteng, gemesin banget sih anak kamu Zo ( mentoel pipi Zidane dengan gemas ) panggil aja tante Ruby, tante temannya mama " jawab Ruby dengan senyuman.
" Zidane sekarang sama nani dulu ya, soalnya mama mau mengantar tante Ruby ke kamar tamu dulu " ujar Zoe dengan memberikan Zidane ke gendongan baby sitternya.
Zoe melangkah masuk ke salah satu kamar tamu, saat keduanya berjalan menuju kamar tamu, pandangan Ruby terhenti di salah satu foto pigura besar potret keluarga Zoe disana ada foto maternity dimana Zayn memeluk Zoe dari belakang " Yuk By, kamu istirahat aja disini sebelum besok kamu ke apartemen kakak kamu "
Ruby tersadar dari lamunannya " jadi suami Zoe adalah Zayn " gumam Ruby dalam hati dan pikiran nya yang terus berkecamuk.
" Ah iya ,, makasih yank Zo "
Pada waktu malam hari nya, Zayn baru datang dari perusahaan dengan wajah lelah. Sembari melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Dia masuk ke dalam rumah, dilihatnya rumah yang sepi.
" Sayang... kamu dimana " teriak Zayn , tumben banget rumah sepi biasanya Zoe main sama Zidane (gumamnya dalam hati).
Matanya tidak sengaja menangkap seseorang minum di pantry dengan posisi memunggunginya. Lalu dia menghampiri dan bertanya " Kamu siapa ?"
Deggg..
" Zayn "
__ADS_1
" Kamu "
Keduanya terlonjak kaget mengapa bertemu disaat seperti ini