Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )

Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )
Episode 39 season 2


__ADS_3

Zayn pun bergegas turun ke bawah, dengan memakai setelan kemeja rapi layaknya pergi ke kantor.


Zoe yang saat ini tengah menata makanan menatap Zayn heran pasalnya dia akan libur tidak ke kantor tapi secara tiba tiba dia memakai setelan kantoran.


" katanya ingin quality time, terus kenapa sudah rapi dengan setelan kantor begini " tanya Zoe dengan memperhatikan penampilan suaminya dari atas sampai bawah.


Zayn menghampiri istrinya dan hanya mengambil sehelai roti.


" Hmm, maaf sayang kali ini Doni menghubungi ku ada klien yang mengajukan jadwal meeting dari yang ditentukan, jadi mau tidak mau aku harus berangkat " jawabnya seraya memakan roti hingga tandas dan hanya minum sedikit.


Secara tiba tiba Zayn menarik pinggang istrinya dan mengecup puncak kepalanya.


" I love you " ucap Zayn dengan mencium bib*r Zoe penuh kasih sayang.


" love you too " balas Zoe seraya membalas ci*man Zayn.


......................


Tepat di depan pintu rumah yang kini ditinggali oleh Ruby, Zayn disambut kemarahan kedua orangtua Ruby sebab anaknya seolah tak diperhatikan layaknya istri.


" Enak sekali kamu mengingkari tanggung jawab kamu sebagai seorang suami, bukankah anak saya juga punya hak untuk diperhatikan bukan hanya istri pertama kamu saja yang kamu perhatikan Zayn ! " hardik Papa Ruby.


" Ada keperluan apa anda kemari, huft sebenarnya saya sudah malas berdebat dengan anda. Saya tekankan sekali lagi untuk tidak ikut campur masalah rumah tangga anak Bapak. Bukankah ini juga kemauan anda saya bertanggung jawab disaat posisi saya sudah memilki istri, lalu mengapa dulu disaat saya masih single saya mencoba untuk bertanggung jawab pada anak anda, tapi apa anda menolak nya hanya karena saya tidak sederajat dengan keluarga anda. Ck alasan klasik apa lagi sekarang ?" ujar Zayn dengan mencebik sikap mertuanya yang terkesan mengatur urusan rumah tangga anaknya.

__ADS_1


" Kamu ! dasar tidak tau diri masih saja mengelak !" hardiknya lagi dengan menunjuk wajah Zayn dengan murka.


" Ayo mah kita pulang saja " ajak papa Ruby.


" Ingat ya jangan sampai kamu buat anak saya sedih dan terlihat menyendiri seperti tadi saat kamu asik sama istri pertama kamu, anak saya juga punya hak seperti istri pertama kamu ! " imbuh mama Ruby seraya menarik lengan suaminya untuk pergi dari rumah itu.


Selepas kepergian orang tua Ruby


Ruby berusaha meminta maaf atas segala sikap kedua orang tuanya yang terkesan selalu menyalahkan Zayn.


Tapi lagi lagi Zayn hanya bersikap dingin dan cuek, setiap kali istri keduanya itu bicara seolah Zayn tidak ingin pernikahan ini terjadi pikir Ruby.


" Apakah kamu semarah itu, apakah kamu begitu benci dengan ku, apakah aku adalah pembawa sial dalam kehidupan kamu Zayn, Jawab ! tolong jawab aku " ucap Ruby dengan suara yang bergetar menahan tangis yang selama ini ia pendam.


" karena semata mata kamu tidak ingin menyakiti hati Zoe, benar kan Zayn kamu selama ini bersikap dengan ku lalu apakah itu yang namanya bersikap adil. Kenapa kamu masih mau nikahin aku jika akhirnya aku juga seorang diri melihatku saja kamu seolah jijik Zayn! " tukas Ruby dengan linangan air mata seluruh kekesalannya ia tumpahkan di depan suaminya.


Zayn tidak tega bila melihat wanita menangis didepannya dia mencoba menenangkan Ruby dengan mendekap di dada bidangnya.


" Baiklah maafkan aku, aku akan mencoba bersikap adil pada kalian " ucap Zayn yang masih mendekap Ruby dalam pelukannya.


" Jangan pernah menangis lagi aku janji tidak akan bersikap dingin kepada mu lagi" imbuhnya lagi.


......................

__ADS_1


Hari hari yang di lalui Zayn penuh dengan kebohongan yang selama ini ia tutupi rapat rapat dari istrinya.


Dan selama itu pula Ruby berusaha menjalin kedekatan dengan Zayn yang terkesan cuek dan dingin setiap kali dia sekamar dengannya dan berakhir dengan pisah ranjang.


Kali ini Ruby menggunakan cara yang sama, ketika dulu dirinya dinodai oleh Zayn. Biarkan kali ini saja dia egois agar kehadirannya diakui oleh Zayn, satu satunya cara adalah dengan mengandung anaknya. Mungkin dengan begitu Zayn akan lebih memberi perhatian terhadapnya.


Saat ini Zayn akan pulang kerumah, Ruby segera bersiap diri dengan rencana matang yang telah diatur jauh jauh hari.


Brumm ( terdengar suara mobil Zayn di halaman depan ).


Zayn masuk dengan wajah lelahnya setelah berkutat dengan dokumen perjanjian dengan kliennya.


Ruby menghampiri Zayn yang saat ini duduk di sofa.


" Malam Zayn aku sudah siapkan makan malam buat kamu ayo makan dulu atau kamu mau mandi dulu " ucap Ruby.


" hmm, terima kasih " ujarnya seraya melepas dasi yang seolah mencekik lehernya.


" baiklah ayo makan saja dulu, aku tau pasti kamu menunggu ku " ucap Zayn lagi karena memang Ruby tidak akan makan jika Zayn belum datang, dia terbiasa menunggu Zayn terlebih dahulu pulang.


" Kubawakan tas kamu sini " ucap Ruby dengan lembut seraya menggandeng lengan Zayn.


Keduanya makan tanpa ada obrolan apapun, karena Ruby mengerti suaminya saat ini tengah lelah dan begitu banyak pikiran.

__ADS_1


__ADS_2