Your My HOME

Your My HOME
BAB 10 : giliran Astrid


__ADS_3

" iya hallo kenapa cep. "


" kalian dimana, ini ada kasus pembunuhan lagi, korbannya perempuan. "


" dimana lokasinya? "


" dijalan menuju minimarket dekat kantor. "


mereka bertiga yang mendengar hal itu segera mungkin bergegas menuju TKP. saat di perjalanan Vanya teringat akan kejadian semalam dimana dia di ikuti oleh seseorang.


" Vanya kamu mikirin apa? "


Diki yang melihat raut wajah Vanya pun terheran-heran.


" enggak kok, gak ada apa-apa. "


Diki sangat yakin jika ada sesuatu yang di pikirkan oleh Vanya, namun dia tau saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas Masalah tersebut.


sesampainya di tempat kejadian, Vanya ingin memasuki daerah tersebut namun di halang oleh salah satu petugas keamanan.


Diki yang memiliki kesabaran setipis tisu yang di bagi dua ingin memukul wajah dari sang petugas keamanan itu namun dengan cepat di cegah oleh Vanya. Vanya langsung menunjukan tanda pengenalnya sebagai profiler.


jarak sekitar 50 meter tercium bau amis darah. mereka juga melihat jika darah itu sudah mengering di jalan.


" sepertinya dia di bunuh pada malam hari, sebab tubuhnya sudah dikerumuni lalat. "


" apakah ada identitas korban ? "


Vanya bertanya kepada detektif Josep yang sudah berada di tempat.


" iya cep, ada identitas korban. "


" sejauh ini aku belum menemukan kartu apapun ataupun barang apapun yang menunjukan identitas korban. "


Vanya menghela nafas, dia harus mencari identitas korban terlebih dahulu agar memudahkan mencari petunjuk tentang pelakunya.


Vanya memperhatikan tubuh korban yang sudah di penuhi dengan darah yang sudah mengering. dia menyadari akan satu hal, jika kalung yang di gunakan oleh Korban sangat familiar dengan matanya.


" Agatha, coba kamu perhatikan kalung yang di pakai oleh wanita itu. apakah kamu familiar dengan kalung itu ? "


" hah itukan kalung punya Astrid, yang di hadiahkan oleh Carlos. "

__ADS_1


" jangan bilang dia Astrid. "


saat Vanya memperhatikan wajah wanita tersebut, ternyata memang benar jika korban tersebut adalah Astrid. wajahnya lumayan hancur mulutnya seperti di robek paksa menggunakan pisau tumpul


semua yang ada di situ sangat terkejut jika mantan rekan kerja mereka harus tewas dengan sangat mengenaskan. Vanya merasa ada yang aneh dengan kejadian hari ini.


bagaimana mungkin kedua orang yang di kenal harus tewas di waktu yang bersamaan. dia berfikir jika terdapat kesamaan pada jasad korban.


Vanya kemudian menggunakan sarung tangan, dia ingin memeriksa lebih lanjut bagian tubuh mana saja yang terdapat luka.


dia kemudian membuka sedikit baju yang di gunakan oleh Astrid. dia terkejut ketika mendapati tubuh Astrid memiliki luka sayatan.


dia memperhatikan luka tersebut, dan dia mendapatkan jika luka sayatan pada tubuh Astrid merupakan luka yang sama pada alat vital milik pak Simon.


" pelaku pembunuhan ini merupakan orang yang sama dengan pelaku pembunuhan pak Simon. "


" hah, bagaimana mungkin. "


" perhatikan luka di perut Astrid, bukankah luka sayatan ini sangat mirip dengan luka yang ada pada alat vital milik pak Simon. "


" hah iya benar banget. "


Vanya teringat akan kejadian semalam yang terjadi pada dirinya. dia teringat jika pada kemarin malam itu, saat dia dalam perjalanan kembali ke kantor Indra penciuman dirinya mendapati bau amis darah segar, namun dia mengabaikan hal tersebut sebab dia sudah sangat lapar.


" kamu kenapa van ?. "


" tadi malam itu aku keluar buat beli jajanan, tapi aku ngerasa ada orang yang ngikuti aku. soalnya langkah kakinya terdengar sangat jelas. saat aku bersembunyi di balik tembok di sana untuk menunggu orang tersebut lewat, tetapi orang tersebut tidak lewat sekali pun. "


" dan iya aku baru ingat ada cctv di situ. "


Vanya menunjuk ke arah cctv yang tertutup oleh beberapa ranting pepohonan.


mereka semua menuju salah satu rumah yang memasang cctv mengarah pada jalanan tempat terjadinya pembunuhan tersebut.


Ting tong Ting tong


Vanya memencet bel rumah tersebut, tak lama setelahnya muncul lah seorang wanita paruh baya dengan memegang tongkat di tangannya.


" permisi nyonya, saya Stevanya Angelin agen dari BIN. saya harap nyonya bisa bekerja sama dengan pihak kami dalam menyelesaikan kasus pembunuhan yang terjadi di jalan belakang rumah anda. "


" apa yang harus saya lakukan untuk membantu kalian ? "

__ADS_1


wanita paruh baya itu hanya bisa bertanya.


" kami hanya membutuhkan kesedian nyonya agar memberikan kami izin untuk melihat cctv pada bagian belakang rumah nyonya. "


" baiklah, mari silahkan ikut saya. "


mereka semua menuju ruang khusus wanita paruh baya tersebut.di dalam ruangan itu terdapat layar besar yang digunakan untuk menyaksikan apa saja yang terjadi di rumahnya.


kini kamera tersebut di atur agar mereka semua bisa melihat kejadian pada malam hari. mereka melihat jika pada pukul 21.58 terlihat Vanya yang memasuki jalan yang lumayan sempit itu.


Vanya terus memperhatikan dirinya sendiri dalam kamera cctv tersebut. tak lama dari munculnya Vanya di kamera cctv tersebut munculah seorang wanita dengan menggunakan mantel hitam.


wanita itu membawa sebuah senjata tajam dan sebuah pistol. wanita dengan mantel hitam itu mengikuti langkah kaki Vanya hingga kemudian wanita itu berhenti dan mengangkat kan pistol itu tepat pada kaki Vanya.


namun sebelum wanita bermantel itu menarik pelatuk pistol itu, Vanya terlihat menambah kecepatan. langkah kakinya hingga hilang di balik tembok.


saat hendak menyusul Vanya wanita itu justru di sekap oleh sosok bermental hitam lainnya. kepala wanita itu di pukul menggunakan tongkat baseball yang sosok bermantel hitam itu.


kemudian sosok bermantel hitam yang membawa tongkat baseball itu membuka penutup kepala dan wajah wanita bermantel itu. benar saja jika wanita bermantel itu adalah Astrid.


sampai di sini semua yang menyaksikan kejadian itu dapat menarik satu kesimpulan jika pada malam itu Astrid berniat untuk menghabisi nyawa Vanya tetapi sayangnya justru dialah yang harus tewas pada malam itu.


" itulah karma dari niat jahat. dia yang punya niat jahat buat nyakitin Vanya eh justru dia yang mati konyol. "


sifat julid Diki yang terpendam lama akhirnya muncul juga ke permukaan.


" hus gak boleh gitu, walaupun dia ada niat jahat sama aku tapikan bagaimana pun juga dia teman kita. "


" mantan teman, bukan teman kita lagi Van. "


Agatha nampak tidak terima dengan penggunaan kata teman tersebut.


Vanya melihat kedua temannya itu yang seperti memiliki rasa kecewa di dalam hati mereka masing-masing.


Vanya memilih untuk diam dan kembali memperhatikan kembali layar televisi tersebut.


dia memperhatikan sosok dengan mantel hitam lainnya, dari postur tubuhnya Vanya menyimpulkan jika pelaku tersebut merupakan seorang pria yang sering berolahraga.


Vanya di buat ngilu dengan apa yang dia lihat, bagaimana tidak. dia menyaksikan mantan rekan kerjanya itu harus tewas dengan sangat mengenaskan. bahkan dia melihat sendiri jika perut Astrid di sayat menggunakan pisau tajam lalu mulut Astrid berusaha di sobek menggunakan pisau tumpul.


namun kejadian itu terhenti setelah pria bermantel itu merobek mulut Astrid, setelahnya pria bermantel itu mengambil pistol yang ada di tangan Astrid dan menembakan pelurunya pada kamera cctv yang merupakan salah satu bukti yang bisa mereka ambil.

__ADS_1


Vanya merasa frustasi sebab ia tidak dapat melihat wajah si pelaku. saat sedang bergulat dengan pikirannya sendiri tiba-tiba saja handphone Diki berbunyi


" kalian dimana, ada tersangka kuat yang kami dapatkan dari kasus pembunuhan pak Simon."


__ADS_2