
" oh sekarang sudah berani bawa laki-laki ke rumah ya. jangan di sini deh kalo mau melon*e takutnya komplek ini kena sial. "
" ih amit-amit deh, ayo Bu kita jangan dekat-dekat sama mereka takutnya nanti kita yang kena sialnya. "
ketiga ibu-ibu itu pergi meninggalkan Vanya dan Erick yang masih terdiam di tempat.
dengan perasaan yang sedikit was-was Vanya menoleh ke arah Erick untuk melihat bagaimana reaksi sang kekasih saat mendengar cemoohan ketiga ibu-ibu tadi.
saat di lihat Vanya ekspresi wajah Erick biasa saja, tetapi bukannya tenang justru inilah yang membuat Vanya takut. pasalnya Erick merupakan anak gangster yang akan merusak apapun yang membuatnya marah sama seperti kejadian sebelum-sebelumnya.
" Erick....." ucap Vanya
" sudah gak usah di masukan ke hati, sekarang kita berangkat aja nanti kamu terlambat kerja. " ucap Erick
ada perasaan sedikit lega di hati Vanya saat mendengar ucapan Erick barusan. tapi tidak sepenuhnya lega sebab Erick merupakan orang yang susah untuk di tebak.
selama di dalam perjalanan Erick hanya terdiam dengan raut wajah yang datar dan biasa saja.
tetapi justru Vanya lah yang sedikit was-was takut jika sang kekasih akan melakukan hal tidak-tidak.
" Erick habis ini kamu kamu mau pergi kemana? " tanya Vanya
Erick hanya menolehkan kepalanya ke arah Vanya dengan menaikan alis sebelah kanannya.
" kamu habis ini mau kemana? " tanya Vanya lagi
" nggak kemanapun. setelah ini aku kembali ke rumah. " jawab Erick
Vanya terdiam dan melihat ke arah depan dengan perasaan yang masih campur aduk, antar marah kesal dan juga takut.
perasan itu terus saja menghantui Vanya hingga membuat empunya tak sadar jika sudah sampai pada tempat tujuan.
" kamu mau diam melamun saja di situ dengan lamunan mu atau mau kerja ? " ucap Erick yang membuat lamunan Vanya buyar
" eh sudah sampai ya, kalau gitu aku pamit ya." ucap Vanya dengan menjulurkan tangannya.
" apa ? " tanya Erick yang melihat Vanya mengulurkan tangannya
__ADS_1
" mau Salim. " jawab Vanya
" kaya bocah. " ucap Erick yang menyambut tangan Vanya.
setelah Vanya mencium punggung tangan Erick, kini Erick menciumi pipi dan kening Vanya yang di akhiri dengan sebuah tanda pada jidat Vanya yang memang sering di lakukan dalam agama mereka sebagai tanda berkat.
setelah berpamitan Vanya keluar dari mobil Erick dan masuk ke dalam mobil yang memang sedari tadi telah menunggu kedatangan Vanya.
" dadah Erick, hati-hati jangan terlalu ngebut bawa mobilnya. " ucap Vanya yang langsung memasuki mobil
setelah melihat mobil yang di tumpangi Vanya hilang dari pandangannya barulah Erick menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
( kali ini fokus cerita bukanlah di Vanya melainkan ada pada Erick. )
setelah mengantar Vanya ke kantor, Erick menancap gas dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
dalam perjalanan terlihat Erick dengan wajah yang sedikit memerah yang di karenakan rasa amarah yabg begitu menggebu-gebu.
" tua ban*ka sialan, berani sekali dia menyebut wanita ku perempuan murahan. mari kita lihat siapa sebenarnya wanita murahan itu. " ucap Erick
dengan kecepatan yang lumayan tinggi Erick mengambil sebuah earphone dari dalam tas yang dia bawa dan juga mengeluarkan handphone untuk menghubungi rekannya.
ya itu lah Erick, seorang leader gangster Galacticos yang jika seseorang berani membuat masalah dengan dirinya maka dia akan menghancurkan rumah milik orang tersebut.
Erick sudah berada di komplek tersebut. dia memarkirkan mobilnya pada pekarangan rumah miliknya dan berjalan kaki menuju salah satu rumah dari ketiga ibu-ibu yang mencemooh sang kekasih tadi pagi.
ibu yang di datangi oleh Erick kali ini adalah seorang ibu dengan 3 anak yang ketiganya adalah perempuan. ibu ini bernama Endah Lestari.
sesampainya di rumah ibu Endah, Erick sudah menyaksikan keributan yang terjadi di rumah itu. dengan ibu Endah yang sibuk melerai sekumpulan pria yang tengah menghamburkan rumah dengan 2 lantai itu.
" heh sialan siapa kalian, jangan macam-macam ya suami saya itu manajer dengan uang suami saya, saya bisa memenjarakan kalian. " ucap ibu Endah dengan sombongnya
mendengar ucapan dari Bu Endah, Erick hanya terkekeh pelan mendengar kesombongan dari Bu Endah.
sekumpulan pria itu tidak menghiraukan ucapan dari Bu Endah, bahkan Bu Endah sendiri pun di hempasan hingga jatuh ke tanah.
" heh kalian siapa ya, jangan macam-macam deh. saya bisa laporkan kalian ke polisi loh. " ucap seorang anak perempuan yang sepertinya merupakan anak dari Bu Endah
__ADS_1
lagi dan lagi bukannya berhenti kumpulan pria itu justru semakin membabi buta menghancurkan dan menghambur rumah dari Bu Endah.
merasa tidak di hiraukan Bu Endah berusaha mencari bantuan dari para tetangga. namun sayangnya tidak ada satupun yang mau membantu Bu Endah dari sekumpulan pria yang tengah menghamburkan rumahnya itu.
" kalian ini tetangga apa sih gak mau bantu saya. saya lagi kesusahan ini kenapa tidak ada satupun yang mau membantu saya. " ucap Bu Endah
" bukannya gak mau bantu Bu, tapi kami gak mau berurusan sama mereka. mereka itu gangster yang paling kejam Bu di kota ini, ibu gak tau ya ? " ucap salah satu tetangga yang tengah menyaksikan aksi tersebut.
" persetan sama mereka mau mereka gangster kek apa kek. saya bisa penjarakan mereka dengan uang suami saya. " ucap Bu Endah dengan sombongnya.
dari kejauhan Erick menyaksikan kesombongan Bu Endah.
" benarkan, dengan uang suami mu itu kamu bisa memenjarakan mereka. mari kita lihat siapa yang menang. " ucap Erick dari kejauhan
setelah meminta bantuan ke sana kemarin dan tidak ada satupun yang mau membantu dirinya. Bu Endah terus mencari bantuan sembari menunggu pihak kepolisian datang untuk menghentikan aksi Erick In The Geng.
saat sedang mencari-cari bantuan tanpa sengaja Bu Endah melihat Erick yang sedang berdiri jauh menyaksikan kejadian yang terjadi di rumah nya.
dengan perasaan yang menggebu-gebu Bu Endah datang menghampiri Erick.
" ini pasti ulah kamu kan. orang-orang ini pasti suruhan kamu untuk menghancurkan rumah saya. heh kamu jadi laki-laki jangan be*o deh perempuan murahan kaya gitu kamu bela sampai segitunya. " ucap Bu Endah
" saya bisa penjarakan kamu. kamu itu bukan tandingan saya, dengan uang suami saya kamu bisa saya penjarakan dengan hukuman yang begitu lama. " sambung Bu Endah dengan kesombongannya yang tak surut.
mendengar ucapan dari Bu Endah, Erick hanya menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar.
" apakah anda yakin?, kalau gitu saya tunggu hukumannya. " ucap Erick yang langsung pergi meninggalkan Bu Endah.
Bu Endah merasa kesal dan dia meneriaki Erick dengan umpatan-umpatan.
" bajin*an kamu bang*at kamu, dasar gak tau sopan santun. ngomong sama orang yang lebih tua kok seperti itu. apa kamu gak pernah di ajarkan sopan santun sama orang tua mu ?" ucap Bu Endah memaki Erick
*
*
*
__ADS_1
oke guys sampai sini dulu
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺