Your My HOME

Your My HOME
BAB 6 : Los Galacticos*


__ADS_3

" mereka yang memulai mereka juga yang harus mengakhiri. "


* flashback off


" kamu kalau ngomong jangan sembarang ya, jangan asal membalikkan keadaan."


Astrid merasa tidak terima jika dirinya di tuduh sebagai salah satu dalang dalam kasus penyanderaan itu.


" membalikan keadaan yang seperti apa ?"


seorang pria dengan postur tubuh yang kekar menggunakan setelan jas berwarna hitam berjalan kearah mereka.


melihat kedatangan pria tersebut yang di kawal beberapa orang pria dengan tubuh kekar, sontak membuat mereka semua yang sedang berdebat tadi langsung menundukkan kepalanya.


terlebih lagi Astrid gelagapan seperti seorang maling yang telah tertangkap basah.


" kenapa tunduk Astrid, kamu malu sama saya?, kenapa harus malu bukan kah dengan Simon kamu sudah membuka seluruh baju mu kenapa harus malu dengan saya."


" pak jangan percaya omongan si Vanya. semua barang bukti yang dia kasih ke bapak itu semua nya editan pak. dia memfitnah saya. "


ucap Astrid dengan bergelimpangan air mata


" kamu pikir dengan kamu menangis seperti itu, saya akan terbawa suasana dan mempercayai kamu. bagaimana bisa kamu bilang itu editan jika Simon saja membenarkan bukti tersebut. "


mendengar ucapan dari sang atasan betapa terkejut nya Astrid, matanya langsung membulat ke arah pak Simon seolah ingin menerkamnya.


" sialan nih tua Bangka aku sudah korbankan harga diri ku untuk mendapatkan posisi sebagai ketua tim tapi malah gini yang kudapatkan." umpat Astrid di dalam hati


karena sudah tertangkap basah kini Astrid dan pak Simon di amankan oleh pihak yang berwajib atas kasus penipuan, keduanya di keluarkan secara tidak hormat sebagai anggota BIN.


Astrid memohon kepada sang pimpinan agar bisa menyewa orang untuk membebaskan dirinya ketika berada di persidangan.


" pak lakukan sesuatu dong supaya kita gak di penjara. bapak mau di penjara terus nanti setelah kita keluar dari penjara kita gak bisa dapat kerja lagi."


ucap Astrid tidak terima kepada pak Simon.


kini Astrid dan pak Simon sedang berada di tempat karantina sambil menunggu masa persidangan mereka berdua. di tempat karantina itu banyak sekali penjaga yang sedang bertugas untuk menjaga. penjagaan yang begitu ketat tidak memutuskan semangat Astrid untuk segera kabur dari tempat itu.


" lihatlah kamu Vanya, setelah aku keluar dari tempat ini aku akan membuat mu hancur menjadi berkeping-keping."


di satu sisi Vanya sedang mengistirahatkan dirinya di ranjang tempat tidur nya. dia menatap ke arah atas langit-langit kamar nya, dia memikirkan masalah yang selama ini dia alami.


ketika sedang mengingat kembali masalah yang pernah dia alami seketika dia teringat satu masalah yang berhasil membuatnya mengeluarkan cairan bening dari matanya yang indah.


tetesan air mata itu kini berubah menjadi isakan tangis yang sangat memilukan, dia menangis dalam keheningan malam. dia menangis hingga tertidur sangat sakit rasanya jika menangis hingga membuat kita tertidur.


* * * * * * * * * *


keesokan harinya di pagi hari, handphone Vanya berbunyi. salah satu tim Vanya menelpon dirinya

__ADS_1


" Van kamu ada dimana? "


" eugh, aku di rumah baru bangun tidur. ada masalah apa ?"


" ini Los Galacticos bikin ulah lagi, aku tadi lagi ke kantor polisi di suruh buat meminta keterangan dari pak Simon eh aku lihat cowo mu lagi duduk manis. pas aku tanya sama polisi di situ katanya mereka habis bakar rumah orang kemarin malam." jelas salah satu teman Vanya yang bernama Agatha


Vanya menarik nafas frustasi dengan tingkah geng kekasih nya itu. sudah tidak heran bagi Vanya jika sang kekasih turut serta dalam kejadian itu.


dengan mata yang sembab karena menangis di malam kemarin Vanya segera menuju ke kamar mandi rumah nya. setelah bersiap-siap Vanya segera menaiki mobil Pajero hitam miliknya.


di perjalanan Vanya teringat Erick yang dulunya sangat penakut dan pemalu. jangankan ingin membakar rumah orang, untuk mengangkat kepalanya berbicara dengan orang saja dia takut.


lalu sekarang Erick seperti hidup kembali dengan sikap yang 360° sangat berbeda. kini Erick sangatlah cuek dingin kepada orang-orang. bahkan dia sekarang seperti anak liar yang susah di atur.


sesampainya di kantor polisi tempat dimana Erick di tahan dia menghembuskan nafas kasar melihat sang kekasih berada di dalam sel tahanan.


" kamu nih gak ada kapok-kapoknya ya. kan aku sudah bilang jangan bikin masalah kaya gini dong."


" sudahlah kali ini aku gak mau bantu kamu biar kamu kapok sekalian supaya gak mengulangi lagi."


" ya gak masalah tinggal bayar uang jaminan selesai."


Erick menjawab dengan sangat enteng


Vanya tidak habis pikir dengan kelakuan dari sang kekasih. Vanya tidak kehilangan akal dia segera bergegas mendatangi salah satu penjaga yang bertugas waktu itu setelah berbincang lama akhirnya Vanya kembali lagi ke tempat tahanan dimana sang kekasih bersama teman-temannya di tahan.


" kalian di tahan di sini satu hari satu malam, tidak ada jaminan apapun yang bisa membebaskan kalian. ini bisa menjadi pelajaran buat kalian supaya jangan bikin onar lagi." ucap Vanya dengan menyilang kan kedua tangannya di depan dada


" ayolah ibu bos jangan begini, besok aku ada jam kuliah masa iya aku harus bolos lagi."


" iya tuh Bu bos, besok kucing saya ada yang mau lahiran masa aku gak datang nanti yang bersihkan darahnya siapa."


" banyak alasan, makanya kalau mau lakukan sesuatu itu di pikirkan baik-baik dulu. jangan asal bertindak semaunya."


setelah berbicara seperti itu Vanya langsung melangkah pergi dari tempat itu. sesegera mungkin Vanya menuju tempat dia bekerja.


" Vanyaaaaaaaa senang bangettttt."


baru juga sampai belum sempat menginjakan kakinya di dalam bangunan tempat ia bekerja ia sudah di sambut oleh sang teman yang melompat kegirangan.


" kenapa nih kayanya kamu terlihat senang banget, dapat apa nih ? "


" kamu belum buka grup chat ya, astaga kamu ini bagaimana bisa melewati kabar yang sangat membahagiakan ini. kamu tau gaji kita tetap naik dan kita mendapatkan penghargaan lagi sebagai tim yang paling kompak. aaaa senang banget."


Vanya yang sangat gembira ketika melihat teman satu timnya itu merasa bahagia. baginya kebahagiaan adalah melihat orang yang dia sayangi tertawa.


" kok kamu diam aja sih, kamu gak bahagia ya ? "


" bukan gitu Agatha, aku tuh senang banget sangking senangnya aku bingung harus gimana."

__ADS_1


" Agatha juga senang banget akhirnya bisa kirim uang buat ibu supaya renovasi makam ayah."


mendengar ucapan dari Agatha seketika ekspresi wajah Vanya langsung berubah menjadi sedikit sedih.


" loh kok jadi sedih, Agatha ada salah ngomong ya sama Vanya ?"


Agatha menyadari jika raut wajah Vanya seketika berubah.


" enggak kok cuman sedih aja soalnya harus kehilangan satu teman dalam tim kita."


" kamu ngapain masih mikirin si kunyuk satu itu, dia aja mau jahat sama kamu kenapa kamu malah sedih kalau dia keluar dari tim kita. kita harusnya bersyukur dijauhkan dari parasit seperti dia."


Vanya hanya tersenyum penuh arti melihat temannya itu mengoceh tidak jelas ketika mendengar nama Astrid.


" udah ngomelnya, sekarang ayo kita masuk kedalam."


Vanya dan Astrid segera menuju ruangan mereka yang berada di lantai 5. sesampainya di ruangan mereka, terlihatlah pemandangan seorang Diki tengah serius berada di depan laptopnya.


" serius banget kayanya kamu dik, lagi lihati apa?"


" ini loh Van, kasusnya si Astrid sama si Simon."


" hah? bukannya kasusnya sudah clear ya ?"


" iya emang sudah clear, cuman aku lihat aja Vidio panasnya pak Simon sama Astrid. mantap banget cuy."


" yeee dasar otak porno."


Agatha pun menoyor pelan kepala Diki yang memiliki otak sedikit mesum.


mereka tertawa dengan bercandaan yang mereka buat. di saat sedang asyik-asyiknya tiba-tiba


kringggg........ kringgg......


suara telpon ruangan mereka pun berbunyi


" selamat siang pak, dengan saya Diki ada yang bisa saya bantu."


" kalian ada dimana sekarang, cepat ke bangunan karantina tempat Simon dan Astrid di karantina. mereka tidak ada di ruangan mereka sepertinya mereka kabur melewati pintu belakang."


*


*


*


oke guys sampai sini dulu


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺

__ADS_1


hehehehe


__ADS_2