Your My HOME

Your My HOME
BAB 30 : pantas Erick marah


__ADS_3

" sudah cukup, sekarang kita semua masuk ke dalam ruangan rapat untuk merencanakan rencana selanjutnya karena Vanya mendapatkan sebuah informasi yang belum kita ketahui. " ucap Jhonatan


ke-7 orang itu langsung memasuki ruang rapat termasuk Vanya yang meninggalkan makanannya sebab sudah tidak ada nafsu makan lagi.


" baiklah teman-teman, sepertinya kita ada perubahan rencana awal. sebab Vanya mendapatkan sebuah informasi jika orang yang saat ini sedang kita intai bukan hanya mengedarkan narkoba saja tetapi juga sebuah agen TKW ilegal. tetapi untuk ini belum pasti jadi Roger saya minta supaya kamu mencari tau apakah agen TKW miliknya itu sudah legal atau belum. " ucap Jhonatan


dengan sigap, Roger langsung berjalan keluar dari ruang rapat itu dan entah berjalan kemana.


selang dari 5 menit Roger keluar dari ruangan, dengan sangat lihai Jhonatan membuka sebuah layar yang bergambarkan Roger sedang mengutak-atik komputernya dengan layar yang menampilkan apa yang sedang Roger kerjakan.


" lapor pak, beri saya waktu 15 menit untuk mencari tau semua informasi mengenai agen TKW. " ucap Roger


" baiklah saya akan kembali lagi menghubungi kamu setelah 15 menit berlalu."


Jhonatan mematikan layar proyektor itu dan kembali melanjutkan pidatonya.


" baiklah, apakah ada informasi lain lagi jadi bisa kita merundingkan bersama hari ini. " ucap Clara yang memang berstatus paling tua diantar mereka ber-7.


" saya tidak yakin ini informasi penting atau bukan, tapi bagi saya ini cukup penting dan kita haru berhati-hati. "


" jadi salah satu dari anak buah pria itu cukup berbahaya buat kita. sebab dia seperti tau gerak-gerik apa yang sedang aku lakukan. aku curiga dia adalah seorang yang mempelajari banyak mengenai gerak-gerik seseorang. " ucap Vanya menjelaskan


" apakah dia seorang psikolog ? " tanya Sania


" sepertinya iya." jawab Vanya


" jika dia seorang psikolog, mengapa dia harus menjadi anak buah dari seorang buronan? bukankah bayarannya sudah cukup tinggi untuk menghidupi diri dan keluarganya ?" Barel akhirnya membuka suara dengan melontarkan satu pertanyaan


seketika mereka yang ada dalam ruangan itu terdiam memikirkan siapa sebenarnya pria yang Vanya sebutkan tadi. apakah benar jika dia adalah seorang psikolog? lalu jika benar dia seorang psikolog mengapa dia melakukan pekerjaan seperti ini. apakah masalah finansial ??


tetapi bukankah keuangan seorang psikolog dapat di bilang sudah cukup menghidupi diri dan keluarganya.


banyak sekali pertanyaan yang ada, bukan hanya mengenai pria itu tetapi juga bagaimana mereka akan menjalankan rencana selanjutnya.


kurang dari 15 menit yang di minta oleh Roger, kini Roger telah mengirimkan sebuah file pdf yang bertuliskan ' Chandra Maulana '

__ADS_1


dengan cepat, Jhonatan langsung membuka file itu pada layar proyektor yang ada di ruang meeting mereka.


di dalam layar proyektor itu menampilkan data seorang pria yang bernama Chandra Maulana yang dimana adalah orang yang mereka intai mulai dari hari ini sampai 3 hari ke depan.


di dalam data itu juga terdapat beberapa fakta yang berhasil membuat Vanya dan yang lainnya terkejut.


" hah umurnya baru 18 tahun, berarti sepantaran sama Sania dong. " ucap Barel


" tapi yang lebih mengejutkan lagi, Chandra ini sudah sering kali keluar masuk penjara bahkan bukan cuman 1 atau 2 kali saja. tapi sudah sangat sering, bahkan pihak kepolisian pun sudah sangat hapal dengan wajah si Chandra ini. " ucap Richard


" lalu mengapa tidak ada efek jeranya ? " tanya Sania


" gimana mau ada efek jeranya, orang dia di penjara hanya sebentar karena dia masih di bawah umur." ucap Barel


" sebenarnya bukan itu yang membuat dia tidak memiliki rasa jera. tetapi sebagian orang seperti Chandra ini pasti memiliki pola pikir yang selalu berkata jika ' aku sudah tau gimana rasanya di penjara jadi kenapa aku harus takut di penjara untuk kesekian kalinya."


mendengar ucapan Vanya mereka semua terdiam menganggukkan kepala mereka


" ada benarnya apa yang Vanya bilang. penjara bukanlah hukuman yang tepat untuk pelaku kejahatan seperti Chandra ini. tapi saat ini kita tidak perlu membahas masalah hukuman dan semacamnya. yang perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana rencana kita selanjutnya. "


mereka melanjutkan diskusi mereka tentang rencana yang akan mereka jalankan.


" untuk apa pria sol sepatu itu, bukankah jarang orang menggunakan jasa sol sepatu keliling. " ucap Jhonatan


" tapi apa yang dikatakan oleh Barel ada benarnya kok pak. " ucap Vanya


dengan sangat serius Vanya menjelaskan bagaimana rencana yang akan mereka jalankan. kali ini bukan hanya 1 pemeran tetapi akan ada 2 orang pemeran. yaitu penjual gado-gado dan seorang sol sepatu keliling.


" baiklah saya setuju dengan rencana kalian, tetapi sekarang pertanyaan saya siapa yang akan menjadi pria sol sepatu keliling itu ? "


" aku aja pak Jo. " ucap Barel menawarkan diri.


" baiklah, untuk misi kali ini akan kita jalankan setelah 2 hari lagi agar tidak timbul kecurigaan mereka. "


mereka semua setuju dengan rencana yang di buat oleh Vanya dan Barel dan akan di perankan oleh Mereka berdua pula. .

__ADS_1


" baiklah rapat kali ini sampai sini dulu. jika ada informasi terbaru maka akan saya kumpulkan kembali kalian di tempat ini. " ucap Jhonatan


setelah selesai rapat bukannya keluar dari ruangan ke-6 orang itu justru bergosip mengenai kejadian yang masih hangat.


" eh iya Vanya, gimana apakah pas kamu melihat Chandra kamu ingat dimana kamu pernah ketemu dia. " ucap Barel


" iya aku ingat banget, dia ruh cowo aneh yang waktu itu ketemu di supermarket. pas pacar ku lagi angkat telfon dia datang baru ngomong apa gitu aku lupa. " ucap Vanya


" dia ngomong sama kamu ? " ujar Jhonatan


" iya dia ada ngomong gan....gal.......apa ya gan......ganall dia bilang ganal ganal gitu terus burit burit gitu juga. katanya tuh kalo gak salah ganalnya burit. " ucap Vanya polos


mereka yang berada di dalam ruangan itu seketika melotot ke arah Vanya yang sedang bercerita dengan Barel.


" terus habis tuh dua ngapain ? " ucap Jhonatan yang terlihat khawatir


" dia gak ngapa-ngapain sih, tapi ada ibu-ibu gitu datang langsung di marahi dia sama ibu-ibu itu tapi aku gak ngerti ibunya ngomong apa. emangnya Chandra tuh ngomong apa sih sampai-sampai ibu itu marah bahkan pacar ku juga marah. " ucap Vanya


mereka yang ada di dalam ruangan itu terkecuali Vanya dan Richard melihat satu sama lain.


" aduh gimana yang ngomongnya. sebenarnya itu sudah termasuk ke ranah pelecehan Van. " ucap Clara


" pelecehan? "


" iya itu sudah termasuk pelecehan, soalnya artinya itu dia bilang bokong mu itu besar. ganal tuh besar terus kalau burit itu bokong. " ucap Barel menjelaskan.


mendengar ucapan dari Barel Vanya sedikit terkejut dan yang pasti dia mengetahui alasan jika Erick sang kekasih saat itu terlihat menahan amarah.


" pantas Erick seperti menahan rasa marah. "


*


*


*

__ADS_1


oke guys sampai sini dulu ya


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2