
" pantas Erick seperti menahan rasa marah. "
ucap Vanya yang kini sudah terjawab mengapa kemarin terlihat Erick menahan amarahnya.
" tapi dia gak ngapa-ngapain kamu kan ? " tanya Richard
" aman, kalau pun dia macam-macam sama aku kan bisa aku gebuk dia. " ucap Vanya
setelahnya mereka kembali bercerita banyak sekali tentang hal apapun.
tak terasa kini waktu sudah menginjak pukul 22.00 yang dimana sudah lewat dari jam kerja mereka.
" ayo kita pulang. " ucap Clara
mendengar ucapan Clara mereka semua merapikan barang-barang bawaan mereka dan bergegas untuk pulang.
saat Vanya sedang berjalan keluar dari gedung itu, tiba-tiba Richard menarik tangannya dan membawanya ke tempat yang agak sepi
" eh kamu mau ngapain cad. " ucap Vanya terkejut
" kamu sibuk gak, ayo kita ke cafe sebentar ada yang mau aku omongin. " ucap Richard serius.
Vanya ingin mengiyakan ajakan dari Richard, tetapi secara tiba-tiba Jhonatan datang menghampiri mereka yang entah dari mana.
" Vanya kamu tidak pulang ? jangan sampai kejadian kemarin malam terjadi kembali pada dirimu. " ucap Jhonatan menarik tangan Vanya
" ih kenapa sih pak, jangan tarik-tarik bisa kan sakit tau tangan saya. " ucap Vanya
" maaf pak tapi saya dan Vanya masih ada urusan sebentar. jadi nanti saya yang akan mengantar Vanya pulang, lagian saya dan Vanya juga satu komplek. " ucap Richard
" kamu gak perlu repot-repot, saya yang akan mengantar Vanya pulang. " ucap Jhonatan yang langsung menarik tangan Vanya
rasanya ingin sekali Vanya menikam perut Jhonatan.
" sudahlah pak tidak perlu mengantar saya. lagian saya sudah di tunggu pacar saya jadi permisi saya pamit. " ucap Vanya
Richard dan Jhonatan saling tatapan sepersekian detik hingga akhirnya Richard beranjak pergi meninggalkan Jhonatan seorang diri.
di sisi lain
Vanya kini sudah berada di halte dan sedang menunggu Erick menjemputnya.
tak butuh waktu lama untuk menunggu kedatangan Erick, kini ia sudah sampai di halte dan dengan segera Vanya menaiki mobil Pajero sport dengan warna hitam.
selama perjalanan tidak ada pembicaraan apapun sebab Vanya sudah terlelap di bangkunya dengan memeluk bantal yang memang selalu ada di dalam mobil milik Erick.
__ADS_1
mobil Pajero itu kini sudah memasuki garasi rumah mereka untuk di parkir kan. namun begitu, Vanya tetap setia dengan bantalnya itu. dengan menarik nafas berat Erick turun dari mobil itu dan menggendong Vanya ala bridal style.
Erick menaruh tubuh Vanya pada ranjang kamarnya. Erick kemudian mengambil beberapa pembersih wajah milik Vanya dan membersihkan wajah sang kekasih yang tengah tertidur.
" cantik banget sih pacar aku. " ucap Erick sambil menatap wajah Vanya
setelahnya Erick terus melanjutkan aktivitasnya untuk membersihkan wajah Vanya dan juga dia membuka baju kemeja dengan rok berwarna hitam yang Vanya gunakan.
bagi mereka berdua hal ini sudah biasa, keduanya memang sudah pernah melihat satu sama lain tanpa busana, memang salah tapi itulah mereka.
" dasar kebo. " ucap Erick lagi saat dia selesai membersihkan wajah dan melepas pakaian yang Vanya gunakan dan menggantinya dengan piyama.
setelah di rasa sang kekasih sudah bersih, Erick pun membaringkan badannya tepat di samping Vanya dan memeluk tubuh Vanya yang mungil bagi dirinya.
***********
keesokan paginya
di pukul 05.00 dini hari, sepasang kekasih itu masih terlelap dengan posisi yang masih sama persis seperti semalam.
dimana Erick masih setia memeluk tubuh Vanya. keduanya tertidur dengan sangat lelap, perasaan nyaman itulah yang keduanya rasakan pada saat terlelap.
hingga kenyamanan mereka itu terusik oleh suara alarm milik Vanya yang nada deringnya merupakan lagu blackpink yaitu kill this love.
Vanya menarik nafas panjang dan langsung merogoh handphone miliknya untuk mematikan alarm miliknya itu.
setelah mematikan alarm itu Vanya bergegas turun ke bawah untuk meminum air hangat dan juga dia bergegas untuk mandi sebab tubuhnya sudah terasa lengket di karenakan pada malam kemarin dia tidak mandi.
dengan handuk yang masih terlilit di badan, Vanya menghampiri Erick dan membangunkannya.
Vanya menepuk pelan pipi Erick untuk membangunkannya, benar Erick terbangun dan langsung mendudukkan badannya, hanya saja mata Erick masih terpejam.
" Erick masih ngantuk, kalau masih ngantuk tidur aja biar aku sama Richard aja. " ucap Vanya
bukannya menjawab Erick justru bangkit dari duduknya dan menghampiri Vanya yang masih menggunakan handuk.
" kenapa hanya memakai handuk, kau ingin menggoda ku hm?? " ucap Erick dengan suara berat dan juga serak khas orang baru bangun tidur.
Vanya sedikit memundurkan dirinya untuk bersiap untuk keluar dari kamar Erick, namun saat ingin keluar tangan Vanya langsung di cekal oleh Erick yang langsung menarik Vanya dan mengunci Vanya antar tubuh Erick dan dinding.
" Erick aku mau pake baju dulu. " ucap Vanya gugup
" morning kiss dulu. " ucap Erick memajukan bibirnya
tanpa rasa ragu Vanya langsung mengecup bibir Erick. namun bukan Erick namanya jika dia tidak menarik tengkuk Vanya untuk memperdalam ciuman mereka.
__ADS_1
Vanya sudah tau jika Erick akan melakukan ini tapi dia hanya pasrah dan mengikuti permainan Erick.
sekitar 2 menit mereka menyatukan kedua bibir mereka hingga Vanya memukul dada Erick pelan karena dia sudah mulai kehabisan nafas.
" Erick sudah, aku belum bikin sarapan. " ucap Vanya dengan nafas tersengal-sengal.
sebelum Erick melepaskan Vanya dia terlebih dahulu menciumi seluruh wajah Vanya dan turun ke leher.
" wangi " satu kata yang Erick keluarkan saat dia mencium aroma tubuh Vanya
" cepatlah pergi dan kenakan pakaian mu, sebelum aku berubah dan akan ku unboxing kamu hari ini. " ucap Erick seenak jidatnya
mendengar ucapan Erick dengan secepat kilat Vanya keluar dari kamar Erick menuju kamarnya untuk mengenakan pakaian.
biarpun gaya berpacaran mereka cukup bebas namun Erick tidak pernah menyentuh Vanya lebih dari ciuman.
kini Vanya sudah rapi dengan pakaiannya dan juga tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Erick.
" kamu hari ini kembali ke Bandung ? " tanya Vanya
" belum, besok aku baru kembali. " jawab Erick
Vanya hanya mengangguk kepalanya saja namun dapat terlihat jika raut wajahnya terlihat sedih.
" gak usah sedih, kan kamu di sini sudah ada Richard. jadi nanti kalau ada apa-apa hubungi Richard saja. " ucap Erick
Vanya mengiyakan ucapan Erick dan keduanya langsung menyantap sarapan mereka.
" sudah jam setengah delapan, ayo aku antar kamu ke kantor. " ucap Erick
" okee. "
keduanya berjalan keluar rumah bergandengan tangan, namun sangat di sayangkan tidak ada angin tidak ada hujan ketiga ibu-ibu yang malam kemarin bertemu dengan Vanya kini lewat lagi di depan rumah Vanya.
" oh sekarang sudah berani bawa laki-laki ke rumah ya. jangan di sini deh kalo mau melon*e takutnya komplek ini kena sial. "
*
*
*
oke guys sampai sini dulu ya
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺
__ADS_1