
Saat di luar perpustakaan Erick langsung di sambut oleh vanya yang sedang bersandar di dinding perpustakaan, tanpa basa basi Vanya langsung mengajak Erick untuk pergi ke kantin.
“ ayo ke kita ke kantin.”
Lagi dan lagi tanpa menunggu jawaban dari Erick gadis dengan rambut pendek berwarna coklat itu langsung berjalan dan di susul oleh Erick.
Suasana di sekolah cukup ramai sebab sedang jam istirahat dan juga sudah memasuki jam makan siang. Erick dan Vanya berjalan di koridor sekolah mereka, banyak anak-anak sekolah itu yang langsung berbisik-bisik ketika Vanya dan Erick melewati mereka.
Erick yang sadar akan hal itu langsung menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya tetapi beda dengan Vanya dia justru terlihat santai dengan satu tangan di dalam saku jas almamaternya lalu Vanya berkata kepada erick
“ angkat kepala mu jangan menunduk seperti itu! mereka akan melihat mu lemah jika kau terus menundukkan kepalamu itu.“
ucap vanya sambil terus berjalan
Erick heran dengan gadis satu ini mengapa gadis itu bisa seberani itu dan bahkan dia bisa mengetahui apa yang sedang Erick lakukan tanpa melihat ke arah erick.
“ sebenarnya Vanya ini manusia atau bukan sih? kok dia bisa tau kalau aku lagi nunduk, padahal kan dia tidak ada menoleh ke arah ku. “ ucap Erick di dalam hatinya sambil melihat pundak vanya dengan menyipitkan matanya
Mereka terus berjalan hingga mereka sampai di kantin yang sedang ramai dengan siswa-siswi yang tengah makan. Melihat keadaan yang begitu ramai Vanya langsung menarik tangan Erick untuk pergi ke salah satu stan kantin di sana dan segera membeli beberapa jajanan dan minuman, setelah membeli beberapa makanan itu Vanya kembali manarik tangan Erick untuk pergi dari kantin.
Erick hanya mengikuti kemana Vanya pergi bagai anakan ayam yang mengikuti induknya. Kini mereka telah sampai di tempat dimana pertama kalinya mereka bertemu yaitu tepat di belakang gudang.
Erick merasa heran dengan Vanya mengapa harus di sini dari sekian banyaknya tempat di sekolah ini yang harus dia pilih untuk menyantap makanannya itu.
“ sudah sini duduk aja, di sini tempat paling aman dan nyaman tanpa gangguan sedikit pun.”
Ucap vanya kepada erick yang kebingungan
“ kamu gak takut ya di sini ?” tanya erick kepada Vanya yang tengah membuka bungkus jajanan miliknya itu
“ takut ? apa yang mau ditakuti di sini ? “ vanya kembali bertanya kepada Erick dan pertanyaan itu membuat Erick merasa jika Vanya adalah wanita paling pemberani yang pernah dia temui.
“ ya hantu gitu atau hewan “ ucap erick yang berhasil membuat vanya tertawa geli
“ hahahaha, hantu? hewan? gak tuh gak takut justru aku lebih takut dengan orang-orang di luaran sana.” Ucap vanya sambil menyantap makanannya
“ tapi kamu terlihat sangat berani dengan semua orang. “ ucap Erick lagi namun kali ini ucapan Erick membuat Vanya langsung terdiam dan entah mengapa Vanya malah menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“ kamu mau tau kenapa aku bisa seberani itu? dulu aku juga selalu di bully entah apa alasannya, aku selalu diam saat aku di bully. namun semakin ke sini perundungan itu semakin di luar batas wajar. Akhirnya aku tersadar aku tidak bisa seperti ini terus menerus aku harus melawan mereka dan aku harus terlihat kuat di depan semua orang, karena mereka hanya akan merundung orang yang mereka anggap lemah. "
Mendengar perkataan dari Vanya, Erick seperti terkena sihir dari Vanya yang membuatnya ingin menjadi kuat agar dia tidak di rundung lagi.
“ jadi kamu juga harus seperti itu, kamu seorang laki-laki yang punya kekuatan untuk melawan tapi kenapa kamu tidak pernah melawan mereka ? apa kamu takut dengan mereka ? jangan takut ! semakin kamu takut semakin berani mereka merundung kamu. Jadi kamu harus bisa membalas mereka tidak harus dengan kekerasan kamu bisa membalas meraka dengan perkataan mereka sendiri. “
Erick menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan dari Vanya dan perkataan dari Vanya itu lah yang menjadi motivasi bagi Erick untuk menjadi orang yang kuat. Erick yang sedang larut dalam perkataan Vanya tadi tiba-tiba saja terbesit di pikirannya kemana saja selama satu minggu ini Vanya.
“ selama satu minggu ini kamu kemana aja, aku cari kamu dimana pun tapi tidak ketemu kamu kemana? “ tanya erick kepada Vanya
Vanya yang tadinya sedang asik dengan makanannya kini beralih menatap wajah Erick yang sedang bertanya kepadanya.
“ kamu nyari aku di mana pun? ada hal apa sampai kamu harus nyari hingga di mana pun?”
Vanya kembali bertanya kepada erick dan pertanyaan itu berhasil membuat erick terdiam dan tersipu malu dan pipinya pun sedikit memerah, erick merasa seperti maling yang di pergoki.
“ aku nyari kamu buat bilang terima kasih sudah membantu aku.” Jawab Erick yang terlihat sangat malu
Mendengar perkataan Erick gadis itu hanya menganggukkan kepalanya
“ sekarang kamu lagi yang jawab pertanyaan ku, kemana aja kamu seminggu ini ? “
“ selama seminggu ini aku gak masuk sekolah, ya aku di kasih skors sama sekolah karena kemarin aku mukul Astrid in the geng pake kursi sampai salah satu dari mereka ada yang mengalami cedera.”
Mendengar perkataan dari vanya erick hanya satu kalimat yang keluar dari mulutnya
“ maaf....”
Vanya merasa heran dengan erick apa yang membuat dia meminta maaf kepadanya
“ maaf kenapa “
tanya vanya kepada erick yang tengah menundukkan kepalanya
“ maaf karena Erick kamu jadi kena skors “ erick menjawab pertanyaan vanya dengan nada bicara yang sangat lesu
“ its okey, santai aja kan aku mau bantu kamu. Lagian juga sekarang kamu kan teman aku “
__ADS_1
Mendengar perkataan itu Erick seketika membeku di tempat jantungnya berdetak cepat tak karuan, dia tidak menyangka jika Vanya ingin berteman dengan dirinya yang notabene nya adalah seorang lelaki lemah.
“ kamu menganggap aku teman? kamu serius? “ tanya erick kepada vanya sebab ia tidak percaya apa yang di katakan sama Vanya
Vanya tak habis pikir dengan Erick yang tidak mempercayai perkataannya yang menganggap Erick adalah temannya, seketika mood vanya langsung berubah ketika mendengar ucapan dari Erick
“ kalau gak mau berteman sama aku ya udah aku pergi jauh-jauh.” Ucap Vanya yang berpura-pura marah.
Erick yang awalnya di buat terkejut oleh Vanya kini kembali di buat panik oleh Vanya.
“ enggak maksud aku, kamu serius mau berteman sama aku yang lemah gini ? kamu gak malu punya teman yang sering di rundung seperti aku. Apa kamu gak takut jika suatu saat nanti kamu juga akan di rundung karena kamu berteman denganku ? “
Vanya yang mendengar itu seakan-akan dibuat luluh oleh perkataan Erick dan dia kembali mencoba meyakini Erick bahwa dia benar-benar serius ingin berteman dengan Erick.
“ Erick, kenapa aku harus takut di rundung? Bukan kah aku sudah bilang ke kamu semakin takut kita terhadap mereka, maka mereka akan semakin leluasa menyakiti kita. mereka akan menganggap kita gak akan pernah melawan mereka karena kita takut sama mereka. "
Mendengar perkataan Vanya seketika senyum kembali terukir di bibir Erick, bukan lagi senyuman simpul melainkan senyuman yang sangat manis yang disertai oleh air mata yang mengalir di pipinya.
Air mata bahagia keluar dari mata erick, setelah sekian lama akhirnya dia memiliki seorang teman.
Untuk kembali memastikan jika vanya ingin berteman dengan nya erick kembali bertanya kepada vanya dengan ragu
“ jadi sekarang kita sudah jadi teman?” tanya erick dengan sangat hati-hati
Vanya tidak menjawab pertanyaan dari erick justru dia malah menatap Erick dengan tatapan yang begitu tajam seperti ingin menelan pria itu bulat-bulat.
*
*
*
oke guys
sampai sini dulu
maaf ya guys kalo ceritanya tidak sesuai ekspektasi.
__ADS_1
hehehe mohon dukungannya bye bye