Your My HOME

Your My HOME
BAB 23 : pria aneh lagi


__ADS_3

" Oh iya saya mau nanya, kamu sudah punya pacar atau belum ? “ entah apa yang tengah merasuki Jhonatan hingga dia melontar kan pertanyaan seperti itu kepada Vanya


Vanya yang mendapat pertanyaan seperti itu terkejut hingga membuatnya canggung untuk menjawab


“ maaf pak ada maksud apa ya bapak melontarkan pertanyaan itu kepada saya ? “ ucap Vanya dengan hati-hati


“ tidak ada maksud apa-apa, saya hanya bertanya dan memastikan jika kamu sudah ada pacar atau belum. Takutnya kalau ada pacar nanti kinerja kamu terganggu karena pacar kamu melarang kamu untuk keluar malam. “ ucap Jhonatan menjelaskan agar tidak menimbulkan salah paham


Vanya mendengar penjelasan dari Jhonatan sedikit lega pasalnya dia pikir Jhonatan memiliki pikiran lain.


“ anda tidak perlu khawatir akan kinerja saya. Saya memang mempunyai seorang kekasih tapi dia tidak mempermasalahkan saya jika saya keluar malam dan dia sudah terbiasa dengan saya yang jarang menghubungi dia. “ jelas Vanya


“ baguslah kalau begitu, sekarang kamu sudah bisa kembali ke ruangan kamu. Kamu tau kan jalannya? “ ucap Jhonatan menatap wajah Vanya


“ saya........” vanya ragu menjawab


kalau boleh di kata jujur sebenarnya selama di ajak keliling oleh Jhonatan dia tidak memperhatikan jalan dia masuk dan keluar.


“ ya sudah kalau gitu saya akan antar kamu. “ ucap Jhonatan yang langsung berjalan meninggalkan Vanya


Melihat sang ketua telah pergi melangkah meninggalkannya, Vanya juga ikut melangkah mengikuti langkah kaki sang ketua agar dia tidak tersesat.


Mereka berjalan kurang lebih 5 menit untuk sampai pada ruang kerja tim mereka, yang sesampainya di sana sudah terlihat Sania, Roger, Barel dan juga Clara tengah sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.


Setelahnya Vanya masuk dan langsung diberi tau jika tempat duduknya berada di samping Sania.


“ kak Vanya sini duduk di samping Sania. “ ucap Sania sambil menepuk meja kosong yang berada di sampingnya.


“ oke Sania. “ ucap Vanya berjalan ke arah Sania


Sania terlihat sangat senang ketika Vanya bersikap sangat lembut kepadanya.


“ kak Vanya, nanti ajarin Sania ya supaya bisa jadi Profiler yang handal kaya kak Vanya. “ ucap Sania antusias.


“ boleh kok asalkan kamu serius. “ ucap Vanya


Dalam ruangan itu hanya terdengar suara Handphone saja tidak ada suara lain yang terdengar pada ruangan itu.


Semua orang yang ada didalam ruang itu sibuk memainkan ponsel milik mereka masing-masing, tetapi tidak dengan Vanya. Dia merasa bosan sebab ditempat sebelumnya dia selalu bekerja entah itu tugas milik tim nya atau bukan tetap saja Vanya ikut turun tangan mencari tau titik terang dari masalah itu.


“ Sania “ ucap vanya memanggil Sania yang tengah asik dengan Handphone nya


“ iya kenapa kak. “ ucap Sania yang langsung menaruh Handphonenya itu


“ di kota ini memang jarang ya ada kasus kriminalitas ya? Orang di sini baik-baik ya ? Kayanya kalian adem ayem aja gak ada nyari informasi apapun gitu. “ ucap Vanya berbisik dengan Sania


Sania yang mendengar ucapan dari Vanya langsung membulatkan matanya


“ kata siapa kak, justru di sini tuh banyak banget. Hanya saja sekarang ini kita santai karena ada kakak yang baru saja bergabung bersama kami. Jadi pekerjaan yang ada itu di tunda dulu sampai besok ketika agen yang baru datang. “ ucap Sania menjelaskan pada Vanya

__ADS_1


Vanya hanya menganggukkan kepalanya ketika mendengar penjelasan dari Sania.


“ oh iya Sania, aku mau nanya boleh ? “ ucap Vanya meminta izin


“ silahkan kak mau tanya apa ? “ ucap Sania


Vanya sedikit menarik nafas dan dia memandang wajah Sania yang masih berusia 17 Tahun itu.


“ sebelumnya kakak minta maaf ya jika ini menyinggung kamu. Kan tadi Pak Jhonatan bilang usia kamu masih 17 tahun, berarti kamu masih sekolah ? “ ucap Vanya berhati-hati


“ enggak kak, Sania baru aja lulus beberapa bulan yang lalu. Sania tuh mulai sekolah di usia muda dan juga karena Sania banyak memenangkan lomba jadi Sania loncat kelas Kak. “ Ucap Sania


Vanya kembali dibuat terkejut dan heran, mengapa anak yang masih di bawah umur sudah bekerja seperti ini. biarpun Sania sudah lulus dalam dunia pendidikan namun usia Sania masih tergolong muda. apakah orang tuanya tidak melarang putri mereka melakukan pekerjaan yang sangat bahaya ini.


Vanya ingin bertanya lebih lanjut lagi tapi dia takut jika nantinya Sania akan tersinggung dengan beberapa pertanyaan yang dia lontarkan jadi dia memilih untuk diam.


************


Tak terasa kini jam sudah menunjukan pukul 21.00, dimana tim Vanya sudah boleh pulang beristirahat dan akan bergantian shift dengan tim lainnya.


Vanya bingung harus pulang bagaimana, pasalnya tadi pagi dia di jemput oleh pihak kantor dan sekarang ketika dia ingin pulang dia tidak tau harus menghubungi siapa.


Bahkan jika ingin memesan ojek online Vanya tidak tau alamat rumahnya berada dimana, Vanya terdiam dia ingin menghubungi Sang kekasih tapi dia takut mengganggu waktu istirahatnya.


“ pasti Erick lagi istirahat. Pasti cape baru juga sampai di sini sudah di suruh kembali lagi ke Bandung.” Ucap Vanya


Tanpa Vanya sadari, sedari tadi terdapat sepasang mata yang tengah memperhatikan dirinya yang sedang berdiri sendiri di pinggir jalan.


Dia terus memperhatikan Vanya yang sedang berdiri di pinggir jalan dengan memegang Handphone


“ lumayan cantik juga wanita itu, dan barang-barang yang dia gunakan juga lumayan mahal kelihatannya. “ ucap seseorang itu


“ bagaimana jika aku merasakan dulu tubuhnya, setelahnya aku akan membawa pergi barang-barangnya dan apa mungkin ku bunuh saja dia agar organ dalamnya bisa ku jual. “ sambung seseorang itu yang ternyata adalah seorang pria


“ ahhh sepertinya janganlah dulu ku bunuh, ada baiknya ku puaskan dulu hasrat ku dengan dirinya. Lalu setelah aku bosan, aku bisa membunuhnya. “ ucap pria itu dengan pikiran liarnya.


Setelah puas dengan pikiran liar nan jahatnya itu, pria yang sedari tadi memperhatikan Vanya mulai bergerak beranjak dari tempat berdirinya dia menuju tempat dimana Vanya berdiri.


Tanpa aba-aba, pria itu berlari ke arah Vanya dan langsung mengangkat Pisaunya ke arah Vanya. Tapi untungnya Vanya mendengar suara langkah kaki pria itu sehingga Vanya sempat untuk menghindar dari serangan pria itu.


Tapi tidak sampai disitu, pria itu tidak menyerah dia kembali mengangkat pisaunya dan dia melangkah ke arah Vanya.


Vanya hanya bisa memundurkan langkah kakinya, sambil mencoba untuk melihat wajah dari si pria aneh itu.


Saat sedang mundur itulah vanya tersandung batu dan membuatnya terbaring pada jalanan itu.


“ kok sudah baring aja dek, abang loh belum suruh kamu baring. “ ucap pria itu tersenyum nakal


Vanya yang terjatuh itu dengan segera bangkit dan membersihkan debu tanah yang menempel pada baju dan juga roknya.

__ADS_1


Pria yang membawa pisau itu seketika menyerang Vanya, dan Vanya sendiri tidak ada cara lain selain melawan pria aneh itu.


Ketika pria itu mulai menyerang Vanya dengan cepat Vanya menangkap tangan pria itu dan berusaha untuk merebut paksa pisau yang pria itu pegang. Namun, bukannya merasa marah dan berusaha untuk merebut pisau yang di raih oleh Vanya, pria itu justru ingin memegang Payud*ara milik Vanya yang untungnya di sadari oleh Vanya.


Tanpa mikir panjang Vanya melepaskan tangannya dari tangan pria itu dan berlari menjauh hingga akhirnya dirinya terpojok di sudut antara kedua bangunan.


“ mau lari kemana lagi hah, sekarang menyerah aja. “ ucap pria itu angkuh


Bukannya takut Vanya justru tersenyum melihat sifat angkuh dari pria itu


“ gak lari kemana-mana kok, di sini aja tapi sepertinya kamu deh yang sedang lari. “ ucap Vanya


Mendengar ucapan Vanya pria itu tertawa keras hingga terduduk di jalan.


“ kamu pikir saya anak SD yang akan lari ketika ditakut-takuti oleh dirimu. Dasar wanita bod*h.”


Nampak dari raut wajah Vanya, dia terlihat tenang bahkan dia melangkah mendekati pria aneh itu.


“ saya tidak bilang jika kamu akan lari, tapi saya bilang kamu sedang lari. Lari dari apa ? lari dari kejaran para polisi. “ ucap Vanya yang berusaha memonopoli pikiran pria itu


Pria itu seketika terdiam ketika dia mendengar ucapan Vanya


“ kenapa diam mas, apakah yang saya ucapkan itu benar ? “ sambung Vanya


“ jangan sok tau kamu. Saya bisa bunuh kamu sekarang juga di sini dan akan saya cincang tubuh kamu. “ ucap pria itu dengan wajah yang sudah memerah


Melihat wajah pria aneh itu memerah Vanya semakin yakin dengan tebakannya kali ini


“ sepertinya memang benar jika dia adalah buronan polisi. “ ucap Vanya di dalam hati


“ hah, jika memang sempat silahkan. Tapi kalau saya jadi masnya saya akan memilih untuk melarikan diri sebab saya sudah menghubungi polisi yang sudah berada dekat sini. Coba deh mas dengar ada suara sirine politisi kan ? jadi gimana nih mas mau lari atau mau bunuh saya. “ ucap Vanya yang berusaha mengalihkan perhatian pria itu


Pria itu nampak gelagapan dan gelisah, dia terus saja bergerak ke segala arah dan akhirnya dia memilih untuk melarikan diri.


Pria itu berlari dengan sangat cepat dan juga di ikuti oleh Vanya di belakangnya. Sangking cepatnya pria itu berlari, Vanya sudah tertinggal jauh dibelakang pria itu.


Sangking cepatnya pria itu berlari dia tidak melihat ke arah kanan dan kiri saat menyebrangi jalan raya, hingga akhirnya


Brukkk


Tubuh pria itu tertabrak truk tangki minyak yang sedang melaju kencang dan membuat tubuh pria itu terhempas jauh dan tewas di tempat.


*


*


*


oke guys sampai sini dulu ya

__ADS_1


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2