
" bajin*an kamu bang*at kamu, dasar gak tau sopan santun. ngomong sama orang yang lebih tua kok seperti itu. apa kamu gak pernah di ajarkan sopan santun sama orang tua mu ?" ucap Bu Endah memaki Erick
deg
jantung Erick seketika mati rasa, ada rasa amarah di dalam hati Erick ketika Bu Endah membawa kata 'orang tua' dalam permasalahan ini.
perasaan hati Erick begitu campur aduk antara marah, sedih dan juga kekesalan. namun begitu Erick kembali ke arah Bu Endah dan menjawab ucapan Bu Endah dengan raut wajah yang datar
" kalau saya bilang iya gimana ? " ucap Erick
" ohh pantas saja gak punya sopan santun sama sekali. ternyata orang tuanya aja gak pernah didik anaknya. cih jangan bilang kamu anak haram makanya orang tua kamu gak perduli dengan kamu. " ucap Bu Endah teriak-teriak
mendengar Bu Endah yang teriak-teriak, kini perhatian mereka tertuju pada Bu Endah dan juga Erick.
melihat kejadian ini banyak para tetangga yang memang seorang konten kreator mengabadikan kejadian ini dengan merekamnya dan memasukan pada sosial media mereka masing-masing.
Vidio perusakan rumah Bu Endah dan cacian Bu Endah kepada Erick pun viral pada sosial media, hingga Vidio itupun banyak di repost oleh akun berita.
bahkan Vidio itu akhirnya sampai kepada Richard yang tengah asik menonton Vidio pada salah satu aplikasi.
Richard sepertinya mengenal sosok pria yang di maki-maki dalam Vidio itu.
" Vanya, ini Erick bukan ? " ucap Richard menghampiri Vanya yang tengah merundingkan rencana mereka untuk hari esok.
Vanya menoleh ke arah Richard yang sedikit berlari menghampiri Vanya.
" bisa nanti dulu bicaranya, sekarang ada yang lebih penting dari pada Vidio itu. " ucap Jhonatan
dengan perasaan yang sedikit kesal, Richard akhirnya pergi meninggalkan Vanya yang sedang berunding itu.
nampak jika setelah Richard menghampiri dirinya, Vanya nampak gelisah dan tak fokus mendengarkan ucapan Jhonatan dan juga Barel yang ada di situ.
" Baik pak Jo saya dan Vanya mengerti dan sangat mengerti. percayakan kepada kami untuk kasus ini, besok saya dan Vanya akan bergerak dan akan saya pastikan dalam kurang dari 1 Minggu kita akan mendapatkan semua informasinya dan segera menangkap Chandra. " ucap Barel
" baiklah jika memang kalian sudah sangat yakin, saya pegang janji kalian jika tidak sesuai dengan apa yang kalian bicarakan maka bayaran kalian akan menjadi jaminannya. " ucap Jhonatan yang berdiri dan pergi meninggalkan Barel dan Vanya
Vanya yang pikirannya sudah kemana-mana bingung dengan kedua orang yang ada di hadapannya itu.
" hah kenapa ? " tanya Vanya yang sedari tadi melamun
" sudah, aku tau kamu lagi mikirin pacarmu kan sana datangi Richard pastikan jika itu memang pacar mu. " ucap Barel
tanpa menunggu waktu lama lagi Vanya langsung berlari kecil menuju Richard
" tadi kamu mau nunjukin apa cad ? " tanya Vanya
__ADS_1
" ini loh coba kamu lihat. " ucap Richard menyodorkan handphone nya kepada Vanya.
Vanya menyaksikan Vidio yang di berikan oleh Richard. sudah Vanya tebak jika Erick sedang melakukan tindakan yang di luar batas.
Vanya kembali kesal dengan Erick sebab melakukan tindakan yang merugikan orang lain. walaupun Vanya tidak tau menahu kejadiannya tapi dia yakin jika kejadian itu si bawah kendali Erick.
" astaga Erick, belum genap 1 bulan kita di sini sudah buat masalah aja. " ucap Vanya
" betulan itu pacar kamu? " tanya Barel
" iya kak, dia pacar aku. " jawab Vanya
" cih pacar macam apa seperti itu. ceweknya agen BIN eh cowoknya suka bikin onar. kalau aku jadi kamu Van sudah ku lepas cowo kaya gitu. " ucap Barel dengan tatapan sinis yang memang melekat pada dirinya
Vanya sedikit bingung dengan sikap Barel padahal belum ada 1 jam berlalu tapi sifat barel bisa langsung berubah 180° kepada Vanya.
tetapi Vanya tidak terlalu memikirkan akan hal itu, saat ini fokusnya hanya pada Erick. dengan segera Vanya mengeluarkan handphone nya dari dalam tas miliknya.
dia memencet nomor Erick dan langsung menghubungi Erick.
tak butuh waktu lama ataupun panggilan berkali-kali untuk Erick mengangkat panggilan dari Vanya
" iya kenapa sayang. " ucap Erick dalam panggilan itu
" Erick kamu ini yah aku kan sudah bilang biarkan aja mereka. gak usah balas kejahatan dengan kejahatan. lagi kamu nih kenapa sih suka banget hancurkan rumah orang. " omel Vanya
" sudahlah sekarang kamu dimana? " tanya Vanya
" di kantor polisi. " ucap Erick santai
" ya Tuhan bagaimana supaya kamu bisa berubah Erick. ih aku cape loh ngasih tau kamu. " ucap Vanya
" sudah dulu nanti jangan lupa jemput aku ke kantor polisi ya sayang." ucap Erick yang langsung mematikan panggilan telfon itu
Vanya menghembuskan nafasnya dengan kasar dengan mengacak pelan rambutnya.
" ya Tuhan kapan Erick bisa berubah." ucap Vanya frustasi
" sudahlah van, nanti ada ku antar kamu buat jemput Erick di kantor polisi. " ucap Richard
Vanya sedikit pusing menghadapi Erick dengan kepribadian dan sikap yang suka berubah-ubah.
terkadang dia akan sangat menyeramkan bagai singa yang terganggu tidur siangnya, terkadang dia akan menjadi seperti anak anak anjing yang kedinginan dan masih banyak lagi.
saat sedang pusing memikirkan sang kekasih yang lagi di tahan di kantor polisi. tiba-tiba saja Jhonatan datang dengan membawa sebuah berkas yang cukup tebal.
__ADS_1
" Vanya silahkan kamu baca berkas ini. berkas ini berisi beberapa informasi yang harus kamu cari. dan sesuai perjanjian saya tunggu dalam kurun waktu 1 Minggu. " ucap Jhonatan yang langsung pergi
" hais sepertinya mood pak Jo sedang tidak baik-baik saja. " ucap Barel
tanpa protes Vanya langsung membaca isi dari dokumen yang di berikan oleh Jhonatan.
" ini banyak banget ya Tuhan, emang sempat ya kalau kita selesaikan ini dalam waktu 1 Minggu ? " tanya Vanya kepada Barel yang merasa sedikit ragu
" kalau kita yakin pada diri kita sendiri pasti bisa, tapi kalau kamu gak yakin gimana kamu bisa. " ucap Barel
Barel menatap Vanya begitu dalam seperti ada sesuatu dalam mata Barel.
" kenapa kami ngelihatin aku begitu banget? " tanya Vanya
" dih jadi cewe jangan kepedean deh siapa juga yang lihati kamu. " ucap Barel yang langsung pergi meninggalkan Vanya seorang diri.
" aneh banget sih jadi orang, kadang baik kadang ngeselin. " ujar Vanya sambil memajukan bibirnya
beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu memperhatikan kedekatan antara Vanya dan juga Barel hingga Sania mengucapkan sebuah pernyataan yang membuat Vanya terkejut
" kak Vanya kalau di lihat-lihat mirip ya sama pak Barel. " ucap Sania
" sembarangan ih kamu, mirip dari mananya?" tanya Vanya
ternyata bukan hanya Sania yang berani mengeluarkan pernyataan yang mengatakan jika Vanya dan Barel sedikit mirip. tetapi, Clara dan Richard pun menyadari jika ada kesamaan antara Vanya dan juga Barel.
" iya loh Van, apalagi pas tadi kamu lagi monyongin bibirmu itu mirip banget kaya pak Barel. " ucap Clara menambahi
" yang mereka bilang itu benar Vanya, bahkan saat pertama kali aku melihat pak Barel aku kaya melihat kamu dalam versi pria. " ucap Richard
" kalian jangan mengada-ada deh, nanti yang ada pak Barel bernyanyi lagi di bilang mirip sama aku. " ucap Vanya
Vanya sudah tau bagaimana Barel, sifat dan juga pola pikir Barel. namun, belakangan ini ada sedikit perubahan sikap Barel kepada Vanya
di saat semuanya sudah diam dan tidak membahasa masalah kemiripan antara Vanya dan juga Barel, tiba-tiba saja Sania dengan mulutnya yang tanpa dosa itu kembali memikirkan kemiripan antara Barel dan juga Vanya
" tapi kok bisa ya kak Vanya sama pak Barel mirip. apa jangan-jangan kalian jodoh " ucap Sania antusias
*
*
*
udah ya guys ya
__ADS_1
sampai sini dulu ya
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺