Your My HOME

Your My HOME
BAB 24 : perempuan gak bener ?


__ADS_3

Tubuh pria itu tertabrak truk tangki minyak yang sedang melaju kencang dan membuat tubuh pria itu terhempas jauh dan membuatnya tewas di tempat.


Kejadian itu benar-benar Vanya saksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahkan Vanya juga melihat bagaimana pria itu tertabrak truk tangki Minyak itu.


Beberapa orang yang masih melintasi jalanan berhenti dan berkerumun melihat pria aneh itu yang sudah terkapar tak bernyawa dengan aliran darah di sekitar tubuh pria itu.


Vanya benar-benar terkejut menyaksikan apa yang baru saja terjadi dan dia mematung di tempat, badannya terasa kaku dan membeku. Dia memang sering melihat jasad yang tewas dengan cara yang sangat mengenaskan, tetapi dia tidak pernah melihat secara langsung proses dari kematian jasad yang dia urus.


Jasad pria itu kini telah diamankan oleh pihak rumah sakit dan juga terdapat beberapa anggota kepolisian yang mencoba mencari penyebab pria aneh itu berlari tanpa melihat ke arah kanan dan kiri saat menyebrang.


Dan benar saja, jika hanya Vanya lah satu-satunya orang yang dapat dimintai keterangan atas kasus pria aneh itu.


Kini vanya sudah berada di kantor kepolisian terdekat dan tengah dimintai keterangan.


“ apakah benar jika pria ini sebelum tewas tertabrak truk sedang bersama ibu ? “ ucap petugas


kepolisian.


“ sebenarnya saya tidak bersama dia, pria itu mencoba untuk merampok saya. “ ucap Vanya


“ saya tau, dia memang buronan kami saat ini. hanya saja Tuhan telah menjemputnya mendahului kami sehingga kami tidak dapat menahan dia di sel tahanan. “ Ucap petugas kepolisian itu


Vanya terheran mendengar ucapan dari pria yang menyandang gelar sebagai petugas berwajib itu.


“ kalau bapak sudah tau jika dia adalah seorang perampok lalu mengapa bapak meminta keterangan dari saya. Waktu saya terbuang percuma hanya karena masalah ini.“ kesal Vanya


“ sebenarnya saja juga malas meladeni pria itu, tapi atasan saya selalu saja menekan saya untuk mengurus kejahatan pria itu. Dia memang sudah keluar masuk penjara sini, sebenarnya juga dia tidak pernah di tahan karena masih di bawah umur. “ ucap petugas kepolisian itu santai


Vanya semakin di buat terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut polisi itu dan membuat Vanya kehabisan kata-kata untuk menjawab ucapan polisi itu.


“ sudahlah pak, jika tidak ada yang dibutuhkan lagi saya pulang saja. “ ucap vanya beranjak dari kursi tempat ia mendudukkan dirinya


Vanya melangkah keluar dari kantor polisi itu dan saat ia melihat keluar ia melihat mobil yang Familiar dengan indra pengelihatannya.


“ kayanya aku pernah lihat mobil ini deh tapi dimana. Ish Vanya dasar bodoh kan mobil ini bukan cuman satu. “ ucap Vanya menggerutu dirinya sendiri.


Vanya berjalan meninggalkan kantor polisi itu dan kembali lagi ke tempat awal dimana dia berdiri dan mengalami kejadian yang belum lama terjadi.


Ketika Vanya kembali berdiri di tempat itu berharap ada rekan kerjanya atau siapapun yang dia kenal akan mengantarnya pulang jika tidak dia akan meminta bantuan dari pria tadi pagi yang menjemputnya. Saat dirinya ingin kembali ke kantor untuk meminta bantuan tiba-tiba saja Mobil yang ia lihat terparkir kan di kantor polisi tadi kini tengah berjalan ke arahnya.


“ aduh ya Tuhan jangan lagi Vanya cape. “ ucap Vanya berharap jika orang yang tengah mengendarai mobil itu bukanlah orang yang memiliki niat jahat.


Ketika mobil itu berhenti, Vanya mundur beberapa langkah ke belakang.


dia berjaga-jaga jika saja orang yang keluar dari mobil itu memiliki niat jahat dengannya.

__ADS_1


saat pintu mobil itu terbuka, nampak seorang pria dengan perawakan yang tampan nan gagah menggunakan setelan kemeja hitam dan celana hitam lengkap dengan aksesoris jam tangan.


" Pak Jhonatan. " ucap Vanya ketika melihat pria itu


ya pria itu adalah Jhonatan ketua tim Vanya di tempat kerjanya yang baru ini.


" astaga Vanya kamu ini ya, saya pusing nyariin kamu dan kamu malah di sini sampai masuk kantor polisi lagi kamu. " omel Jhonatan kepada Vanya


Vanya tertegun ketika melihat Jhonatan yang mengomel pada dirinya.


" kamu itu dengar gak sih saya ngomong apa. lagian juga kamu malam gini mau kemana, kamu tau jalan pulang ?? " Jhonatan kembali mengomel kepada Vanya


" hehehe enggak pak. " ucap Vanya sambil menggelengkan kepalanya


Jhonatan hanya bisa menghembuskan nafas kasar.


" ya sudah kalau gitu saya antar kamu pulang." sambung Jhonatan


mendengar ucapan dari Jhonatan ada rasa was-was dalam benak Vanya, entah kenapa Vanya sedikit takut dengan laki-laki yang ada di kota ini.


" kenapa bengong, ayo masuk!! " ucap Jhonatan yang mungkin sudah lelah


Vanya pasrah tidak ada cara lain selain di antar oleh Jhonatan.


di perjalanan tidak ada perbincangan apapun diantara keduanya. hanya terdengar suara mesin mobil dan juga suara-suara dari kendaraan lain yang lewat.


" sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan pacar mu?? " ucap Jhonatan tiba-tiba.


Vanya terdiam sebentar ketika mendengar pertanyaan itu.


" ya kurang lebih sudah sekitar 3 tahun pak. " ucap Vanya


Vanya kira setelah dirinya menjawab pernyataan itu Jhonatan akan berhenti bertanya lagi, tetapi sayangnya tidak demikian


" kamu sayang sama pacar mu itu ?? "


pertanyaan Jhonatan kali ini sangat aneh bagi Vanya, pasalnya jika dia tidak sayang mengapa dia harus berhubungan dengan kekasihnya selama 3 tahun itu


" ya sayang dong pak, kalau saya gak sayang sama dia gak mungkin saya akan bertahan selama kurang lebih 3 tahun bersama. hanya buang-buang waktu saya saja yang ada. " ucap Vanya yang terlihat menahan rasa kesal.


untungnya Jhonatan tidak melontarkan pertanyaan lagi kepada Vanya, jika tidak percayalah Vanya akan menelan bulat-bulat pria yang kini menjadi ketuanya itu.


tak terasa kini mereka sudah memasuki area komplek perumahan Vanya di tempati oleh Vanya.


saat hampir sampai di rumah Vanya, Jhonatan kembali melontarkan pertanyaannya kepada Vanya

__ADS_1


" kamu di sini tinggal sendiri ? "


Vanya menarik nafas panjang dan menghembuskan ya kasar.


" iya pak saya tinggal sendiri, tapi nanti setiap 2 Minggu sekali pacar saya akan datang untuk menginap selama 3 hari di sini. " ucap Vanya yang berusaha untuk tetap sabar


" ohhhh. "


rasanya ingin sekali Vanya menelan ketuanya itu hidup-hidup, Vanya sedikit melihat ke arah Jhonatan dan itu di sadari oleh Jhonatan


" kenapa lihat saya, saya ganteng ya. " ucap Jhonatan dengan pedenya


" masih ganteng cowo saya kali pak. " ucap Vanya membuka pintu mobil Jhonatan


" oh iya makasih ya pak sudah antar saya. " ucap Vanya dengan sedikit membungkukkan badannya.


" iya sama-sama, besok kalau gak ada Tebengan hubungi saya aja. " ucap Jhonatan


Vanya tidak menjawab ucapan dari Jhonatan dia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


saat mobil Jhonatan sudah pergi senyum Vanya kini langsung luntur. dia ingin segera masuk ke dalam rumahnya membersihkan badan dan segera langsung tidur di ranjangnya.


saat ingin melangkahkan kakinya ke dalam pekarangan rumahnya, tiba-tiba saja Vanya di tegur oleh 3 ibu-ibu yang entah dari mana datangnya


" oh ini kah yang baru pindah itu. " ucap salah satu ibu-ibu itu


" iya Bu, saya baru di sini. baru aja kemarin pindah. " ucap Vanya lembut


nampak dengan sangat jelas Dimata Vanya jika ibu-ibu yang ada di depannya saat ini tengah menatapnya dengan tatapan mata yang sinis.


" kok baru pulang dari mana emangnya. " ucap ibu yang satunya lagi


" oh saya baru pulang kerja Bu. " ucap Vanya masih dengan nada yang lembut


bukannya berhenti ibu-ibu itu malah justru semakin memojokkan Vanya yang sudah sangat lelah dan ngantuk.


" kerja apa kamu pulang nya malam gini. jangan-jangan kamu perempuan gak bener ya habis layani tamu yang banyak makanya sampe kelihatan cape gitu. ih amit-amit deh dekat sama tetangga kaya gini. "


*


*


*


oke sampai sini dulu ya guys ya

__ADS_1


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2