
" Seperti kata mu tadi, ayo kita mulai hidup yang baru. kita buka lembaran baru di kota yang baru juga. "
setelah mengatakan semua itu dia segera melepaskan ikatan tali pada tangan Vanya.
" kamu kenapa Erick?? ada masalah ya di luar sana??. " tanya Vanya
" tidak ada masalah, tapi kau akan tinggal di sini sendiri untuk beberapa waktu. aku akan kembali ke Bandung buat mengurus bisnis baru Ku. "
" jadi kau takut jika aku di ambil oleh pria lain di kota ini ?? " ejek Vanya
Erick tidak menanggapi ucapan Vanya, dia hanya menatap Vanya dengan tatapan tajam
" hahaha Erick lucu banget sih " ucap Vanya sambil mencubit pipi Erick
Vanya memeluk tubuh kekar milik Erick dan menciumi seluruh bagian dari wajah Erick.
" Erick kan tau Vanya cuman saya sama Erick. Vanya cuman punya Erick gak mungkin Vanya ninggalin Erick. " ucap Vanya sembari mengelus punggung Erick.
*********
hari sudah sudah sore kini sepasang kekasih itu masih terlelap di atas ranjang.
hingga akhirnya Suara handphone milik Erick berbunyi dan suara itu berhasil membuat keduanya terbangun dari tidur pulas.
" ya hallo. " ucap Erick mengangkat panggilan itu dengan kondisi mata yang belum terbuka sempurna
melihat Erick yang sedang melakukan penggilan, Vanya bergegas turun dari kasur dan memasuki kamar mandi pada kamar miliknya.
dia membasuh mukanya agar bisa terasa segar dan tidak ada rasa kantuk lagi.
vanya kuat dari kamar mandi dan segera menghampiri Erick.
" siapa ? " tanya Vanya
" itu si Rama. " jawab Erick
" aku akan kembali ke Bandung besok. jadi bersiap-siaplah aku akan menemani mi berbelanja keperluan rumah. " ucap Erick
Vanya tidak menjawab ucapan dari Erick, dia justru memasang wajah kesal.
" aku akan sering-sering menghubungi kamu."
ucap Erick berusaha membujuk Vanya
" iya deh, aku mandi dulu. eh tapi gimana mau mandi kan di sini belum ada sabun. "
" ya udah kalau gitu gak usah mandi kita langsung aja ke supermarket. " ucap Erick beranjak dari kasur dan memakai Hoodie hitam.
" okee let's go."
Vanya tidak memikirkan dirinya yang belum mandi karena bagi Vanya tidak mandi adalah hal yang biasa. pasalnya dia sendiri pun jarang mandi dan bahkan paling parah dia pernah tidak mandi selama 3 hari.
Vanya dan Erick kini sudah berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Erick. sepanjang perjalanan Vanya terus saja memperhatikan jalan di kota Samarinda itu.
__ADS_1
" wow ternyata benar ya sungai Mahakam tuh luas banget. " ucap Vanya yang merasa kagum ketika melihat ke arah sungai
" tapi sayangnya masyarakat di sini kurang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. jadi banyak sampah deh berserakan di sungainya. "
" padahal kan bagus kalo sungainya di jaga kebersihannya. lagian juga di sini kan ada mamalia langka kenapa kebersihan sungainya tidak di jaga. kasihan kan lumba-lumba air tawarnya. "
oceh Vanya panjang lebar
" jangankan sampah-sampah, limbah kotoran manusia pun mereka buang di sungai. bukan hanya di kota ini tapi setiap kota yang memiliki sungai dan pastinya rumah mereka berada di tepi sungai. " ucap Erick yang membuat Vanya semakin terkejut
" hah kok begitu sih. " ucap Vanya
" makanya kamu itu jangan hanya fokus dengan dunia kerja mu yang mencari tau 1 hal sampai ke Akar-akarnya. cari tau juga tentang dunia luar. "
tak terasa mereka sudah sampai pada supermarket yang menurut Mbah Google supermarket itulah yang paling lengkap dari pada supermarket lainnya.
sepasang kekasih itu turun dari mobil dan memasuki area supermarket itu.
Vanya mengambil troli dengan ukuran yang paling besar, sebab dia akan membeli kebutuhan rumah dan juga dirinya untuk 1 bulan ke depan.
keduanya mulai menjelajahi isi supermarket itu dan mereka memulai dari barisan rak bahan baku seperti beras, gula, tepung dan sebagainya.
sedang asik berbelanja handphone milik Erick berdering dan membuat Erick sedikit menjauh dari Vanya untuk mengangkat panggilan tersebut.
" aku angkat telepon ini dulu, kamu deluan aja ke sana jangan ke tempat lain dulu tunggu di situ. " ucap Erick menunjuk tempat yang dia maksud.
" oke jangan lama-lama " sahur Vanya
Vanya berjalan dengan santai sambil melihat-lihat ke arah rak yang berisi bahan makanan. tak lupa juga dia mengambil beberapa bahan yang dia butuhkan untuk di dapurnya.
sesampainya di tempat yang di tunjuk oleh Erick Vanya langsung menghentikan langkah kakinya dan segera mengeluarkan handphonenya.
tingg
suara notifikasi handphone Vanya berbunyi
terdapat nomor tak di kenal oleh Vanya yang muncul pada layar handphonenya dan membuat Vanya sedikit mengerutkan alisnya
" selamat sore. " isi pesan yang masuk pada handphone Vanya
" iya selamat sore juga. maaf kalo boleh tau ini siapa dan ada keperluan apa ? " balas Vanya tanpa basa basi
" saya Jhonatan, salah satu ketua dari kelompok agen BIN pada cabang kota Samarinda. "
" maksud saya menghubungi anda adalah saya ingin menyampaikan jika besok pagi anda di perintahkan untuk ke kantor untuk menjelaskan tugas baru anda di sini. "
" ah maaf saya tidak tau jika anda adalah atasan saya, maaf atas ketidak sopanan saya dan saya ucapkan terima kasih untuk informasinya. " balas Vanya
setelah menjawab pesan dari Jhonatan, Vanya kembali memasukan handphone nya ke dalam sakunya.
Vanya menoleh ke kanan ke kiri mencari keberadaan sang kekasih yang sudah sekitar 10 menit mengangkat telpon yang entah dari siapa.
dia memutuskan untuk melanjutkan jalannya mencari bahan-bahan perlengkapan rumah.
__ADS_1
saat sedang berjalan Vanya bertemu dengan seorang anak muda, dengan perawakan yang lumayan tampan dengan badan yang cukup kekar hanya saja mata pria itu tampak sedikit jelalatan menelusuri tubuh indah milik Vanya.
" kenapa sih orang ini. " desis Vanya pelan
Vanya menatap aneh ke arah pria yang sedari tadi sudah menatap dirinya.
" kiw adek mau kemana mau ikut Abang gak ?" ucap pria itu sambil menaik turunkan alisnya.
Vanya menatap aneh pada pria itu.
saat Vanya ingin melangkah pergi pria itu berjalan menghalangi jalan Vanya
" uhma sombongnya ai, janganlah gitu Abang cinta loh sama adek. " ucap pria itu
Vanya tidak merespon pria itu dan memilih untuk mengabaikannya, tetapi pria itu tidak menyerah dia terus mengikuti Vanya
" beh ganalnya bur*t " ucap pria itu yang berjalan di belakang Vanya.
" dia ngomong apa sih. " ucap Vanya yang tidak mengerti dengan bahasa daerah tersebut.
saat Vanya sedang berjalan tiba-tiba terdengar suara ibu-ibu yang berteriak.
" heh muntung Ikam tu ya minta di tabok. "
Vanya menoleh ke arah belakang dan mendapati pria yang mengikuti dirinya tengah diceramahi oleh seorang ibu.
setelah menceramahi pria tersebut, sang ibu kini mendatangi Vanya yang masih terpaku di tempat.
" Pian dari mana ? " ucap ibu itu
" hah ? maaf Bu gimana ? "
" pian dari mana, kayanya bukan urang sini. " ucap ibu itu kembali
" iya bu, saya dari Bandung dan saya di mutasi ke sini. " jelas Vanya
ibu itu terus berbicara kepada Vanya dengan campuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat dengan logat yang sangat kental dan alhasil membuat Vanya sangat kebingungan.
setelah di rasa puas berbincang dengan Vanya sang ibu itu langsung bergegas pergi dan tak selang lama Erick datang menemui Vanya yang masih dalam keadaan bingung
" kenapa hem? " ucap Erick sambil mengelus lembut pipi mulus Vanya
" aku bingung tadi ada ibu-ibu sama mas-mas yang berbicara sama aku, tapi aku gak paham mereka ngomong apa. "
*
*
*
oke sampai sini dulu ya guys ya
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺
__ADS_1