Your My HOME

Your My HOME
BAB 29 : gang penuh maksiat


__ADS_3

Vanya berusaha untuk mengingat pria hingga akhirnya Vanya mengingat dimana dia bertemu dengan pria itu.


dengan secepat mungkin Vanya berjalan ke arah luar dari gang itu dan akan menghampiri angkot umum untuk menuju kantornya.


Vanya membawa beberapa informasi yang dia dapatkan dari penyamaran hari ini.


Vanya kini telah sampai pada tempat dimana dia biasanya menunggu jemputan kendaraan dari kantor dan menunggu kendaraan kantor untuk datang menjemputnya.


tak selang beberapa waktu, mobil yang Vanya tunggu akhirnya datang. sopir dari mobil itu turun dan membantu Vanya untuk memasukan nampan yang masih berisi sedikit bahan gado-gado.


dengan pikiran yang campur aduk Vanya memasuki mobil dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kepala kursi mobil.


" fyuh lelah juga. biasanya di Bandung aku gak pernah jadi mata-mata. selalu di suruh urus kasus dengan bayaran tinggi tapi duitnya gak pernah ku rasakan sama sekali. " ucap Vanya


Vanya memang profiler yang di kenal cukup handal dalam memecahkan kasus, maka dari itu salah satu atasan Vanya menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan keuntungan.


jika di saat yang bersamaan terjadi sebuah kasus antara kasus pembunuhan dan kasus anak hilang keluarga ternama di kota itu.


maka atasan tersebut akan memerintahkan Vanya dan kelompoknya untuk menyelesaikan masalah anak hilang itu terlebih dahulu.


tentunya keluarga ternama itu tidak akan berfikir panjang masalah uang jika sang buah hati dapat di temukan.


itulah yang membuat atasan Vanya lebih memilih untuk menyelesaikan kasus dengan bayaran yang lumayan tinggi. yang padahal nya mereka pun telah mendapat bayaran dari yayasan dan juga pemerintah atas kinerja yang mereka berikan.


tak terasa kini mobil itu sudah berhenti tepat di depan pintu masuk bangunan tempat ia bekerja itu.


dia berjalan memasuki bangunan itu dengan langkah kaki yang cukup lebar.


" gimana Van lancar, kamu aman aja kan ? " ucap Richard


" aman aja kok cad, cuman cape aja sedikit baru hari pertama sudah banyak yang pesan." ucap Vanya


seisi ruangan itu menatap Vanya dengan tatapan penuh harapan. namun, tak ada satu pun dari mereka yang berani membuka obrolan.


" kalian kenapa kok melihat aku sampai segitunya? " ucap Vanya heran


" tidak ada apa-apa, sekarang kamu bersihkan badan dulu, setelah itu makan siang dan saya kasih kamu waktu 1 jam untuk istirahat. " ucap Jhonatan yang langsung melangkahkan kakinya keluar


dengan perasaan gembira Vanya langsung membersihkan badannya dan mengisi perutnya yang sedari tadi sudah meronta untuk segera di isi.


saat keluar untuk mencari makan, Vanya di cegat oleh Clara yang berkata jika di kantor ini makanan sudah di sediakan oleh pihak kantor.

__ADS_1


dengan hati yang gembira Vanya pun berjalan dengan langkah kaki yang cukup lebar dengan senyuman yang sedikit terukir di bibirnya.


" dari dulu gak pernah berubah makanan pasti nomor satu. " ucap Richard terkekeh melihat Vanya


saat di tempat dimana dia mengambil menu makan siang, Vanya terlihat kebingungan untuk memilih makanan apa yang akan dia makan.


" wow banyak banget makanannya, aku bingung mau pilih apa. "


" aaaa aku pengen mie ayam tapi pengen ayam geprek juga. " rengek Vanya yang bingung menentukan makanan apa yang akan dia pilih


" kalo kamu mau kamu bisa ambil keduanya." ucap Barel yang entah dari mana datangnya


mendengar ucapan Barel gadis itu langsung melangkah ke arah stan makanan yang ada di kantor itu tanpa menghiraukan atau sekedar menjawab ucapan Barel.


" sialan ni bocah kurang lebih kaya Sania kelakuannya. " ucap Barel


selang beberapa menit akhirnya Vanya selesai juga memilih makanan dan juga penutup mulut untuk dia makan, lalu dengan perasaan hati yang berbunga-bunga Vanya datang menghampiri Barel yang masih berdiri menunggui Vanya sedari tadi memilih makanan.


"ini makannya boleh di dalam ruangan kah Barel ? " ucap Vanya


" hm " Barel hanya berdehem menanggapi pertanyaan yang Vanya ucapkan.


tanpa menunggu Barel, Vanya yang membawa makanan di tangannya itu langsung berjalan menuju ruangan kerjanya.


semuanya menatap Vanya yang sedang menyantap mie ayam dan juga nasi ayam geprek.


" kalian sudah makan ? " ucap Vanya basa-basi


" kami sudah makan, kamu aja yang belum makan. " ucap Roger


Vanya hanya mengangguk kepalanya sambil terus menyantap makanan yang dia ambil.


saat sedang asik menyantap makanannya tiba-tiba saja Jhonatan kembali membawa laptop dan melontarkan beberapa pertanyaan kepada Vanya


" Vanya kamu tadi sampai ke rumah itu? " tanya Jhonatan melihat ke arah Vanya


" iya pak ada apa ? " ucap Vanya yang langsung menaruh makanannya


" sambil makan saja tidak apa-apa. " Jhonatan


Vanya tidak menjawab ucapan Jhonatan, raut wajah Vanya pun sedikit berubah dari yang awalnya bahagian kini berubah menjadi datar.

__ADS_1


hal itu pun di sadari oleh mereka yang ada di dalam ruangan itu dan membuat mereka bertanya-tanya, apakah Vanya tidak menyukai Jhonatan sebagai ketua mereka.


" kak Richard, kenapa kak Vanya mukanya jadi berubah gitu padahal tadi dia senang banget makan tapi pas ada pak Jo, wajahnya langsung berubah datar dan tidak melanjutkan makannya. apa kak Vanya tidak suka sama pak Jo" ucap Sania


" kayanya sih, soalnya kan di tempat kerja sebelumnya dia yang jadi ketua tapi di sini dia malah jadi bawahan. " ucap Barel yang langsung menjawab pertanyaan dari Sania


Richard yang memang memiliki kesabaran setebal kamus bahasa hanya tersenyum dan menjelaskan mengapa Vanya seperti


" sebenarnya Vanya itu bukan gak suka sama pak Jhonatan, tapi dia gak suka kalau dia lagi asik sama makanan itu dia di ganggu. jadinya gitu deh mukanya langsung berubah. " ucap Richard menjelaskan


Barel yang sedikit menyudutkan Vanya tadi pun hanya menganggukkan kepalanya.


" berarti dia sejenis sama aku. " ucap Barel sumringah


" sejenis ? " tanya Richard bingung


" maksudnya tuh kak, kak Vanya sama pak Barel itu sama. gak suka kalau lagi makan terus di ganggu. " jelas Sania.


" ya terus kalau kamu sama seperti dia pasti kamu tau dong kenapa dia bete. bukannya malah melontarkan kata yang kurang pantas tadi, jatuhnya fitnah. " ucap Richard


bukannya mengiyakan ucapkan Richard, Barel malah menjawab ucapan Richard dengan nada sedikit sewot


" ya suka-suka ku lah, mulut mulut ku kok ngatur. " ucap Barel dengan sewot


melihat Barel yang bertingkah laku seperti itu Richard sedikit terkejut dan menatap ke arah Sania yang sedang membulatkan matanya sambil memegang kepalanya.


" sudah cukup, sekarang kita semua masuk ke dalam ruangan itu untuk merencanakan rencana selanjutnya karena Vanya mendapatkan sebuah informasi yang belum kita ketahui. " ucap Jhonatan


*


*


*


oke sampai sini dulu ya guys ya


maaf ya guys kalau gak sesuai sama ekspektasi kalian


maaf juga kalau ada kesalahan sebab ini saya bikin berdasarkan imajinasi saya.


nanti kalau ada kesalahan boleh deh di komen, nanti kedepannya bakal aku revisi di karya-karya berikutnya

__ADS_1


dadah


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2