
" binggo. " ucap Vanya dalam hati
Dengan langkah kaki yang teratur Vanya menghampiri pria yang memanggilnya tadi.
" berapa 1 porsinya bulek, eh masih muda loh jangan panggil bulek deh. panggil si cantik aja gimana. " ucap pria itu sambil mengedipkan matanya
" untuk satu porsi harganya hanya 7 ribu saja mas. " ucap Vanya berusaha menahan rasa ngeri
" aduh salting deh saya kalau di panggil mas." ucap pria itu.
Vanya menarik nafas panjang dan berusaha untuk meluaskan rasa sabarnya untuk menghadapi pria aneh yang saat ini tengah berada di hadapannya.
" jadi mau pesan berapa porsi mas? " tanya Vanya
" emmm "
pria itu berfikir dan berlagak orang yang tengah menghitung.
" tunggu sini dulu ya cantik, Abang kedalam sebentar. " ucap pria aneh itu
Vanya memutarkan malas bola matanya ketika mendengar pria aneh itu memanggilnya cantik.
tak lama pria itu keluar dengan berlari dan menghampiri pria itu.
" butuh 27 porsi mbak, cukup gak yah jualannya. " ucap pria itu memperhatikan nampan bawaan Vanya
Vanya terkejut setengah mati ketika mendengar jika pria itu memesan porsi yang begitu banyak.
" ya Tuhan, kuatkan lah tangan Vanya supaya bisa ngulek bumbu gado-gado ini. " batin Vanya berdoa
Vanya terdiam melihat ke arah cobek yang dia bawa.
" Weh mbak, di tanya kok malah diam. cukup kagak ? " ucap pria itu
" oh iya mas, cukup aja kok. " ucap Vanya
dengan perasaan yang sedikit kesal, Vanya akhirnya membuat pesanan itu.
sesekali Vanya mencuri-curi pandang ke dalam rumah itu. dia tidak melihat pria yang sedang dia cari, Vanya hanya melihat beberapa orang wanita yang menggunakan pakaian kurang bahan.
karena ingin menggali informasi sedalam mungkin tentang segala isi dari rumah itu hingga membuatnya harus mengajak bicara pria aneh itu.
" masnya sudah lama tinggal di sini ? " ucap Vanya
pria itu tersenyum dan langsung duduk di hadapan Vanya.
" kenapa mbak cantik kepo ya. saya sih baru di sini mbak, baru aja sekitar 5 hari di sini. kalau mbaknya juga baru ya ? " ucap Pria itu
Vanya nampak sedikit kecewa ketika mengetahui bahwa pria yang ada di hadapannya itu tergolong masih baru.
" ohh, saya juga baru pertama kali sih jualan masuk ke sini. soalnya gantikan rute teman saya mas. " ucap Vanya
" pasti mbaknya kaget Lok lihati orang-orang di depan? " ucap pria itu
" ya lumayan sih mas, tapi saya sudah di beritahu sebelumnya sama teman saya kalau di daerah sini itu memang ya begitulah. " ucap Vanya
pria itu hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" pasti mbak cantik juga penasaran kan kenapa banyak perempuan di dalam ? " ucap pria itu menatap wajah Vanya
Vanya sedikit terkejut, bagaimana mungkin pria yang terlihat cukup gagah dengan postur tubuh yang kekar dan juga sedikit berumur itu bisa mengetahui apa yang sedang Vanya perhatikan.
" mbak cantik kaget ya kenapa saya bisa tau."
sambung pria itu
" **!*, apaan pria ini. kenapa dia tau apa yang sedang aku pikirkan. apa jangan-jangan dia punya sihir yang bisa baca pikiran orang. " batin Vanya
namun dengan otak yang sudah terlatih untuk berbohong dan juga berakting, Vanya akhirnya bisa menjawab pertanyaan dari pria itu
" ah iya mas, saya sedikit terkejut kenapa mereka pakai baju seksi kaya gitu. " ucap Vanya
mendengar ucapan Vanya, pria itu hanya tertawa cukup keras.
" sudah saya duga, pasti anda terkejut bukan melihat para wanita yang berada di dalam sini. "
" mereka akan kami kirim ke luar negeri untuk menjadi TKW. jika mbaknya lelah berjualan seperti ini, mbaknya bisa bergabung bersama mereka di dalam sana dan tidak perlu kelelahan untuk mencari uang panas-panas membuat gado-gado. " ucap pria itu panjang lebar.
Vanya sedikit tertegun mendapati jika pria aneh di hadapannya saat ini merubah gaya bicaranya.
Vanya sedikit memperhatikan pria itu, yang Vanya dapat saat melihat dan berbicara dengan pria itu adalah pria ini merupakan pria berpendidikan dan juga sudah memiliki skill dalam dunia kerja dan juga marketing.
" terima kasih mas untuk tawarannya, tapi saya gak mungkin meninggalkan anak dan suami saya di sini. apalagi sekarang saya lagi dalam keadaan hamil muda mas. " ucap Vanya kembali berbohong
pria itu menatap Vanya dan tersenyum menatap Vanya.
" kenapa pria ini, sepertinya dia tau jika aku sedang berbohong. " batin Vanya
pria itu terus menatap Vanya dengan tatapan yang penuh misteri, namun bagi Vanya seorang profiler yang cukup handal dia tau jika pria itu kini tengah mencurigainya
" ini mas pesanan terakhirnya. " ucap Vanya
setelah pria itu mengambil piring terakhir pesanannya itu, dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang.
entah apa yang tengah terjadi dengan pria itu di dalam sangat lama sekali dia mengambil uang.
saat menunggu pria itu, tiba-tiba saja ada seorang pria yang di ikuti oleh beberapa pria lain dengan membawa dua orang gadis yang kedua tangannya tengah di ikat dan mulut di perban.
pria itu menggunakan topi dan masker, sehingga Vanya tidak dapat melihat wajah pria itu.
saat berada di depan rumahnya, pria yang di kawal itu memerintahkan pria lainnya yang sepertinya adalah anak buahnya untuk memasukan kedua wanita yang tergolong masih muda itu.
Vanya melihat kedua wanita muda itu memberontak dan menangis membuat hatinya terasa sesak dan ingi menangis, namun sekuat mungkin ia tahan sebab pria itu kini tengah berjalan ke arahnya.
" eh ada cewe cantik di sini, lagi ngapain ? " ucap pria itu sembari membuka topi dan juga masker nya
Vanya melihat wajah pria itu dengan sangat jelas dan benar saja pria itu adalah pria yang sedang mereka mata-matai.
" oh saya sedang menunggu bayaran gado-gado saya mas. " ucap Vanya
" berapa bayarannya. " ucap pria itu dengan memperhatikan tubuh Vanya
risih itu yang Vanya rasakan, tetapi dia harus tetap profesional untuk mendapat informasi.
" semuanya 187 ribu mas. " ucap Vanya
__ADS_1
tanpa basa basi, pria itu langsung mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak 2 lembar.
" sisa nya ambil aja buat jajan. " ucap pria itu
" oh makasih banyak mas. "
" nanti kalau mau jajan lebih banyak kerja aja disini. " sambung pria itu
Vanya menatap sinis ke arah pria itu dengan ngedumel di dalam hatinya
" sebanyak apasih, apakah lebih banyak dari gaji ku dan uang bulanan dari Erick. " batin Vanya
saat tengah berbicara tiba-tiba pria yang memanggil Vanya untuk memesan gado-gado itu keluar dengan membawa uang pecahan 20 ribuan.
" ini mbak uangnya, maaf ya receh. " ucap pria itu
" udah di bayar kok mas. " ucap Vanya
pria yang memberi uang Vanya tadi menatap ke arah pria yang baru saja keluar itu.
" kamu kenapa beli pakai uang itu. kaya gak ada uang aja. " ucap pria yang kemungkinan adalah bos di situ
" daripada uangnya gak dipake lebih baik saya pakai. " ucap pria yang memesan gado-gado itu.
Vanya hanya memperhatikan antar bos dan bawahan itu berbicara. tapi ada satu yang Vanya tangkap jika pria yang memesan gado-gado itu usianya lebih tua daripada pria yang memberinya uang 200 ribu itu.
" ya udah kalau gitu, saya permisi ya mas mau lanjut jualan lagi." ucap Vanya pamit
seketika kedua pria itu langsung menatap ke arah Vanya.
" sering-sering ke sini ya mbak. " ucap salah satu anak buah pria aneh itu.
Vanya melangkah keluar dari gang itu dan melewati kembali banyak hal-hal keji yang tadi Vanya lewati.
Vanya kembali melihat dan bahkan bertambah banyak orang yang tengah melakukan hubungan badan di siang bolong.
" gak panas apa mereka itu siang bolong gitu berhubungan badan ?" batin Vanya
Vanya terus berjalan keluar dan dia teringat akan sesuatu.
" wajah pria tadi, aku ingat banget aku pernah ketemu dia tapi dimana ya. "
Vanya berusaha untuk mengingat pria hingga akhirnya Vanya mengingat dimana dia bertemu dengan pria itu.
*
*
*
hayo dimana Vanya ketemu sama pria itu
oke guys sampai sini dulu ya
terima kasih sudah baca
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺
__ADS_1