Your My HOME

Your My HOME
BAB 17 : tawaran Rebecca


__ADS_3

" Baik sekarang saya akan berbicara, tanpa basa basi saya akan beritahu kalian jika Vanya dan rekan-rekan job kalian akan saya tukar dengan tim Rebecca. "


ucapan itu keluar dari mulut Bu Chika tanpa beban sedikit pun.


" loh kenapa bisa begitu Bu ? " ucap Diki tak terima


" ya bisa lah, di sini saya yang berkuasa. kalian tidak ada kemajuan sama sekali dalam kasus ini jadi saya lemparkan kalian ke tugas yang lain. "


" gak bisa gitu dong Bu, kasus ini aja belum sampai seminggu. kenapa ibu sampai bilang tidak ada kemajuan pada kami. semua itu butuh proses tidak ada yang instan jika emang ibu ingin instan itu Bu silahkan datang ke pabrik Indomie. " ucap Vanya yang sudah kehabisan rasa sabar.


" berani kamu bicara seperti itu kepada saya. kamu jangan lancang ya, saya bisa berhentikan kamu sekarang juga!! " ucap Bu Chika tak kalah


" silahkan saya tidak takut sama sekali, bahkan saya juga bisa melaporkan ibu kembali jika selama ini ibu tidak ada kontribusi sama sekali dalam setiap kasus yang terjadi dan hanya memakan uang yang bukan hak anda. " Vanya yang dulu kini telah kembali.


mendengar ucapan Vanya seketika Bu Chika mematung di tempat.


" kamu kalau sudah salah ya udah jangan menyudutkan orang lain. emang dasar nya tim kalian itu tidak becus dalam menyelesaikan tugas kok. " sahut Rebecca


saat Vanya ingin menjawab ucapan dari Rebecca tangannya di tahan oleh Joseph.


" baik Bu terima kasih untuk informasinya dan juga mohon maaf jika ucapan Vanya menyakiti hati ibu. " ucap Joseph dengan sedikit membungkukkan badannya.


" kamu ngapain sih sep, jangan gitu jangan mau di injak-injak. " Vanya tak terima tangannya di tarik keluar oleh Joseph


" ayo kalian semua ikut, kita ke ruangan sekarang juga. " ucap Joseph


Diki dan Agatha mengikuti langkah Joseph keluar dari ruangan itu. Kaila ingin ikut namun dia tidak bisa keluar dari ruangan itu mengingat kontrak yang ia tanda tangani terdapat satu poin di mana dia tidak boleh meninggalkan ruangan miliknya jika timnya mendapatkan job.


kini ke empat orang itu sudah berada di ruangannya. Joseph melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Vanya.


" Vanya sudah cukup, tidak ada gunanya kita lawan Bu Vanya. " ucap Joseph


" orang kaya gitu harus di lawan cep, kalau gak di lawan dia semaunya. " ucap Diki


" kenapa kamu baru ngomong di sini. tadi di sana gak mau ngomong langsung depan orangnya ? " ucap Joseph menatap Diki


Diki yang mendapat pertanyaan itu hanya bisa terdiam walaupun dalam hati ada rasa kekesalan terhadap Bu Chika dan juga Joseph.


" betul kok yang di katakan sama Diki gak ada yang salah. orang kaya dia kalau gak di lawan sekali bakalan semaunya terus menindas orang. " ucap Vanya


" ingat ini baik-baik, akan ku pastikan dia akan kehilangan semua yang dia punya saat ini. harta, jabatan, kekuasaan dan apapun itu. " ucap Vanya yang sudah di bakar api amarah.


" wow boleh juga di lihat-lihat ketua tim ini. jika nanti terjadi sesuatu pada Bu Chika kita gak perlu capek-capek mencari pelakunya sebab pelakunya sudah merencanakan kejahatannya. " sambar Rebecca yang entah dari kapan berada di pintu ruangan itu.


saat Vanya ingin melangkah ke arah Rebecca telfon miliknya berdering dan membuat Vanya menghentikan langkah nya untuk melihat ke arah handphone.

__ADS_1


Erick


itulah nama yang muncul di layar handphone milik Vanya.


" kenapa gak jadi maju, takut ya ? cuma segini nyali ketua tim kalian. CK CK CK sangat di sayang kan. aku punya tawaran bagus sama kalian bergabunglah dengan tim ku dan akan ku pastikan kalian mendapatkan nama dan juga gaji yang baik. " ucap Rebecca berusaha menghasut tim Vanya


Vanya tidak menghiraukan ucapan dari Rebecca dan dia menuju teras ruangannya untuk mengangkat telpon dari Erick.


" kenapa lama sekali kamu menjawab telfonku ??. "


" maaf tadi aku habis berbincang sedikit dengan orang di kantor. "


" aku tidak peduli, aku hanya mengingatkan nanti malam datanglah ke apartemen ku. "


" buat apa ? "


" datang saja tidak usah banyak tanya. "


" hais dasar tembok. "


kurang lebih sekitar 47 menit mereka berbicara dalam panggilan via WhatsApp.


Vanya kembali ke dalam ruangannya dan dia melihat rekan kerjanya tengah menyimpan barang-barang mereka.


" kalian mau kemana ? "


" baca grup WhatsApp! " ucap Joseph


Vanya membuka grup WhatsApp mereka dan menampilkan sebuah file yang di teruskan oleh Joseph.


Vanya membuka file itu dan menampilkan sebuah pernyataan tentang pertukaran job dan juga perpindahan kantor cabang.


tim Vanya di tukar ke kantor cabang yang berada sangat jauh yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.


Vanya yang membaca itu hanya bisa tertegun dan terdiam. dia memandangi satu persatu wajah rekan kerjanya dan dia mendapati wajah masam dari ke empat rekan kerjanya


" maaf guys " ucap Vanya


tidak seperti biasanya ketiga orang di dalam ruangan itu tidak ada satu pun yang membalas ucapan Vanya.


Vanya merasa aneh dengan tingkah rekan kerjanya itu. tapi dia tak ambil pusing, dia membereskan barang-barang nya untuk bergegas pindah ke kantor barunya.


saat sedang beberes Vanya mendapatkan satu pesan yang masuk pada handphone nya. saat di lihat pesan itu dari Kaila yang bertuliskan kata maaf.


" kenapa Kaila minta maaf? " batin Vanya

__ADS_1


Vanya membalas pesan dari Kaila namun tidak ada balasan dari Kaila. Vanya merasa saat ini teman-temannya sangat aneh.


padahal hanya beberapa menit saja dia meninggalkan mereka untuk mengangkat telpon tetapi sikap mereka langsung berubah sangat cepat.


saat sedang ingin membuang beberapa kertas yang memang tidak di gunakan Vanya bertemu dengan Rebecca.


" kasihan banget sih, pasti kehilangan ya ?. makanya jangan sok jagoan, kamu pikir kamu hebat menentang Bu Chika. " ucap Rebecca


" tidak terlalu hebat sih, hanya saja saya punya skill bukan hanya menjadi penjilat yang handal. " sindir Vanya


" apa maksud mu ? " ucap Rebecca dengan nada suara tang sedikit tinggi


" tidak ada maksud apapun. "


Vanya meninggalkan Rebecca yang masih kesal dengan ucapan Vanya


" cih tunggu aja pasti sebentar lagi kamu akan nangis. "


Vanya memasuki ruangannya, masih dengan kondisi yang sama ke tiga rekan kerjanya itu masih saja membereskan barang-barang miliknya.


" jadi kita antar barang ini besok atau hari ini?"


ucap Vanya


" terserah kamu aja Van." ucap Diki


" kalian kenapa sih? kok tiba-tiba jadi gini? "


tidak ada jawaban yang keluar dari mulut ketiganya, Vanya semakin di buat bingung dengan ketiga rekan kerjanya itu.


ada satu hal yang kalian sadari


" kalian tidak menerima tawaran Rebecca kan? " tanya Vanya


bukan ke tiga rekannya yang menjawab pertanyaan dari Vanya melainkan Rebecca lah yang entah dari mana tiba-tiba masuk dan berbicara


" Vanya Vanya, kamu belum sadar juga ya ternyata. teman-teman mu ini sekarang masuk tim ku. " ucap Rebecca


*


*


*


okee

__ADS_1


sampai sini dulu ya guys ya


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2