
" Kalian dimana, ada tersangka yang cukup kuat yang kami dapatkan dari kasus pembunuhan pak Simon."
" hah serius, oke kami berangkat. "
dalam perjalanan, Vanya terus tenggelam dalam pikirannya. siapakah tersangka yang cukup kuat yang dimaksud.
saat sampai di tempat tujuan mereka, tanpa basa basi mereka langsung melangkahkan kaki mereka secepat mungkin masuk ke dalam gedung itu.
betapa terkejutnya mereka berempat ketika mereka lihat siapa tersangka yang cukup kuat yang dimaksud tadi.
" Carlos ? " ucap Diki tak percaya
bagaimana bisa Carlos yang sangat mencintai Astrid bisa Setega itu menghabisi wanita pujaan hatinya.
" apa alasannya jika Carlos yang melakukan pembunuhan ini. "
Vanya yang mencoba mencerna semua itu hanya bisa bertanya alasan mengapa Carlos yang di jadikan tersangka utama.
" orang terakhir yang bertemu dengan pak Simon adalah saudara Carlos. "
" terakhir bertemu ? "
" berarti kamu tau dimana posisi mereka saat mereka kabur dari karantina? "
Vanya menatap Carlos dengan tatapan yang sangat dalam, sampai-sampai Carlos pun tidak berani menatap wajah Vanya.
" jawab Carlos. " Diki pun ikut angkat suara
" wah gila banget sih, sumpah kami boleh setengah mati mencari keberadaan mereka dan kamu justru menyembunyikan mereka dari kami. "
" apakah karena rasa cinta mu kepada Astrid mata mu jadi buta seperti ini? "
" itu bukan cuman sekedar cinta, tapi Astrid adalah rumahku. rumah dimana aku akan pulang untuk beristirahat. aku tidak sanggup jika melihat dia akan hancur. "
mendengar perkataan dari Carlos, mereka semua terdiam karena tidak percaya apa yang dikatakan oleh Carlos.
Vanya juga ikut terdiam, bukan karena tidak percaya apa yang di katakan oleh Carlos. melainkan Vanya tau betul apa yang di rasakan oleh Carlos. mungkin jika itu terjadi pada Erick hal yang sama akan di lakukan oleh Vanya.
ya Erick merupakan rumah bagi Vanya. tempat dimana dia akan pulang ketika dia merasa lelah, letih, sedih, bahagia dan lain sebagainya.
Vanya tidak ingin berlarut-larut dalam pikirannya, dia langsung membuka suaranya perihal kasus ini
" jika memang benar kamu sangat mencintai Astrid, lalu mengapa kamu juga membunuh Astrid dengan sangat keji. "
bukannya menjawab pertanyaan dari Vanya, Carlos justru malah balik bertanya dengan nada suara yang sedikit tinggi.
" apa kamu bilang, Astrid di bunuh jadi Astrid sudah tidak ada lagi di dunia ini. hahahahaha aku tidak percaya. pasti kamu mencoba mencari informasi dimana Astrid berada bukan. "
" itu semua betul adanya Carlos. "
" BAN*SAT KALIAN, JANGAN BERBOHONG. AKU SUDAH MENYEMBUNYIKAN ASTRID JAUH DARI JANGKAUAN KALIAN. "
Vanya tersenyum mendapati apa yang dikatakan oleh Carlos.
" bisa tinggalkan kami berdua saja. "
__ADS_1
Vanya berusaha mengajak bicara Carlos dengan hati.
" tapi Van. " Diki merasa cemas jika Carlos nekat akan menyakiti Vanya
" sudah gak papa kok, aku tau jika Carlos orang baik. "
Vanya menatap Carlos dengan tatapan penuh arti, namun sebaliknya Carlos menatap Vanya dengan tatapan marah dan kebencian.
" sekarang jawab pertanyaan ku apakah benar Astrid telah pergi jauh dari diriku. "
bukannya menjawab Vanya justru menghembuskan nafas kasar dan menganggukkan kepalanya.
Carlos terisak dalam diam, dia ingin sekali berteriak tetapi tenaganya seperti sudah habis tersedot.
" sekarang giliran aku yang bertanya, apakah benar jika kamu yang membantu pak Simon dan Astrid kabur dari tempat karantina ? "
" kamu tidak akan tau bagaimana rasanya ketika orang yang sangat kamu cintai harus berada dalam kesusahan. kamu tidak akan tau bagaimana rasanya ketika orang yang selalu ada buat kamu akan terkena masalah."
" dan kamu tidak tau bagaimana rasanya ketika hanya dia seorang yang kamu punya di dunia ini. apakah kamu juga tau bagaimana rasanya menjadikan seseorang menjadi rumah untuk diri kita. "
Vanya berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Vanya tau betul bagaimana rasanya ketika orang yang sangat kita sayang terluka.
" aku tau rasanya bagaimana, aku juga sama seperti kamu. hanya memiliki satu orang yang sangat berharga dalam hidup ku. saat ini dia sedang berada di dalam sel tahanan karena telah melakukan sebuah kesalahan. "
" aku memilih membiarkan dia di dalam sel tahanan itu agar dia merasa sedikit jera dan tidak melakukan hal yang sama lagi atau bahkan lebih. dia sama seperti Astrid sangat keras kepala, tapi aku berusaha agar dia tidak melakukan kesalahan yang lebih fatal lagi. "
" karena aku tau jika dia melakukan kesalahan yang lebih parah lagi, dia juga akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi. bisa saja aku kehilangan dia. jadi lebih baik aku menunggu dia keluar dari sel tahanan itu dari pada aku harus kehilangan dia untuk selamanya. "
Carlos yang mendengar kan perkataan Vanya hanya bisa menangis dalam diam.
" aku tau kamu sangat mencintainya, aku juga melihat kedekatan kalian pada masa SMA dulu. "
" aku adik kelas kalian, yang dulu terkenal sangat bebal. aku tau bagaimana cerita kalian berdua. bahkan dulu aku sangat iri dengan kamu Carlos karena kamu memiliki Astrid yang sangat perhatian dan selalu ada buat kamu. "
" aku sangat ingin berteman dengan Astrid karena aku lihat ketulusannya pada dirimu. namun sayangnya dia mengganggap diriku sebagai musuhnya karena aku membantu Erick yang waktu itu menjadi korban perundungan yang ia lakukan."
Vanya kembali mengingat masa-masa dia selama di sekolah menengah atas itu.
Astrid merupakan kakak kelas Vanya yang terkenal akan kecantikannya. Astrid merupakan primadona sekolah dalam angkatannya. dia orang yang penuh kasih sayang dan hal itu lah yang membuat nya memiliki banyak teman. bahkan karena kasih sayangnya yang begitu besar kepada orang terdekatnya hingga membuatnya buta akan segala kebenaran.
contohnya adalah Erick, di saat dia mengetahui jika Erick lah yang menjadi tersangka saat itu membuatnya sangat membenci Erick dan melakukan bully kepada Erick.
hingga di suatu hari dimana Astrid mendengar jika Carlos akan di keluarkan dari sekolah sebab dia belum membayar uang sekolah. dari sinilah hati Astrid tergerak untuk membantu Carlos. dari kejadian itulah keduanya menjadi sangat dekat.
Astrid selalu membantu Carlos dalam segala hal, baik dalam hal keuangan, makanan dan kasih sayang. begitu juga dengan Astrid, Astrid mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua Carlos. hingga akhirnya mereka semakin dekat hingga mereka beranjak dewasa hubungan mereka semakin dekat dan akrab.
bahkan sangking akrabnya, Astrid sering memilih untuk menginap di rumah orang tua Carlos yang tergolong rumah tua dan lapuk.
" kamu mengetahui cerita itu? "
Carlos bertanya kepada Vanya
" ya aku tau betul bagaimana kisah kamu bersama dengan Astrid. "
" aku dulu sangat iri dengan kalian berdua. aku ingin sekali mendapatkan seseorang yang bisa dijadikan teman, sahabat, kekasih dan semuanya deh. sampai akhirnya Tuhan mengirimkan aku seseorang. kamu tau dia siapa ? "
__ADS_1
Carlos menggelengkan kepalanya menandakan jika dia tidak mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Vanya
" kamu ingat Erick ?, pastinya kamu ingat. mendapat julukan yang sama tidak mungkin kamu lupa. "
" Erick anak orang kaya itu ? bagaimana keadaannya sekarang?, apakah dia sudah menemukan orang yang di cintai. atau jangan bilang orang yang kamu maksud itu Erick? "
" ya kamu benar sekali."
Carlos terlihat sangat bahagia ketika mendapati kabar jika salah satu temannya dulu telah mendapatkan orang yang sangat pas dengan dirinya.
" sekarang aku ingin bertanya kepada kamu, apakah benar jika kamulah yang telah menghabisi nyawa kedua orang ini. "
Vanya menyodorkan dua foto yang dimana itu adalah foto sang pujaan hati dan foto pak Simon.
" tidak aku tidak membunuh mereka. "
" lalu kenapa kamu lari ketika hendak di minta kesaksian. bahkan setelah para detektif mengetahui jika kamu adalah orang terakhir yang bersama dengan pak Simon kamu justru berlari dengan sangat kencang."
" aku takut jika aku akan terseret kasus ini, aku hanya syok dengan kejadian ini. "
" apa yang membuat kamu syok dalam kasus ini? "
" bagaimana aku tidak syok mendengar kematian pak Simon atasan ku sendiri. "
kini Vanya lah yang di buat terkejut dengan kesaksian Carlos
" pak Simon adalah atasan ku, dia sudah seperti ayah bagi ku. dia yang membantu ku dengan Astrid. bahkan dia memberikan pekerjaan yang layak kepada Astrid, tapi mungkin karena keserakahan Astrid akan jabatan hingga membuatnya menjadi orang yang sangat kasar. "
" sebenarnya jika dia sangat ingin posisi ketua tim itu, aku bisa memberikan kepadanya dengan cuma-cuma. "
" aku atas nama Astrid minta maaf ya Van. sekarang Van aku ingin bertanya kenapa aku di tetapkan sebagai tersangka paling kuat saat ini? apa alasan dari semua nya? "
" aku pun sangat terkejut ketika mereka menetapkan kamu sebagai tersangka. "
" aku tidak mungkin membunuh pak Simon dan Astrid. "
" kenapa tidak mungkin, jika seseorang tersulut amarah dan cemburu, apapun akan dia lakukan. "
" cemburu akan hal apa? "
Carlos terlihat bingung dengan ucapan yang di lantarkan Vanya kepadanya.
" kamu tidak cemburu, ketika melihat Astrid kekasih mu itu bercumbu dengan pria lain? "
*
*
*
sekian dulu guys
jangan lupa vote dan like yaaaaa
muachhhh💋
__ADS_1