Your My HOME

Your My HOME
BAB 4 : perubahan kepribadian


__ADS_3

hari demi hari pertemanan mereka berdua semakin akrab. mereka semakin dekat hingga tak ada rasa sungkan untuk meminta bantuan satu sama lain. hari demi hari mereka lalui bersama suka duka, bahagian sedih dan masih banyak lagi.


*beberapa tahun telah berlalu


kini Erick sudah menginjak usia 25 tahun, pertemanannya pun semakin meluas hingga kini dia bergabung di dalam sebuah geng motor yang bernama Los Galacticos.


banyak sekali perubahan yang terjadi pada Erick. tidak ada lagi Erick yang lemah, kini Erick sudah menjadi pria yang sangat tampan dan mapan. banyak wanita yang mengantri untuk berkencan dengannya, namun tidak ada satu pun yang Erick tanggapi karena baginya terdapat seorang wanita yang sangat berarti baginya, dan wanita itu adalah Vanya


bukan hanya bergabung dengan sebuah kelompok geng motor, Erick juga merupakan seorang pengusaha muda yang bisa di bilang pencapaian nya bisa membuat orang seumuran nya akan merasa iri.


sama halnya dengan Vanya, kini gadis itu tengah menginjak usia 22 tahun. Vanya kini telah bekerja sebagai salah satu agen BIN. Vanya termasuk salah satu anggota bertalenta yang sudah berhasil menyelesaikan banyak sekali kasus.


jangan salah, dengan usia Vanya yang masih tergolong muda, banyak kasus yang sudah terpecahkan oleh Vanya.


" bagaimana hari ini ? apakah berjalan dengan baik ? "


tanya seorang pria yang tengah asik menonton berita di televisi.


" tidak begitu baik, gak ada petunjuk apapun pada kasus kali ini. sepertinya pelakunya merupakan orang yang sama dengan kejadian sebelumnya."


jawab gadis itu dengan lesu


mendengar itu pria yang duduk di depan televisi itu hanya terkekeh pelan.


" sini duduk ! "


pria itu menyuruh gadis untuk duduk di samping nya


gadis itu menuruti apa yang di katakan oleh sang pria dan segera mendudukkan dirinya tepat di samping pria itu.


" kalau kamu lelah dengan pekerjaan itu kamu bisa resign dari kerjaan mu."


ucap pria itu sambil mengelus Surai rambut sang gadis.


" kalau Vanya keluar nanti gimana Vanya ada yang buat makan ? "


ucap gadis itu yang ternyata adalah Vanya.


" sudah aku bilang dari awal, aku bisa menghidupi kamu. aku bisa membiayai dan memenuhi semua kebutuhan kamu, aku bisa membahagiakan kamu lahir dan batin jadi kamu tidak harus kelelahan mencari uang untuk hidup, aku ada untuk kamu. "


ucap pria itu dengan menatap dalam mata Vanya.


" Erick....." belum sempat lagi Vanya melanjutkan kalimatnya, pria yang bernama Erick itu langsung memotong ucapan Vanya.


" kenapa kamu selalu keras kepala Vanya ? " Erick nampak nya sudah mengetahui betul bagaimana sikap keras kepala Sang gadis pujaan hatinya itu.


" aku bukan keras kepala Erick, aku cuman gak mau terlalu merepotkan kamu. aku pengen mandiri aku pengen bisa menghasilkan uang untuk orang tua ku. " ucap Vanya dengan mata yang berkaca-kaca


" untuk orang tua ? hahaha untuk apa kamu cari uang untuk mereka ? kamu gak ingat apa yang mereka lakukan terhadap kamu 3 tahun lalu, untuk apa kamu mengingat mereka."


" dimana Vanya yang dulu, Vanya yang selalu berani menghadapi semua masalah. dimana Vanya yang ku kenal Vanya yang merubah ku jadi seperti sekarang. kamu kenapa belakangan ini kembali memperhatikan mereka? "


ucap Erick dengan nada yang sedikit tinggi, dan hal itu berhasil membuat Vanya sedikit takut. seperti nya ada rahasia kelam yang membuat Erick sangat tidak menyukai orang tua Vanya.


Vanya hanya bisa terdiam mendengar perkataan Erick.

__ADS_1


" huhh, sudahlah ini sudah malam. kamu mau pulang atau nginap di sini ? "


Erick yang takut kehilangan kesabaran langsung mengalihkan topik pembicaraan mereka.


" aku mau nginap aja di sini. " jawab Vanya


Erick mengantar Vanya naik ke atas kamar Vanya untuk segera istirahat.


" mandi dulu habis itu langsung tidur."


ucap Erick kepada Vanya dan mengecup pucuk kepala dan dahi Vanya.


setelah mengantar Vanya ke kamar nya, Erick kini menuju ruang kerjanya. dia merenung di dalam kegelapan, dia mengingat kembali masa-masa dimana orang Vanya memperlakukan Vanya dengan sangat buruk.


* flashback on 3 Tahun yang lalu


" Vanya kenapa kamu belakangan ini kelihatan pucat banget dan sedikit lemas ? "


" enggak kok, aku cuman gak pakai lipbalm aja tadi sama belum sempat sarapan juga tadi."


Erick merasa ada yang janggal dari sikap Vanya belakangan ini.


" ada yang kamu sembunyikan dari aku, ayo jujur aja aku bakalan jaga rahasia dan sebisa mungkin untuk bantu kamu keluar dari masalah itu. "


Erick berusaha meyakinkan Vanya untuk memberitahu permasalahan yang di hadapi Vanya.


" ayah pulang dalam keadaan mabuk kemarin, dia kelahi sama ibu. mereka awalnya cuman adu mulut sampai akhirnya mereka main tangan. ibu yang sudah cape langsung meninggalkan ayah begitu aja. ayah sangat kesal sama ibu tapi justru aku yang di pukul sama ayah, aku di tendang aku di injak bahkan aku hampir di tusuk menggunakan pisau. "


Vanya menceritakan semuanya kepada Erick tentang apa yang terjadi belakangan ini. Vanya sudah tidak dapat menahan air matanya hingga membuat buliran air itu turun membasahi pipi mulus nan putih itu.


" bukan cuman itu, lbahkan ayah hampir melecehkan aku. dia bilang aku sebagai anak perempuan harus memenuhi nafsunya yang tidak ia dapatkan dari ibu. "


mendengar itu rasanya Erick ingin sekali menebas kepala sang pria yang merupakan ayah kandung dari sang pujaan hati. namun dia sadar jika dia melakukan kejahatan itu sang kekasih akan sengat membencinya.


*flashback off


" aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti kamu Vanya. aku akan melindungi mu sebisa ku. "


*******


keesokan paginya


" Erick ayo bangun, sudah hampir terlambat kamu. gimana sih jadi bos, katanya kerja itu harus disiplin ini kok bos nya masih asik tidur-tiduran. nanti kalau karyawan nya terlambat kena SP. "


Vanya mengomel di pagi hari dan itu membuat telinga Erick sangat panas.


" ini masih pagi kenapa kamu sudah berceramah di pagi hari vanya. "


ucap Erick yang nyawanya belum terkumpul


" ish salah lagi, terserah sudah kamu mau gimana. aku mau pulang, mau siap-siap kerja."


Vanya pun bergegas pergi dari rumah apartemen Erick untuk segera menuju tempat dia bekerja.


dengan kemeja berwarna putih dan celana kain berwarna hitam Vanya berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai 10. sesampainya di lantai tersebut dia langsung di sambut oleh rekan kerja nya yang bernama Gladys

__ADS_1


" Vanya, kamu di tunggu pak Simon di ruangannya." ucap gladis


" oke makasih untuk info nya."


setelah mendengar jika pimpinan nya menunggu keberadaan dirinya. Vanya bergegas menuju ruangan pimpinannya tersebut.


tok tok tok


Vanya mengetuk pintu ruangan pimpinannya tersebut


" permisi pak" ucap Vanya


" ya silahkan masuk"


" ada apa pak, bapak mencari saya? "


" silahkan duduk terlebih dahulu. "


dengan segera Vanya langsung mendudukkan dirinya tepat di hadapan sang pimpinan.


" saya ingin bertanya, bagaiman cara tim kamu bekerja. kenapa sampai sekarang kasus penyanderaan ini belum menemukan titik terang. bahkan sampai sekarang tidak dapat di ketahui apakah korban masih hidup atau sudah tiada."


" apa yang kalian kerjakan selama ini, apakah kalian menunggu kasus ini seperti kasus sebelumnya. bagaimana jika korban penyanderaan itu kembali dalam keadaan tidak selamat. "


mendengar ucapan dari sang pimpinan berhasil membuat pikiran Vanya menjadi semakin gusar.


" saya selaku ketua tim, minta maaf atas keterlambatan kami dalam menyelesaikan kasus ini. saya juga minta maaf sebelumnya, tetapi alasan keterlambatan penanganan kasus ini bukan kah dari pihak atasan menyuruh kami untuk menyelesaikan kasus lain. "


" itu sih derita kalian, justru dengan begitu kalian harus bisa membagi waktu dalam menjalankan misi. bukannya cuman duduk diam anteng aja." ucap pria tua itu


rasanya ingin sekali Vanya mencabik-cabik mulut atasannya itu. tapi dia masih ingin bekerja di tempat itu, jadi mau tidak mau suka tidak suka dia harus sabar menghadapi sikap atasannya yang semaunya.


" karena tindakan kalian yang begitu lambat, dengan berat hati kantor pusat meminta untuk tim lain yang menyelesaikan kasus ini. dan untuk perihal kenaikan gaji kalian pun sepertinya akan di pertimbangkan kan kembali ketika melihat kinerja kalian yang merosot seperti ini."


Vanya tak terima dengan keputusan yang di ambil tanpa ada negosiasi terlebih dahulu


" Ya gak bisa gitu dong pak. kasus ini tim saya yang sudah mencari semua barang bukti dan lain sebagainya dan sekarang bapa bilang kasus ini di alihkan untuk tim lain. lalu kenapa ini berdampak pada kenaikan gaji kami pak, bukan kah sudah di bicarakan sebelumnya bahkan kantor pusat pun sudah setuju Dengan kenaikan gaji tim kami "


entah apa yang ada di pikiran pak Simon, dia terlihat seperti tersenyum penuh arti.


" jadi kamu maunya gimana, ini sudah menjadi keputusan kami semua."


" atau mungkin jika kamu masih ingin tim kamu naik gaji saya bisa bantu dengan satu syarat."


pak Simon si tua Bangka itu tersenyum dengan tatapan yang membuat Vanya bergidik ngeri


" syarat ? "


" bagaimana jika kamu tidur dengan saya, tenang akan saya bayar kok. "


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2