
" kaya pernah lihat orang ini. "
ucap Vanya yang langsung membuat seisi ruangan menatap ke arahnya.
" gimana mungkin kamu kenal orang ini, kamu aja baru di sini kok. " ucap Barel dengan wajah sinis khas Barel
" emang dimana kamu lihatnya? " Tanya Clara yang akhirnya membuka suara.
" entahlah, aku juga lupa. tapi aku yakin kalau aku pernah ketemu pria ini. " ucap Vanya
" sudahlah, sekarang kita fokus aja dulu untuk strategi yang akan kita atur. " ucap Jhonatan
dengan sangat serius mereka membicarakan dan merencanakan strategi yang akan mereka pakai untuk memata-matai pria yang wajahnya sudah di tampilkan tadi.
banyak rencana yang mereka usulkan, namun rencana itu sedikit berbahaya mengingat jika sebagian besar penduduk pada gang itu memiliki riwayat kriminalitas.
hingga akhirnya sebuah ide tercetus oleh Barel dan ide itu membuat Vanya sedikit tertekan.
" gimana kalau salah satu dari kita menyamar saja untuk menjual makanan. jadi dengan begitu kita bisa leluasa mengintai pria ini" ucap Barel
" ide yang bagus, tapi bukankah gang itu lumayan sempit ya jadi gak mungkin dong gerobak atau rombong motor bisa masuk. " ucap Clara
" benar juga sih. jadi biasanya di sini tuh ada gak sih yang jualan tapi jualannya itu di tenteng gitu pake tangan. jadikan dia bisa leluasa keluar masuk. " ucap Vanya
mereka semua terdiam, mencoba untuk mencari tau kira-kira penjual apa yang tidak memerlukan gerobak atau rombong motor yang memang wajar pada daerah ini.
" aku tau, gimana kalau jual gado-gado aja yang kaya mbok yang di pikul di kepala. kalau di daerah sekitar situ jualannya wajar aja dan gak ribet juga. " ucap Roger
" benar juga, tapi kira-kira siapa ya yang akan kirim masuk ke dalam gang itu. kalau Sania gak mungkin. yang ada nyangkut dia pas masuk gapura gang itu. " ucap Jhonatan
" jangankan dengan nampan di atas kepala pak, gak bawa nampan aja kayanya sudah nyangkut. " ucap Clara dengan tertawa
" gimana kalau Vanya aja, hitung-hitung peresmian lah. " ucap Barel mengompori
Vanya sedikit terkejut, pasalnya dia sama sekali tidak tau daerah mana yang mereka maksud. lalu dengan entengnya Barel menyuruhnya untuk menyamar menjadi penjual gado-gado
" baiklah kalau gitu. " ucap Jhonatan menyetujui tanpa bertanya kepada Vanya
* Flashback off
" sini lah Acil. aku mau beli. " ucap pria itu lagi
Vanya pun menghampiri pria itu dengan raut wajah yang di buat se-netral mungkin.
__ADS_1
" berapa 1 porsinya cil. " ucap pria itu
" 1 porsinya 7 ribu mas. " ucap Vanya
" hah ? " pria itu berucap dengan sedikit keras hingga membuat Vanya terkejut.
" betulan 7 ribu nih Acil gak rugi jah? " ucap pria itu tak percaya
" iya mas 7 ribu, emang mas nya mau berapa harganya. " tanya Vanya
" ohh ya udah 5 porsinya ya Cil. eh jangan Acil deh masih muda gimana kalau Mbak aja. "
tanpa menjawab ucapan dari pria itu, Vanya langsung membuat pesanan gado-gado milik pria itu dengan ngedumel sepanjang dia mengulek bumbu gado-gado
" kenapa banyak banget sih pesannya. ini aja baru masuk sudah pesan 5 nanti kalau di dalam gimana. " batin Vanya kesal
melihat Vanya yang mengulek dalam diam, pria itu berinisiatif membuka obrolan.
" mbaknya kayanya masih muda ya, cantik lagi kenapa kok kerjanya beginian. mending nikah sama saya aja mbak terjamin loh hidupnya. " ucap pria itu dengan tatapan mata keranjang.
" maaf mas, tapi saya kerja gini buat bantu suami saya yang habis bangkrut. jadinya ya kasihan kalau nunggu suami saya cari kerja kelamaan nanti 3 anak saya makan apa. lagian saya juga butuh uang untuk saya tabung, buat anak saya yang masih ada di perut. " akting Vanya
dari raut wajahnya saja, nampak jika pria itu sedikit terkejut ketika mendengar ucapan Vanya.
" oh jadi mbaknya sudah nikah ya. kok lagi hamil malah jualan sih mbak panas loh. kalau saya jadi suaminya saya sih gak bakalan biarin istri saya cape dan kepanasan apalagi dalam keadaan hamil. " ucap pria itu
tak terasa kini Vanya sudah menyelesaikannya pesanan pria itu.
" oke makasih mbak, sering-sering lewat sini biar nanti lain kali saya borong. " ucap pria itu
" iya mas, makasih banyak ya. " ucap Vanya
" setelah ini mbaknya mau kemana ? "
" saya mau coba-coba masuk ke dalam mas siapa tau banyak yang beli. "
pria itu nampak melihat Vanya cukup lama dan hingga akhirnya dia berbicara dengan sedikit berbisik.
" saran saya jangan mbak, soalnya di dalam sana banyak pria jahat mbak ya sebenarnya termasuk saya juga tapi ya gak mungkin kalau saya jahatin ibu hamil kan. jadi lebih baik jangan deh mbak, apalagi itu yang rumahnya di pojok sana yang cat rumahnya warna ungu beh jangan itu mbak. " ucap pria itu memperingati Vanya
" rumah itulah tujuan saya sebenarnya. "batin Vanya
" emangnya kenapa ya mas ? " ucap Vanya pura-pura tidak mengetahui
__ADS_1
" gak papa mbak pokoknya jangan aja. kalau di hari ini sama hari Rabu bosnya ada di sini kalau hari lain gak ada soalnya dia sembunyi dari kejaran orang. " ucap pria itu
" ohh kalau gitu saya pamit dulu ya mas, nanti kalau sudah dekat rumahnya saya jalannya agak cepat aja. "
" iya mbak hati-hati ya. "
Vanya tersenyum kemenangan ketika mendapat sedikit informasi dari pria yang baru saja membeli dagangannya itu.
dengan cepat Vanya berjalan semakin dalam ke arah gang itu. semakin dalam Vanya memasuki gang itu dia semakin tau jika benar gang itu sebagian besar di isi oleh orang dengan tindakan kriminalitas.
Vanya sedikit risih dengan beberapa adegan yang dia lihat. ada yang berjudi dengan botol minuman keras yang tersusun rapi di atas meja, ada yang sedang berzinah bukan hanya satu orang tetapi 2 sampai 3 orang.
" ya Tuhan, yang benar aja ini masih siang kok sudah buat maksiat. " batin Vanya yang melihat kejadian itu
bahkan yang membuat Vanya lebih kaget lagi adalah, dia melihat seorang wanita tengah melakukan hubungan badan dengan beberapa pria.
tangan wanita itu di ikat, matanya di tutup oleh celana da*am dan juga wanita itu nampak menangis dan merintih kesakitan.
" ya Tuhan, malang sekali nasib wanita itu. "
batin Vanya
melihat kejadian itu tanpa sadar Vanya meneteskan air matanya. Vanya tak tega apalagi wanita itu nampaknya masih terlihat di bawah umur.
namun terlepas dari itu semua, Vanya harus tetap menjalankan tugas dan kewajibannya untuk mencari informasi dan mengawasi pergerakan pria yang mereka cari.
Vanya semakin masuk ke dalam, hingga akhirnya sekitar jarak kurang dari 5 meter Vanya melihat sebuah bangunan dengan 3 tingkat yang di tutupi oleh cat berwarna ungu.
" Acil sini dulu, aku mau beli. " ucap seorang pria yang tengah duduk di kursi pada rumah itu.
" binggo. "
*
*
*
apa selanjutnya rencana Vanya
jangan bosan ya guys
maaf kalau alurnya kurang jelas
__ADS_1
komen aja yaa
dan jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺