Your My HOME

Your My HOME
BAB 25 : telfon misterius


__ADS_3

" Kerja apa kamu pulang nya malam gini. jangan-jangan kamu perempuan gak bener ya habis layani tamu yang banyak makanya sampe kelihatan cape gitu. ih amit-amit deh dekat sama tetangga kaya gini. "


sambung salah satu ibu-ibu itu


Vanya hanya terdiam ketika ketiga ibu-ibu itu merendahkan dirinya


“ ih ayo jeng kita pergi dari sini jangan terlalu lama dekat-dekat sama perempuan ini nanti kita kena balanya. “ ucap ibu-ibu itu


Vanya melihat kepergian ketiga ibu-ibu itu dengan rasa kesal dalam dirinya, ingin sekali dia merobek ketiga mulut ibu-ibu itu, hanya saja tau jika dia adalah orang baru di tempat ini dia tidak mau berbuat hal yang tidak-tidak.


“ sinting kali ya itu ibu-ibu, mereka bilang aku perempuan nakal karena pulang malam. Terus mereka juga pulang malam berarti mereka juga perempuan nakal dong. “ omel Vanya sembari berjalan memasuki pekarangan rumahnya.


Saat dia ingin membuka pintu rumahnya dia sedikit terkejut sebab pintu rumahnya dalam keadaan tidak terkunci.


“ astaga Erick manusia satu ini bikin emosi saja, bisa-bisanya dia pergi gak mengunci pintu." omel Vanya


Setelah mengomel panjang lebar Vanya akhirnya masuk ke dalam rumahnya dan melepas sepatu yang ia kenakan.


“ kalau aku kunci pintunya kamu mau masuk ke rumah lewat mana. “ ucap Erick yang sedang bersandar di dinding rumah.


Vanya yang baru menyadari kehadiran Erick di situ sangat terkejut dan refleks dia melemparkan sepatunya ke arah Erick.


Bughh.......


Sepatu itu mengenai kening Erick dan membuat empunya meringis sebab bedu yang ada pada sepatu Vanya masuk ke dalam matanya.


“ astaga Erick maaf, kenapa matanya kemasukan debu ya sini aku tiup. “ ucap Vanya yang merasa bersalah.


Vanya kemudian berjinjit untuk mencapai tinggi yang sama dengan mata Erick agar dia bisa meniupnya. Namun saat ia berjinjit dengan kedua tangannya memegang pundak Erick, dengan secepat kilat Erick membalikan badannya dan membuat Vanya terjepit antara Erick dan juga tembok.


Dengan sigap Erick langsung mengunci pergerakan Vanya yang berusaha memberontak.


Keduanya kini menatap satu sama lain, Vanya dapat merasakan deru nafas Erick yang berhembus di pucuk kepalanya. Erick sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat wajah dari sang kekasih.


Vanya rasa hari ini dia sudah membuat suatu masalah, sebab Vanya dapat melihat dari raut wajah Erick jika kini pria itu tengah menatapnya datar dengan tatapan yang begitu dalam.


“ Erick kenapa ? “ ucap Vanya yang berusaha menetralkan suasana


“ kamu masih tanya kenapa. Bukankah sudah aku bilang jangan pernah dekat dengan pria manapun selain aku. Lalu kenapa kamu harus pulang dengan pria tadi? Jangan salahkan aku jika besok kamu melihat dia berjalan dengan kaki yang pincang dan tangan yang di perban. “ ucap Erick


Vanya menarik nafas dalam dan berusaha untuk menjelaskan kepada erick semua yang sudah terjadi padanya hari ini.


“ Erick dia itu atasan ku dan dia hanya mengantar ku pulang, aku kan baru di sini aku gak tau jalan erick. “ ucap Vanya berusaha menjelaskan.


“ kan ada aku, kenapa harus minta tolong bantuan pria lain. “ ucap Erick dengan sedikit mencengkram lengan Vanya


Mendapat perlakuan kasar dari erick, Vanya berusaha menahan rasa sakitnya dan juga air matanya. Vanya memang dikenal dengan wanita tangguh, tatapi dia tidak bisa menahan air matanya jika Erick yang memarahinya dan memukulnya.

__ADS_1


“ aku kira kan kamu sudah balik ke Bandung, jadi gak mungkin kalau aku minta bantuan kamu. “ ucap Vanya yang dengan sekuat tenaga menahan air matanya.


“ kamu bisa hubungi aku, akan ku pesankan ojek online dan itu jika aku sudah balik ke Bandung. Kamu kan bisa hubungi aku dulu untuk memastikan apa aku sudah balik atau belum. “ ucap erick dengan penuh penekanan.


Vanya sudah tidak dapat menjawab pertanyaan dari Erick, kini hanya air mata yang mengalir dari mata indah Vanya dan juga sebuah kata


“ maaf, Vanya janji gak akan ulangi lagi. “ ucap Vanya dengan air mata yang masih mengalir deras


“ ingat baik-baik Vanya, jangan pernah dekat dengan pria mana pun kecuali diriku. “ ucap Erick yang langsung memeluk tubuh Vanya


“ iya maaf. “ ucap Vanya sesenggukan


“ gak usah minta maaf terus, aku cuman gak mau kamu pergi dariku. Aku hanya punya kamu van. “ ucap Erick


Setelah mengucapkan kalimat itu Erick kembali memeluk tubuh Vanya dengan sangat erat layaknya bayi yang tidak ingin di tinggal oleh ibunya.


“ tadi kamu diluar kenapa ? kok lama banget ngomong sama ibu-ibu tadi ? “ ucap Erick tiba-tiba


Vanya terdiam sejenak ketika Erick melontarkan pertanyaan itu kepadanya


“ kalau aku kasih tau erick yang sebenarnya, pasti dia bakalan marah dan datangi ibu-ibu itu. “ ucap Vanya dalam hati


“ mereka cuman bertanya-tanya aja, dari mana terus pindah dari kota mana sama kerja apa. “ ucap Vanya berbohong


Mendengar penuturan dari Vanya seperti biasanya Erick hanya menganggukkan kepalanya menandakan jika dirinya mengerti dengan ucapan sang kekasih.


“ okee. “


Vanya beranjak dari tempatnya dan menuju kamarnya untuk segera membersihkan badannya yang sudah terasa lengket.


Setelah membersihkan badannya yang terasa lengket Vanya bergegas menuju ke dapur untuk mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta untuk segera di beri asupan.


" kok banyak banget kamu belinya, gak habis ini kalo pun kita makan berdua. " ucap Vanya memperhatikan makanan


" makan yang banyak biar kamu agak gemuk sedikit, nanti ketika nikah biar ada rasanya. " ucap Erick mesum


" apaan sih aneh banget, masih lama.ya kita nikah. " Vanya yang tersipu malu memalingkan wajahnya


" kata siapa masih lama, aku hanya memberi mu kebebasan 6 tahun dan ini sudah berjalan 3 tahun. jadi 3 tahun ke depan kita akan menikah. " jawab Erick dengan tersenyum manis


" ya sebelum 3 tahun itu datang aku bakalan pergi jauh dari kamu, aku lari sama cowo lain terus nikah sama cowo itu. "


niat hati Vanya hanya ingin bercanda tetapi jawaban yang di berikan oleh Erick berhasil membuat dirinya bergidik ngeri.


" ah benarkah, kalau begitu jauh sebelum hari itu tiba akan ku bikin pria yang membawa mu pergi jauh itu kehilangan kedua kakinya dan juga aku akan menjadikan mu milikku seutuhnya. " Ucap Erick dengan Senyumannya yang membunuh


Vanya sedikit takut dengan apa yang di ucapkan oleh Erick, pasalnya Erick kini telah berubah menjadi pria yang selalu membuktikan ucapannya, sekalipun itu jika dia harus menyakiti seseorang.

__ADS_1


*********


hari sudah berganti, malam pun sudah bertukar menjadi pagi. kini Vanya tengah bersiap-siap untuk menuju kantor tempat ia bekerja dan akan diantarkan oleh sang kekasih.


saat ingin berangkat tiba-tiba saja handphone Vanya berbunyi dan menampilkan nomor tak di kenal.


saat itu juga dia menatap Erick yang duduk di sampingnya.


" angkat aja dulu siapa tau itu atasan kamu." ucap Erick


dan benar saja Vanya mengangkat panggilan suara dari nomor yang tidak dia kenal.


" hallo, selamat pagi ada yang bisa saya bantu. " ucap Vanya sopan


tidak ada jawaban dari panggilan tersebut hanya terdengar suara derasnya aliran air.


" maaf ini siapa ya dan ada keperluan apa. " Vanya kembali bersuara


bukannya menjawab ucapan Vanya orang yang menelfon Vanya justru tertawa dan suaranya pun sepertinya menggunakan alat bantu untuk menyamar kan suaranya.


" jika tidak ada keperluan saya akan mematikan panggilan telfon ini. " tegas Vanya


" jangan dulu dong, saya hanya ingin memberi tau kamu suatu rahasia yang sangat penting. apakah kamu ingin tau ?? " ucap seseorang di panggilan itu


" jika hanya untuk main-main saya tidak ada waktu. selamat pagi. " Vanya memutuskan panggilan telpon itu dengan perasaan kesal.


tak lama dari panggilan suara yang pertama, orang itu kembali menelfon Vanya.


satu kali, dua kali, hingga ketiga kali Vanya tidak mengangkat panggilan itu.


hingga kemudian seseorang itu melakukan panggilan lagi dan Erick yang jenuh mendengarnya memilih untuk mengangkat


" sini biar aku aja yang angkat. " ucap Erick


" akhirnya di angkat juga, dengarkan ini baik-baik. aku akan kembali melakukan aksi ku jadi bersiaplah untuk melakukan tugas baru di tempat kerja mu yang baru. "


ucap pria itu dan langsung mematikan telfonnya.


*


*


*


oke guys sampai sini dulu ya


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺

__ADS_1


__ADS_2