Your My HOME

Your My HOME
BAB 26 : bertemu Richard


__ADS_3

" akhirnya di angkat juga, dengarkan ini baik-baik. aku akan kembali melakukan aksi ku jadi bersiaplah untuk melakukan tugas baru di tempat kerja mu yang baru. "


ucap pria itu dan langsung mematikan telfonnya.


Refleks sepasang kekasih itu saling menatap satu sama lain sepersekian detik.


“ gak usah di hiraukan, mungkin itu hanya orang iseng saja yang sedang menjahili kamu. “ Ucap Erick menenangkan Vanya


Vanya mengangguk dan dia mengambil Handphonenya,dia melihat nomor yang tertera pada layar ponselnya. Dia memiliki ide, dengan sigap dia mendownload aplikasi yang bisa melihat nama kontak.


Ketika dia membukanya, tidak ada satupun tagar nama yang tertera pada profilnya bahkan username dari profil nomor itu saja


'kepo ya.'


“ sialan, sepertinya betul apa yang dikatakan oleh Erick. jika dia hanya ingin mempermainkan ku. “ batin Vanya


Tak terasa kini Vanya sudah sampai pada tempat tujuannya. Meskipun memang Erick tidak mengantar Vanya langsung ke kantor, Tetapi dia menunggu Vanya hingga mobil jemputan Vanya sampai untuk menjemputnya.


Pada kantor yang baru ini memang memiliki sistem yang lebih ketat ketimbang di kantor sebelumnya. Pasalnya untuk mengantar saja tidak boleh langsung ke kantor melainkan berhenti di halte umum dan dari situlah akan di jemput oleh pihak kantor.


Tak selang lama, mobil jemputan dari kantor Vanya akhirnya sampai juga dan Vanya berpamitan dengan Erick dan segera memasuki mobil.


******


sekarang Vanya sudah berada di dalam gedung tempat ia bekerja.


dia berjalan cukup jauh dari pintu masuk hingga ruang kerja miliknya.


sesampainya di ruang kerja, Vanya tidak melihat siapapun. ruang kerja itu kosong tak ada satupun orang.


" kemana perginya semua orang. " ucap Vanya bingung


" belum pada datang, kamu yang terlalu rajin." ucap Jhonatan


lagi dan lagi, Vanya harus menahan rasa kesal ketika Jhonatan yang datang-datang langsung menyambung ucapannya.


" selamat pagi pak ketua. " ucap Vanya yang berusaha untuk sopan.


" sudah saya katakan bukan, tidak usah terlalu formal dengan saya. saya tidak gila akan hormat. " ucap Jhonatan pergi meninggalkan Vanya


" manusia aneh. "


Vanya berlalu pergi dan masuk kedalam ruangannya dan duduk di mejanya dan mengeluarkan handphone miliknya.


tak lama dari itu, satu persatu rekan kerjanya berdatangan. Vanya memperhatikan sekeliling, dia tidak menemukan barel yang padahal nya semua telah berkumpul di ruangan itu.


" Sania, aku boleh bertanya lagi ? " Bisik Vanya


" iya kak kenapa ? " ucap Sania


" Barel kemana ya, kok jam segini dia belum datang. " bisik Vanya

__ADS_1


" ohhh, bang Barel emang gitu. dia mencari udara segar dulu di luar baru dia masuk kedalam kantor. " ucap Sania menjelaskan


Vanya menganggukkan kepalanya.


" ternyata orang-orang disini bukan hanya aneh tetapi unik juga. " ucap Vanya dalam hati


selama tiga jam lamanya mereka tidak melakukan apapun, hingga pada pukul 10 pagi Jhonatan beranjak dari duduknya dan berjalan keluar yang di ikuti dengan Barel di belakangnya.


Vanya memperhatikan kedua pria itu dengan alis yang mengkerut.


" itu tuh biasanya mereka mau jemput anggota baru. kaya kakak kemarin mereka berdua akan menunggu agen yang baru itu di tempat mereka bertemu dengan kakak kemarin. " Ucap Sania yang padahal nya Vanya tidak ada bertanya kepadanya.


" Emang harus begini ya ? " Tanya Vanya


" enggak juga sih kak, sebenarnya pak Jo aja yang begini. gak tau sih alasannya supaya apa. "


lagi dan lagi Vanya hanya menganggukkan kepalanya.


1 jam berlalu, tetapi Jhonatan dan Barel tidak kunjung kembali. muncul rasa penasaran dalam hati Vanya, siapa yang kira-kira mereka jemput.


sekitar 30 menit setelahnya, yang di tunggu-tunggu akhirnya kembali juga. Jhonatan dan Barel dengan membawa seorang pria dengan setelan Hoodie hitam dan sepatu pantofel.


Vanya tidak dapat melihat wajah pria itu sebab pria itu sejak awal masuk hanya menundukkan kepalanya saja. Vanya berusaha untuk melihat wajah pria itu tapi sayangnya tidak bisa juga melihat wajah pria itu.


" oke baiklah, seperti yang sudah saya katakan kemarin jika kita akan bertambah dua orang dalam tim kita. yang pertama sudah datang Yaitu Vanya dan yang kedua adalah dia. " ucap Jhonatan


" dia berasal dari daerah yang sama dengan Vanya. untuk lebih jelasnya saya akan mempersilahkan dia untuk memperkenalkan dirinya. " ucap Jhonatan


saat pria itu mengangkat kan kepalanya, betapa terkejutnya Vanya ketika dia melihat wajah dari pria itu.


ingin sekali rasanya dia berteriak dan memeluk pria itu, namun saat ini di dalam ruangan itu juga di hadiri oleh pimpinan kantor Cabang kota ini, jadi sebisa mungkin dia menjaga sikapnya.


" baiklah semuanya saya minta waktunya sebentar, perkenalkan nama saya Richard Marx. saya seorang agen dari cabang di kota Bandung sebelumnya sama dengan Vanya. untuk itu saya mohon bimbingan dari teman-teman semua karena saya baru pertama kalinya menginjakan kaki di pulau ini. " ucap pria itu yang ternyata adalah Richard.


Ada perasaan senang dan juga sedih di hati Vanya ketika ia melihat Richard bergabung dengannya di kota ini.


sama seperti memperkenalkan Vanya kemarin, Jhonatan juga memperkenalkan satu per satu anggota tim mereka kepada Richard.


setelah di perkenalkan satu per satu, akhirnya kepala pimpinan cabang kota ini membuka suara.


" untuk mempersingkat waktu saya hanya ingin berbicara sedikit. jadi gini semuanya, tim kalian saya tugaskan untuk memata-matai salah satu gang kecil yang ada di kecamatan sebrang. catat semua kegiatan yang mereka lakukan selama 1 hari itu. nanti untuk data mereka semua akan di kirim oleh Roger. " ucap pimpinan itu


" kalian mengerti. "


" siap pak mengerti. " mereka menjawab dengan serempak


saat pimpinan kantor cabang itu pergi meninggalkan ruangan, Vanya langsung berteriak sambil melompat dan berlari ke arah Richard dan memeluknya dengan amat sangat erat.


" Richard kangen banget tau, kamu susah banget di hubungi. " ucap Vanya yang tanpa sadar cairan bening mengalir dari matanya


" ini nih kebiasaan gak pernah di ubah sudah besar juga masih nangis. cengeng. " ucap Richard

__ADS_1


" biarkan aja. " ucap Vanya yang kembali memeluk Richard


semua yang ada di ruangan itu hanya bisa menyaksikan kedekatan antar Richard dan juga Vanya.


" ehem, di larang pelukan di sini. kalau mau pacaran keluar aja sana jangan di kantor ini."


ucap Jhonatan tiba-tiba


Setelah mendapat teguran dari Jhonatan kedua manusia itu melepaskan pelukannya.


“ sudah kalau mau kengen-kangenan nanti aja, sekarang kita harus siap-siap untuk menjalankan rencananya besok. Hari ini kita akan bicarakan apa saja yang harus kita lakukan. “ timpal Barel


********


Tibalah hari dimana mereka mulai menjalankan misi pertama dengan dua anggota baru yaitu Vanya sebagai profiler dan juga Richard sebagai agen dengan kemampuan bela diri yang cukup baik.


Seorang wanita penjual gado-gado memasuki gang kecil dengan penduduk yang cukup padat, saat wanita penjual gado-gado itu masuk beberapa meter ke dalam tiba-tiba saja dia mendapatkan pembeli pertama.


“ acil sini cil. “ ucap seorang pria dengan perawakan yang sedikit kurus, berkulit sedikit gelap dengan rambut yang di pirang biru.


Penjual gado-gado itu sempat kebingungan menatap kearah pria yang memanggilnya.


“ oy acil, uhma sini pang orang mau beli. “ ucap pria itu lagi dengan logat daerah tersebut.


“ saya mas ? “ ucap wanita itu yang pasti sudah kita ketahui jika dia adalah Vanya yang tengah menyamar menjadi penjual gado-gado.


• Flashback saat rapat


semua anggota tim Jhonatan sudah berkumpul di ruang rapat pribadi tim mereka.


dengan jumlah anggota yang tergolong kecil, membuat ruang rapat dengan ukuran 3x5 meter itu cukup untuk di isi 7 orang.


" baiklah teman-teman, sekarang kita akan mulai rapatnya. sebelum itu saya akan menjelaskan mengapa kita harus memata-matai gang kecil itu. "


" pertama, gang itu memang di kenal dengan orang-orang nya yang suka berbuat kejahatan. baik kasus penganiayaan, pelecehan, hingga pembunuhan dan lainnya, tapi bukan ini tujuan utama kita. "


" pimpinan meminta kita bukan untuk memata-matai semua isi gang itu. kita di tugaskan untuk memata-matai pria ini. "


ucap Jhonatan menjelaskan dan menampilkan sebuah foto pria yang familiar dengan Indra pengelihatan Vanya.


" kaya pernah lihat orang ini. "


*


*


*


hayoo kira-kira siapa Yoo pria itu


oke guys sampai sini dulu

__ADS_1


jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺


__ADS_2