
" tadi ada ibu-ibu sama mas-mas yang berbicara sama aku, tapi aku gak paham mereka ngomong apa. "
Erick hanya terkekeh pelan mendapati sang kekasih yang tidak paham dengan bahasa pada daerah yang saat ini dia datangi untuk bertugas.
" ish kok malah senyum sih aku lagi bingung tau. " kesal Vanya saat melihat Erick yang hanya tersenyum
" emangnya tadi mereka ngomong apa ? " tanya Erick
" kalo ibunya tadi aku kurang dengar soalnya ngomongnya cepat banget, tapi kalo mas-mas tadi dia bilang itu bur bur apa gitu tadi. " ucap Vanya sambil mengingat kembali apa yang pria aneh itu ucapkan tadi.
" bur apa ? " ucap Erick menaikan alis sebelah kanannya.
" bur....... ohh ingat burit burit gitu, katanya ganal gitu. " ucap Vanya polos
Erick yang tadinya tersenyum melihat sang kekasih kebingungan, kini raut wajah Erick berubah menjadi raut wajah yang marah bahkan wajah Erick yang putih bersih itu kini sedikit memerah.
" Erick emang dia ngomong apa ? " ucap Vanya yang sudah tau jika sang kekasih kini sedang dalam keadaan marah.
" ke arah mana pria itu pergi ? " ucap Erick
" aku gak lihat kemana dia pergi. emangnya kenapa Erick ? "
Erick tidak menjawab pertanyaan dari Vanya, dia justru mengambil benda persegi panjang dan gepeng dari dalam kantornya dan segera menghubungi salah satu kontak yang ada di handphone miliknya.
" cek cctv supermarket ******* ! lihat pada pukul 17.30 siapa saja pria yang berbicara dengan Vanya di daerah rak kebutuhan pokok dapur. saya tunggu 5 menit dari sekarang. " ucap Erick tegas
" Erick emang dia ngomong apa sih sampai-sampai kamu kayanya marah banget."
ucap Vanya yang merasa heran
" cepat selesaikan belanjanya setelah itu kita akan pergi dari tempat ini. " ucap Erick menarik tangan Vanya
mereka kembali berbelanja namun dalam keadaan saling diam. Vanya hanya terdiam seribu bahasa, dia sudah di buat bingung dengan logat dan bahasa pada daerah yang baru saja di datangi kini dia juga di buat bingung dengan sikap sang pujaan hati yang tiba-tiba saja terlihat marah.
selang lima menit kemudian notifikasi WhatsApp Erick berbunyi dan benar saja itu adalah informasi mengenai pria aneh yang berbicara dengan Vanya pada supermarket.
" hanya ada satu pria yang berbicara dengan ibu bos di supermarket, dan saya sudah mendapatkan semua informasi pribadi miliknya. "
kira-kira seperti itulah pesan yang masuk pada WhatsApp milik Erick yang disertai dengan sebuah file pdf tentang informasi pribadi pria aneh tersebut.
Erick membuka file tersebut dan menampakan sebuah foto pria dan juga data pribadi pria itu.
" apakah pria ini yang tadi berbicara dengan mu ? " tanya Erick sembari menunjukkan foto pria itu.
" iya ini pria aneh. " ucap Vanya
Erick tersenyum penuh arti ketika membaca seluruh informasi pribadi milik pria itu.
" Erick jangan macam-macam deh, ini daerah orang. " ucap Vanya
" kata siapa ini daerah orang, kamu lupa aku lahir di kota ini."
ucap Erick
__ADS_1
ya memang benar, Erick lahir lada kota Samarinda. dari lahir hingga berusia 12 tahun ia tumbuh di kota Samarinda, hingga pada saat usianya menginjak usia 13 tahun dia pindah ikut dengan kedua orang tuanya ke kota Bogor.
di kota Bogor pun, Erick hanya bertahan sekitar 3 tahun saja, hingga saat usia Erick menginjak usia 16 Tahun dia memilih untuk tinggal bersama dengan Oma dan opanya di kota Bandung.
********
sepasang kekasih itu kini sudah selesai berbelanja kebutuhan rumah, dan saat ini mereka tengah antri untuk membayar belanjaan mereka.
Vanya mengeluarkan satu per satu barang belanjaannya untuk di cek harganya.
selang beberapa menit kemudian mereka telah berada di dalam mobil dan kembali menuju rumah.
dalam perjalanan pulang mereka hanya terdiam tidak ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulut keduanya.
Vanya tau jika saat ini sang kekasih tengah dikuasi oleh amarah. hanya saja dia tidak tau apa yang membuat sang kekasih itu sampai di kuasai oleh amarah.
mereka telah sampai di sebuah rumah yang akan di tempati oleh Vanya selama beberapa waktu ke depan. mereka memasukan barang belanjaannya dan menyusun agar terlihat lebih rapi.
**********
keesokan paginya
pukul 04.00 dini hari, Vanya sudah terbangun dari tidurnya. kebiasaan Vanya di pagi hari adalah meminum air hangat untuk menyegarkan tenggorokan nya.
setelah dia meminum segelas air hangat, Vanya bergegas untuk mandi dan memasak sarapan untuknya dan juga Erick yang akan kembali ke kota Bandung.
setelah mandi Vanya membangunkan Erick di kamarnya yang masih tertidur.
" Erick bangun, jam berapa kamu berangkat nanti kamu terlambat. " ucap Vanya membangunkan Erick seraya mengelus halus wajah Erick
itulah yang selalu di lakukan Erick jika ia di bangunkan oleh sang kekasih.
" itu ada sarapan di meja jangan lupa dimakan. aku sebentar lagi berangkat ke kantor. " ucap Vanya sembari menyiapkan baju Erick
" emangnya kamu tau jalan ? " tanya Erick yang masih dalam keadaan setengah sadar
" nggak, tapi nanti mereka akan menjemputku kemari. "
" wanita atau pria ? " ucap Erick menyelidiki
" aku juga tidak tau Erick. sudah ya aku mau siap-siap dulu. "
Vanya pergi meninggalkan kamar Erick dan masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.
Vanya menggunakan kemeja putih yang di padukan dengan rok di bawah lutut berwarna coklat muda.
selang beberapa waktu kemudian, terdengar suara klakson mobil dari arah luar rumah Vanya. ternyata itu adalah utusan kantor yang menjemput Vanya.
Vanya berlari dengan sepatu heels dengan panjang 3 cm.
selama perjalanan hati Vanya berdegup kencang, banyak pikiran negatif yang berlalu-lalang di dalam pikirannya.
entah apa yang membuat gadis dengan paras nona manis dari bagian timur ini begitu cemas.
__ADS_1
tanpa Vanya sadari dia sudah sampai pada tempat tujuannya dan saat itu juga mobil berhenti.
" loh kok berhenti mobilnya. "
" kita sudah sampai Bu. " ucap supir itu
" oh baiklah terima kasih banyak mas. "
Vanya luar dari mobil dan melihat ke arah sekitar bangunan tempat ia akan bekerja.
" wow lumayan juga, bangunannya kurang lebih sama yang ada di Bogor. " ucap Vanya
saat sedang asik memperhatikan bangunan sekitar, perhatian Vanya teralihkan dengan sekumpulan pria dengan setelah jas berwarna hitam datang menghampiri dirinya
" dengan ibu Vanya ? " ucap salah satu pria itu
" iya saya sendiri ada apa. "
" mari ikut saya, kehadiran ibu sidah di tunggu. dan saya di tugaskan untuk menjemput ibu. "
setelahnya Vanya pun berjalan mengikuti pria itu, Vanya melihat ke arah sekitar yang rupanya sangat jauh berbeda dengan kantornya yang berada di kota Bogor.
semua orang pada kantor ini sibuk dengan tugas mereka masing-masing dan tidak ada yang sedang membicarakan keburukan orang lain.
kini langkah kaki Vanya terhenti pada sebuah ruangan dengan penjagaan yang begitu ketat. ada sekitar 4 pria dengan postur tubuh yang sangat gagah berdiri pada pintu masuk.
Vanya sedikit enggan ketika melewati ke 4 pria itu yang sangat serius dengan tugas mereka yaitu menjaga pintu. namun apa boleh di buat dia harus terus mengikuti langkah kaki pria yang sudah membawanya masuk sejauh ini.
saat pintu itu terbuka hanya menampakan ruangan dengan berbagai macam penghargaan yang mereka capai.
Vanya tau pasti ada pintu rahasia yang akan membawa mereka ke suatu tempat yang sangat tersembunyi dan aman.
benar saja pria itu sedikit menggeser lemari yang berada di ruangan itu dan menampilkan sebuah finger print dan ia menggunakan ibu jarinya untuk membuka pintu itu.
pria itu kembali membawa Vanya semakin masuk ke dalam ruangan itu.
tok tok tok
pria yang membawa Vanya itu mengetuk salah satu pintu dengan kayu jati yang berukiran bunga mawar.
" silahkan masuk !!! "
terdengar suara bariton seorang pria yang sepertinya telah menginjak usia 35 tahunan.
Vanya mengetuk pintu itu dan mengucapkan salam. baru saja separuh badannya masuk pada ruangan itu dia sudah di sambut dengan perkataan seorang pria paruh baya yang membuatnya sedikit terkejut dan juga kesal.
" Stevanya Angelin, seorang profiler yang cukup handal di negeri ini dan sekarang dia di mutasi ke kota kecil dan menjadi bawahan. wooww!! "
*
*
*
__ADS_1
oke guys sampai sini dulu
jangan lupa like vote and subscribe 💋🌺