Yurification System

Yurification System
Chapter 22 - Lily-sama


__ADS_3

Perkenalkan, nama ku adalah Sakura Mio.


Seorang pelayan pribadi yang melayani kebutuhan harian Master tercinta ku, Lily Schwartz De Rommel. Orang-orang sering menyebut Lily-sama sebagai “Si Hitam Keluarga Rommel”. Sebutan kasar untuk mengucilkan anak kecil yang tidak bersalah dan menginjak harga diri Marquess Rommel.


Sepertinya, sebutan kasar ini akan menghilang setelah mereka mengetahui kekuatan tersembunyi yang di miliki oleh Lily-sama.


Siapa pun itu, berhadapan dengan seorang ahli pedang yang menguasai teknik gerakan Sakura Bloom. Mereka pasti akan kesulitan untuk pergi hidup-hidup. Teknik gerakan Sakura Bloom adalah seni pedang rahasia yang dikembangkan oleh garis keturunan keluarga ku. Mama ku merupakan salah satu Master dari sekian banyak Master Sakura Bloom yang pergi berpetualang.


Teknik gerakan Sakura Bloom mengutamakan gerakan elegan dan serangan yang halus namun mematikan. Pertandingan antara Lily-sama dan Mama ku terbilang cukup gila untuk di lihat. Walau pun aku berlatih secara diam-diam, tampaknya aku masih belum cukup untuk menguasai satu gerakan Sakura Bloom dengan benar.


Apa aku tidak memiliki bakat untuk menggunakan teknik Sakura Bloom?


Tidak! Tidaaaaak!!


Jika seperti ini terus, Lily-sama akan menganggap diri ku sebagai Maid tak berguna.


Aku ingin menjadi pelayan pribadi yang mampu melindungi Master ku, bukan sebaliknya!


“Miiiooo~”


Aku mendengar Lily-sama memanggil nama ku dalam tidurnya. Saat ini, aku bisa mendengar kicauan burung yang menyambut pagi dan peralatan dapur tetangga kami yang mulai bersuara mempersiapkan sarapan pagi.


Aku mengajukan cuti selama tiga hari, tapi itu terasa sangat lama ketika berpisah dari Lily-sama. Sepertinya, aku sudah tidak bisa pergi menjauh dari Lily-sama.


Bagaimana ini? Hari libur ku tersisa satu hari lagi dan aku masih ingin berada di samping Lily-sama sebagai barang miliknya.


Apa yang harus ku lakukan untuk mengisi waktu luang ini?


“Mio ... lembut ... sekali ... lagi.”


Sepertinya, Lily-sama sedang bermimpi tentang ku.


“Ehehe.. Lily-sama sangat imut juga jika seperti ini. Siapa sih yang memberikan julukan aneh itu kepada Lily-sama?”


Melihat Lily-sama yang tertidur pulas membuat ku ingin menjahilinya. Pipi imut yang terlihat kenyal itu sangat menggoda bagi ku.


Perasaan apa ini, aku seperti ingin mencium dan memainkan pipinya.


Em.. itu bukan kejahatan kan?


Tidak ada salahnya menjahili gadis berumur lima tahun kan?


Apa Lily-sama akan memarahi ku setelah mengetahui kejahilan ku?


K-Kita lihat saja nanti, yang terpenting!


“Itadakimasuuu~” perlahan namun pasti. Aku mulai mencium pipi mungil Lily-sama.


*Squuesh!


Eh?


APA INI?


KENAPA PIPI INI TERASA KENYAL?!


KELEMBUTAN INI!


LILY-SAMAAAA!!


Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi..


Sepertinya, aku sedikit berlebihan dengan menggigit pipi mungil lily-sama.

__ADS_1


Sebuah jejak kecil berwarna merah tercipta ketika aku tidak sengaja menggigit pipi mungil Lily-sama.


Ekhem! Ini bukan salah ku loh! Tapi salah pipi Lily-sama yang terlalu lembut untuk di nikmati.


“Haaaau~” Lily-sama kembali mengigau.


Ah! aku telah berlebihan rupanya. Jika aku melanjutkannya, Lily-sama pasti akan marah dengan kejahilan kecil ku ini.


Untuk saat ini, aku harus menahan kejahilan kecil ku ini.


Tapi, tidak ada salahnya untuk menikmatinya sedikit lagi kan?


“Mmpphh~ Maamaaa~”


Sebelum aku melanjutkan kejahilan kecil ku lagi, ekspresi wajah Lily-sama tiba-tiba berubah menjadi sedih dan ketakutan.


“Maamaa~ di mana?”


“Maamaa~”


Aku bisa melihat air mata Lily-sama yang perlahan keluar. Aku segera mengelus pipi Lily-sama dan mencoba menenangkannya.


Ah! benar juga. Jika di bandingkan dengan ku, Lily-sama mengalami penderitaan yang keras sejak kecil. Selain di tinggal pergi oleh sosok Ibunya, Lily-sama juga mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya.


Pesta terakhir yang mengundang Lily-sama pun menjadi isu politik mengerikan setelah Pangeran Pertama melempar gelas kaca yang berisi anggur merah ke kepala Lily-sama.


Aku tidak menyadari ini sebelumnya.


Bukan kah mereka sampah yang harus di buang?


Tingkah laku mereka bahkan lebih rendah daripada sampah.


Apa ini?


Aku tiba-tiba merasa ingin melatih diri ku supaya lebih kuat demi melindungi kehormatan Lily-sama.


Target utama ku yang pertama adalah Pangeran Pertama.


Hanya karena Pangeran Pertama memiliki gelar sebagai Pangeran Mahkota Kerajaan, bukan berarti sampah itu layak untuk menggangu kehidupan Lily-sama.


Em! Sampah tetaplah sampah. Dari sudut pandang yang berbeda, mereka tetaplah sampah.


Untuk melindungi Lily-sama dari pencemaran sampah, aku harus bertambah kuat!


Tiba-tiba aku merasakan sentuhan dingin di pipi ku.


“Mio?” aku merespon panggilan itu dan menyadari sepasang mata yang memandangi wajah ku.


“Lily-sama.. S-Selamat pagi..” aku memandangi ekspresi senyum lembut Lily-sama yang terbangun dari tidurnya. Aku bisa melihat air matanya turun ke pipi dan terjatuh menghilang.


“Aku baru saja mendapatkan mimpi yang indah” ucap Lily-sama dengan tersenyum.


“Kau tahu, Mio. Aku bertemu dengan Mama dan beberapa orang lain di dalam mimpi. Ternyata, kulit gelap ku ini bukanlah pertanda buruk.”


“Eh? H-Huh?” tentu saja aku kebingungan dengan pembahasan tiba-tiba ini.


Apa maksud dari perkataan Lily-sama?


“Kulit gelap ini adalah efek samping dari kelebihan kapasitas sihir yang meluap dan mereka mengajari ku untuk mengendalikan kapasitas sihir yang meluap dari diri ku sehingga bisa ditampung oleh tubuh kecil ku. Jika aku melakukan ini, maka..”


Aku merasa seperti melihat sebuah keajaiban yang terjadi tiba-tiba. Kulit gelap yang selama ini ku lihat perlahan berubah menjadi kulit cerah yang menawan.


Aku terdiam beberapa detik setelah melihat.. GADIS SUCI YANG BERUBAH MENJADI MALAIKAT!

__ADS_1


“Li-Li-Li-Lily-samaa!!” aku berteriak dan menimbulkan kehebohan kecil di pagi hari.


Aku bisa mendengar suara langkah kaki yang berlari ke kamar ku.


“Ada apa, Mio! Kenapa kau berteriak di pagi hari? Oh! Em? HEEEEE?!!” Ayah ku yang menerobos pintu masuk kamar ku pun dibuat terkejut oleh penampilan Lily-sama.


Aku kembali mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke kamar ku.


“Ada masalah apa ini? Kenapa kalian berteriak di pagi hari sih? Oh? EEEEEH?!!”


Reaksi antara Ayah dan Mama ku cukup serasi, bukan? Mereka sangat terkejut dengan penampilan Lily-sama yang berubah seperti malaikat jatuh.


“L-Lily-sama?” Ayah dan Mama ku menanyakan hal yang sama.


“S-Selamat pagi” ucap Lily-sama kepada kedua orang tua ku.


Setelah mendengar ucapan ini, Lily-sama tersenyum ke arah kami.


*Skut!


*Ting!


APA INI!


KENAPA IMUT SEKALI!


AMAL KEBAJIKAN APA YANG TELAH KU PERBUAT?


Aku, Ayah, dan Mama terpukau dengan senyuman manis Lily-sama dan penampilan barunya.


“A-Apa yang baru saja terjadi? Lily-sama.. mau jadi anak angkat ku?” ucap Mama ku yang seketika berdiri memeluk Lily-sama.


“Hee?!!” Ayah ku sangat terkejut dengan ucapan Mama ku.


“H-Helena-san, tapi aku masih punya orang tua kandung.”


“Ekhem! Mari kita bunuh Marquess Rommel! Aku pergi dulu!” ucap Mama ku sembari memasang ekspresi serius dan berjalan menuju pintu keluar kamar ku.


“Jangan bercanda di situasi pinggir jurang mu!” ucap Ayah ku sembari menahan langkah kaki Mama ku.


Lily-sama tertawa kecil melihat tingkah laku keluarga kami.


“Mioo, bagaimana ini?” tanya Lily-sama.


“Apa Mio suka dengan penampilan ini?”


“Atau.. penampilan ini?”


“Em? Apa yang satu ini?”


Saat itu juga, kami diperlihatkan tiga bentuk penampilan Lily-sama. Sosok kulit gelap Lily-sama yang sering kami lihat, sosok kulit cerah Lily-sama yang baru, dan sosok gadis rubah yang mengenakan topeng rubah di atas kepalanya.


“Apa lagi ini?!” ucap Mama ku yang kini bergerak cepat membelai telinga rubah Lily-sama.


“Em! Y-Yang ini boleh juga” balas ku.


“Ehehe.. jadi Mio suka yang seperti ini?”


Untuk suatu alasan kecil, Lily-sama menggerakkan telinga rubah dan ekor rubah nya.


Lily-sama seperti mengundang diri ku untuk ikut membelai bagian tubuhnya.


Dengan penampilan yang imut ini, siapa yang bisa menahannya?

__ADS_1


Dengan ini, aktivitas pagi ku di awali dengan membelai telinga dan ekor rubah Lily-sama.


Dan kami tak lupa untuk memasang barikade mata pedang untuk Ayah ku.


__ADS_2