Yurification System

Yurification System
Chapter 31 - Akhir Perlawanan


__ADS_3

“Mmmphh~ Lily-sama..” Mio memeluk erat tubuh ku dan membiarkan dirinya tenggelam dalam kenikmatan pesona gadis rubah ku.


Setelah aku merasa puas menjilati aroma tubuh Mio, Mio melakukan protes kecil dan memaksa ku untuk duduk di atas pangkuannya. Kelembutan ekor dan telinga rubah ku tampaknya menggoda tangan Mio untuk mengelusnya..


Tangan kanan Mio kini sibuk membelai telinga rubah ku sedangkan tangan kiri Mio tenggelam dalam lautan ekor lebat rubah ku.


Bagaimana dengan ku?


Emm, aku hanya menikmati setiap belaian yang Mio berikan dan mencium aroma tubuhnya yang terasa menenangkan.


“Apa kau sudah puas, Mio?” tanya ku.


“Mana mungkin aku puas dengan kelembutan ini!” balas Mio dengan cepat.


“Heee~ Jadi.. mana yang lebih baik? Gadis rubah atau tubuh normal ku?” mendengar pertanyaan ku, Mio menghentikan gerakan tangannya sejenak dan memejamkan matanya.


“Hmm.. itu pertanyaan yang sangat sulit, Lily-sama” Mio mengkerut kan keningnya dan memikirkan jawaban yang cocok untuk pertanyaan ku.


“Jujur saja, gadis rubah Lily-sama terlihat imut, manis, dan menggemaskan. Tapi, penampilan Lily-sama yang biasanya terlihat sangat menawan, tegas, dan anggun. Memilih salah satu di antara dua sisi itu sangat sulit karena Lily-sama sudah sempurna sejak awal.”


“Uh! Bagaimana ini.. pertanyaan ini sangat sulit untuk di jawab. Uh.. Uhm! Kuuuh~” Mio terlihat berpikir keras untuk menjawab pertanyaan kecil ku.


Aku hanya bisa membiarkan Mio tenggelam dalam pemikirannya dan menikmati waktu luang yang tersisa setelah pembantaian serigala hitam.


Dari kejauhan, aku bisa melihat Ciel dan Sia yang bekerja keras melakukan sihir pemurnian dengan jangkauan yang cukup luas. Rerumputan hijau yang ku duduki sekarang adalah hasil kerja keras dari sihir pemurnian mereka. Tanah tandus yang terasa kasar dan bebatuan yang tajam telah berubah menjadi dataran yang ditumbuhi rerumput lembut yang terasa nyaman saat duduk di atasnya.


Ini membuat ku sedikit mengantuk.


Pembantaian kecil kami berlangsung dari pagi hari hingga siang hari dan di waktu seperti ini, aku biasanya sedang tidur siang di dalam kamar ku.


Um, tidur siang adalah aktivitas harian ku. Itu karena Mio yang selalu memaksaku untuk tidur siang demi pertumbuhan ku dan menjaga kualitas tidur ku. Lagipula, secara alami tubuh ku merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Tanpa di paksa, aku pasti akan tidur siang karena mengantuk.


“Mioo..” aku memanggil Mio dan berdiri dari pangkuannya.


“Eeerrngg!!” aku sedikit melakukan peregangan kecil dan meluruskan posisi ekor rubah ku lalu merebahkan kepala ku di atas paha Mio.


“Mio, boleh aku tidur siang di atas paha mu?” ucap ku sembari menahan rasa kantuk yang mulai menyerang kelopak mata ku.


“Fufu~ ini sudah waktunya untuk tidur siang rupanya” balas Mio sembari mengelus telinga rubah ku.


“Eng!” aku mengangguk dan mencoba tertidur di atas kelembutan paha Mio.


“Ini.. sangat.. nyaman..” aku perlahan tergoda oleh rasa nyaman ini dan perlahan memasuki gerbang dunia mimpi hingga bulu halus ku tiba-tiba berdiri merasakan adanya bahaya yang berjalan mendekat.


“Eng!!” aku segera bangkit dari posisi tidur ku dan mengeluarkan pedang ku.


“Mio!!”


Saat aku memanggil Mio, tubuh ku merasakan aura yang berat dan nafas ku yang semakin sesak.


“Kuh! Ada apa ini?” aku merasakan adanya sesuatu yang merepotkan akan datang.


“Lily-sama! L-Lihat itu!” ucapan Mio terdengar lembut dan jarinya menunjuk pada bayangan hitam yang menutupi pepohonan hutan.


Bayangan berwarna hitam itu tersebar di sekitar pepohonan hutan dan dua bola mata berwarna merah menyala terlihat mengawasi tubuh ku dari kejauhan. Aura di sekitar bayangan hitam itu terasa berat dan menghambat sihir pemurnian yang sedang aktif.


Mungkinkah.. ini adalah sumber masalah utama yang perlu dihilangkan?


“Lily-sama..” Mio terlihat gelisah setelah merasakan aura intimidasi yang dipancarkan oleh sosok bayangan hitam itu.

__ADS_1


Sosok bayangan hitam itu semakin mendekat dan memperlihatkan tubuhnya berupa serigala hitam dengan ukuran tubuh yang besar.


A-Apa itu!


Sosok serigala itu terlihat lucu dan menggemaskan!


Kuh! Dia sangat lucu untuk menjadi sumber bencana!


Sosok serigala hitam itu bergerak mendekati kami.


Melihat respon tubuh ku yang menandakan adanya bahaya yang semakin mendekat, aku segera memegang tangan Mio dan berbisik sesuatu di telinganya.


“Nee.. Mio..”


“Apa aku boleh memelihara serigala itu?” bisik ku sembari menunjuk sosok bayangan hitam di depan kami.


“HAAAH?!” mendengar bisikan kecil ku, Mio sangat terkejut dan mengeluarkan ekspresi rumit yang belum pernah ku lihat sebelumnya.


“Lily-sama.. I-Itu serigala yang besar loh! Kita tidak memiliki tempat dan makanan yang cukup untuk memeliharanya. Terlebih lagi.. itu monster serigala!” ucap Mio.


“Eeeh~ tapi dia sangat lucu bukan?”


“Lily-sama.. B-Bagaimana cara ku untuk mengatakannya.. Um.. Selera Lily-sama terbilang cukup unik juga rupanya.”


“Ehehe..” aku tertawa setelah mendengar pujian tidak langsung dari Mio hingga sebuah benda kecil yang cukup mengganggu memasuki pandangan mata ku.


“Cih! Serigala laki-laki ternyata. Mio, perubahan rencana! Kita bunuh serigala menjijikan ini!” ucap ku dengan nada dingin.


Entah kenapa tubuh ku merasa jijik ketika melihat kenyataan pahit ini.


Kenapa serigala imut seperti ini harus laki-laki!


Ugh! Benda menjijikan yang menggantung di depan mata ku membuat ku ingin menebasnya dengan bilah pedang ku. Sebuah benda umum yang dimiliki oleh pejantan dan terlihat jelas karena ukuran tubuhnya yang besar.


Itu sangat menjijikan!


Kuh! Aku harus membersihkan mata ku setelah ini.


“Hue? Hee?” Mio tampak kebingungan dengan perubahan keputusan ku.


Aku segera mengaktifkan Sakura Dash dan Sakura Vanish untuk mempersingkat jarak di antara kami. Saat tatapan mata kami bertemu, mata merah serigala hitam itu tertuju kepada tubuh ku. Waktu kembali berjalan lambat namun gerakan serigala hitam itu terasa cepat. Cakar tajam dan gerakan tangan kotornya mengincar tubuh ku seolah ingin membelah tubuh ku menjadi dua bagian.


*Tang!


*Pang!


*Wuuush!!


Aku menangkis serangan cakarnya dan terlempar ke belakang karena hembusan angin kencang setelah menerima serangan serigala hitam.


*Baaam!


Suara dari dentuman yang besar terdengar di telinga ku.


“W-Wuah.. hampir saja aku terkena serangan yang berat itu” gumam kecil ku.


Serangan dari cakar serigala hitam itu menciptakan retakan besar yang menghancurkan tanah. Jika saja aku tidak menangkis serangan itu, mungkin aku akan menahan serangan yang berat itu dengan tubuh ku.


“Lily-sama!” Mio berteriak dan muncul di sebelah ku. Melihat ekspresi wajahnya yang panik, aku segera mengelus wajah Mio untuk menenangkan kekhawatiran Mio.

__ADS_1


“Lily-sama!! Apa Lily-sama terluka? Aku akan memeriksanya sekarang!” Mio meraba seluruh tubuh ku untuk memastikan kondisi tubuh ku.


“A-Aku tidak apa-apa, Mio. Serangan lemah seperti itu tidak mungkin melukai ku” balas ku.


“Lagipula, serigala itu sangat lemah” ucap ku untuk menghapus kekhawatiran Mio.


Mendengar jawaban ku, Mio mengalihkan pandangannya ke serigala hitam lalu menggunakan Sakura Dash dan Sakura Vanish untuk mendekati serigala hitam.


Dari kejauhan, aku bisa melihat reaksi serigala hitam yang bergerak cepat setelah Mio menampakkan dirinya. Respon yang begitu cepat dan serangan yang akurat itu membuat ku sadar akan sesuatu.


Sepertinya, serigala hitam itu mampu mencium bau badan kami dan menebak arah serangan kami berdasarkan bau badan kami.


Serangan serigala hitam itu terlihat lambat dan mudah di hindari. Hanya saja, kekuatan dari lengan dan ukuran tubuhnya yang besar itu sudah cukup untuk menghancurkan tanah yang dipijaknya.


Ini sedikit merepotkan tapi..


Mio bukanlah tandingan untuk serigala hitam.


Kekalahan serigala hitam itu sudah di ujung tanduk.


“Mio, kembali-“ saat aku ingin memerintahkan Mio untuk kembali. Sebuah pemandangan aneh ada di depan ku. Mio dengan pedang kecilnya menahan serangan cakar serigala hitam dan retakan tanah yang membentuk kawah kecil terlihat di antara kedua kakinya.


“Um.. M-Mio?”


Mendengar panggilan kecil ku, Mio segera menggunakan Sakura Dash dan Sakura Vanish untuk berdiri di samping ku.


“Ya, Lily-sama..” ucap Mio setelah kembali ke sisi ku.


*Baaam!


Suara yang terdengar berat itu menghancurkan tanah dan menyebarkan debu tipis yang menutupi pandangan kami.


“Tubuhnya memang besar tapi setelah mencoba menahan kekuatannya.. Uh! Itu hanyalah serigala yang masih anak-anak dengan ukuran tubuh yang besar. Seperti yang Lily-sama katakan, serigala itu sangat lemah” ucap Mio.


“Um! Entah kenapa aku sedikit kasihan dengan serigala hitam itu” balas ku.


“Nee.. Lily-sama.. Umm.. B-Bolehkah aku mengalahkan serigala itu? Etto.. poin kita memang terlampaui jauh tapi aku juga ingin mendapatkan bagian ku. Boleh aku memutilasi serigala hitam itu?” Mio menatap ku dengan tatapan memohon.


Pertandingan kecil kami tampaknya di menangkan oleh ku. Memberinya sebagian kecil dari pertandingan kami bukanlah masalah yang besar kan?


“Silahkan..” aku memasukkan pedang ku ke dalam sarung pedang dan bergegas menuju pepohonan yang rindang untuk berteduh.


Rasa kantuk ku kembali menyerang.


“Hnnngg!!” aku sedikit melakukan peregangan kecil dan berteriak ke arah Mio.


“Mioo! Aku akan tidur siang di pohon ini!” teriak ku.


Mio membalas teriakan ku dengan gestur tubuhnya.


Aku sedikit menguap kecil dan bersandar di batang pohon sembari mencari titik ternyaman untuk tertidur.


Dari kejauhan, aku bisa melihat Mio yang mempermainkan serigala hitam dengan serangan kecil. Serangan kecil Mio mengincar titik vital kaki serigala hitam dan membuatnya kesulitan untuk berdiri tegak. Darah hitam yang keluar dari sela-sela kakinya terlihat seperti mata air yang mengalir keluar membentuk danau berisi gumpalan darah hitam.


Saat aku ingin memejamkan mata dan tertidur, sekilas aku melihat Mio tertawa dan tersenyum tipis menyaksikan penderitaan terakhir serigala hitam.


Mio ternyata memiliki sisi unik seperti itu?


Uuh, kelopak mata ku semakin berat dan aku tertidur pulas hingga sore hari.

__ADS_1


__ADS_2