Yurification System

Yurification System
Chapter 6 - Zoe


__ADS_3

“Alice...”


“Alyssa...”


“Pilihlah salah satu spirit ini” ucapku kepada kedua adik tiriku.


Di depanku, tiga sosok spirit menjawab panggilanku. Bentuk spirit itu adalah kepompong kupu-kupu yang terbang melayang menunggu kontak fisik dengan Master mereka. Ingatan mengenai kehidupan masa lalu mereka mengalir ke dalam otakku. Sebuah kisah mengerikan yang terjadi di masa lalu dan kekacauan dunia yang memaksa mereka memasuki fase kepompong suci untuk melewati krisis.


Sebelum dunia ini dihuni oleh manusia dan ras lain, sosok spirit telah hidup dengan bebas di dunia ini. Makanan utama mereka adalah energi sihir yang dikeluarkan oleh tanaman, tanah suci, dan mineral sihir. Kehidupan spirit tidak jauh berbeda dengan kehidupan manusia, mereka mengembangkan peradaban dan mengolah sumber sihir untuk kebutuhan harian mereka. Hingga sebuah tragedi besar terjadi. Sebuah mineral yang berisi sihir kutukan mengubah spirit menjadi monster abnormal yang menyerang spirit.


Pada awalnya, tragedi itu berhasil dikendalikan oleh spirit tingkat atas dan menciptakan hierarki pengelompokan spirit berdasarkan kekuatan sihir mereka. hierarki yang memisahkan spirit berdasarkan kekuatan sihir itu menciptakan ideologi baru dan berkembang menjadi sistem kasta.


Tiga spirit yang ada didepanku adalah korban sistem kasta yang ditemukan oleh spirit. Di dunia itu, mereka menempati urutan terluar dari tingkatan kasta spirit. Mereka hanyalah spirit lemah yang keluar dari sistem kasta spirit. Sebuah spirit yang tidak memiliki kemampuan sihir untuk memasuki sistem kasta. Pada saat itu, mereka hanyalah spirit ulat kecil yang dipandang sebelah mata. Makanan mereka hanyalah sisa-sisa energi sihir yang telah diserap oleh spirit lain. Bertahan hidup di bawah tekanan spirit lain merupakan pencapaian terbesar dalam hidup mereka. Semua kehidupan sulit itu berubah ketika saudari spirit ulat itu mulai mengeluarkan benang tipis yang dipenuhi energi sihir dari tubuhnya.


Benang tipis yang dipenuhi sihir itu makin meningkat dan menjadi makanan cadangan ketika kesulitan mendapatkan energi sihir. Kehidupan itu terus berulang hingga sebuah kejadian kecil terjadi, makanan cadangan mereka telah mengundang spirit tingkat atas untuk mencicipi benang sihir. Di hari itu, tiga saudari spirit itu mengalami kejadian yang tidak mungkin dilupakan dalam hidup mereka. Menjadi hewan ternak yang menghasilkan benang sihir untuk makanan spirit tingkat atas. Tubuh mereka berubah menjadi sapi perah yang secara teratur dipaksa untuk mengeluarkan benang sihir. Kualitas benang sihir mereka menjadi hidangan mewah yang diincar oleh spirit tingkat atas. Hingga mereka memutuskan untuk menjadi kepompong suci untuk melepas kemampuan benang sihir mereka. Kepompong suci yang memiliki sumber sihir besar itu menciptakan api peperangan di kalangan spirit tingkat atas.


Terkadang, aku sempat berpikir jika hanya manusia yang mampu melakukan tindakan keji seperti itu.


Tetapi, ketamakan mampu mendorong tindakan keji itu tanpa mempedulikan moral dan etika.


Eh, apakah spirit memiliki moral dan etika?


Berdasarkan ingatan spirit ini, sepertinya spirit memiliki cara berpikir yang sama seperti manusia.


[Tentu saja, semua spirit memiliki akal dan penalaran yang mendekati manusia.]


Eh, Dewi? Mengapa kau kembali?


[Aku hanya menjawab pertanyaan kecil Lily-chan saja.]


[Jangan terlalu serius mengenai ingatan masa lalu mereka. Karena Dewi yang memegang gelar “Mother of Spirits” telah mengekang spirit dengan aturan suci. Spirit yang melanggar aturan suci itu akan menghilang dari tatanan kehidupan dunia ini. Singkatnya, ingatan mereka hanyalah informasi mengenai kehidupan masa lalu spirit yang sulit diatur.]


[Ah! Berbicara tentang mereka. Tiga spirit yang berhasil dipanggil oleh Lily-chan adalah spirit suci yang diberkati oleh “Mother of Spirits”.]


[Dengan kehadiran mereka, masa depan Alice dan Alyssa menjadi terjamin.]


Un... Aku mengerti jika mereka adalah spirit yang diberkati oleh Dewi dan masa depan yang cerah telah menanti kedua saudari tiriku.


Hanya saja...


Kekuatan sihir mereka sangat besar untuk disembunyikan.


Terlebih... Kekuatan mereka akan menggemparkan kerajaan ini, bukan?


[Aaah... Benar juga.]


Jika itu terjadi, aku bisa mencium adanya proposal pertunangan untuk merebut kedua adik tiriku demi memanfaatkan kemampuan mereka.


[Hmm... Kurasa itu tidak mungkin terjadi karena Alice dan Alyssa...]


[Oppps... Hampir saja aku kelepasan.]


[Yah, intinnya... Selamat berjuang, Lily-chan!]


Eh? Mengapa aku harus berjuang?

__ADS_1


[Ekhem! Lupakan perkataanku sebelumnya. Bukankah sekarang giliran Lily-chan untuk menjalin kontrak dengan spirit?]


Eh?


Tanpa aku sadari, Alice dan Alyssa telah berhasil melakukan kontrak spirit. Sosok spirit berbentuk kupu-kupu dengan sayap indah berada ditelapak tangan mereka. Kedua wajah adik tiriku dipenuhi dengan tawa kecil dan senyuman kebahagiaan.


Sekarang, hanya ada satu spirit tersisa yang menunggu diriku.


“Hmm... Aku sangat penasaran dengan spirit yang satu ini” gumam kecilku.


“Mohon bantuannya...”


“Zoe...” aku memanggil nama spirit itu dan menyentuhnya. Sebuah retakan kecil mulai bermunculan dan membesar. Dari balik retakan itu, sebuah cahaya dan aura sihir berwarna emas perlahan keluar. seperti air yang menyembur keluar dari celah sempit, energi sihir yang dipancarkan oleh spiritku membesar dan ruang kamarku diselimuti energi sihir berwarna emas.


Pandangan mataku dipenuhi warna emas dan itu sangat menyilaukan.


Cahaya emas itu perlahan meredup dan menampilkan sosok kupu-kupu dengan corak sayap berwarna hitam.


“Huuumu~ Kau adalah Masterku di dunia busuk ini? Zoe? Nama yang tidak buruk. Un! Aku menyukai nama itu! Senang bertemu denganmu, Maasssteeerr~”


“Huuee?!” aku sangat terkejut ketika spirit kontrakku berbicara.


“Z-Zoe?”


“Ya, Master? Zoe siap membantu! Apakah kita akan menghancurkan sarang naga, sarang goblin, atau mungkinkah... Sebuah kerajaan?” ucap Zoe.


“H-Huh?” aku sangat kebingungan dengan ucapan Zoe.


Spirit kontrakku memiliki fisik yang sama seperti diriku. Dibandingkan dengan saudarinya yang memiliki sayap berwarna cerah, Zoe memiliki corak sayap berwarna hitam. Entah mengapa, aku merasa jika penampilan fisik Zoe mengikuti penampilanku yang berkulit gelap.


“Ung?”


“Apakah mereka saudarimu?” ucapku sembari menunjuk kedua adik tiriku yang sedang bermain dengan spirit pilihan mereka.


“Ya, mereka memang saudariku. Apakah mereka mengacaukan sesuatu, Master?”


“Ah, tidak. Hanya saja.. Apakah mereka dapat berbicara sepertimu?”


“...”


“...”


“Master.. Semua spirit dapat berbicara. Bagaimana cara kami hidup jika tidak berkomunikasi?”


“Ah, benar juga. Maafkan aku..”


“Tidak apa-apa, Master.”


Mungkin, ini adalah pengalaman pertamaku berkomunikasi dengan spirit.


Tunggu sebentar!


Bukankah Nimi adalah spirit? Berarti ini bukan pengalaman pertamaku!


Mengapa aku hampir melupakan identitas asli Nimi yang berupa spirit? Apakah itu karena bentuk tubuhnya yang menyerupai manusia?

__ADS_1


Aku sedikit merasa bersalah kepada Nimi dan meliriknya.


Alice, Alyssa, Mio, dan Nimi sedang berbincang-bincang dengan dua spirit baru.


“Anooo... Master~”


“Hmm... Ada apa, Zoe?”


Tiba-tiba saja, Zoe memanggilku. Dia terbang mengelilingiku dan mendarat di sela-sela rambut kepalaku seperti pita rambut.


“Ettoo... Boleh aku meminta satu permintaan?” pinta Zoe.


“Permintaan apa itu?” balasku.


“Umm... Boleh aku meminta keringat Master sebagai makanan utama?”


“Huh?” mendengar permintaan Zoe yang cukup aneh, aku hanya bisa terdiam setelah mendengarnya.


“Ettoo... Keringat Master memiliki energi sihir yang cukup menggoda. Jadi, akan sangat sia-sia jika dibuang. Umm... Apakah itu terlalu merepotkan?”


Ahh... Ini sudah kesekian kalinya aku mendengarnya.


Entah mengapa, tubuhku seperti tumbuh ke arah yang salah.


“Umm... Tidak masalah” balasku.


“Terima kasih, Maassterr~” balas Zoe sembari mengepakkan sayapnya.


*Braaaaak!!


“ALICEEE!!”


“ALYSSA!!”


“LIIILYY!!”


“APA KALIAN BAIK-BAIK SAJA!!”


Pintu kamarku terbuka secara kasar, Ayahku tiba-tiba memasuki kamarku dengan pedang ditangannya. Dia memandangi kami yang sedang disibukkan dengan kontrak spirit dan melihat lingkaran sihir yang terukir di lantai kamarku.


Erm... Bukankah ini akan menjadi masalah besar?


“Marquess Rommel! Kami telah mengumpulkan pasukan!” di belakang Ayahku, satu pasukan kecil telah berbaris memasuki kamarku.


Ayahku dan prajurit yang menjaga kediaman Marquess Rommel terdiam setelah melihat lingkaran sihir yang terukir di lantai kamarku.


Sementara itu, Alice dan Alyssa berlari menuju Ayahku sembari menunjukkan kontrak spirit mereka.


Keringat dingin mulai membasahi pakaianku dan tatapan Ayahku yang dipenuhi segudang pertanyaan mulai tertuju kepadaku.


“Lily, apa maksudnya ini?” ucap Ayahku sembari tersenyum.


Ugh... Ini akan sangat melelahkan untuk dibicarakan. Oleh karena itu, aku memerintahkan Zoe untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi sebagai tugas pertamanya.


Sebuah kisah panjang yang berakhir setelah makan malam.

__ADS_1


Itu sangat melelahkan!


__ADS_2