
Hembusan udara pagi yang terasa dingin ini membangunkan tubuh ku dari tidur nyenyak. Rasa sakit yang menjalar bagaikan sengatan serangga memenuhi seluruh tubuh ku.
“Haaaaah~” aku menghembuskan nafas yang cukup panjang untuk meredam rasa sakit dan perlahan bangkit dari kasur ku.
“Umm?”
Saat aku ingin bangun dan menarik selimut, sebuah ekor yang lembut dan ekor yang keras melingkari tubuh ku. Aku menyadari pemilik ekor-ekor itu.
Di samping kanan dan kiri ku, Ciel dan Sia tertidur lelap dengan hembusan nafas yang teratur.
Sepertinya aku tertidur lelap setelah makan malam dan terbangun dengan menerima kompensasi rasa sakit di seluruh tubuh karena melakukan Ritual Linked dengan mereka.
Melihat Ciel dan Sia yang tertidur lelap membuat ku nyaman untuk melihatnya, tanpa sengaja aku melihat pantulan cermin di kamar ku yang memperlihatkan seorang gadis tersenyum lembut.
...
...
Sejenak aku memandangi pantulan gadis itu, postur tubuhnya terasa familiar namun penampilan fisiknya terlihat berbeda. Kulit yang berwarna gelap namun terlihat manis itu membanjiri pandangan mata ku. Senyuman yang terlihat menawan itu mampu membuat siapa saja ikut tersenyum ke arahnya dan wajah cerianya terlihat seperti menikmati kehidupannya.
...
...
Tunggu sebentar!
Bukankah itu pantulan tubuh ku?
[Ara~ Ara~ terpesona dengan kecantikan tubuh sendiri?]
“Hyaaa!! D-Dewi! Jangan mengangetkan ku seperti itu!” suara Dewi yang bergema di kepala ku membuat diri ku terkejut.
[Maaf.. Aku tidak bisa menahannya, Teehe~]
Uhh.. pagi hari ku di buka oleh kejahilan kecil dari Dewi.
[Ngomong-ngomong.. Lily-chan sudah menjadi dewasa sekarang?]
“Eh?”
[Lily-chan yang sekarang bisa menghadapi dua gadis dalam satu kesempatan?]
[Fufu~ Aku meninggalkan Lily-chan untuk waktu yang singkat dan berakhir melihat perkembangan pesat seperti ini..]
[Terlebih.. gadis-gadis Saintess itu adalah utusan adik kelas ku dan mereka berani menodai Lily-chan ku?]
[Kuuuh! Aku sangat iri kepada mereka. Apakah aku perlu membuat avatar khusus untuk kembali ke dunia?]
“D-Dewi..”
“Tolong jangan mengucapkan kalimat yang tidak ku mengerti.”
[Ekhem!]
[Lily-chan.. boleh aku mengintip status mu yang sekarang?]
“S-Silahkan..” seperti biasa, Dewi yang selalu berbicara dengan ku mengucapkan kalimat aneh yang tidak ku mengerti. Bukan berarti aku tidak memahami semua perkataanya, hanya saja pemahaman ku terlalu sedikit untuk mengerti setiap kalimatnya.
Tapi, untuk kata-kata seperti status. Aku sedikit mengerti tentang itu karena Yurification System memiliki status dan aku memahami maksudnya.
Tubuh ku tiba-tiba bergetar merasakan rasa geli dari ujung kepala hingga jari-jari kaki ku.
“Haaaau~” aku tidak bisa menahan rasa geli itu dan tanpa sadar bersuara kecil.
[Hmm.. ini sedikit bermasalah. Item sistem Mio mengalami Bug akibat Ritual Linked dari dua ras yang berbeda.]
[Ras dari rubah ekor sembilan dan naga surgawi. Yurification System akan mengalami Bug yang cukup banyak dan merusak sistemnya. Kurasa.. aku perlu memperbaiki Yurification System untuk menampung kekuatan dari ras yang berbeda.]
__ADS_1
[Tahan sebentar, Lily-chan..]
[Ini tidak terasa sakit kok.]
Setelah mendengar kalimat terakhir dari sang Dewi, sebuah perasaan yang tidak enak mulai menyerang tubuh ku. Keringat dingin di pagi hari ini menandakan respon tubuh ku yang tidak baik-baik saja.
“Umm.. D-Dewi? Sepertinya tubuh ku terasa aneh-“
Sebuah kilauan berwarna putih memenuhi pandangan ku dan tubuh ku tiba-tiba terasa lemas.
“T-Tubuh ku..” aku berusaha menggerakkan tubuh ku untuk tetap terbangun. Namun, rasa lemas yang memenuhi tubuh ku ini membuat ku kembali terbaring di atas kasur.
“Kenapa aku merasa mengantuk? Padahal.. aku.. baru.. saja.. bangun-”
...
...
...
“Lily-chaaan~”
“Liiiily-chaaaan~”
“Lily-chan.. jika tidak bangun.. aku akan menjilat ujung kepala hingga kaki mu loh~”
“Waaaaah!!” aku terbangun setelah mendengar suara yang memanggil ku dan ancaman mengerikan itu.
“Cih!”
Sebuah pemandangan yang terasa asing ini membuat ku sedikit ketakutan. Suara yang memanggil nama ku berasal dari seorang gadis yang duduk di depan ku dan menatap ku. Tatapan matanya yang terasa hangat seperti mengamati tubuh ku dan senyuman yang mencurigakan terukir di wajahnya.
Gadis di depan ku terlihat cantik dan memiliki tubuh yang dibalut cahaya berwarna emas.
“Liiily-chan!!” gadis itu memeluk tubuh ku secara tiba-tiba dan mengendus aroma tubuh ku.
“Umm.. D-Dewi?” tanya ku kepada gadis di depan ku.
“Fufu! Lily-chan mengenali ku? Kyaaa~ keberadaan ku semakin dekat dengan Lily-chan!”
Umm.. Ini Dewi kan?
Tunggu! Jika di depan ku ini Dewi. Itu artinya aku..
“Tidak seperti itu, aku hanya memanggil jiwa Lily-chan untuk datang ke alam Dewi” balas sang Dewi yang menjawab pertanyaan pikiran ku.
“Itu artinya mati kan?” balas ku.
Sang Dewi menggelengkan kepalanya.
“Mati adalah kondisi jiwa yang tidak bisa kembali ke tubuh asalnya. Konsepnya berbeda dengan jiwa yang terpanggil, aku masih bisa mengembalikan jiwa yang terpanggil ke tubuh asalnya. Sebagai buktinya, lihat ini.. tubuh Lily-chan masih tertidur nyenyak bersama dua gadis dan berada di sini di waktu bersamaan. Itu karena aku hanya memanggil jiwa Lily-chan melewati alam mimpi lalu ke alam Dewi.”
Di depan ku, aku melihat sebuah kotak tipis yang melayang dan menampilkan ruang kamar ku. Dari kotak yang melayang itu, Ciel dan Sia masih tertidur nyenyak dan tubuh ku yang ikut tertidur lelap di tengah mereka.
Ini terasa aneh, aku bisa melihat tubuh ku dengan jiwa yang terpisah?
“Umm.. Dewi.. apa tubuh ku akan baik-baik saja?” tanya ku untuk memastikan.
“Tentu saja!” sang Dewi menggesekkan tubuhnya dan semakin erat memeluk ku.
“Kuuuuhu!! Tubuh ideal ini. Aku ingin merasakannya lebih lama lagi” ucap sang Dewi.
“Umm.. Dewi.. Kenapa aku ada di tempat seperti ini?” aku mengabaikan ucapan Dewi dan melontarkan pertanyaan yang ada di pikiran ku.
“Ah! benar juga! Aku hampir lupa untuk mengupdate Yurification System.”
“...”
__ADS_1
Apakah semua Dewi memiliki kebebasan seperti ini?
Dewi yang memberi ku kekuatan Yurification System tampaknya sangat menikmati waktu luangnya.
Sang Dewi melepas pelukan eratnya dan merapal kan sebuah kalimat yang tidak ku mengerti.
Berbagai macam lingkaran sihir mulai mengelilingi ku dan menyatu ke dalam tubuh ku. Tubuh ku seperti terisi sesuatu yang besar dan kuat.
“Umu~ Dengan ini tinggal selangkah lagi untuk mengaktifkan Yurification System. Untuk itu..” sang Dewi tersenyum ke arah ku. Melihat senyuman yang mencurigakan itu, tubuh ku meresponnya dengan perasaan tidak enak.
Perlahan sang Dewi mendekati tubuh ku dan memeluk erat tubuh ku. Pelukan ini berbeda dari sebelumnya karena wajah kami saling bertatapan dan sang Dewi yang memejamkan matanya.
...
...
...
...
“Lily-chan, bukankah ini terlalu lama untuk menunggu ciuman cinta kita?” ucap sang Dewi.
Yep, seperti yang ku duga. Perasaan tidak enak ku telah terjawab.
Apa yang harus kulakukan?
Melakukan ciuman terhadap sosok Dewi?
Bukankah itu terlalu berat untuk dilakukan?
Aku tidak ingin melakukannya, tapi..
“Ini untuk mengetes Yurification System yang baru. Jika Lily-chan bisa melakukan Ritual Linked dengan ku. Itu tandanya Yurification System telah mampu menampung kekuatan ras lain bahkan untuk kekuatan dari Dewi.”
“Uhh.. Umm.. tapi..” aku sedikit ragu untuk membalas ucapan sang Dewi.
“Apakah Lily-chan mulai membenci ku?” perkataan yang keluar dari mulut sang Dewi terdengar menyedihkan dan terasa kesepian.
Aku sedikit kebingungan untuk menjawabnya.
Bagaimana pun juga, dia adalah Dewi yang memberi ku kekuatan Yurification System dan aku sangat menghormatinya.
“D-Dewi..”
“Tolong lakukan dengan lembut..”
Aku tidak bisa melakukan tindakan yang berat itu dan memilih untuk menyerahkannya ke Dewi.
“Fufu~ Lily-chan terkadang manis juga ketika tertekan oleh pilihan.”
Aku mengabaikan ucapan sang Dewi dan memejamkan mata ku. Sebuah sensasi yang sulit dijelaskan terasa di bibir ku dan tubuh ku menjadi berat seperti tenggelam di dalam lautan air.
Sensasi aneh ini membuat tubuh ku terasa semakin tenggelam dan berubah-ubah seolah menyesuaikan bentuk tubuh ku.
Sensasi aneh ini sedikit membuat ku takut hingga aku terbangun oleh suara Mio.
“Lily-sama.. mau sampai kapan ingin tertidur? Ciel-sama dan Sia-sama ingin berpamitan sebelum pergi.”
“Eh?” aku terbangun dari tidur ku dan merasakan perubahan besar yang terjadi di dalam tubuh ku.
“Eng? Ciel dan Sia akan pergi?” tanya ku.
“Are? Apa ini? kenapa pandangan ku terasa aneh?” saat aku terbangun untuk kedua kalinya, sebuah kotak yang melayang menyambut pagi kedua ku.
[Yurification System Ver. 2.0 Update Complete!]
[Yurification System Patch Note!]
__ADS_1
Uhmm.. apakah mata ku sudah mulai bermasalah?