Yurification System

Yurification System
Chapter 30 - Pertandingan Kecil


__ADS_3

Desiran angin yang terasa berat menembus badan ku.


Tatapan tajam berwarna merah dari serigala hitam tertuju kepada ku.


Di samping ku, Mio terlihat begitu tenang dan tersenyum setelah menyaksikan ratusan serigala hitam yang mengelilingi kami.


“Lily-sama.. ini mungkin sedikit berlebihan tapi..”


“Aku akan sedikit serius untuk memenangkan pertandingan kita” ucap Mio dengan tersenyum lebar.


“Heee~ begitu kah? Apa aku juga boleh serius sekarang?” balas ku untuk merespon provokasi Mio.


Tanpa membalas ucapan ku, tubuh Mio tiba-tiba menghilang dan muncul di barisan belakang serigala hitam. Tebasan pedang kecil dan lemparan pisau milik Mio terlihat aktif mengurangi jumlah serigala hitam.


*Slaaash!


*Swiiish!


*Swiiish!


Jika di biarkan lebih lanjut, jumlah skor kami akan semakin mendekat.


Aku tidak ingin kalah dari Mio!


Untuk itu, aku akan sedikit meningkatkan kemampuan ku melalui Yurification System.


Meningkatkan kemampuan di tengah pertandingan bukanlah kecurangan kan?


[Legendary Move Swordmanship: Mental Down berhasil di dapatkan!]


[Legendary Move Swordmanship: Defense Break berhasil di dapatkan!]


[Legendary Move Swordmanship: Dragon Slash berhasil di dapatkan!]


[Legendary Move Swordmanship: Wyvern Slash berhasil di dapatkan!]


[Mythic Skill Swordmanship: Sakura Rain Dance berhasil di dapatkan!]


[Mythic Skill Swordmanship: Sakura Dance berhasil di dapatkan!]


[Mythic Skill Swordmanship: Sakura Bloom berhasil di dapatkan!]


[Mythic Skill Swordmanship: Sakura Domain berhasil di dapatkan!]


[Legendary Move Swordmanship Tier 1 berhasil dipelajari! Mendapatkan bonus atribut Sakura Growth Vial!]


[Mythic Skill Swordmanship Tier 1 berhasil dipelajari! Mendapatkan bonus atribut Wisdom of Sakura!]


Dengan ini, 30.000 Yurification Poin ku menghilang dan menyisakan 2.000 Yurification Poin.


Berdasarkan pengalaman ku dari kejadian sebelumnya, kekuatan yang besar menghasilkan efek samping yang besar juga.


Tentu saja, aku bersiap-siap untuk menerima rasa sakit yang akan datang ke dalam tubuh ku.


Perlahan telinga ku berdengung kencang dan pandangan mata ku sedikit bergetar.


Cepat atau lambat, rasa sakit ini akan datang ke tubuh ku.


*Ngiiiing~


“Kuuhuu!!” aku menahan rasa sakit yang menyerang kepala dan tubuh ku.


Rasa pusing di kepala ku dan rasa nyeri yang menusuk seluruh tubuh ku adalah kombinasi yang menyakitkan. Tapi, itu sepadan dengan kekuatan yang ku dapat.


Di tengah rasa sakit ini, aku mendapatkan informasi yang cukup menarik.


Aliran pedang keluarga Mio merupakan seni beladiri yang mengandalkan teknik gerakan pedang dan serangan mistis yang bisa dilakukan tanpa sihir. Itulah alasan kenapa aku dan Mio bisa menghilang dan muncul tiba-tiba tanpa rapalan sihir karena kami tidak membutuhkan sihir untuk melakukannya.


Berkat Sakura Growth Vial dan Wisdom of Sakura, aku sedikit mengerti kekuatan besar yang mengalir di dalam darah Mio dan tanggung jawab yang besar dari kekuatan itu.


Jika di ucapkan dalam beberapa baris kata, keluarga Mio adalah keluarga yang paling kuat jika menggunakan teknik pedang mereka.


Bagaimana aku mengetahuinya? Itu karena Legendary Move Swordmanship dan Mythic Skill Swordmanship merupakan kombinasi serangan yang mematikan tanpa menggunakan sihir.


Dengan kata lain, Sakura Vanish dan Sakura Dash yang selama ini kulakukan adalah gerakan menghindar dan berpindah tempat yang dilakukan sangat cepat.

__ADS_1


“Lily-samaaa!” Mio memanggil ku dari kejauhan.


Mio terlihat tersenyum sinis setelah skor miliknya jauh di atas ku.


Mio kini berpindah ke samping ku menggunakan Sakura Dash.


“Fufu~ aku akan memenangkan pertandingan ini, Lily-sama!” ucap Mio dengan penuh percaya diri.


“Eh? Ini belum berakhir bukan?” balas ku.


“Ehehe~ jumlah serigala yang telah ku bunuh mencapai 67 ekor sedangkan Lily-sama hanya membunuh 23 ekor. Bukankah pemenangnya terlihat jelas?” ucap Mio sembari tersenyum penuh kemenangan.


“Mio, sepertinya kau harus di hukum setelah ini. Ku rasa, kesombongan mu perlu di benahi” aku sedikit menekan kata-kata ku dan memalingkan wajah ku dari tatapan Mio.


“Eh? Lily-sama?”


“Li-Lily-sama?”


“Lily-sa-“


Mio memanggil ku dan mencoba mendekati ku namun aku bergerak menghindar ke belakangnya.


“Lily-“


Sebelum Mio mengucapkan kata-katanya, aku mengeluarkan pedang ku dan mengaktifkan Sakura Dance.


Seketika itu juga, aliran waktu yang berjalan di sekitar ku menjadi lambat. Tubuh ku bergerak melewati aliran waktu yang melambat dan menebas kepala serigala hitam yang tersisa.


*Slaash!


*Sliing!


*Sriink!


Emm, ini terasa sangat aneh bagi ku.


Menebas mereka dalam kondisi seperti ini terlalu mudah bagi ku. Pertandingan ini terasa seperti merebut susu dari bayi!


Aku ingin pertandingan ini berlangsung secara adil namun sikap Mio yang sedikit sombong membuat ku ingin menjahilinya dengan perbedaan skill dan kemampuan.


*Clack!


*Crassh!


*Duug!


Setelah suara pedang ku yang masuk ke dalam sarung pedang, beberapa serigala hitam yang mengelilingi kami mulai berjatuhan dengan kepala yang terlepas dari tubuh mereka.


“23 ekor? Hmm.. aku tidak ingat lagi setelah menyentuh angka 100” ucap ku sembari menatap wajah Mio.


Mio sangat terkejut dengan pemandangan yang terjadi di depannya.


“A-Aaaa-“ tatapan mata Mio kini menjadi kosong.


“A-Apa itu tadi!!” ucap Mio.


“Ekhem! Sudah terlihat kan pemenangnya?” ucap ku sembari menggoda kekalahan Mio.


“C-Curang! Kenapa Lily-sama tidak serius dari awal!” balas Mio sembari cemberut.


“Eh? Aku tidak boleh serius?” balas ku dengan nada tanpa rasa bersalah.


“Curang sekali! Kenapa Lily-sama bisa bergerak cepat seperti itu? Bukankah itu sangat curang untuk digunakan dalam pertandingan?” protes Mio.


“Tidak ada aturan untuk menggunakannya kan?” balas ku.


“Mooo! Tapi itu curang!”


“Mio.. ini hanya perasaan ku saja atau kau memang ingin sekali menang?” tanya ku.


“Mooo! Padahal aku ingin melihat Lily-sama dalam wujud gadis rubah jika memenangkan pertandingan ini.”


Ah.. jadi ini penyebabnya.


Mio ingin melihat ku dalam wujud gadis rubah?

__ADS_1


Jika itu masalahnya, itu sangat mudah untuk dilakukan.


Aku segera memanggil topeng rubah dan memasangnya di atas kepala ku.


*Poiing~


*Ploop~


“Seperti ini?” ucap ku setelah berubah menjadi gadis rubah.


“Kyuuuu~ imut sekali..” ucap Mio yang menahan dirinya untuk menyentuh telinga rubah ku.


Aku mendekatkan tubuh ku ke tubuh Mio dan memeluknya. Hidung ku yang menjadi lebih sensitif daripada sebelumnya mencium bau badan Mio yang dipenuhi keringat.


“Nee~ Mio..” aku berbisik ke telinga Mio.


“Un? Ada apa, Lily-sama?” balas Mio yang sibuk mengelus telinga rubah ku.


“Mio, apa kau memakai parfum sebelum pergi ke tempat ini?”


“H-Huh?” Mio sangat kebingungan dengan pertanyaan ku.


“Un! Tubuh Mio sangat harum terutama di sekitar tempat ini.”


“Hyaaaa!! Lily-sama!!” Mio sangat terkejut ketika aku membenamkan wajah ku ke ketiaknya.


“A-Anooo.. Lily-sama..”


“Uuuuh.. Hyaaa!!”


Tubuh Mio bergetar ketika aku ingin memeluknya lebih erat lagi.


Aroma tubuh Mio tercium sangat harum seperti aroma bunga sakura.


Em.. sepertinya aku pernah mengalami kejadian ini sebelumnya.


Tapi, di mana?


Keringat yang tercium harum dengan aroma yang menggoda.


“Miooo~” aku menarik lengan Mio ke atas.


“Ah, aku pinjam ini sebentar” aku menarik pedang kecil Mio dari sarung pedangnya.


“Mio.. bisa kau angkat lengan mu ke atas?”


“Un? Seperti ini?” balas Mio sembari mengangkat lengannya ke atas.


Karena seragam Maid Mio menggunakan lengan panjang, aroma keringat Mio sedikit tertahan di dalam pakaiannya.


Jadi, aku sedikit memotong seragam lengan panjangnya menjadi seragam tanpa lengan.


*Kraaaaak!!


“Um, Lily-sama?” Mio sedikit kebingungan dengan tindakan ku.


Di balik potongan seragam Mio, aroma keringat yang terkumpul di ketiaknya tercium ke hidung ku.


Em! Ini sangat aneh!


Kenapa aroma keringat Mio menjadi harum seperti ini?


Aku mendekatkan wajah ku ke ketiak Mio dan menjilatinya.


“Hyaaaa!!” teriak Mio.


Ini terasa manis!


“Tunggu! Lily-sama!”


“J-Jangan menjilati bagian kotor ini!”


“Nggh~ Hyaaa!!”


Aku menghiraukan ucapan Mio dan menikmati keringat Mio yang terasa manis ini.

__ADS_1


“Haaauuu~” Mio hanya bisa terdiam sembari menikmati tindakan ku ini.


__ADS_2