
Aku mengeluarkan pedang dari sarung pedang yang berada di pinggang ku.
Aku bisa merasakan getaran kecil di atas tanah yang berasal dari langkah kaki serigala yang berlari mendekat.
Berkat skill milik Mio berupa Danger Sense, aku bisa menyadari adanya perubahan aliran udara dan respon tubuh ku yang menjadi sensitif dengan keadaan sekitar.
“Eng? Berhenti?” getaran kecil yang kurasakan tiba-tiba berhenti.
Aku bisa merasakan adanya tatapan tajam yang memperhatikan ku dari kejauhan.
Aku segera merespon tatapan mereka dengan menatap balik posisi mereka.
Dari kejauhan, aku bisa melihat semak-semak yang bergetar dan tatapan tajam yang kurasakan perlahan berkurang.
“Ah, di sana rupanya” gumam kecil ku.
“Em.. Lily-sama?” Mio berdiri di samping ku. Melihat tangan ku yang memegang pedang, Mio mengeluarkan dua pedang kecil yang tersimpan di sela-sela pahanya.
“A-Apa kita akan menghadapi sesuatu, Lily-sama?” tanya Mio.
“Mio, pedang apa itu?” aku sedikit penasaran dengan dua pedang kecil yang berada di tangan Mio.
“Ini? Em.. ini adalah pedang tanto.. salah satu kreasi iseng ku. Sebuah pedang yang mudah dibawa dan digunakan saat keadaan darurat. Jika saja aku membawa katana, aku tidak perlu menggunakan pedang kecil ini. Selain ringan dan kuat, ukuran pedang yang kecil bisa disimpan di mana saja. Contohnya seperti sarung pedang kecil ini..” Mio memperlihatkan sela-sela pahanya yang menyimpan sarung pedang kecil dan dibalut keindahan paha mulusnya.
AH! maksud ku.. Ada tempat penyimpanan kecil untuk pisau dan pedang kecil.
Jika dilihat dari bentuknya, sepertinya itu adalah sarung pedang kecil dan pisau lempar sekali pakai. Pisau lempar sekali pakai biasanya digunakan untuk memberi luka tambahan dan membuat musuh mengalami luka tusukan tanpa memikirkan untuk mengambilnya kembali.
“Mio.. boleh aku menyentuhnya?” tanya ku.
“Eng? Boleh saja.. Hyaaa!!”
Aku menyentuh paha mulus Mio, aku tidak memikirkan ini sebelumnya. Tapi, apakah pisau-pisau ini tidak menggores paha mulus Mio?
“Mio? Apa ini tidak membahayakan kulit mu?” tanya ku.
“Hauuu~ Lily-sama.. tolong jangan sentuh paha ku seperti itu” balas Mio sembari menahan sentuhan tangan ku di sela-sela pahanya.
Mio tidak menjawab pertanyaan ku dan aku terlalu sibuk mengamati keindahan dari senjata yang bersembunyi di paha mulus Mio.
“Ide yang bagus, kurasa aku bisa menggunakan ini di sela-sela pakaian ku” gumam kecil ku.
“Boleh aku meminta satu pisau lempar ini, Mio?”
“Ung? Boleh saja” balas Mio.
Aku mengambil satu pisau kecil dan melemparnya ke barisan mata semak-semak yang masih memperhatikan ku dari kejauhan.
*Swiiing!!
*Craassk!!
*Baaaam!!
“L-Lily-sama??” Mio yang memperhatikan lemparan pisau kecil ku sangat terkejut ketika semak-semak yang berada jauh di depan kami meledak dan beberapa tubuh serigala hitam terlempar keluar.
Hmm.. sepertinya tubuh ku telah berkembang ke jalur yang salah.
Aku tidak tahu jika tubuh ku sekuat ini, mungkinkah ini adalah efek samping sebagai Saintess atau ritual Linked yang kulakukan sebelumnya?
Um.. untuk saat ini. Mari kita hentikan pemikiran itu dan fokus pada masalah di depan mata kita.
Dari kejauhan, aku bisa melihat serigala hitam yang berlari mendekati kami.
*Swiiing!!
*Baaaam!!
“Eh?! Eeh?! EEEHH!!” aku bisa melihat ekspresi wajah Mio yang terkejut saat melemparkan pisau kecilnya dan berakhir seperti serangan yang kulakukan sebelumnya.
Em? Apa ada yang salah dengan tubuh Mio?
Kenapa Mio tiba-tiba berubah menjadi kuat seperti ini?
“L-Lily-sama?! A-Ada yang aneh dengan tubuh ku ini? K-Kenapa tubuh ku menjadi kuat seperti ini?” ucap Mio dengan nada panik dan memperhatikan kondisi tubuhnya.
“Mio.. tenanglah..” saat aku hendak menyentuh tangan Mio. Tiba-tiba saja tubuh Mio mengeluarkan aroma wangi dan pemandangan kelopak bunga sakura yang bertebaran menghiasi pandangan mata ku.
__ADS_1
“WAAAAH!! AKU BISA MELAKUKANNYA?! TIDAK MUNGKIN!!” suara Mio terdengar jauh di belakang ku.
Aku segera mencari sumber suara Mio dan pandangan kelopak bunga sakura kembali menutupi mata ku. Mio menggunakan Sakura Vanish dan Sakura Dash untuk berpindah ke depan ku dan mencium bibir ku.
“Hngg!!” ciuman Mio sedikit bersemangat dari biasanya.
Aku melepas ciuman Mio dan menutup mulutnya.
“Mio, ini bukan waktunya untuk-“
“Humpf!!”
Mio tidak mempedulikan kata-kata ku dan memaksa bibir ku untuk menerima ciuman bibirnya.
Mio perlahan melepas ciuman lembutnya dan melirik barisan serigala yang mengelilingi kami.
Um, bukankah ini terlihat sangat berbahaya?
Tapi, kenapa Mio terlihat biasa saja?
“Lily-sama, bukankah ini sudah waktunya?” ucap Mio sembari tersenyum ke arah ku.
Tidak ku sangka dia menikmati waktu luang yang tersisa untuk berciuman dan membiarkan serigala hitam mengelilingi kami.
“Mio..” aku memanggil Mio untuk memberitahu ide kecil yang muncul di kepala ku.
“Mau bertanding dengan ku?” tanya ku.
“Bertanding?” jawab Mio dengan kebingungan.
“Um! Kita akan bertanding tentang jumlah serigala hitam yang berhasil di kalahkan.”
“K-Kenapa harus bertanding?”
“Um.. tidak apa-apa. Hanya saja, ini sedikit membosankan jika tidak ada tujuan kan?”
“Benar juga sih, ini akan terasa biasa saja jika tidak ada tujuan selain mengalahkan mereka.”
“Kalau begitu, kita akan bertanding dan untuk hadiahnya..” aku menghentikan kata-kata ku untuk memikirkan hadiahnya.
“Ah! Benarkah? Mari kita bertanding, Lily-sama!” balas Mio dengan cepat.
Ini hanya perasaan ku saja atau sorotan mata Mio bersinar terang setelah mendengar hadiahnya.
“Um, Lily-sama.. Jika Mio menang bolehkah Mio me—“
Uhm? Kenapa ini?
Mio tiba-tiba saja merendahkan suaranya dan rona merah menghiasi wajah manisnya.
“Um! Boleh saja!” balas ku.
“Benarkah?! Um.. itu bukan kejahatan kan?” tanya Mio.
Tunggu sebentar!
Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Mio.
“Ehehe~ aku akan berusaha untuk mendapatkan hadiahnya, Lily-sama!” mendengar jawaban terakhir Mio. Sebuah aroma harum kembali tercium dan kelopak bunga sakura memenuhi pandangan ku.
“Hiyaaaa!”
*Slaaash!!
Aku bisa mendengar jeritan kesakitan serigala hitam dan kekuatan semangat Mio yang memburu mereka.
“Lily-sama.. aku akan memenangkan pertandingan ini!” ucap Mio dengan penuh percaya diri.
Aku segera menggunakan Sakura Dash dan Sakura Vanish untuk muncul di barisan belakang serigala hitam. Setelah aku berada di barisan belakang mereka, kelopak bunga sakura berjatuhan di sekeliling ku dan aroma harum menyebar luas di sekitar ku.
“Sakura Taunt..” setelah aku mengucapkan kalimat itu, perhatian serigala hitam tertuju ke arah ku.
Sepertinya, Sakura Taunt sedikit berlebihan untuk memancing perhatian monster.
Beberapa serigala hitam berlari ke arah ku. Mereka melompat ke arah ku sembari membuka taring mereka dan ayunan cakar yang mengincar wajah ku.
Aku secara refleks mengayunkan pedang ku dan menumbangkan empat serigala hitam dalam satu serangan. Tebasan pedang ku mengiris kepala serigala hitam dan membelahnya hingga ke pangkal tubuhnya.
__ADS_1
Tetesan darah berwarna hitam membasahi pakaian ku dan aroma busuk menendang hidung ku.
*Tess..
*Tess..
*Pess..
Ueek! Menjijikan!
Ugh! Bau apa ini?!
Kenapa darah serigala hitam ini berwarna hitam dan mengeluarkan aroma busuk sih!
“Urghk!!” aku sedikit menahan rasa mual ku.
Jika di pikirkan kembali, Ciel sepertinya mengetahui tentang darah kotor serigala hitam yang membutuhkan pemurnian ini.
“Huuueee!! Bau busuk apa ini!” dari kejauhan, aku bisa mendengar suara Mio yang mengeluh setelah terkena cipratan darah serigala hitam.
Aku tidak ingin pedang buatan Mio menjadi rusak karena darah kotor ini.
Apa yang harus ku lakukan?
Jika tidak salah, aku masih memiliki Yurification Poin yang cukup untuk mendapatkan serangan yang tidak memerlukan kontak fisik.
Urkk!!
Kepala ku sedikit pusing dan perut ku sedikit mual karena bau busuk yang datang tiba-tiba ini sehingga aku menggunakan Sakura Vanish dan Sakura Dash untuk keluar dari jangkauan Sakura Taunt ke tempat yang sedikit tenang dari bau busuk.
[Yurification Poin +10.000]
Eh? Kenapa aku mendapatkan Yurification Poin di kondisi seperti ini?
“Anoo.. L-Lily-sama..” ucap Mio.
“Uwaaa!!” aku terkejut karena Mio yang tiba-tiba muncul di sebelah ku.
Aku mengamati ekspresi Mio yang memegang erat hidungnya.
Mungkinkah bau busuk dari darah kotor itu terlalu kuat untuk Mio?
“Ah, Mio.. Maaf.. Aku sedikit terkena cipratan dari darah kotor serigala hitam dan bau tidak enak ini.”
“Anoo.. Lily-sama.. tolong perhatikan kondisi pakaian mu” ucap Mio sembari menunjuk pakaian ku.
“Huh? Apa yang kau katakan, Mio?” aku segera mengamati kondisi pakaian ku.
“Eh? EEEHHH!!” aku terkejut setelah mengamati kondisi pakaian ku yang berantakan.
Cipratan darah kotor dari serigala hitam mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Namun, satu masalah muncul selain bau busuknya yang menyengat.
Darah kotor itu ternyata mampu mengikis pakaian ku dan memperlihatkan sebagian kecil tubuh ku yang tidak tertutupi pakaian.
Aku segera memandangi Mio dan menyadari sesuatu. Mio menutupi hidungnya karena darah kecil yang keluar dari hidungnya.
“Em.. Mio..”
“Y-Ya, Lily-sama?”
*Sraaaak!!
*Srooot!!
Aku melepas sebagian pakaian ku untuk melindungi tubuh ku yang penting. Menyisakan pantsu ku yang sedikit terlihat.
Aku bisa melihat aliran darah dari hidung Mio yang semakin deras keluar.
“Mio, waktunya untuk serius” ucap ku dengan penuh kebencian.
Serigala hitam!
Aku tidak terima dengan penghinaan ini!
Mengampuni kalian bukanlah tugas ku.
Tapi, mengirim kalian ke Dewi Keadilan adalah tugas ku!
__ADS_1