Yurification System

Yurification System
Volume 1 - Epilog


__ADS_3

Di ruang makan keluarga Marquess Rommel, Lily menikmati hidangan istimewa dengan suapan penuh kasih sayang dari Ciel dan Sia.


Ciel dan Sia saling berebut makanan dan minuman untuk menyuapi Lily.


Sebagai adik manis yang menghormati kakaknya, Ciel menaruh rasa hormat kepada Lily dengan mencari makanan terbaik menggunakan mulutnya dan memberi makanan bekas gigitannya.


Sementara itu, sebagai Kakak yang baru saja mendapatkan adik baru yang sangat imut. Sia memanjakan Lily dengan memberinya minuman terbaik yang ia temukan di meja makan Marquess Rommel menggunakan bibirnya.


Lily hanya bisa tersenyum pasrah dan menerima perlakuan mereka. Jauh di dalam pikirannya, ia menyadari secara penuh jika semua ini terjadi karena dirinya. Lily menyadari jika Yurification System mampu mengubah pola pikir seseorang dan tingkah laku mereka terhadap dirinya melalui ciuman.


Sejauh ini, Lily selalu meragukan penampilan fisiknya yang jauh berbeda dari manusia normal. Kulit gelap berwarna coklat miliknya menjadi simbol kutukan yang beredar di kalangan bangsawan dan menciptakan rumor buruk bagi Lily. Rambut panjang berwarna silver dan pupil mata merah menyala miliknya semakin memperjelas rumor yang beredar. Berkat Yurification System, keburukan fisik itu perlahan berubah. Pesona kulit gelap berwarna coklat milik Lily menjadi daya tarik dirinya, rambut panjang berwarna silver nya menjadi mahkota kecantikan, dan tatapan mata merahnya mampu memberi perintah mutlak yang tidak bisa dibantahkan.


Kemampuan Lily semakin berkembang setelah Ciel dan Sia melakukan Ritual Linked dengan dirinya. Kekuatan dari ras rubah berekor sembilan terlihat dari jumlah ekor yang keluar dari tubuhnya. Yurification System yang baru saja mendapatkan patch update mampu mengakses kekuatan rubah ekor sembilan secara penuh. Dengan kata lain, Lily dapat dengan mudah mengganti ras manusia miliknya menjadi ras rubah berekor sembilan secara langsung.


Kemampuan itu juga berlaku terhadap kekuatan Sia. Sebagai ras dari naga surgawi, kemampuan ras naga mereka jauh di atas ras naga lain. Perbedaan kasta mereka terlihat dari tanduk yang tumbuh di kepala mereka. Semakin kecil dan keras tanduk mereka, kedudukan mereka dalam kelompok semakin tinggi dan Lily mampu mengakses kekuatan mereka berkat Yurification System.


Sebuah berkah Dewi yang sangat luar biasa, bukan?


Tentu saja, dibalik kekuatan yang besar terdapat kecemburuan yang besar juga.


Ciel dan Sia mungkin sedang berbahagia menyuapi Lily. Tapi, tatapan dari Mio yang menusuk punggung mereka dan kolaborasi aura membunuh dari dua adik tiri Lily sangat mudah dirasakan.


Mio, Alice, dan Alyssa mendirikan aliansi sementara untuk melawan dua ras di luar kemampuan mereka.


“Lily-sama!”


“Onee-sama!”


“Lily-nee!”


Mio, Alice, dan Alyssa yang tidak tahan dengan diskriminasi perlakuan Ciel dan Sia berusaha melayangkan protes mereka.


Wajah cemberut mereka menghiasi kegelisahan Lily yang menatap mereka.


“Umm.. K-Kenapa?” Lily hanya bisa tersenyum kecil melihat ekspresi wajah serius mereka.


“Ini tidak adil! Kenapa hanya kucing ini yang boleh menyuapi Onee-sama?!” seru Alice.


“K-Kucing?” telinga rubah Ciel bergerak kecil saat mendengar Alice menyebutnya kucing.


“Benar! Kenapa kadal ini terlihat akrab dengan Lily-nee?!” seru Alyssa.


“K-Kadal?” ekor Sia terlihat tegang saat mendengar Alyssa menyebut dirinya kadal.


“Ekhem! Maaf menggangu kenyamanan kalian, Ciel-sama.. Sia-sama.. Bukankah kalian sedikit memaksa Lily-sama untuk menerima setiap suapan makanan dan minuman kalian?” ucap Mio dengan nada sopan.


“Terlebih, Sia-sama.. tolong jangan sesekali mencium bibir Lily-sama hanya untuk memberinya minuman yang tidak perlu” lanjut ucapan Mio dengan tersenyum.


“T-Tenanglah kalian semu-“ Lily mencoba menghentikan pertikaian kecil yang sedang terjadi.


“Lily-sama..” tetapi itu dihentikan oleh senyuman Mio yang mengarah ke dirinya.


Senyuman Mio menandakan sebuah instruksi yang mengatakan “Ini adalah perang kami, Lily-sama tidak bisa menghentikannya.”


Lily yang mengetahui arti dari senyuman itu pun menutup mulutnya dan berharap pertikaian kecil ini cepat berakhir.


“U-Umm.. Lily-chan.. jika memungkinkan.. Lily-chan akan memilih yang mana?” sebuah pertanyaan yang tidak biasa terlempar dari mulut sang Ratu yang duduk di depan Lily.


“Huuh?” Lily sedikit kebingungan dengan pertanyaan itu.

__ADS_1


“Maksud ku.. jika aku membuat peraturan yang memperbolehkan sesama wanita saling menikah. Lily-chan akan memilih yang mana? Maid yang setia, adik rubah yang imut, kakak naga yang dapat diandalkan, atau penguasa kerajaan?” tanya sang Ratu.


“Aku sudah bilang tidak mau menikahi laki-laki!” jawab Lily dengan cepat.


“Eeh? Tapi penguasa kerajaan itu...” sang Ratu menghentikan kata-katanya.


“Aku loh~” lanjut sang Ratu.


“Eh?”


“EEHH?”


“EEEHHH??!!”


“EEEEEEEHHHHHH??!!”


Deklarasi singkat dari sang Ratu semakin membuat suasana ruang makan Marquess Rommel tidak terkendali. Bahkan anak sang Ratu yang duduk di sampingnya ikut terkejut dengan deklarasi Ibunya.


Ekspresi wajah Mio terlihat suram dan bergumam sesuatu, “Cih, jika aku tahu akan seperti ini. Aku akan menyuruhnya pulang kemarin malam!”


“Awawawa!! Kenapa Ratu sampai ikutan?”


“Tidaaaak!! Kenapa saingan ku semakin banyak?”


Alice dan Alyssa yang menyadari kakak tiri mereka telah memikat banyak gadis terlihat terkejut.


“Aku juga ingin memiliki Onee-sama!!”


“Aku juga ingin memiliki Nee-sama!!”


Alice dan Alyssa mengucapkan deklarasi mereka dan semakin menambah kacau suasana.


Lily hanya bisa menutupi wajahnya yang dipenuhi rona merah dan rasa malu yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak.


Sementara itu, Marquess Rommel terdiam membeku melihat pemandangan aneh di depan matanya. Penampilannya terlihat seperti pria tua yang tenang namun hati dan pikirannya sangat terguncang dengan kejadian ini.


.


.


.


.


.


[Goddess Realm]


“Oh! My! Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini!”


Di alam Dewi yang jauh menembus tatanan ruang dan waktu, seorang Dewi yang tidak diketahui identitasnya memandang sebuah bola sihir yang memperlihatkan bayangan seorang gadis kecil yang menjadi bahan rebutan sesama gadis.


“Tidak salah lagi, Lily-chan adalah gadis yang sempurna. Bukankah kau setuju, Amelia?” tepat di samping sosok Dewi. Seorang gadis yang mengenakan pakaian Maid berdiri disampingnya.


“...”


Gadis yang bernama Amelia itu tidak menjawab perkataan sang Dewi dan menghiraukannya.


“Humpf! Kau masih menyimpan dendam kepada mereka?” tanya sang Dewi.

__ADS_1


“...”


“Apa ini karena pengkhianatan yang pernah mereka lakukan?”


“...”


“Menyimpan dendam yang berlarut-larut tidak baik loh. Lagipula, aku hanya ingin bersenang-senang melihat percintaan sesama gadis setelah tragedi buruk itu.”


“Apa kau tidak ingin menikmati pemandangan indah ini?”


“...”


“Haaah~ masih saja terdiam seperti biasanya. Apa kau tidak punya komentar singkat untuk mengembangkan Lily-chan ke arah yang lebih baik?”


“...”


“Ayolah, setidaknya beri satu atau dua saran sebagai senior Lily-chan.”


“Saran ku.. jangan mudah percaya terhadap umat manusia sepenuhnya” jawab sosok bernama Amelia.


“Hmm.. saran yang bagus. Jika saja mereka tidak melakukan kesalahan, mungkin kau tidak terlahir kembali sebagai seorang Dewi loh.”


“...”


“Eeeh.. kembali membisu lagi?” goda sang Dewi.


“Sebagai Dewi cinta dan kasih sayang yang terlahir dari air mata seorang Saintess. Kau sangat pendiam, Amelia.”


“Setidaknya.. beri aku saran untuk menyempurnakan Lily-chan.”


“Jika kau melakukannya, aku akan tidur bersama mu nanti..”


“...”


“Hmm? Masih kurang? Aku akan membelai rambut mu.”


“...”


“Eh? Masih kurang? Tunggu.. kau tidak ingin melakukan itu kan?”


“...”


“B-Baiklah! Ayo lakukan itu! Tapi hanya satu kali saja.”


“Tujuh kali” jawab singkat Amelia.


“Eh? Tujuh kali? Bukankah kau terlalu serakah, Amelia. Ey! Kenapa kau baru menjawab jika ingin melakukannya?”


“Delapan kali” jawab Amelia dengan meningkatkan interval.


“Kenapa semakin meningkat?!”


Di alam Dewi yang sulit dimengerti manusia, masalah yang Dewi hadapi tidak jauh berbeda dengan masalah makhluk ciptaanya.


Terlebih..


Masalah cinta dan kasih sayang akan selalu ada.


[Volume 1 – END]

__ADS_1


__ADS_2