
[Bagaimana?]
[Tertarik untuk mencobanya, Lily-chan?]
Saat ini, aku sedikit tertekan dengan dua opsi pilihan yang diberikan oleh Dewi.
Kenapa aku tertekan? Sebuah pertanyaan yang bagus!
Itu karena Dewi memberi ku dua pilihan sulit yang berhubungan dengan harga diri pantsu ku!
Pilihan pertama, aku akan menggunakan pantsu ku sebagai katalis sihir untuk memanggil spirit.
Pilihan kedua, aku memberikan pantsu ku ke Dewi untuk di tukar oleh tiga katalis sihir.
Ini hanya perasaan ku saja atau pantsu ku menjadi barang berharga di dunia ini, terutama dengan pantsu bekas keringat tubuh ku.
[Ehehe~ mau pilih yang mana, Lily-chan?]
Ugh, entah kenapa.. suara Dewi terdengar sangat bahagia.
[Tentu saja! Dengan pemanggilan spirit.. rasa cinta Alice dan Alyssa akan meningkat pesat! Menaklukan kedua adik kembar akan sangat mudah dilakukan dalam sekali serang. Ini sama seperti memancing dua ikan menggunakan satu kail.]
Umm.. bukankah yang benar itu memenggal dua kepala orc dengan satu tebasan pedang?
[Hey! Pepatah mengerikan apa itu? tolong jangan gunakan bahasa barbar seperti itu, Lily-chan!]
[Seorang wanita terhormat harus sopan, santun, dan elegan! Jangan gunakan peribahasa mengerikan itu lagi.]
A-Aku mengerti..
Umm.. Dewi.. Boleh aku bertanya satu hal?
[Kenapa, Lily?]
Jika tidak salah, Dewi pernah menyarankan ku untuk membeli buku sihir mengenai kontrak spirit supaya dipelajari Alice dan Alyssa.
Apakah itu ada hubungannya dengan kekuatan Alice dan Alyssa?
[Pertanyaan yang bagus, Lily-chan.]
[Untuk menjawab pertanyaan itu, Lily-chan harus mengetahui satu hal penting. Kekuatan Yurification System merupakan benang takdir yang mampu mengubah segalanya.]
[Sebelum melakukan Ritual Linked dengan Lily-chan. Alice dan Alyssa sudah memiliki kekuatan sihir yang besar dan sulit dikendalikan. Dengan Ritual Linked yang berhasil dilakukan, tubuh mereka mampu menampung kekuatan sihir mereka hingga ke titik stabil.]
[Lily-chan, ini adalah rahasia besar yang tersimpan dalam Akashic Record. Alice dan Alyssa memiliki dua takdir yang terikat yaitu mati di usia tujuh tahun karena kapasitas sihir mereka yang meledak atau menjadi penyihir terkuat dalam sejarah manusia ketika mampu mengendalikan sihirnya di usia muda.]
[Ah! Tolong jaga rahasia besar ini. bagaimanapun juga, isi Akashic Record itu rahasia besar.]
Aku sangat terkejut setelah mendengar dua takdir yang mengikat Alice dan Alyssa.
Mati di usia muda karena ledakan kapasitas sihir atau menjadi penyihir terkuat ketika mampu mengendalikan sihirnya?
Bukankah itu saling berhubungan?
Mereka akan selamat jika mampu mengendalikan kapasitas sihir mereka.
Tunggu sebentar..
Bukankah informasi yang seperti ini sangat dirahasiakan?
Bukankah ini menyangkut takdir seseorang yang tertulis di Akashic Record?
[Umm.. Apakah Lily-chan tidak senang setelah menyelamatkan Alice dan Alyssa?]
B-Bukan seperti itu..
Tentu saja aku sangat senang dengan kabar baik ini. Hanya saja..
[Tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting, Lily-chan. Di masa lalu, beberapa Dewi memberi ilham tak penting kepada Saintess mereka. Untuk Lily-chan, Dewi yang satu ini sangat ingin melihat kebahagiaan, Lily-chan.]
Entah kenapa, aku bisa melihat wajah tersenyum Dewi di dalam pikiran ku dan itu membuat ku sedikit tersipu malu.
Umm.. terima kasih.
[Ehehe.. sekarang..]
[Mau pilih yang mana, Lily-chan?!]
“Urrrk..” tanpa sadar, aku mengucapkan kalimat itu dengan intonasi nada tertekan.
Uuuh.. Umm..
A-Aku akan menggunakan pantsu ku sebagai katalis sihir untuk memanggil spirit.
[Pilihan yang bagus, Lily-chan!]
__ADS_1
Emm.. sepertinya aku membuat pilihan yang salah.
“Ugh!!” aku menahan rasa sakit di kepala ku.
Sebuah kombinasi tiga lingkaran sihir untuk pemanggilan spirit tertanam di dalam kepala ku. Aku bisa mengingat dengan jelas bentuk garis dan simbol lingkaran sihir itu.
“Ukuh...” aku menghela nafas setelah menerima rasa sakit di kepala ku.
“Apa itu tadi?” gumam kecil ku.
[Kombinasi tiga lingkaran sihir untuk memanggil spirit legendaris.]
[Erm.. mungkin itu sedikit berlebihan tapi aman kok.]
Eh? A-Apa itu?
K-Kenapa bagian terakhir dari ucapan Dewi sangat mencurigakan?
[Itu hanya perasaan Lily-chan saja.]
[Lagipula, itu hanyalah lingkaran sihir untuk memanggil spirit tingkat tertinggi. Berdasarkan kapasitas sihir dari Lily-chan, Alice, dan Alyssa. Spirit yang belum terbangun itu cocok menjadi peliharaan.]
Uhh.. Um.. Apakah ini aman?
[Lily-chan.. tolong jangan meragukan ucapan ku.]
[Itu terasa sakit untuk hati kecil ku.]
Umm.. M-Maaf.. M-Mungkin aku sedikit berlebihan tapi firasat kecil ku berkata lain.
[Tenang saja, sejak kapan Dewi seperti ku salah?]
B-Baiklah, aku akan mencoba membuat lingkaran sihir itu.
[Tidak perlu, lingkaran sihir itu sudah terukir di lantai kamar Lily-chan.]
Eh?
Aku menatap lantai kamar ku, sebuah ukiran yang terbentuk dari tiga kombinasi lingkaran sihir terlihat jelas di depan ku.
Ini terlihat semakin mencurigakan.
Firasat buruk ku semakin menjadi-jadi setelah melihat ini.
[Um.. tanpa menunggu lebih lama lagi. Pemanggilan spirit diaktifkan!]
Entah kenapa, pantsu yang berada di bagian bawah tubuh ku terasa menghilang dan angin dingin mulai menyerang bagian bawah tubuh ku. Tiba-tiba saja, sebuah angin yang kencang berhembus memasuki kamar ku dan mengangkat rok seragam militer ku. Di depan cermin meja rias ku, aku melihat pantsu ku yang telah menghilang dari tempatnya.
*Swuuuushhh..
Setelah angin kencang itu berlalu, lingkaran sihir yang terukir di lantai kamar ku mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan. Tubuh ku merasakan aliran energi sihir yang mengalir keluar dari lingkaran sihir pemanggilan spirit.
*Swiiinngsss..
*Whiiiirrlll..
*Shrrruuusshh..
Cahaya putih yang membutakan mata itu membuat Alice, Alyssa, Mio, dan Nimi terkejut.
“Arrrrkkk!!”
“Hiiiyaaaa!!”
“Onee-saaammaa!!”
“Liiilllyyy-neeee!!”
Sepertinya, hanya diri ku saja yang tidak terkejut dengan kejadian ini. Alice, Alyssa, Mio, dan Nimi terlihat sangat panik. Setelah aliran sihir itu mereda, pandangan mata ku tertuju pada sosok spirit yang berhasil terpanggil. Bentuk spirit itu berupa kepompong kupu-kupu yang dilapisi energi sihir yang sangat besar.
Umm.. apa yang harus kulakukan setelah ini?
Kepompong kupu-kupu itu terbang melayang di udara. Energi sihir yang terpancar dari kepompong itu terasa sangat besar dan mempengaruhi aliran sihir di sekitarnya.
Inikah yang disebut spirit legendaris? Benar-benar menakutkan..
“Onee-samaaa..”
“Lily-nee...”
Alice dan Alyssa bersembunyi di belakang tubuh ku dan menggenggam erat lengan ku.
Uh, bagaimana cara ku untuk menjelaskan situasi ini?
“Alice.. Alyssa.. tenanglah.. ini hanyalah..” aku kehilangan kata-kata ku untuk menjelaskan situasi ini.
__ADS_1
Lagi dan lagi, Dewi melakukan kejahilan kecilnya. Kali ini, dia mengukir lingkaran sihir dan melakukan pemanggilan spirit secara paksa.
Kuh! Kepala ku terasa pusing untuk mencari penjelasan yang cocok untuk Alice dan Alyssa.
[Ehehe.. pantsu Lily-chan.. akhirnya aku memilikinya! Ahahaha!! Hahaha!! Uhuk!]
Eh?
[Ekhem! Lupakan apa yang baru saja Lily-chan dengar. Itu tidak terlalu penting~]
A-Apa itu maksudnya Dewi?
[Tidak ada apa-apa. Oh! Lily-chan.. bagaimana dengan spirit yang telah terpanggil?]
[Apakah sudah sesuai dengan selera Alice dan Alyssa?]
Aku bisa merasakan kejanggalan besar dari Dewi dan firasat buruk ku yang telah terjawab.
“Umm.. Dewi..” ucap ku dengan suara kecil.
[Y-Ya, Lily-chan?]
Hmm.. suara yang penuh rasa bersalah itu terdengar mencurigakan.
[I-Itu hanya perasaan mu saja..]
Apakah pantsu ku baik-baik saja?
[Eeerrrkkkk!!]
[A-Apa yang Lily-chan katakan? A-Aku tidak menciumi aroma pantsu Lily-chan yang dipenuhi keringat kok.]
Pantsu? Padahal aku sedang tidak membicarakan pantsu?
[Uuurrhkkk!! B-Bukan apa-apa!]
[Oh! Tidak! Ada pekerjaan baru yang menumpuk.]
[Aku pergi dulu, Lily-chan!]
Hmm.. firasat buruk ku ini terkadang tepat sasaran.
Dewi meninggalkan ku setelah melepas pantsu ku secara paksa.
Katalis sihir yang terbuat dari pantsu yang dipenuhi keringat. Jika dipikirkan kembali, itu terasa sangat aneh.
Uh.. kenapa kejadian ini selalu terjadi kepada ku?
Untuk kesekian kalinya, Dewi selalu menipu ku untuk mencapai tujuan kecilnya.
Apa yang spesial dari pantsu anak kecil yang dipenuhi keringat?
Dewi, terkadang kau sangat aneh.
Walaupun begitu, aku tidak membencimu.
Hanya saja, rasa malu ini akan membekas di dalam ingatan ku.
...
...
...
...
...
...
[Goddess Realm]
Di dalam ruangan yang dipenuhi warna putih, terdapat sebuah kasur besar dengan sosok Dewi yang berbaring di atasnya. Ekspresi wajahnya dipenuhi dengan senyuman dan air liur yang menetes membasahi bantal.
“Huuuummmm~” sosok Dewi itu memegang sebuah kain kecil berwarna putih yang dipenuhi aroma keringat.
“Liiiiillllyyyy-chaaaannn...” sosok Dewi itu menghirup aroma kain kecil dan tersenyum puas.
“Kuuuh!! Benar-benar mantap!” ekspresi wajahnya kini dipenuhi dengan senyuman aneh.
“Semoga saja Lily-chan tidak marah kepada ku” gumam sosok Dewi itu.
Sosok Dewi itu melanjutkan aktivitas kecilnya dan menghiraukan tatapan yang memandang rendah dirinya dari sosok misterius yang berdiri di samping tempat tidurnya.
“Ugh, Dewi aneh” ucap sosok misterius itu.
__ADS_1