
Aku tidak tahu apa yang telah terjadi.
Tanpa alasan yang jelas, Alice dan Alyssa datang menjemput ku.
Yang menjadi pertanyaan ku saat ini adalah..
Kenapa posisi duduk mereka berdua begitu dekat dengan tubuh ku?
Saat ini, Alice duduk di samping kanan ku dan memeluk lengan kanan ku sedangkan Alyssa duduk di samping kiri ku sembari memeluk lengan kiri ku dengan erat.
“Um, apa telah terjadi sesuatu di rumah?” tanya ku.
“Huum~ tidak ada. Ehehe.. Onee-sama..”
“Hoonya~ tidak ada. Ehehe.. Lily-nee..”
Pelukan lengan Alice dan Alyssa semakin menguat ketika aku menanyakan hal itu.
“Alice.. Alyssa.. Umm.. tubuh ku sedikit berkeringat dan bau. Bisakah kalian melepas pelukan erat kalian?” ucap ku.
“Eeeh~ tapi Alice suka aroma ini, Onee-sama..”
“Umu! Alyssa juga suka aroma wangi tubuh Lily-nee yang ini..”
E-Eh? Apa yang terjadi dengan mereka berdua?
Sesuatu pasti telah terjadi di rumah dan aku harus bergegas pulang untuk mengetahuinya.
“Umm, apa tidak terlalu bau? Saat ini aku sedang berkeringat loh” aku berusaha untuk melepas pelukan erat kedua adik tiri ku.
“Moooo~ Onee-sama.. sedikit saja..”
“Iyaaaa~ aku masih ingin merasakan aroma tubuh Lily-nee..”
Yap, ini sangat aneh jika kedua adik tiri ku bersikap seperti ini. Sesuatu pasti telah terjadi! Dan aku bisa merasakannya.
“Alice.. Alyssa.. apa yang telah terjadi di rumah?” aku sekali lagi bertanya kepada Alice dan Alyssa.
Kedua adik tiri ku memaksakan ekspresi wajahnya dengan senyuman. Aku mengelus kedua rambut adik tiri ku untuk menenangkan mereka dan membuat suasana nyaman saat berada di dekat ku.
“Alice, apa itu terlalu sulit untuk di katakan?”
“Alyssa, apa itu kabar yang terlalu buruk untuk di ucapkan?”
Ini terlihat seperti aku memaksa kedua adik tiri ku untuk membuka suara. Ekspresi wajah mereka menunjukkan kecemasan saat mata kami bertemu.
“Alice~” aku memanggil adik tiri ku yang imut ini.
“Alyssa~” aku juga memanggil adik tiri ku yang tidak kalah imutnya ini.
“Aku akan mencium kalian berdua jika tidak mengatakannya~” aku sedikit menggoda kedua adik tiri ku dengan ancaman yang manis.
“Hiiiyaaa!!”
“Muunya!!”
Mendengar ancaman ku yang tidak biasa, kedua adik tiri ku yang manis itu pun melepas pelukan mereka dan sedikit menjauh dari ku.
“O-Onee-sama.. c-ciuman itu bukankah..”
“L-Lily-nee.. c-ciuman.. bukankah itu yang sering dilakukan Mama ke Papa setiap pagi?”
“A-Apa yang kau katakan, Alyssa!” ucap Alice sembari menutup mulut Alyssa.
Ah, ini pertama kalinya aku melihat pemikiran mereka berdua yang berbeda. Alice sepertinya sangat sensitif dengan topik ini sedangkan Alyssa begitu polos untuk mengatakannya.
Um! Ini sangat bagus.
Setidaknya aku mengetahui dua sisi berbeda dari adik kembar tiri ku.
“Kalian belum pernah melakukannya?” melihat kepolosan mereka berdua, aku jadi ingin menggodanya.
“Melakukannya??” balas Alice dan Alyssa secara bersamaan.
“Melakukan ciuman” balas ku dengan tersenyum untuk menggoda mereka.
__ADS_1
“C-Ciuman??” Alice dan Alyssa sangat terkejut dengan balasan ku.
“O-Onee-sama juga belum pernah melakukannya kan?!”
“B-Benar! Lily-nee pasti belum pernah melakukannya kan?!”
Eh, mereka berdua sangat tertarik dengan topik ini ternyata.
Mendengar jawaban mereka, aku segera berdiri dari kursi dan berjalan mendekati Mio. Memahami apa yang akan ku lakukan, Mio segera berdiri dari tempat duduknya dan memejamkan matanya lalu menyerahkan bibir indahnya kepada ku.
Aku berciuman dengan Mio di hadapan kedua adik tiri ku.
“Hawawa!! Onee-sama!!”
“Awawa!! Lily-nee!!!”
Alice dan Alyssa sangat terkejut. Berbeda dengan keluarga Mio yang telah memahami hubungan kami, mungkin ini terlalu awal bagi Alice dan Alyssa untuk melihatnya.
Aku melepas ciuman bibir Mio dan kembali ke tempat duduk mereka.
“Jadi, apa kalian ingin menceritakannya sekarang? Aku akan mencium Alice dan Alyssa loh~” ucap ku dengan nada yang menggoda kedua adik tiri ku.
Dengan menggoda mereka, mungkin hubungan kami akan semakin dekat.
Benar juga!
Apa aku perlu melakukan ritual Linked dengan mereka? Aku juga penasaran dengan potensi kekuatan kedua adik tiri ku.
Jika Mio memiliki potensi kekuatan besar yang tak terduga, bukankah kedua adik tiri ku ini memiliki potensi kekuatan yang besar juga?
“Aliiicee~” aku mendekatkan wajah ku ke wajah Alice. Rona merah di pipinya menyebar dengan cepat ke seluruh wajahnya.
Aku mengelus wajah Alice dan menyentuh bibir mungilnya. Selisih usia kami tidak terlalu jauh dan ini adalah hubungan yang wajar antara kakak tiri dengan adik tiri kan?
[Tentu saja!]
Eh? D-Dewi..?!
[Em, lupakan tentang kehadiran ku. Silahkan lanjutkan keperluan mu, Lily-chan.]
Um, apa ini hubungan terlarang?
Ah.. Em.. begitu rupanya..
B-Baiklah, kalau begitu..
“Alice.. Chuu~” aku memanggil nama Alice sebelum mencium bibirnya.
Saat itu juga, sebuah aura tipis yang berbentuk benang merah mulai mengikat jari manis ku dan jari manis Alice. Aku bisa merasakan hubungan kami yang semakin dekat.
Bibir Alice sangat lembut. Aku ingin menikmatinya setiap bentuk bibirnya, namun Alyssa menarik lengan ku dan memisahkan ciuman kami.
“L-Lily-nee!! Alyssa juga ingin berciuman dengan Lily-nee!!” sepertinya Alyssa juga ingin merasakan ciuman pertamanya.
Aku bisa melihat ekspresi wajah cemberut Alyssa yang merasa tertinggal jauh dari saudarinya.
“Lily-nee..” Alyssa mempersiapkan dirinya dengan memejamkan matanya.
Perlahan aku mencium bibir lembut Alyssa, sensasi lembut dari bibir kecil Alyssa membuat ku ingin tetap terhubung dengan Alyssa. Aku bisa merasakan aura benang merah yang mengikat jari manis ku dengan jari manis Alyssa.
Dengan ini, aku terikat dengan kedua adik tiri ku dan selangkah lebih dekat untuk memahami perasaan kedua adik tiri ku.
“Um, Lily Onee-chan? Apa aku boleh mencobanya juga?” permintaan mendadak itu muncul dari Nimi.
“Eh?!”
“Eeh?!”
Ayah Mio dan Ibu Mio sangat terkejut setelah mendengar permintaan Nimi.
“Nimiii?” bahkan Mio pun ikut terkejut dengan permintaan Adiknya.
“Onee-sama juga melakukannya dengan Lily Onee-sama, apa Nimi tidak boleh melakukannya?” melihat ekspresi wajah sedih Nimi membuat keluarga Mio sedikit kebingungan.
“Kalau begitu, aku juga akan melakukannya!” ucap Ibu Mio.
__ADS_1
Ibu Mio lalu berdiri dari tempat duduknya dan mendekati ke tempat duduk ku.
“A-Aku juga!” Nimi mengikuti langkah kaki Ibu Mio dan mendekati tempat duduk ku.
Ibu Mio mulai mencium bibir ku. Berbeda dengan bibir lembut kedua adik tiri ku, bibir orang dewasa seperti Ibu Mio terlalu besar untuk ku. Itu terlihat seperti bibir Ibu Mio yang melahap bibir kecil ku.
“K-Kenapa ini? I-Istri ku berselingkuh di depan suaminya sendiri?” Ayah Mio sedikit menahan isak tangisnya.
“Tapi, aku sedikit lega dia berselingkuh dengan gadis manis” lanjut ucapan Ayah Mio.
Jari manis ku kini terhubung dengan aura benang merah yang mengikat di jari manis Ibu Mio.
Setelah melakukan ciuman kecil dengan Ibu Mio, Nimi mulai mendekati ku secara perlahan dan mencium bibir ku dengan perlahan-lahan.
Eh? Kenapa ini? Aku bisa merasakan rasa manis di air liur Nimi.
Sensasi bibir lembut Nimi dan rasa manis air liur Nimi membuat ku seperti terbang melayang ke udara.
Berbeda dengan aura benang merah yang mengikat di jari manis ku. Benang merah yang tercipta dari hubungan ku dengan Nimi mengikat pergelangan tangan ku.
Nimi melepaskan bibirnya dari bibir ku, ia seperti tersenyum puas kepada ku.
Ibu Mio dan Nimi kembali ke kursi mereka masing-masing.
*Deg.. Deg.. Deg..
Apa ini?! Aku bisa merasakan perubahan besar terjadi di tubuh ku.
Em? Apa ini artinya aku mendapat empat kekuatan berbeda yang masuk secara bersamaan.
[Em, Lily-chan.. Mungkin itu akan sedikit sakit. Jadi, aku akan meredam rasa sakit itu untuk sementara.]
Eh? Eeeh? Eeeeehh?!!
Walau pun sang Dewi membantu ku meredam rasa sakitnya.
Namun, rasa sakit yang kurasakan dengan tubuh kecil ini sangat terasa.
“Kuhuuu!!” aku berusaha menahan suara rasa sakit ku.
“Eng? Onee-sama?”
“Lily-nee?”
Alice dan Alyssa memandangi ku seperti menyadari perubahan ekspresi wajah ku.
“Em, bisa kalian habiskan hidangan kalian dan menceritakan masalah yang telah terjadi di dalam rumah?” ucap ku untuk mengalihkan perhatian kedua adik tiri ku.
“Em.. Anoo.. Onee-sama. Sebenarnya Ratu Kerajaan sedang berkunjung ke wilayah kita dan ingin membahas pertunangan Onee-sama dengan Pangeran Pertama Kerajaan” ucap Alice.
“PHFUUUU!! UHUK!!” mendengar ucapan Alice, Mio yang tengah meminum teh hangat pun tersedak.
“Pertunangan?” aku sedikit kebingungan dengan kalimat itu.
Yang ku tahu, hubungan ku dengan Pangeran Pertama Kerajaan itu sangat dingin. Bahkan di pesta kerajaan sebelumnya, dia melempari ku dengan gelas kaca yang berisi anggur merah.
[Lily-chan, boleh ku turunkan azab kepada mereka?]
Dewi.. kurasa itu terlalu berlebihan.
[Kuuuh.. Lily-chan ku terlalu baik.]
“Apa Ayah menjawab tawaran itu?” tanya ku untuk memastikannya.
“Um, saat ini, Ayah sedang mengulur waktu dan menyuruh kami untuk menjemput Lily-nee” jawab Alyssa.
“Kalau begitu, kita akan pulang sekarang” ucap ku.
Aku pun berdiri dari tempat duduk ku dan bergegas menuju kereta kuda yang telah menunggu.
“Lily-sama! Aku akan ikut kembali bersama Lily-sama!” ucap Mio dengan terburu-buru.
Ugh! Aku tidak ingin terlibat dalam masalah politik kerajaan.
Ini sudah cukup kelewatan untuk gadis berumur 5 tahun, entah rencana busuk apa yang telah disiapkan oleh orang itu.
__ADS_1
Pertunangan, huh?
Itu terdengar sangat konyol bagi ku.