Yurification System

Yurification System
Chapter 26 - Kelahiran Saintess


__ADS_3

“...”


“...”


“...”


Suasana terasa hening.


Di depan gadis berusia lima tahun, sang Ratu dan pengawal pribadinya duduk bersimpuh di atas tanah untuk meminta maaf atas kesalahan mereka.


Aku berdiri di depan mereka sembari memegang pedang yang siap menghunus kepala mereka.


Bagaimana dengan Pangeran Pertama?


Uhm.. sang Ratu telah membuangnya.


“Sekarang.. jelaskan kenapa kau memiliki ide sebodoh itu, Ratu?” ucap ku dengan tersenyum lembut ke sang Ratu.


“Hiiieee!!” mendengar pertanyaan ku, tubuh sang Ratu bergetar dan terlihat ketakutan.


“Haaaah~” aku menghela nafas yang cukup panjang dan memasukkan pedang ku pada sarung pedangnya lalu duduk di atas kursi untuk menikmati secangkir teh hangat.


Setelah pikiran ku merasa tenang, aku membuka sebuah topik pembicaraan kecil mengenai masalah yang sudah lama ku pendam.


“Kalian tahu, sebenarnya aku sudah muak dengan perlakuan kalian semua” ucap ku dengan nada yang tenang.


“Terlahir memiliki kulit berwarna gelap bukanlah hal yang mudah tahu, aku sudah merasakan ratusan kejahilan kecil dari keluarga kerajaan dan bangsawan lain. Terutama oleh Pangeran Pertama dan aku sangat senang ketika ada kesempatan kecil untuk memukulnya.”


“Berbicara tentang kejahilan kecil, Pangeran Pertama selalu melakukannya! Hanya karena dia Putra Mahkota yang akan mewarisi statusnya sebagai pemimpin kerajaan. Pfftt! Jangan buat aku tertawa!” aku tanpa sengaja memukul meja.


Emosi ku sangat tidak stabil untuk saat ini.


“Apa kalian pikir setelah kejadian terakhir yang dilakukan Pangeran Pertama bisa di maafkan dengan menjadikan ku sebagai anggota keluarga kerajaan melalui pernikahan?”


“Jujur saja, pemikiran kalian sangat sempit! Di antara semua bangsawan, keluarga kerajaan menempati posisi puncak dalam daftar kebencian ku!”


“Dan.. Ayah.. Em! Agak menjijikan memanggil Ayah untuk seseorang yang akan menjual ku ke keluarga kerajaan. Untuk saat ini, aku akan memanggil mu sebagai Marquess Rommel tanpa mengurangi rasa hormat ku.”


“Jika keluarga kerajaan adalah puncak kebencian ku maka Marquess Rommel berada di urutan kedua.”


Mendengar ucapan ku ini, Marquess Rommel dan sang Ratu sangat terkejut.


“Setelah aku menemukan kebahagiaan kecil, kalian berusaha merebutnya dari ku?”


“Kenapa kalian selalu ingin merebut kebahagiaan kecil ku?”


“...”


“...”


“...”


Pertanyaan tanpa sebuah jawaban.


Apakah pertanyaan ku sangat sulit untuk di jawab?


Apakah merebut kebahagiaan ku merupakan hobi kecil mereka?


Aku tidak tahu lagi!


Apakah sesulit ini mencari kebahagiaan kecil dengan kulit berwarna gelap?


Aku memang sudah mengetahui alasan kenapa kulit ku berwarna gelap, hanya saja..


Ada saja seseorang yang menghalangi ku untuk bahagia.


Apa hidup ku akan selalu seperti ini?


“Apakah hidup ku menjadi lebih baik setelah aku mati?” pertanyaan kecil ini tidak sengaja keluar dari mulut ku.


“Lily-sama!”


“Onee-sama!”


“Lily-nee!”


Mio, Alice, dan Alyssa segera berlari memeluk tubuh ku.


“A-Apa yang baru saja Lily-sama katakan? Itu tidak benar!” ucap Mio untuk menenangkan ku.


“Onee-sama! Tolong jangan berpikiran seperti itu! Apa Onee-sama tidak senang menjadi bagian keluarga Alice?” tanya Alice yang menatap ku dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


“Benar! Lily-nee jangan berpikiran seperti itu! Padahal Alyssa sangat senang menjadi bagian keluarga besar Lily-nee!” ucap Alyssa.


Mendengar jawaban dari Mio, Alice, dan Alyssa. Hati ku merasa tenang dan hangat.


I-Inikah rasanya memiliki kebahagiaan kecil dari seseorang yang memperhatikan ku?


Entah kenapa, aku ingin merasakan kebahagiaan kecil ini lebih lama lagi.


“Terima kasih kalian semua” aku tersenyum untuk menjawab pertanyaan mereka.


Aku turun dari kursi ku lalu menarik lengan Mio dan menyentuh bibirnya.


“Miooo~ terima kasih..”


Aku ingin mencium bibir Mio namun Alice dan Alyssa memisahkan kami.


“Onee-sama!”


“Lily-nee!”


Alice dan Alyssa segera menarik lengan ku.


"Mooo! Kenapa cuma Mio saja yang diperhatikan?" Alice mengungkapkan rasa kekesalannya dan menggembungkan pipinya.


Apa itu? Alice tiba-tiba menjadi imut seperti ini?


"A-Alyssa juga ingin diperhatikan oleh Lily-nee!" mengikuti gerakan Alice, Alyssa juga protes dan menggembungkan pipinya.


"Eeeh.." aku tidak bisa berbuat banyak dan mengelus kepala mereka.


Terkadang, kedua adik tiri ku bisa menjadi imut dan menggemaskan.


"Onee-sama.. tolong mendekat sedikit lagi" Alice memegang pipi ku dan menariknya hingga kedua bibir kami bersentuhan.


*Ctaaaak!


Aku bisa melihat cangkir teh Ibu tiri ku yang terjatuh ke atas meja dan pecah.


Bukan hanya itu, Marquess Rommel dan sang Ratu juga ikut terkejut dengan tindakan Alice.


"Alice!! Jangan rebut Lily-nee terlalu lama, Mooooo!!" Alyssa tiba-tiba saja menarik lengan ku dan memisahkan ciuman ku dengan Alice.


Saat bibir kami bertemu, aku kembali mendengar sebuah benda yang terjatuh dan pecah.


Sekilas, aku bisa melihat beberapa Butler dan Maid yang membawa hidangan penutup terkejut dengan situasi yang telah terjadi.


Di depan ku, sang Ratu sedang duduk bersimpuh di atas tanah dan pemandangan kedua adik tiri ku yang sedang ingin di manja.


Em, apa pemandangan ini terlalu berlebihan bagi mereka?


"Onee-sama.. Ehehe~"


"Lily-nee.. Ehehe~"


Alice dan Alyssa tersenyum bahagia setelah bergantian mendapat ciuman dari ku.


"Kami sangat mencintai Onee-chan. Jadi, tolong jangan mengucapkan kalimat seperti itu lagi."


"Um! Lily-nee sekarang menjadi seseorang yang kami sayangi. Alyssa akan kesal jika Lily-nee berbicara seperti itu lagi!"


Alice dan Alyssa mengungkapkan isi hati mereka kepada ku. Ikatan kami hanya sebatas ikatan keluarga yang terjadi secara tiba-tiba. Namun, setelah mendengar perasaan mereka berdua.


Kuh!


Aku tidak tahu lagi!


Perasaan aneh yang menyerang di dada ku terasa sangat sakit ketika pikiran ku pergi meninggalkan mereka berdua.


Perasaan ini sama seperti kekhawatiran ku jika Mio pergi meninggalkan ku.


Ada apa dengan perasaan ini?


"Lily-sama, apa yang dikatakan Alice-sama dan Alyssa-sama itu benar. Kami akan merasa kehilangan jika Lily-sama pergi meninggalkan kami. Terlebih.. Lily-sama harus bertanggung jawab sebagai pemilik ku" ucap Mio.


"Eeeh!!"


"Eeeh!!"


Mendengar ucapan Mio, Alice dan Alyssa menatap wajah Mio yang tersipu malu.


"A-Apa maksudnya itu!"

__ADS_1


"Benar! Apa maksudnya itu!"


Alice dan Alyssa tiba-tiba saja menatap Mio seperti saingan berat mereka.


"U-Um.. itu... Kyuuuu~" Mio membalas pertanyaan kedua adik tiri ku dengan nada malu-malu.


"Onee-sama! Apa yang telah terjadi? Kenapa pelayan pribadi Onee-sama menjadi seperti ini?"


"Neeee... Lily-nee! Apa maksudnya dari bertanggung jawab sebagai pemilik?"


Alice dan Alyssa menatap ku seperti serigala yang menatap hewan buruan di depan matanya.


"Hmm.. aku hanya menjadi pemilik Mio setelah bertanding merebutnya dari Ibu Mio" jawab ku secara singkat.


"Ah! pertandingan di Guild Adventurer! Begitu rupanya.."


"Oh! pertandingan yang memukau itu rupanya.."


Alice dan Alyssa menatap ku dengan mata yang berkilauan.


"Lily-sama.. tolong bertanggung jawab untuk diri ku ini. Um.. sepertinya aku jatuh cinta kepada Lily-sama. Jadi, tolong terima perasaan ku yang satu ini" Mio mendekati ku.


Di saat mata kami bertemu, aku bisa melihat senyuman indah di wajah Mio.


Mio mendekat ke arah ku dan memberi hormat kecil dengan berlutut di depan ku.


"Aku, Sakura Mio. Dengan ini menyatakan kesetiaan dan kepatuhannya kepada Master tercinta ku, Lily Schwartz De Rommel."


Seolah menunggu ku untuk menjawab sumpahnya, aku bergegas mendekati Mio.


"Kau tidak perlu melakukan ini, Mio. Sejak awal, bukankah Mio yang selalu ada di sisi ku. Jika seperti ini, aku hanya perlu menjawab perasaan mu kan?"


Aku menarik wajah Mio yang tertunduk menatap tanah. Saat wajah kami bertemu, sebuah perasaan sesak di dada ku kembali muncul. Jantung ku berdegup begitu kencang dan perasaan ku untuk menjawab pernyataan Mio membuat ku merasa malu.


Aku mencium bibir Mio.


Um, aku sudah sering melakukannya bersama Mio.


Tapi, aku tidak pernah bosan melakukannya.


Saat kami berciuman, aku merasakan rasa sakit di dada ku yang melebur ke seluruh tubuh ku.


Perasaan ini mengalir ke seluruh tubuh ku.


Perasaan ini menuntun ku ke sebuah jawaban mengenai kebahagiaan kecil ku.


Seseorang yang selalu memperhatikan ku, seseorang yang peduli dengan ku, dan seseorang yang ingin ku lindungi.


Mungkin.. inikah yang disebut keserakahan?


Jika keserakahan ini membuat ku bahagia.


Aku ingin melindungi keserakahan ini.


Um.. berbicara tentang cinta.


Aku juga mencintai Mio dan kedua adik tiri ku.


Rasanya seperti..


Aku sangat senang bertemu dengan mereka.


[Syarat telah terpenuhi!]


[Evolusi menjadi Saintess dari Goddess of Yuri di mulai!]


[Eksekusi program Saintess Seeds!]


Setelah mendengar suara sang Dewi yang muncul tiba-tiba. Aku bisa merasakan seluruh tubuh ku dipenuhi aura berwarna emas dan energi sihir ku yang berlimpah.


[Saintess Goddess of Yuri telah lahir!]


[Butuh waktu yang lama bagi Lily-chan untuk memahami perasaan cinta.]


Cinta?


Inikah perasaan cinta?


Jika perasaan sakit di dada ini adalah cinta.


Aku sangat senang memiliki perasaan ini.

__ADS_1


__ADS_2