Yurification System

Yurification System
Chapter 3 - Buku Sihir Usang


__ADS_3

“Onee-sama, apa ini?”


“Lily-nee, ini apa?”


Di dalam kamar ku, Alice dan Alyssa terlihat terheran-heran dengan buku usang yang kuberikan kepada mereka.


“Itu adalah buku sihir yang mempelajari elemental sihir dan kontrak spirit” jawab ku.


“O-Oooh..”


“U-Uuuh..”


Ekspresi wajah Alice dan Alyssa terlihat murung.


Apakah aku membeli buku sihir yang salah?


“Um.. apakah aku membeli buku sihir yang salah?” tanya ku.


“B-Bukan seperti itu Onee-sama, hanya saja..” ucap Alice.


“Aku kira buku sihir memiliki sampul buku yang indah seperti yang ditunjukkan oleh Saintess” ucap Alyssa.


Ah, jadi begitu rupanya! Mereka melihat buku sihir yang dimiliki oleh Saintess dan tertarik untuk mencari buku sihir karena tampilan sampul buku yang menarik di mata mereka.


Anak kecil memang seperti ini.


Kenapa kalian selalu tertarik kepada hal sekecil itu sih?


*Author Note: Lily, kau anak kecil juga.


Aku pernah mendengar ini sebelumnya, anak kecil sangat tertarik kepada sesuatu yang disukai mereka. Buku sihir itu mungkin terlihat usang namun isi di dalamnya merupakan pengetahuan masa lalu yang hampir hilang di masa sekarang. Eksistensi spirit yang masih menjadi rahasia besar umat manusia pun terjawab di dalam buku itu.


Ah! kenapa aku tidak menunjukkan kehebatan buku sihir itu kepada mereka?


Jika mereka tertarik dari sampul buku. Mungkin, aku bisa mengubah pandangan mereka setelah melihat kehebatan buku sihir itu. Informasi adalah kekuatan, kekuatan informasi sebuah buku terletak pada tulisan di dalamnya. Bukan dari sampulnya!


“Alice.. Alyssa.. aku pikir kalian mencari buku sihir untuk mempelajari sihir.”


“Ternyata, aku salah mengira?” aku sedikit menggoda mereka dengan ekspresi murung ku.


“T-Tidak seperti itu, Onee-sama..” Alice terlihat panik setelah melihat ekspresi murung ku.


“U-Um.. Lily-nee.. bagaimana cara membaca tulisan buku sihir ini?” berbeda dengan Alice yang mencoba membuat ku ceria kembali, Alyssa membuka lembaran buku di tangannya.


“Buku sihir mengenai elemental sihir? Itu bukanlah buku sihir biasa karena yang menulis buku itu adalah salah satu tujuh pahlawan besar yang hidup di masa lalu. Jika tidak salah, buku itu menuliskan formula elemental sihir yang terbagi hingga 1.200 jenis. Semua pengetahuan pahlawan besar itu tertuang di dalamnya. Em.. ini menjadi masalah besar karena aku hanya mendapatkan satu buku dari tujuh buku yang berhasil ditulis oleh pahlawan itu. Oh! Hampir saja kelupaan, buku itu ditulis dalam bahasa Jerman. Jika Alyssa tertarik, aku akan membantu mu mempelajarinya.”

__ADS_1


“Uwaaaaahhh!! Benarkah Lily-nee?!!” mata Alyssa bersinar setelah mendengar ucapan ku.


“Em! Tentu saja! Temui aku kapan saja” balas ku.


Yap, satu ikan telah terpancing ke dalam jaring ku.


“Kalau begitu.. tolong bantu aku membaca sampul buku ini, Lily-nee..” Alyssa duduk di samping ku dan memperlihatkan sampul buku di tangannya.


“Em.. tulisan ini memiliki arti Sains Modern di Dunia La-“


“Onee-saaamaaa.. B-Boleh aku mempelajari buku ini? K-Kurasa aku tertarik untuk mempelajarinya” tepat di samping ku, Alice menarik seragam yang ku kenakan. Dengan rona merah di wajahnya dan perasaan tertinggal oleh saudarinya, Alice mencoba mendapatkan perhatian ku dengan cara yang sama seperti Alyssa.


“Buku itu.. Em! Pilihan yang bagus Alice. Itu adalah buku sihir yang berisi kontrak spirit yang ditulis oleh Demon Emperor!”


“D-Demon Emperor?” mendengar ucapan ku, Alice terdiam terheran-heran.


“Demon Emperor itu sangat luar biasa loh. Dalam sejarah yang tercatat di kerajaan kita, dia adalah Demon Emperor yang mampu menahan invasi monster raksasa seorang diri!”


“D-Demon kah.. Uhh.. bentuk mereka sangat menakutkan..” Alice menggerutu kecil.


Aku memahami perasaan itu. Demon yang pernah ku lihat memiliki fisik yang menyeramkan dan menjijikan. Tapi, aku pernah bertemu dengan ras Demon yang memiliki tubuh fisik manusia. Ukuran tubuhnya terlihat cukup normal untuk dikatakan sebagai manusia namun tanduk, sayap, dan ekor yang menjadi ciri khas dari ras Demon melekat pada tubuh manusianya.


“Fufu~ Alice.. jangan memandang rendah kontrak spirit yang ditulis oleh Demon Emperor. Perhatikan ini.. Nimi apa kau bisa datang kesini?” dengan ucapan ku yang tenang, sebuah aura berwarna kehijauan tercipta di udara. Perlahan, aura berwarna hijau itu membesar dan membentuk tubuh manusia.


“Lily Onee-chan!!” setelah aura kehijauan itu membentuk tubuh manusia. Nimi yang baru saja berpindah ke kamar ku segera memeluk tubuh ku.


“Bagaimana keadaan Helena-san? Apa dia baik-baik saja?” tanya ku.


“Mama baik-baik saja kok, Ah! kapan Lily Onee-chan dan Onee-chan pulang?” melihat kemunculan Nimi yang datang tiba-tiba, Alice dan Alyssa terdiam sembari mengamati tubuh Nimi di belakang tubuh ku.


Aura di sekitar tubuh Nimi memancarkan cahaya kehijauan, itu adalah tanda khusus mengenai sosok spirit yang memadatkan tubuhnya. Kekuatan spirit dapat diukur dari bentuk tubuh fisiknya, semakin kuat sosok spirit maka semakin sempurna pula bentuk tubuhnya. Bentuk tubuh Nimi masih berupa anak kecil dan membutuhkan kekuatan yang besar untuk membuat sosok tubuh dewasa. Eksistensi spirit terbilang cukup sulit untuk dipanggil, hanya kontak tertentu saja yang dapat memanggil mereka. Karena aku dan Nimi terbilang cukup akrab, aku bisa memanggil Nimi untuk datang mengunjungi ku.


“Dimana Onee-chan?” tanya Nimi.


“Oh, Mio sedang membuat makanan ringan untuk kita” balas ku.


Nimi mengamati kedua adik tiri ku yang bersembunyi di belakang tubuh ku.


“Ah.. um.. maaf untuk kelancangan ku sebelumnya. Nama ku adalah Nimi. Senang bertemu dengan kalian..” ucap Nimi kepada kedua adik tiri ku.


Alice dan Alyssa yang memegang erat seragam ku, perlahan melepasnya. Mereka sangat terkejut dengan kedatangan Nimi yang muncul tiba-tiba di depan mereka.


*Toookk.. Toookk..


“Lily-sama, makanan ringan kali ini sangat spesial dari biasanya karena.. Ehh.. Nimi?” saat Mio memasuki ruang kamar ku, ia sangat terkejut melihat kehadiran adik manisnya.

__ADS_1


“Oneee-chaaaan!!” Nimi terbang memeluk Mio.


“Niiimiii!!” Mio memeluk erat Nimi.


Sepertinya, ruang kamar ku menjadi lebih berisik dari biasanya.


“Nah, seperti itulah cara untuk memanggil spirit, Alice” aku menutup percakapan ini.


“I-Itukah spirit..” mata Alice tertuju kepada Nimi. Walaupun mereka pernah bertemu sebelumnya, tampaknya Alice tidak mengingat kehadiran Nimi saat menjemput ku di rumah Mio.


“Umm.. apa kau tertarik mempelajarinya?” tanya ku kepada Alice.


Alice memandangi buku sihir yang berisi kontrak spirit, walaupun bentuk buku itu sangat sederhana dan terlihat usang. Tetapi, senyum tipis yang tercipta di wajah Alice telah menggambarkan isi hatinya.


Ikan yang kedua berhasil terpancing dengan sempurna!


“Onee-sama.. B-Bolehkah Alice merepotkan Onee-sama dengan mempelajari buku ini?” tanya Alice dengan nada kecil.


“Tentu saja, kenapa aku harus menolaknya?” jawab ku.


“Terima kasih, Onee-sama..” Alice memeluk erat lengan ku dan menariknya. Kecupan kecil dari bibirnya mengenai bibir ku. Ketika Alice melepas ciuman lembutnya, aku bisa melihat linang air mata dari kelopak matanya dan senyum indah yang menghiasi wajahnya.


Tangan Alyssa tiba-tiba memegang wajah ku dan menarik wajah ku untuk tertuju kepadanya. Sama seperti yang dilakukan Alice, Alyssa mencium bibir ku dengan lembut. Aku merasakan dua cinta yang saling melengkapi satu sama lain. Terkadang, memiliki hubungan yang spesial dan saling menerima satu sama lain membuat ku merasa bahagia.


“Terima kasih juga, Lily-nee..” bisik Alyssa setelah mencium bibir ku.


Ahhh.. kedua adik tiri ku sangat imut.


Senyum itu..


Entah kenapa, aku ingin menjaga keindahan senyum bahagia itu.


Jika saja ada seseorang yang merebut kedua senyuman indah itu dari ku, maka aku akan...


[Ey! berhenti di sini Lily-chan! Itu sangat menyeramkan!]


[Biar aku yang mengurus sisanya, tenang saja!]


Umm.. baiklah Dewi. Aku akan mengandalkan mu jika hari itu tiba.


[Aaahh.. untung saja! Aku belum cukup kuat untuk melihat sisi Yandere Lily-chan.]


Yandere?


[B-Bukan apa-apa, Lily-chan. Lupakan saja ucapan ku yang tadi.]

__ADS_1


Oh.. Um.. baiklah..


__ADS_2