
Satu hari yang berat telah berlalu.
Setelah melewati hari yang cukup panjang, malam hari ku di isi dengan menjawab pertanyaan yang tidak kunjung berhenti dari kedua adik tiri ku. Pertanyaan mereka membuat ku terjaga hingga pagi hari.
Pertanyaan kedua adik tiri ku sedikit aneh. Mereka mempertanyakan hubungan ku dengan Ciel dan Sia. Sulit rasanya untuk menjawab pertanyaan kecil mereka. Terlebih, pertanyaan mereka terus berlanjut setelah makan pagi, makan siang, hingga makan malam. Mereka bahkan menerobos kamar ku dan meminta untuk tidur bersama. Sejauh yang ku pahami, mereka ingin merasakan pengalaman yang telah dirasakan oleh Ciel dan Sia.
Terkadang, kedua adik tiri ku sulit di mengerti dan aku masih berusaha untuk memahami sifat dan karakter mereka. Kuharap, kami bisa menjadi dekat setelah kejadian ini.
Saat ini, Alice dan Alyssa masih tertidur lelap. Berbeda dengan ku yang sudah terbiasa bangun di pagi hari, mereka sedikit kesulitan untuk bangun di pagi hari. Aku tidak ingin membangunkan waktu tidur mereka. Jadi, aku sedikit membiarkan mereka untuk tertidur lebih lama lagi dan menunggu Maid pribadi mereka datang.
Sekarang, aku bisa bersantai sejenak dengan memandangi cermin kaca di meja rias ku dan melihat kejahilan kecil yang sedang dilakukan oleh Dewi ku.
Tepat di belakang ku, setumpuk pakaian yang menghuni lemari pakaian ku perlahan terbang dan terbakar oleh api berwarna emas. Api berwarna emas itu merupakan sihir spesial yang tercipta dari campur tangan Dewi. Sebuah api yang tidak mengeluarkan hawa panas, kepulan asap, dan residu hasil pembakaran. Pakaian ku menghilang tanpa jejak setelah dilahap api itu.
Um.. kenapa ini bisa terjadi?
Mungkin akan terlalu panjang jika ku jelaskan secara rinci. Tapi, aku bisa meringkasnya ke dalam kalimat sederhana.
Aku terseret ke sebuah acara “Cosplay Showcase” yang diselenggarakan oleh Dewi.
Ini semua terjadi setelah sang Ratu Kerajaan dan sampah itu bersiap untuk kembali ke kandang mereka. Chocolate Box yang telah ku persiapkan untuk Ciel dan Sia menarik perhatian mereka. Karena itu adalah item yang memerlukan Yurification Poin, aku sangat berat hati untuk memberikan kenikmatan rasa manis itu dalam mulut mereka. Jadi, aku mengikuti saran kecil dari sang Dewi untuk memberikan mereka sebuah pakaian aneh bernama “Wilhelmshaven Maritime High School Uniform”.
Berkat Yurification System yang telah diperbaharui, ada beberapa barang yang bisa dibeli menggunakan Yurification Poin. Untuk mendapatkan Yurification Poin, terdapat persyaratan khusus yang perlu dilakukan dan itu tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Hanya melakukan kontak fisik terhadap wanita yang memiliki hubungan Ritual Linked dan Affection 100.
Ya.. Uhm.. kurasa 721.000 Yurification Poin terlalu banyak untuk dibelanjakan ke dalam Yurification Store.
Kenapa Yurification Poin ku bisa sebanyak ini?
Apakah aku melewatkan sesuatu?
Umm.. lupakan itu. Kasih sayang Mio terhadap ku ternyata sangat besar. Terima kasih, Mio.
Barang yang dijual oleh Yurification Store memiliki kualitas yang luar biasa. Dewi yang selalu menggoda ku ternyata memanjakan ku melalui barang antar dunia yang bisa diakses menggunakan Yurification Store. Barang itu sedikit aneh bentuknya tapi tidak jauh berbeda dengan barang di dunia ini.
Uh.. aku sedikit merasa bersalah jika tidak mengucapkan rasa terima kasih ku kepadanya. Jadi, aku sedikit mengikuti permintaan kecilnya untuk berpartisipasi ke dalam acara “Cosplay Showcase”.
Sang Dewi hanya menyuruh ku untuk duduk manis di depan cermin meja rias dan membiarkan kekuatannya merubah penampilan tubuh ku seperti pakaian, gaya rambut, dan kepribadian yang telah ditentukan oleh Dewi. Untuk bagian yang terakhir, aku harus melakukan “Role Play” atau akting karakter sesuai arahan Dewi.
Pakaian yang berada di dalam lemari ku kini hangus tak tersisa. Sebelum Dewi membakar semua pakaian ku, ia sedikit berbicara kasar mengenai Marquess Rommel. Sang Dewi mengeluhkan isi pakaian lemari ku yang tertinggal oleh waktu dan memasukkannya ke dalam museum pribadinya.
Aku tidak terlalu memikirkan selera pakaian ku selama ini. Sang Dewi memberi ku nasihat kecil dengan berkata “Di balik tubuh yang indah terdapat pakaian yang mantap!”
Sekali lagi, aku mendengar kata-kata dari sang Dewi yang sulit di mengerti.
Pakaian yang sedang ku kenakan saat ini terlihat seperti seragam militer. Bentuknya terlihat serasi dengan warna kulit ku dan aku menyukai model pakaian seperti ini.
Rasanya.. ini seperti menyatu ke dalam setiap bentuk tubuh ku. Di samping itu, statistik yang terukir di dalam jahitannya memberi kelebihan tersendiri dari pakaian biasa.
__ADS_1
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Wilhelmshaven Maritime High School Uniform
Deskripsi:
Seragam sekolah militer wanita yang digunakan oleh sekolah maritim Wilhelmshaven. Menggunakan setelah dasar berupa jaket berwarna hitam, kemeja putih, dasi panjang hitam, dan rok hitam. Di bagian dada kiri jaket terdapat logo sekolah Wilhelmshaven dan pangkat militer sementara di jumlah strap talinya. Perlengkapan lain seperti sepatu, kaos kaki panjang, dan sarung tangan di dominasi oleh warna hitam. Semua barang yang berasal dari Yurification Store memiliki efek khusus seperti tidak bisa dirusak, tidak bisa kotor, tidak berbau, dan menyesuaikan bentuk tubuh penggunanya.
Status:
Phy. Atk: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Phy Def: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Agility: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Mag. Atk: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Mag. Def: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Resist: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
Special: [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+] [+]
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
I-Ini tidak terlihat aneh kan?
Selain pakaian yang ku kenakan, model rambut ku juga dirubah sepenuhnya oleh Dewi. Setidaknya, ada dua pita rambut yang menghiasi rambut ku. Melihat perubahan ini, rasanya aku menjadi gadis yang berbeda dari sebelumnya.
[Umu! Gaya rambut ini memang cocok untuk pakaian militer!]
[Lily-chan, cobalah untuk berdiri dan berputar di depan cermin.]
Mengikuti perkataan sang Dewi, aku turun dari kursi meja rias ku dan beralih ke cermin panjang yang terletak di sebelah meja rias. Bentuk cermin yang memanjang ke atas itu memperlihatkan bentuk tubuh ku yang telah berubah sepenuhnya.
Seorang gadis berkulit gelap dengan pakaian militer hitam, tatapan mata merahnya yang tajam, dan model rambutnya yang terlihat tegas membuat ku merinding.
...(illustrated by pinegraph)...
Aku sedikit mengamati diri ku di depan cermin. Pakaian ini tidak buruk juga dan...
*Tok! Tok!
“Lily-sama..”
__ADS_1
“Hyaaa!” ketukan suara pintu itu sedikit mengejutkan ku.
“Alice-sama..”
“Alyssa-sama..”
Tampaknya, Mio dan Maid pribadi adik tiri ku telah tiba.
“Permisi, Lily-sama.. aku akan membuka pintu..” ucap Mio dari balik pintu.
*Kreeek!
“...”
“...”
“...”
Setelah pintu terbuka lebar, Mio dan Maid pribadi adik tiri ku berdiri terdiam melihat penampilan ku.
Reaksi itu..
Itu adalah reaksi yang sama di hari sebelumnya. Karena oleh-oleh Ratu Kerajaan Aurora sedikit berbeda dari biasanya, ia mempertanyakan bagaimana cara untuk memakainya. Jadi, aku memakainya dan mendapati tatapan orang-orang di sekililing ku terdiam membeku sembari menahan lubang hidung mereka yang mengeluarkan darah.
“Selamat pagi, Lily-sama.. seperti biasa.. itu sangat menawan..” ucap Mio sembari tersenyum ke arah ku.
“Selamat pagi, Mio” balas ku.
“Umm.. Lily-sama. Apakah Lily-sama akan menggunakan pakaian itu sepanjang hari?” tanya Mio.
“Sepertinya begitu. Apakah terlalu jelek untuk ku?”
“T-Tidak seperti itu, hanya saja..” Mio melirik Maid adik tiri ku yang berdiri di sampingnya.
Berbeda dengan Mio yang bersikap tenang, tubuh Maid pribadi adik tiri ku bergetar setelah melihat penampilan ku.
Uhh.. apakah penampilan ini sangat buruk di mata mereka?
“Kalian berdua, tolong jangan terpesona dengan kecantikan dan keimutan Master ku. Bukankah kalian memiliki Master yang harus di layani? Dimana sikap profesionalitas kalian sebagai Maid pribadi?” ucap Mio.
“M-Mio, bagaimana caranya untuk tidak terpesona dengan kecantikan ini?”
“Benar, sangat mustahil untuk menahan keimutannya. Tunggu! Hidung mu juga berdarah, Mio!”
Sekilas aku mendengar bisikan kecil yang terjadi di antara Mio dan kedua Maid pribadi adik tiri ku.
Sepertinya, penampilan ku terlalu buruk di mata mereka.
__ADS_1