
Ciel memaksa ku untuk berbaring di atas ranjang tempat tidur ku.
Kini tubuh ku kembali ke sosok gadis rubah.
“Nee-samaaa~ Ehehe~” Ciel mendekati ku sembari menggigit ekor rubah nya.
Ekspresi wajah Ciel seolah mengatakan “Tolong gigit ekor ku, Nee-sama!” dan itu membuat ku canggung untuk menatap matanya apalagi menggigit ekornya!
“Errm.. Ciel..” sebelum aku mengutarakan rasa canggung ku. Ciel meletakkan ujung ekornya di depan wajah ku. Sensasi lembut dari ekornya yang mengembang terbenam di wajah ku terasa seperti bantal lembut hingga ujung hidung ku mengenai sesuatu yang keras dan membuat ku tersadar dari ilusi kecil ekor Ciel.
“Hyaa!! Nee-sama.. I-Itu sangat sensitif.. Tolong yang lembut sedikit ♥” ucap Ciel.
Oh!
Jadi, itu ujung ekornya?
Kenapa aku harus menggigit ujung ekor yang sensitif seperti itu?
Aku tidak ingin membuat suasana canggung ini lebih lama lagi. Jadi, aku perlahan membuka ekor Ciel yang tertutupi rambut lebat untuk menggigit ujung ekornya.
“Hyaaaa ♥!! Kyuuuu ♥!! Muuunyaaa ♥!!”
“Emmmphh!! Nee-sama ♥ ~”
“Ahmmm ♥ ~”
Semakin aku berusaha menggigit ujung ekor Ciel, semakin besar pula erangan kecil yang keluar dari mulut Ciel dan membuat suasana ruang kamar ini berbeda dari sebelumnya.
Ini seperti kami sedang melakukan tindakan yang tidak biasa dan mengundang kesalahpahaman.
Aku tidak ingin terburu-buru dan memberi kesan gadis yang kasar bagi Ciel. Jadi, secara perlahan aku menyusuri ekornya yang lebat demi memberi satu gigitan yang diinginkan Ciel.
Saat aku menemukan ujung ekornya yang dekat dengan mulut ku. Aku perlahan menggigit ujung ekor Ciel dengan lembut.
“Nyaaaaaa ♥!! Nee-sama ♥!!” tepat setelah aku menggigit ujung ekor Ciel. Sebuah aura sihir berwarna emas memenuhi ekor Ciel dan delapan ekor rubah Ciel yang tersembunyi tiba-tiba muncul lalu mengembang seperti kipas yang menari di atas angin.
Sembilan ekor Ciel yang bercahaya itu mengeluarkan sebuah benang berwarna merah yang mulai melilit ekor ku.
Ini hanya perasaan ku saja atau aku pernah melihat ini sebelumnya?
Emm.. rasanya ini terlihat seperti Ritual Linked.
D-Dewi.. bisa tolong jelaskan tentang situasi ini?
...
...
Dewi?
Apa kau di sana, Dewi?
Ugh, kenapa saat dibutuhkan dia pergi menghilang?
Kurasa, selain melakukannya melalui ciuman. Ada beberapa Ritual Linked yang bisa dilakukan berdasarkan tradisi antar ras. Jika tradisi ras Ciel adalah menggigit ekor pasangannya. Apakah aku harus menciumnya untuk menyempurnakan Ritual Linked yang sedang kami lakukan atau mengikuti tradisi ras Ciel?
“Eng, Ciel?” aku menyadari tatapan Ciel yang mengamati ekor rubah ku.
Oh! Ciel ingin menggigitnya?!
Begitu rupanya!!
Aku harus menjawabnya dengan membiarkan Ciel menggigit ekor ku untuk menyempurnakan Ritual Linked.
Aku menggerakkan ekor ku ke atas paha ku dan menepuknya.
“Apa kau mau menggigitnya?” ucap ku kepada Ciel.
“Emm!! Nee-sama!!” Ciel tiba-tiba melompat dan membenamkan wajahnya ke dalam ekor rubah ku.
Sensasi yang sangat sulit dijelaskan menyebar ke seluruh tubuh ku. Itu seperti tubuh sensitif ku diberi sentuhan lembut yang membuat ku bergetar menahan rasa geli.
“Kuuuhuuu~ ♥” aku bisa merasakan aliran nafas Ciel yang bergerak masuk di sela-sela ekor ku.
Itu terasa tidak nyaman dan membuat rambut ekor ku sedikit mengembang menahan rasa geli yang mengalir di tubuh ku hingga sensasi rasa sakit yang menggelikan terukir jelas di ujung ekor ku.
“Hnnnggg!! ♥” aku tanpa sengaja menahan sensasi yang aneh itu dengan mengeluarkan erangan kecil.
Aku merasakan perubahan besar yang mengalir dari ekor ku. Benang merah yang melilit ekor ku kini bergerak mengikat keseluruhan ekor ku. Aura emas dari energi sihir Ciel dapat kurasakan dan ekor ku berubah menjadi sembilan ekor.
Tunggu sebentar!
Sembilan ekor?!
__ADS_1
A-Apa yang baru saja terjadi dan kenapa penampilan gadis rubah ku kini berbeda jauh dari sebelumnya?
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Chinatsu Ciel (Linked)
(Affinity: Love 200%)
(Mood: Happy Mating Ritual)
- Basics -
Gender: Female
Type: Young Adult
Nationality: Nox Forest
Age: 211
Birth Date: Winter, 21
- Physical –
Height: 126 cm
Weight: 14 kg
Blood Type: AA
- More Info -
Like: Hunting Prey
Dislike: Foolishness
Pride: The One Who Reach Nine Tail in Young Age
- Benefits –
[+] Ketika Affinity target mencapai 10%, mendapatkan (Skill – Fox Night Vision) [Active].
[+] Ketika Affinity target mencapai 30%, mendapatkan (Skill – Fox Magic) [Active].
[+] Ketika Affinity target mencapai 80%, mendapatkan (Skill – Fox Recovery) [Active].
[+] Ketika Affinity target mencapai 100%, mendapatkan (Skill – Fox Sense) [Active].
[+] Ketika Affinity target mencapai 150%, mendapatkan (Skill – Fox Summoning).
[+] Ketika Affinity target mencapai 200%, mendapatkan (Skill – Fox Hidden Nest).
- Hidden Benefits –
[+] Nine-Tailed Fox Supremacy
[+] Nine-Tailed Fox Magic
[+] Nine-Tailed Fox Physical Boost
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
A-Apa ini?
Apakah Ritual Linked ini membuat ku menjadi gadis rubah berekor sembilan sepenuhnya?
Aku memandangi cermin yang berada di dalam kamar ku. Tanpa ku sadari, topeng rubah yang berada di kepala ku kini perlahan menghilang.
Emm.. ini bukan sesuatu yang buruk kan?
Sembilan ekor Ciel dan sembilan ekor ku terlihat menutupi ranjang tempat tidur ku. Ekor ku tidak selebat Ciel namun jumlah ekor kami sudah cukup untuk mengisi satu rajang tempat tidur.
Di samping kami, Sia dan Mio hanya berdiri menatap kami. Tatapan mereka tertuju pada ekor kami yang mengembang dan mengisi ranjang tempat tidur.
“Uh.. Um.. Ini hanya perasaan ku saja atau tubuh ku benar-benar ingin menyelam diatasnya?” ucap Sia.
Berbeda dengan Sia yang bertanya terlebih dahulu, Mio bergegas menghampiri ku dan memeluk salah satu ekor ku.
“Kuuuh~ lembut sekali~” ucap Mio sembari mengelus salah satu ekor ku.
“Mio?” aku memanggil Mio dan menggerakkan sisa ekor ku untuk menggodanya.
“Apa kau ingin tidur di atasnya?” ucap ku untuk menggoda Mio.
__ADS_1
“Eh? Bolehkah?”
“Umm.. boleh saja..”
“T-Terima kasih, Lily-sama. Kalau begitu.. Eeey!!” Mio perlahan menaiki ranjang kasur ku dan memeluk salah satu ekor rubah ku.
Delapan ekor ku yang tersisa bergerak menyelimuti tubuh Mio.
“Huuuwaaa.. Lembut sekali!” ucap Mio.
Hanya mendengar ucapan Mio saja, aku bisa merasakan kelembutan ekor rubah ku yang perlahan membawa Mio terbang ke alam mimpi.
Oh! Benar juga!
Ini sudah waktunya untuk tidur!
“Nee.. Lily-chan.. Ada yang membuat ku penasaran. Apakah Lily-chan memiliki kemampuan untuk meniru kekuatan lain?” tanya Sia.
Sebuah pertanyaan yang cukup serius dilontarkan oleh Sia.
“Eng, kemampuan untuk meniru?” balas ku.
“Setelah melihat apa yang sudah terjadi. Aku sedikit memahami kekuatan Lily-chan. Untuk membuktikannya, tolong gi-” Sia menghentikan kata-katanya.
Dengan rona merah yang menghiasi wajahnya, Sia perlahan mengucap kata-kata yang membuatnya gugup.
“T-Tolong gigit ekor ku juga” ucap Sia dengan menahan rasa malunya.
Di balik tubuhnya, aku bisa melihat ekor naga Sia yang melambai.
“Emm.. apa itu tidak apa-apa?” tanya ku untuk mengubah pemikiran Sia.
“T-Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan ku saja” balas Sia dengan penuh keraguan.
Ekor Sia kini berada di tangannya. Berbeda dengan ekor rubah yang dipenuhi rambut lembut yang melindungi ujung sensitifnya. Ekor naga Sia terlihat keras dengan sisik mengkilap yang melindungi daerah sensitif mereka.
“Emm.. Lily-chan.. Tolong jangan menatap ekor ku seperti itu” ucap Sia menahan rasa malunya.
“Ah! M-Maaf. Itu terlihat seperti ekor yang keras. Bagaimana cara ku menggigitnya?” tanya ku.
“Ah! Bukanlah masalah. Ekor ras naga bisa melakukan ini..” aku bisa melihat sisik ekor Sia yang terbuka dan menampilkan ujung ekornya yang berwarna putih.
Ujung ekor Sia terlihat seperti makanan yang mengundang ku untuk menggigitnya.
“Emm.. Lily-chan.. T-Tolong gigit.. perlahan..” ucapan Sia terdengar samar-samar dan wajahnya dipenuhi rona merah.
“Lily-chan..” ucapan Sia yang terdengar lembut itu menuntun ku untuk menggigit ujung ekornya.
Aku perlahan bergerak mendekati ekor Sia dan menggigit ujung ekornya.
“Kuuuhuu~ ♥” Sia mengerang kecil dan menutupi ekspresi wajahnya yang dipenuhi rona merah.
Beberapa menit berlalu..
Diri ku masih saja menjadi gadis rubah berekor sembilan.
“Sepertinya..”
“Teori ku sedikit salah..”
“Um.. Maaf membuat Lily-chan melakukan ini.”
Sia terlihat malu-malu dan bergerak mendekati wajah ku.
“Tolong.. cium tanduk kecil ku sedikit..” pinta Sia.
Aku hanya mengikuti permintaan Sia dan mencium tanduk kecil yang tumbuh di kepalanya.
Sebelum aku menyadarinya, sesuatu yang telah kulakukan ini memiliki makna yang spesial bagi Sia.
Yakni, sebuah sumpah setia yang dilakukan oleh ras naga terhadap pasangannya.
Tepat setelah itu, kekuatan lain perlahan muncul dari dalam diri ku.
Sosok ku yang semula menjadi gadis rubah berekor sembilan kini berubah menjadi sosok gadis naga kecil yang imut.
“Fufu~ sepertinya.. aku memiliki adik baru yang imut ♥” ucap Sia sembari memeluk erat tubuh ku.
“Liiiily-chaaan~”
Mungkinkah..
Aku baru saja dijebak dan menjadi kelinci percobaan Sia?
__ADS_1