
Perintah yang dikeluarkan oleh Ayahku bukanlah omong kosong. Setelah makan malam yang berat itu, Mio mempersiapkan pakaian dan kebutuhanku untuk berlibur.
“Mio, apakah kau mengetahui hubungan antara Ayahku dengan keluarga kerajaan?” tanyaku di sela-sela aktivitas Mio.
“Rommel-sama? Uhm.. Jika tidak salah, mereka adalah teman masa kecil dan satu angkatan Akademi Militer dengan Raja” Mio menjawabnya sembari menata pakaian harianku ke dalam koper kecil.
“Akademi Militer, kah? Tempat seperti apa itu?” gumam kecilku.
Berdasarkan rumor yang sering kudengar di kalangan bangsawan, Ayahku merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Kerajaan Aurora dan orang yang paling bermasalah dengan keluarga kerajaan.
Bukan seperti dia selalu menentang keluarga kerajaan, itu terlihat seperti kedekatan antara Raja dan sahabatnya. Sikap tegas Ayahku yang berani mengambil keputusan di situasi darurat Kerajaan Aurora membuat dirinya mendapatkan gelar bangsawan Marquess. Sebagai catatan kecil, tingkatan bangsawan Kerajaan Aurora menggunakan sistem kontribusi Kerajaan dan untuk mencapai tingkatan Marquess dibutuhkan pengabdian selama 70 tahun. Keluarga bangsawan yang berpengaruh terhadap keputusan kerajaan memiliki kekuatan terhadap bangsawan lain secara tidak langsung.
Kekuatan Ayahku terletak pada keberaniannya melakukan kritikan pedas ke keluarga kerajaan.
“Apakah ini akan baik-baik saja, Mio? Bukankah Raja Kerajaan Aurora adalah sahabat Ayahku. Memberi surat kejutan mengenai dirinya yang keluar dari kebangsawanan Kerajaan Aurora itu seperti menginjak harga diri pemimpin Kerajaan Aurora, bukan?” tanyaku.
“... Ahahaha ...” Mio tertawa kecil setelah mendengar pertanyaanku.
“Hubungan mereka tidak seperti itu, Lily-sama. Aku tidak tahu bagaimana untuk mengatakannya tetapi kedekatan mereka seperti air dan api. Mereka terlihat seperti menyerang satu sama lain namun peduli terhadap satu sama lain. Mungkin, surat itu ditujukan untuk bercanda ke sahabat dekatnya” balas Mio.
“Begitukah? Aku tidak mengerti tentang itu.”
Ya, aku sama sekali tidak mengerti. Hubungan antar pria sangat membingungkan. Sulit bagiku untuk memahaminya.
“Tidak apa-apa, Lily-sama. Keputusan yang dibuat Rommel-sama memiliki alasan kuat dibaliknya. Selama Rommel-sama bersikap seperti itu, keluarga kerajaan tidak bisa berbuat apa-apa selain menjemputnya secara paksa jika terjadi keadaan darurat.”
A-Ayahku memiliki pengaruh seperti itu di keluarga kerajaan?
Tetapi.. Firasatku mengatakan jika tindakan Ayahku akan menggemparkan keluarga bangsawan lain karena wilayah Marquess Rommel yang berbatasan langsung dengan hutan monster.
Tidak ada bangsawan lain yang mampu menandingi kemampuan Ayahku untuk berburu monster. Itulah mengapa wilayah Marquess Rommel berbatasan langsung dengan hutan lebat yang dipenuhi monster liar untuk memuaskan hobi kecilnya.
Jika posisi Marquess Rommel keluar dari silsilah kebangsawanan Kerajaan Aurora. Pihak kerajaan akan kesulitan mengisi posisi kosong itu, terlebih.. Hutan monster berisi mahkluk yang tidak tertulis di buku monster secara umum.
Itu artinya.. Ayahku memiliki kelebihan yang menambah nilai berharganya di mata keluarga kerajaan?
Mengancam keluarga kerajaan dengan keluar dari kebangsawanan akan memengaruhi politik kerajaan ini?
Ugh.. Kepalaku terasa pusing untuk memikirkan ini.
“Lily-sama? Apakah Lily-sama baik-baik saja?” ucap Mio dengan nada lembut.
Tanpa sadar, tanganku memegang kepalaku. Itu terlihat seperti aku sedang kesakitan.
“Tidak apa-apa, Mio. Aku hanya memikirkan tindakan Ayahku yang terlalu keras kepada keluarga kerajaan. Itu terasa seperti dia melakukannya dengan setengah hati. Kalau begitu..” aku tersenyum kecil ke arah Mio.
“Mengapa kita tidak membuatnya seperti kenyataan yang telah terjadi?” lanjut ucapanku.
“L-Lily-sama..” keringat tipis membasahi wajah Mio.
Ide kecilku sangat sederhana. Berpura-pura itu tidak baik loh..
Jadi, aku memutuskan untuk menghalangi informasi kepergian keluargaku dengan memutus rantai komunikasi yang sedang terjadi di tempat ini.
Dari dalam kamar tidurku, aku bisa merasakan adanya seseorang yang bersembunyi di kegelapan malam. Pergerakan mereka yang berkelompok dan mengamati kondisi kamarku terasa sangat mengganggu.
Jadi, aku membuka pintu balkon kamarku dan berjalan keluar membawa peralatan berburuku berupa pedang buatan Mio.
“Mio.. Aku pergi dahulu..” ucapku kepada Mio.
__ADS_1
“Un! Aku akan menyusul nanti, Lily-sama.”
Sepertinya Mio menyadari keanehan di sekitarnya. Dengan menggunakan Sakura Vanish dan Sakura Dash, aku bergerak secara cepat untuk mengurangi jarak antara diriku dan sosok misterius.
*Swiiiiingg..
*Swuuushh..
Di belakang tubuh mereka, aku ikut bersembunyi di kegelapan malam untuk menyapa mereka.
Seorang pria dengan pakaian hitam di seluruh tubuh memberi petunjuk jelas tentang tujuan mereka.
“Ekhem! Apa yang sedang kalian lakukan?” ucapku untuk mengejutkan mereka.
*Tiiinng!
Sebuah kilatan tipis dari mata pedang mengarah ke leherku, pandanganku yang melambat itu memberi waktu yang cukup untuk menghindari serangan itu.
Serangan itu seharusnya mengenai leherku dan memotong kepalaku, hanya saja.. Gerakan mereka terlalu lambat di mataku.
*Swiiing!
*Swuush!
*Traaaak!
Serangan yang kasar itu menghantam batang pohon di belakangku, aku berhasil menghindari dua serangan cepat yang mengincar leherku.
“Hey, bisakah kita berbicara sebentar? Apa tujuan kalian ke-”
*Swiiing!
Pertanyaanku terpotong oleh seragan kejutan dari jarak jauh. Serangan itu berasal dari pisau kecil yang ramping dan memiliki ukiran aneh di gagangnya.
*Wiiiing..
*Poooooofff..
Pisau aneh itu tiba-tiba meledak dan mengeluarkan asap tebal berwarna putih. Pandanganku tertutupi oleh kabut asap dan napasku terasa sesak. Aku mengandalkan instingku di situasi ini dan mendeteksi adanya langkah kaki kecil yang bergerak membelakangi tubuhku.
“Selamat tinggal, gadis kecil..” ucap seseorang misterius di belakangku.
Aku menggelengkan kepalaku dan membalas ucapannya, “Yup, selamat tinggal.”
Aku tersenyum kecil dan menyapa sosok misterius itu bersama sosok lain di belakangnya.
*Slaaaash!!
Percikan darah melewati tubuhku. Di belakang sosok misterius itu terdapat seorang gadis yang mengenakan pakaian Maid dengan pedang berlumuran darah di tangannya.
“Itu cukup memakan waktu yang lama, Mio.”
“Ehehehe.. Tetapi aku tepat waktu, Lily-sama” balas Mio dengan senyuman lebar di wajahnya.
Kemunculan Mio yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat kepanikan tersendiri. Bisikan kecil mulai terjadi di antara sosok misterius. Dengan anggukan kecil dan bahasa tangan, mereka mengurungkan niat untuk bertarung dan berlari menjauhi kami.
Aku dan Mio hanya tersenyum kecil.
“Lily-sama, apakah aku harus mengejar mereka?” tanya Mio.
__ADS_1
“Uhm.. Bagaimana ini? Aku sangat penasaran dengan tujuan mereka yang mengamati kita” balasku dengan nada yang tidak peduli tentang nasib mereka.
“Un! Aku akan menangkap mereka, Lily-sama!” seru Mio dengan nada bersemangat.
Mio menggunakan Sakura Vanish dan Sakura Dash untuk memotong jarak di antara mereka. Sekali lagi, kemunculan Mio yang tiba-tiba bagaikan serigala hitam yang menjebak mangsanya. Gerakan pedang Mio yang elegan telah memotong pergerakan mereka. Sepanjang pelarian mereka, tetesan darah yang kental telah membasahi tanah. Potongan kaki dan tangan misterius menghiasi halaman utama kediaman Marquess Rommel.
“Haaaah.. Miioo..” aku menarik napas yang cukup panjang dan menatap Mio dari kejauhan.
Itu akan bermasalah untuk orang-orang yang bekerja di pagi hari.
Untuk itu, aku bergegas mengejar Mio yang menikmati pembantaian secara sepihak itu.
“Nee.. Mio.. Ini sedikit berlebihan” ucapku sembari mengejar pergerakannya dari samping.
“Eh?” sebelum Mio melancarkan serangan berikutnya, dia berhenti dan menatapku.
“Orang-orang yang bekerja di pagi hari akan panik setelah melihat ini” ucapku sembari menunjuk genangan darah yang tertinggal di atas tanah.
“Tenang saja, Lily-sama. Aku akan membereskan kekacauan kecil ini dengan cepat!” ucap Mio dengan penuh keyakinan.
Tanpa mempedulikan kata-kataku, Mio kembali memburu mereka tanpa sisa.
Aku tidak tahu mengapa ini terjadi, sepertinya ada seseorang yang menyewa mereka untuk menyakiti keluargaku.
Keluargaku?
Atau.. Aku?
Uhm.. Jika dipikirkan kembali. Hanya ada satu orang yang mempunyai dendam pribadi denganku.
Ugh.. Kejadian ini membuatku sangat kerepotan.
Apakah keluarga kerajaan hanya berisi orang-orang bodoh di dalamnya?
Sampah itu.. Seharusnya aku membunuhnya!
Aku kembali mengejar Mio dan mengubah rencanaku.
Mengirim hadiah spesial sampah itu untuk kembali ke tempatnya.
Bukankah itu terdengar menarik?
Aku akan meminta Zoe untuk mengirim bingkisan spesial ke sampah itu.
Untuk saat ini, mari kita mencari bingkisan spesial yang tersisa dan membungkusnya.
Aku harap.. Sampah itu menerima kebaikan hatiku yang akan membunuhnya di lain hari.
Tentu saja, setelah merampas apa yang dimilikinya.
Kukuku..
[L-Lily.. Itu sangat menakutkan. Boleh aku bergabung?]
Eh? Dewi? Tentu saja..
Nikmati pesta kecil ini sebelum mencapai puncaknya.
[B-Baiklah..]
__ADS_1