Yurification System

Yurification System
Chapter 8 - Undangan Pesta


__ADS_3

“Undangan pesta? Ugh...” aku meluapkan rasa kecewa diriku ketika Sebastian memberiku surat undangan pesta.


“Lily-sama, aku tahu jika Lily-sama trauma dengan kejadian itu. Tetapi, menolak undangan dari keluarga kerajaan-“


“Aku tahu tentang itu, keluarga Marquess Rommel akan mendapatkan pujian dari bangsawan lain, bukan?” ucapku yang memotong perkataan Sebastian.


“Ya, pujian yang menjatuhkan harga diri keluarga Marquess Rommel di ruang publik.”


“Ugh, itu akan membuat keluargaku kerepotan. Terima kasih telah membawa surat undangan ini ke kamarku, Sebastian.”


“Itu sudah tugas saya sebagai Butler, Lily-sama” balas Sebastian dengan tersenyum.


“Unm, aku mengerti” balasku sembari menutup pintu kamarku.


Sejujurnya, aku sangat membenci pesta setelah kejadian mengerikan itu. Aku memahami kondisi tubuhku yang mengerikan untuk berkeliaran di lingkaran sosial. Kulit tubuhku yang berwarna gelap seperti sinyal bahaya yang menjauhkan diriku dari kerumunan orang-orang. Itu bukanlah masalah yang besar untuk diriku tetapi penilaian terhadap Marquess Rommel ditentukan oleh kehadiranku.


“Lebih baik aku tidak menghadiri pesta kecil itu” gumam kecilku.


Aku membuka isi surat itu dan membaca isinya. Sebuah tulisan yang rapi dan indah tertuang di kertas lembut yang berbalut tinta emas.


“Ugh... Apa ini?” melihat isi pesan yang tertuju pada nama lengkapku. Tujuan utama dari undangan pesta ini adalah rasa terima kasih terhadap diriku. Tubuhku tiba-tiba bergetar seperti merasakan hal yang merepotkan telah menanti diriku di pesta kecil itu.


Setelah membaca isi surat itu, aku bisa merasakan isi hati Ratu yang berbahagia setelah Putri Anastasia sembuh dari penyakitnya.


Um... Yah... Dia terlalu bahagia dengan mengirimkan tujuh lembar surat yang menceritakan kondisi Putri Anastasia dan kerinduan untuk bertemu denganku.


Aku meletakkan surat itu di meja kecil kamarku dan berbaring di atas kasur.


“Haaaaah~” aku mengelurkan napas yang cukup panjang untuk melepas beban tak terlihat di pundakku.


“Master, apa kau baik-baik saja?” tanya Zoe yang terbang mendekatiku.


“Un, aku baik-baik saja, Zoe. Hanya teringat dengan kejadian buruk pada masa lalu” balasku dengan memejam kelopak mataku.


“Master... Ah! Tidak... Itu mungkin terasa menyakitkan untuk diceritakan.”


“Kau ingin mengetahuinya, Zoe?”


Sebagai Masternya, aku bisa memahami perasaan Zoe yang penasaran dengan trauma kecilku.


“Bisa dibilang ada seseorang yang membenci penampilanku yang buruk ini. Mereka melampiaskan kebencian itu di ruang publik dan terus menggangu kehidupanku. Aku ingin membunuh mereka tetapi hukum kerajaan ini... Ah! Benar juga!”


Tiba-tiba saja, aku teringat dengan kerentanan hukum Kerajaan Aurora.

__ADS_1


“Zoe...”


“Mau membunuh seorang manusia?” tanyaku kepada Zoe.


“Jika itu perintah Master, aku dengan senang hati akan melakukannya” balas Zoe.


“Fufufu... Tidak ada hukuman bagi spirit yang membunuh seseorang. Ini akan menjadi pembunuhan yang bersih... Ah! Tidak! Ini akan menjadi pembunuhan yang sempurna!” ucapku dengan nada riang gembira. Karena satu alasan ini, trauma kecilku terhadap pesta perlahan berkurang.


“Neee... Master...”


“Hmm? Ada apa, Zoe?”


“Manusia yang membenci Master, haruskah kita memberi kutukan untuk seluruh keturunan mereka?”


“Kutukan? Ide yang sangat menarik, Zoe! Jelaskan sekarang juga!”


“Di era kehidupan spirit, ada sebuah kutukan yang sangat merepotkan dan menjengkelkan. Kutukan itu disebut pemaksa kepribadian yang membuat korban harus mengikuti aturan kutukan itu bersama keturunan mereka” ucap Zoe.


“Pemaksa kepribadian? Apa itu? Terdengar merepotkan dan menjengkelkan!” aku bisa merasakan kekuatan kutukan yang hebat itu dari perkataan Zoe.


“Yup! Itu sangat merepotkan dan menjengkelkan untuk ditanam pada satu garis keturunan, Master.”


“Bagaimana cara kerjanya?” tanyaku dengan nada bersemangat.


“Cara kerjanya sangat sederhana, Master. Contohnya seperti kepala keluarga yang terkena kutukan untuk menggoda istri orang lain saat menghadiri pesta, dia akan melakukan kebiasaan itu selama sisa hidupnya dan menurunkan kutukan itu kepada garis keturunannya. Jika dia tidak memiliki garis keturunan, kutukan itu berakhir pada dirinya. Sangat efektif untuk orang-orang yang membenci Master!” seru Zoe dengan nada semangat.


“Tenang saja, Master. Aku sudah mempelajarinya dengan sempurna dan siap melempar kutukan itu!”


“Kerja yang bagus, Zoe! Aku akan menantikan pertunjukan kutukan itu!”


“Umm... Apakah Master akan memberiku hadiah dengan ide ini?”


“Heee~ Jadi ada imbalannya?” ucapku sembari menggoda Zoe.


“Umm... Bolehkah aku tidur di pelukan tubuh Master?” balas Zoe dengan nada kecil.


Aaah... Bagaimana caraku untuk menjawab pertanyaan Zoe. Ukuran tubuhnya yang kecil terlalu rapuh untuk tertidur dipelukan tubuhku. Aku tidak ingin menolak permintaan spiritku tetapi...


Umm... Lebih baik menerimanya daripada menolaknya dan aku harus berhati-hati saat memeluknya.


“Boleh saja, kemarilah...” balasku.


“Terima kasih, Master!!”

__ADS_1


Sebuah cahaya yang menyilaukan memenuhi ruang kamarku. Setelah cahaya itu meredup, sosok gadis kecil dengan sayap kupu-kupu muncul di depan tubuhku. Rambut panjang berwarna silver, kulit berwarna cokelat, dan mata merah indahnya bagaikan kupu-kupu yang mendominasi kekuatannya.


“Z-Zoe?” aku terkejut dengan perubahan wujud Zoe.


“Bagaimana dengan penampilanku? Master?” tanya Zoe.


“Apakah kau sedang meniru penampilanku?” balas tanyaku.


“A-Apakah aneh, Master?” ucap Zoe dengan menundukkan wajahnya.


“Tidak, aku hanya terkejut melihat penampilan tubuhku yang seperti ini. Ternyata aku sangat imut juga. Kemarilah... Zoe...” aku merentangkan tanganku untuk menangkap tubuh Zoe.


“Maaasssttteeerrr...” Zoe terbang menuju ke pelukanku.


Aku menerima pelukan tubuh Zoe dan memeluk erat tubuhnya. Bentuk tubuh fisik kami tidak jauh berbeda dan terlihat seperti anak kembar. Angin sore yang berhembus melewati jendela kamarku terasa dingin dan tubuhku terlalu malas untuk menutup jendela kamar. Aku tiba-tiba merasakan rasa kantuk yang perlahan menyerang dan memejamkan kelopak mataku sembari memeluk erat tubuh Zoe.


“Urk... Mengapa aku masih mengantuk setelah tidur siang?” gumam kecilku.


“Master, bukankah ini akan menjadi kesempatanku untuk tidur bersama?” bisik kecil Zoe.


“Urm... Lakukan saja” aku menjawab bisikan Zoe dan melanjutkan tidur siangku hingga malam hari.


-----&&&-----


Persiapan pesta untuk keluarga kerajaan berjalan lancar. Seluruh tamu undangan penting dan bangsawan Kerajaan Aurora telah menerima surat undangan.


Ratu Victoria Rie VII membaca laporan mengenai keluarga Marquess Rommel. Tatapan matanya terfokus pada kotak kecil yang berisi gaun pesta dengan nama lengkap Lily di atasnya.


“Mama, apa yang sedang kau lakukan?”


“Hiieekk!! Jangan mengagetkanku seperti itu, Anastasia!” ucap Ratu Victoria.


“Heee... Apa itu? Gaun pesta untuk seorang gadis kecil? Aku tidak tahu jika Mama punya hobi seperti ini?” tanya Putri Anastasia.


“T-Tidak! B-Bukan! I-Ini hanyalah hadiah kecil untuk Lily-chan” jawab Ratu Victoria dengan gugup.


“Aku mendengar rumor tentang Lily-chan di pesta sebelumnya, bukankah di pesta terakhirnya terdapat kenangan yang sangat buruk? Apakah undangan pesta ini tidak melukai ingatan buruknya tentang pesta itu?”


“K-Kejadian itu? Ah... Itu sangat disayangkan telah terjadi. Apakah undanganku tersampaikan dengan baik?” Ratu Victoria teringat dengan kenangan buruk Lily di pesta terakhirnya. Dia mendengar tentang rumor seorang gadis yang terkena lemparan gelas yang berisi anggur merah.


Ratu Victoria tidak mempedulikan rumor itu sebelum mengetahui pelaku dari penyerangan itu. Setelah rumor beredar dan memojokkan keluarga kerajaan, Ratu Victoria melakukan penyelidikan untuk mencari identitas pelaku penyerangan. Hasil dari penyelidikan itu adalah calon Putra Mahkota Kerajaan Aurora yang terlihat melempar gelas ke arah Lily beserta kesaksian dari saksi mata di lokasi kejadian. Tindakan yang jauh dari etika bangsawan dan terlihat barbar itu mendorong Ratu Victoria meminta maaf secara pribadi ke keluarga Marquess Rommel. Sebagai Ratu Kerajaan Aurora, respons keluarga kerajaan terhadap insiden Putra Mahkota berdampak pada kredibilitas keluarga kerajaan untuk memimpin kerajaan pada masa depan. Untuk itu, dia mengunjungi wilayah Marquess Rommel bersama Putra Mahkota dan meminta maaf secara resmi. Tentu saja, dia melakukan kesalahan kecil sama seperti Putra Mahkota.


Gaun pesta merupakan bayaran yang sangat kecil dari kerusakan mental yang dialami Lily. Itu tidak sebanding dengan rencana kejam Lily untuk menyambut pesta kecilnya.

__ADS_1


Tanpa Ratu Victoria sadari, penghinaan kecil yang dialami Putra Mahkota memecah fraksi Kerajaan Aurara menjadi tiga bagian yaitu oposisi, koalisi, dan netral yang dipimpin oleh Marquess Rommel serta hasutan lembut dari Lily yang meruntuhkan roda ekonomi Kerajaan Aurora.


Pesta yang direncanakan Ratu Victoria untuk merayakan kesembuhan Putri Anastasia menimbulkan konflik yang memecah bangsawan kerajaan karena ulah Putra Mahkota Kerajaan Aurora.


__ADS_2