#Ceo Tampan dan Cewek Tomboy

#Ceo Tampan dan Cewek Tomboy
Part 5 #Saling menyalahkan


__ADS_3

Ririn mengangkat wajahnya menatap netra milik Ivan.


Ririn menarik nafas dalam-dalam dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ivan,


"aku tidak pernah menyesal menikah denganmu. tetapi sebaliknya kamulah yang menyesal menikah denganku." jawab Ririn kemudian kembali menunduk melihat ke lantai.


"Ngomong apa kamu?" tanya Ivan.


----------


Sebelum Ivan menyetujui perjodohan ini, Ivan menyukai seorang wanita, temannya saat berada di pesantren, tetapi Ivan menyukainya secara diam tanpa berani mengungkapkan isi hatinya, hingga ia mengambil sebuah keputusan setelah setahun keluar dari pesantren ia akan melamar wanita yang sangat ia kagumi selama bertahun-tahun.


Ternyata harapannya sirna karena wanita itu pergi untuk selamanya. Ivan telah membelikan sebuah kado yang disimpan dikotak yang sampai saat ini masih disimpannya.


---------


"Jujur sajalah, kamu menyesalkan dengan perjodohan ini?" ucap Ririn.


Ivan terdiam tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Ririn, kemudian diantara mereka tercipta keheningan.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Ivan memecahkan kesunyian.


Ririn segera menyeka air matanya.

__ADS_1


"Mending pernikahan ini sampai disini aja!" ucap Ririn dengan tarikan nafas yang paling dalam.


"Maksud kamu?" tanya Ivan dengan ekspresi terkejut.


"Aku mau cerai?" ucap Ririn tanpa memandang Ivan dan terus menunduk melihat kebawah.


"Sampai kapan pun Aku tidak akan menceraikanmu," ucap Ivan yang sedang mengumpulkan keberanian untuk memegang tangan istrinya.


"Kamu pikir pernikahan itu mainan setelah mengucap janji dihadapan Allah." jelas Ivan dan masih menggunakan nada yang sangat lembut.


"Aku tetap mau cerai!" ucap Ririn dengan ketus.


"Jangan ucapkan kata itu lagi," ucap Ivan yang sekarang telah memegang kedua tangan Ririn.


"Apa alasanmu sehingga kamu ingin berpisah denganku, apakah Aku pernah menyakitimu, apakah aku pernah kasar padamu?" Ucap Ivan dengan melontarkan beberapa pertanyaan.


"Sudalah nggak usah dilanjutkan, pernikahan kita ini masih sebulan, secepat inikah kamu ingin mengakhirinya." Ucap Ivan yang penuh dengan ke kecewaan.


"Jelaskan padaku apa yang terjadi padamu hingga kamu ingin sekali berpisah?" ucap Ivan kepada Ririn.


'Sebenarnya Aku tidak mau berpisah denganmu Van, tapi mau gimana lagi, Aku tidak kuat nanti menghadapi jika kamu masih menyimpan cinta untuk wanita lain.' gumam Ririn dalam hatinya.


"Aku mohon padamu, jangan pernah ucapkan kata itu lagi." ucap Ivan dengan nada suara yang lembut.

__ADS_1


Ririn tidak menjawabnya. Ririn hanya menangis karena jika dia tidak mengakhiri hubungan ini sekarang maka kedepannya dia akan dicampakan.


Ririn teringat tentang kado yang ia dapat di lemari pakaian Ririn, ia ingin sekali menanyakan kado ini kepada Ivan tetapi sekarang waktunya tidak tepat.


Wajah Ivan menjadi di tekuk,


"Sudalah sekarang kamu beristrahat sudah malam." Ucap Ivan lalu bangkit dari ranjang menuju sofa tempatnya beristrahat.


'Kok wajahnya menjadi berubah?' gumam Ririn dalam hati.


Sampai sekarang Ivan memang masih menyimpan perasaan kepada Rifqa, kekasihnya yang sudah duluan dipanggil sang kuasa.


Rifqalah yang sampai sekarang masih bertahta di hati Ivan, permaisuri dalam hidup Ivan.


Rifqa meninggal sebulan sebelum acara lamaran Ivan. Cinta Ivan dalam diam tidak bertepuk sebelah tangan ternyata Rifqa juga mencintainya.


Kepergian Rifqa membuat batin Ivan sangat terpukul, Ivan dan Rifqa menjalin hubungan enam bulan dan enam bulan setelah kepergian Rifqa orangtua Ivan menjodohkannya dengan Ririn wanita yang memiliki sifat jauh berbeda dengan Rifqa.


Ivan masih mengingat betul waktu sang pujaan hati dipanggil Yang Maha Kuasa. Ririn meninggal akibat kecelakaan tabrak lari, sampai sekarang pelakunya masih belum ditemukan.


Semua kenangan yang mereka lalui terlintas dipikiran Ivan hingga tanpa sadar air mata keluar dari netra Ivan.


Sejak tadi Ririn memperhatikan Ivan yang sedang berbaring disofa.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" gumam Ririn dalam hati.


#Bersambung


__ADS_2