#Ceo Tampan dan Cewek Tomboy

#Ceo Tampan dan Cewek Tomboy
Part 6 #Tantangan balapan


__ADS_3

Ivan masih saja dengan ekspresi wajah tertekuk.


_____


Setelah melaksanakan Sholat Tahajjud dan Sholat Subuh, Ivan segera beres-beres untuk pergi kekantor.


Ririn sedang duduk dimeja makan, menunggu Ivan untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi." sapa Ivan dan duduk di depan Ririn.


"Mmm." jawab Ririn ketus dengan memasang wajah datar,


"Masih marah yah?" tanya Ivan.


"nggak!" jawab Ririn.


"Oh, baguslah. Aku berangkat sekarang soalnya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." ucap Ivan panjang lebar.


"Pagi-pagi buta begini kekantor, mang nggak sarapan dulu napa?" sindir Ririn.


"Aku sarapannya dikantor saja." jawab Ivan dan segera pergi meninggalkan Ririn.


Gawai milik Ririn berdering,


"[Hallo Rin, ada berita besar kamu harus segera ke markas sekarang.]" ucap disebrang sana yaitu Mila temannya Ririn.


"[Malas ah kesana!]" jawab Ririn karena masih kesal dengan Leni, kemungkinan Leni pasti ada disana.


"[Kami mohon Rin, kamu harus kesini sekarang?]" bujuk Mila agar Ririn datang ke markas mereka.


"[Kalau ku bilang nggak yah nggak!]" ucap Ririn dengan sedikit teriak.


"[tapi, Rin aku mohon kamu kesinilah, markas kita telah diacak-acak oleh geng sebelah mereka menantang kita balapan sejak kemarin tapi Aku menolaknya dan sekarang markas kita jadi sasaran mereka, sebelum kita menerima tantangan itu maka markas kita ini akan dimusnahkan.]" jelas Mila panjang lebar di sebrang sana.


"[Apa, berani sekali mereka!"] ucap Ririn yang mulai emosi.


Tanpa berpikir panjang Ririn mengakhiri komunikasi mereka dan segera bergegas mengambil jeket dan kunci motor di kamar.


Ririn melaju dengan kecepatan tinggi, hanya butuh waktu lima menit Ririn sampai walaupun menempuh jarak yang lumayan jauh sekitar 50 KM dari rumahnya.


Ririn salah satu cewek pembalap liar. Dengan keahliannya itu Ririn menjadi ketua gengnya.

__ADS_1


Setelah sampai di depan markasnya, Ririn segera turun dan bergegas masuk kedalam.


"Bagaimana, ini?" tanya Mila.


"Apakah kita harus menerima tantangannya?" ucap Mila kepada Ririn.


"Memangnya apa tantangan yang mereka inginkan!" ucap Ririn dan segera duduk dikursinya.


"Pertandingan balapan liar!" jawab Mila ragu-ragu, karena ia takut Ririn akan menolak tantangan ini.


"Oh, bilang kepada mereka Siska Raihani atau Ririn akan menerima tantangan dari mereka!" jawab Ririn dengan diikuti senyuman licik.


Mila melirik teman yang berada di sekitarnya.


"Kamu yakin Rin?" ucap Mila meyakinkan temannya.


"Memangnya apa taruhannya?" tanya Ririn kepada Mila.


"Kalau kita menang maka mereka akan membubarkan geng mereka dan kita menguasai wilayah mereka, jika kita kalah maka sebaliknya geng kita serta wilayah ini sekarang, akan menjadi milik mereka." jela Mila kepada Ririn.


"Taruhan yang cukup menarik!" ucap Ririn dengan santai.


"Kapan pertandingan balapannya dimulai?" tanya Ririn.


"It's ok, kita akan menerima tantangan mereka!" Jawab Ririn dan segera pulang kerumah untuk berpikir meminta izin keluar kepada suaminya.


---------


Ivan dan Ririn sedang makan malam, keduanya terdiam hingga tercipta keheningan.


Ririn berdehem karena bingung harus mulai dari mana.


Ivan melihat Ririn dan menyerahkan segelas air minum.


"Kalau makan hati-hati." ucap Ivan dengan lembut.


"Ia, terimakasih." jawab Ririn dan mengambil segelas air yang diberikan Ivan.


"Nanti malam aku akan keluar." ucap Ririn dengan perasaan ragu-ragu.


"Mau kemana?" tanya Ivan.

__ADS_1


"Mau reuni sama teman-teman." jawab Ririn asal-asalan dan membohongi Ivan.


"Tapi kok malam kenapa bukan besok pagi saja?" selidiki Ivan membuat Ririn agak mati kamus.


"Kok kamu banyak tanya sih!" Ririn mengelak karena tidak tahu harus menjawab apa.


"Kan aku hanya ingin memastikan." jawab Ivan.


"Kamu izinin atau nggak?" tanya Ririn mengalihkan pembicaraan.


'Kenapa dia berubah lagi?' gumam Ivan dalam hatinya karena tiba-tiba sifat Ririn memburuk lagi seperti semula, seminggu sebelumnya sifat Ririn telah membaik dan sekarang kumat lagi.


"Aku izinin kamu tapi dengan satu syarat?" ucap Ivan yang telah selesai makan malam.


"Syaratnya apa?" tanya Ririn dengan ekspersi kebingungan.


"Syaratnya simpel, Aku ingin ikut keacara reuni kalian." ucap Ivan dengan santai.


"Apa, syaratnya yang lain ajalah." Jawab Ririn yang tidak menerima syaratnya.


"Tidak boleh," menggoyangkan jari telunjuknya menandakan bahwa tidak boleh dibantah,


"Kalau kamu ikuti syaratnya maka aku akan izinin kamu untuk keluar." sambung Ivan.


Ririn tidak menjawab apakah ia akan menuruti syarat itu atau nggak. Ivan kemudian berlalu meninggalkan Ririn yang sedang kebingungan, Ivan berjalan menuju kamar.


'Bagaimana ini?' Gumam Ririn dalam hatinya.


Ririn segera mengikuti Ivan yang telah duluan masuk kamar.


"Bagaiman dengan syaratnya apakah kamu setuju?" tanya Ivan.


"Kalau kamu ikut, cuman kamu laki-laki, karena semua temanku perempuan." jelas Ririn agar Ivan tidak ikut dengannya.


"Nggak apa-apa." jawab Ivan dengan santai.


"Yaampun disana cuman ada cewek semua loh." Ririn kembali menjelaskannya, walaupun yang sebenarnya disana sangat banyak laki-laki yang menyaksikan acara balapan liar itu.


"Biarin yang penting, kalau kamu pergi kesana aku juga bakalan ikut." jawab Ivan dengan nada sedikit menggoda.


"Yaampun, dasar keras kepala." gumam Ririn, karena pendengaran Ivan sangat tajam sudah pasti dia mendengar apa yang dikatakan Ririn.

__ADS_1


"Bilang apa kamu?" tanya Ivan.


#Bersambung


__ADS_2