
"Bilang apa kamu?" tanya Ivan.
"Mmm, nggak bilang apa-apa kok." Ririn mengelak dari pertanyaan Ivan. Ivan hanya menggeleng saja menanggapi sifat Ririn.
Ririn mondar-mandiri sambil terus melirik jam yang sedang berada ditembok dan sesekali melirik Ivan yang sedang asik memainkan gawai miliknya.
"Kok dia masih belum tidur juga!" gumam Ririn dalam hatinya.
Ivan sedari tadi terus memperhatikan Ririn yang sedang mondar-mandir walaupun Ivan kelihatan sedang asik dengan gawainya.
Sekarang sudah pukul delapan malam. tinggal dua jam lagi balapan akan dimulai.
"Bagaimana, apakah kamu menuruti syaratnya?" tanya Ivan.
"Aku mohon. jangan beri syarat seperti itu tapi syarat lain lah." ucap Ririn menghampiri Ivan yang sedang duduk disofa.
Sejenak Ivan berpikir tentang syarat lain yang mau ia ajukan kepada Ririn.
"Aku akan izinin kamu keluar tetapi kamu harus mengikuti keinginanku sebanyak sepuluh." ucap Ivan dengan santai.
"Kok banyak kali." jawab Ririn.
"Nggak boleh membantah, kalau kamu setuju dengan perjanjian mengikuti keinginanku maka kamu aku bolehin keluar." jelas Ivan.
Sejenak Ririn melirik jam yang ada di dinding sekarang jarum jam berada ditengah angka delapan dan sembilan, tidak ada pilihan lain Ririn akan menyetujui perjanjiannya dengan Ivan.
"Oke Aku akan menerima perjanjian ini." jawab Ririn dengan ragu-ragu.
"Deallll!" ucap Ivan sambil memegang tangan Ririn sebagai bukti persetujuan.
Setelah perjanjian itu telah disetujui Ivan segera mengembalikan kunci motor Ririn yang telah disitanya.
Ririn segera mengambil kunci motornya dan bergegas keluar supaya dia tidak terlambat dilapangan.
__ADS_1
Ivan telah menyusun rencana bahwa dia akan mengikuti Ririn, karena perasaan Ivan mengatakan bahwa Ririn bukan keluar untuk reuni melainkan untuk yang lainnya.
Ivan mengikuti motor yang dikendarai oleh Ririn.
"Ya Allah, nih cewek kalau bawa motor ngebut amat." ucap Ivan yang terus mengikuti jejak Ririn.
Ririn telah nyampe duluan, disana sudah banyak orang yang menunggunya mungkin bentar lagi balapan akan dimulai.
Ivan memarkir mobilnya, Ivan sangat terlihat asing ditempat ini karena baru kali ini Ivan menginjakan kaki ditempat seperti ini.
"Tempat apa ini?" gumam Ivan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ivan melihat disana sudah ada sekumpulan orang yang mungkin akan menyaksikan sesuatu.
Ivan menghampiri keramaian itu. Mata Ivan melotot setelah melihat dua orang yang berada diatas motor sedang bersiap-siap untuk berlomba.
"Astaghfirullah al'azim." ucap Ivan beristighfar.
Kemudian Ivan melirik setiap orang tetapi orang yang dia cari tidak ditemukan, pertandingan sudah dimulai. Ivan masih fokus untuk mencari Ririn disekitar keramaian orang ini, tetapi hasilnya nihil walaupun Ivan kesana kesini.
Akhirnya pertandingan berakhir dan semua orang bersorak gembira menyebutkan nama Ririn.
Ivan yang mendengar nama Ririn dengan berlari Ivan kembali menghampiri keramaian itu.
Terlihat jelas dimatanya saat Ririn melepaskan helem dikepalanya, rambut lurus milik Ririn tergerai dengan indah.
"Ririn!" ucap Ivan dengan nada terkejut setelah mengetahui Ririnlah yang bertanding.
Ririn menghampiri teman-temannya yang sedang berbahagia karena kemenangan yang mereka dapatkan. Hampir setengah jam Ririn bepesta merayakan kemenangan Ririn memutuskan untuk pulang kerumah karena sekarang hampir pukul dua belas malam.
Ternyata Ivan masih setia menunggu Ririn yang sedang berpesta, tanpa Ivan sadari ternyata Ririn telah pulang duluan.
"Dimana dia, apakah dia sudah balik duluan?" gumam Ivan dalam hatinya. Sambil melirik kiri kanannya.
Tanpa pikir panjang Ivan masuk kemobilnya dan bergegas untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Setengah jam setelah Ririn sampai kerumah Ivan sekarang juga sampai kerumah.
"Dari mana saja?" tanya Ririn setelah melihat Ivan masuk ke kamar mereka.
"Cari angin." jawab Ivan ketus karena merasa kecewa dengan perilaku Ririn yang sudah kelewatan batas dan berlalu meninggalkan Ririn menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian.
----------
Ivan terbangun di sepertiga malam untuk melaksanakan Sholat Tahajjud yang dilakukannya setiap malam.
Ririn terbangun dari tidurnya tetapi kali ini dia kesiangan, Ivan tak tega membangunkan Ririn yang sedang tertidur pulas.
Ririn melihat sekelilingnya untuk mencari seseorang tetapi hasilnya nihil orang yang dicarinya tidak ada.
"Dimana dia?" ucap Ririn dan menutup kembali pintu kamar mandi yang tadi dibukanya untuk mencari Ivan.
Diatas meja rias ada sebuah surat, segera Ririn bergegas mengambil surat itu dan membaca isinya.
"Masih ingat dengan perjanjian kita semalam.
keinginan pertamaku yaitu kamu harus
memakai semua isi kotak yang berada diatas
meja,
janji harus di tepati, janji itu dalah hutang."
By: Ivan.
"Apa!" Ririn terkejut karena keinginan pertama Ivan sangatlah ribet, karena harus memakai isi dari sebuah kotak yang masih belum dibukanya.
"Okelah, karena ini janjiku maka aku akan membuktikannya." jawab Ririn dan mengambil kotak yang berada disebelah surat. didalam kotak isinya sebuah baju panjang, khimar, dan kaos kaki.
__ADS_1
"Pakaian macam apa ini?" sambil mengacak-ngacak isi kotak.
#Bersambung