(Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan

(Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan
Part 9


__ADS_3

Naya menganggukkan kepalanya lalu menoleh ke arah belakang di mana Zafri berdiri dengan wajah datarnya. "Satu orangnya ada di belakangmu, Kak." ujar Naya memberitahu.


Sontak Melody memutar tubuhnya menghadap ke belakang di mana seorang pria berdiri dengan raut wajahnya yang datar.


"B-baiklah." sahut Melody gugup. Wanita itu langsung memanggilnya security yang bertugas mengamankan berjalannya konser untuk mengambil foto mereka bertiga.


Saat ini mereka sudah berdiri berdampingan dan bersiap untuk mengambil pose. Namun, Naya memprotes untuk kedua kalinya. Kali ini ia meminta Melody untuk berada di tengah-tengah mereka karena sebelumnya Melody berdiri di sisi kirinya sedangkan Zafri berada di sisi kanan.


"Bang, Abang pindah ke tepi ya." pinta Naya kepada Zafri.


"Kenapa aku harus pindah? Di sini saja sudah cukup." tolak Zafri yang tidak ingin berdekatan dengan Melody.


"Abang, plisss..." rengek Naya memelas. Membuat Zafri berdecak kesal dan terpaksa berpindah tempat.


Melody yang mendengarnya langsung berpikir apakah mereka ada hubungannya spesial? Tampaknya Zafri menuruti semua permintaan Naya. Dan bahkan pria itu tidak bisa menolak.


"Apa yang kau pikirkan, Melody. Biarkan saja mereka, kenapa kau harus ikut campur." batin Melody menggelengkan kepalanya karena pikirannya bercabang-cabang memikirkan hubungan Zafri dan Naya.


Melody tersadar saat security yang menolongnya itu mengarahkan kameranya ke arah mereka semua. Baik Naya dan Melody langsung tersenyum ke arah kamera. Beda lagi Zafri yang wajahnya tampak datar-datar saja.


"Satu... dua... tiga..."


Cekrek


"Satu... dua... tiga..."


Cekrek


"Oke, silakan gaya bebas."


Melody dan Naya langsung berpose dengan kedua jari mereka arahkan di sebelah mata mereka. Lalu berganti dengan pose tersenyum menyengir.


Sepanjang mereka difoto, Zafri tidak terlalu fokus melihat ke arah kamera, melainkan ia fokus kepada dua wanita yang sepertinya sefrekuensi, yaitu sama-sama heboh. Buktinya mereka tidak canggung untuk tertawa saat mengambil pose yang menurutnya lucu.


"Bang. Bang Zafri!" entah sudah berapa kali namanya dipanggil, dan sekarang Zafri baru tersadar. Ia segera melihat Naya yang ternyata memanggilnya.


"Ada apa?" tanya Zafri bingung.


"Pose. Seperti ini." Naya memperagakan jari telunjuk dan jari jempolnya seperti membentuk love.

__ADS_1


"Tidak! Tidak! Itu terlalu lebay." tolak Zafri menggelengkan kepalanya.


"Bang, please!"


"Naya!" tegur Zafri tidak bisa dibantah.


"Abang." rengek Naya membuat Zafri memijit pelipisnya.


"Oke, fine." final Zafri mengalah saja. Dengan terpaksa ia berpose seperti yang sudah Naya peragakan tadi.


"Jangan lupa tersenyum." sahut Melody menambahkan.


Zafri meliriknya sekilas kemudian tersenyum kaku ke arah kamera.


Cekrek


Jepretan itu adalah foto yang terakhir setelah Naya mengatakan cukup. Sudah lumayan banyak foto yang mereka ambil tadi dan wanita itu juga sudah merasakan suntuk dan mati gaya. Naya langsung mengucapkan banyak terima kasih kepada security yang sudah membantu mereka mengambil gambar. Tidak lupa juga Naya mengucapkan terima kasih kepada Melody karena sudah bersedia berfoto bersamanya.


•••


Zafri menatap geli foto yang Naya upload di instagram miliknya. Mulai dari gaya dua jari dan diakhiri dengan gaya membentuk love. Zafri benar-benar merasa dirinya sangat alay untuk yang pertama kalinya. Kalau bukan Naya yang men-tagnya, mana mungkin postingan itu muncul di berandanya.


Pukk


"Hayo loh, lagi liatin apa?"


Tiba-tiba bahunya ditepuk membuat Zafri terjingkrak kaget dan otomatis menyembunyikan ponselnya di bawah bantal sofa. Jantung Zafri seperti baru selesai maraton, debarannya sungguh kencang karena takut-takut kalau aktivitasnya barusan diketahui oleh orang lain.


"Mama. Zafri kaget tau." pria itu memegang dadanya setelah ia menoleh dan melihat wajah sang mama yang tidak bersalah.


Ceisya yang melihat itu pun hanya menertawakan putranya. Wanita itu langsung mengambil duduk di sisi Zafri.


"Lagi pula kenapa malam-malam masih di luar? Bukannya tidur, malah main ponsel." ujar Ceisya diam-diam mencuri pandang ke arah bawah bantal sofa. Ia sedikit penasaran dengan isi ponsel putranya.


"Mama sudah pulang? Papa di mana?" tanya Zafri mengalihkan topik. Ya, setahu Zafri, kedua orang tuanya sedang mengunjungi adik bungsunya.


"Baru sampai kok ini. Papa lagi menyimpan mobil di garasi. Kamu belum tidur?" tanya Ceisya.


"Belum ngantuk." jawab Zafri lalu mengambil remot televisi dan memencet tombol on.

__ADS_1


"Ini sudah jam 11 malam, boy. Tidurlah. Besok kamu harus kembali bekerja." Ceisya langsung mengambil alih remot televisi di tangan Zafri.


"Mama." protes Zafri. Sesaat ia lupa kalau ponselnya masih berada di bawah bantal sofa. Zafri hanya fokus saja menata hatinya agar tidak terlalu kentara di depan mamanya.


"Zafri! Dengarkan apa yang dikatakan oleh mama mu." suara bariton itu seketika membuat Zafri terdiam sesaat. Ia langsung sadar kalau papanya sudah masuk ke dalam rumah.


Lekas Zafri menoleh ke belakang di mana sang papa berdiri di sana. Tampaknya pria separuh baya itu terlihat letih karena berkendara selama beberapa jam.


"Iya, Pa. Zafri akan tidur sekarang." kalau papanya sudah tidak mau dibantah, Zafri langsung ciut dan melupakan segalanya termasuk ponselnya saat ini. Pria berusia 27 tahun itu bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi ke kamarnya.


Saat sudah hampir sampai di anak tangga, Zafri seketika baru ingat sesuatu. Dengan cepat ia kembali lagi menuju ruang tamu. Berharap mama dan papanya tidak tau letak ponselnya saat ini. Namun, semuanya sudah terlambat.


Sang mama kini sudah menatapnya dengan senyuman yang menurut Zafri menakutkan. Diikuti dengan wajah sang papa yang sudah berubah 360 derajat.


"P-ponsel Zafri, Ma." pinta Zafri mengulurkan telapak tangannya berharap sang mama mau mengembalikan ponselnya.


Ceisya lekas menarik ponsel putranya dan mengangkatnya ke atas. Senyuman puas Ceisya tunjukkan karena menurutnya buktinya sudah ada.


"Kamu memacari seorang artis?" tanya Ceisya menggoda.


Zafri langsung gelagapan. "T-tidak, Ma. I-itu hanya foto biasa. Ma-ma dan Papa tidak lihat kalau ada Naya di situ?" kilah Zafri dengan alasan membawa nama Naya.


"Sayang..." ucapan itu mendayu di telinga Zafran. Pria paruh baya itu seakan tersihir dengan setiap kata-kata istrinya. Semakin umur mereka bertambah, semakin bertambah pula rasa cinta keduanya. Zafri sampai heran, karena papanya itu sangat bucin.


"Bawa dia kemari dalam seminggu ini. Kalau tidak..." Zafran menjeda ucapannya saat melirik sang istri.


"Mama dan Papa akan mencoret kamu dari kartu keluarga."


Jederrrr


Bagaikan petir yang menyambar di malam hari, itu terdengar sangat menakutkan. Zafri langsung membelalakkan kedua bola matanya sempurna.


"M-mama dan Pa-pa bercanda bu-bukan?" gagap pria itu merasa oksigen di sekitarnya terhenti.


.


.


.

__ADS_1


Hayo loh Bang. Mau dicoret dari KK nih🤣Parah juga ya Ceisya klo udh jd mama🤣


__ADS_2