"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
mia


__ADS_3

pagi hari mia bekerja seperti biasa walau dengan fikiran yang kurang fokus tapi ia tetap bekerja karena sudah 2 hari dia mengambil cuti sakit.



ayolah mia fokus, nanti kau bisa di marahi bu lisa kalo begini. batin mia.


mia pun mencoba untuk fokus. ya, walau masih teringat dengan syifa tapi mia berusaha untuk tetap profesional.


satu persatu berkas sudah mia selesaikan.tibalah jam makan siang. mia malas untuk makan di tempat yang jauh akhirnya mia memutuskan untuk makan di cafe bersebrangan dengan kantornya .


mia duduk dan memesan kopi expreso dan spaghetti bolognese, setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan mia datang.


"silahkan di nikmati nona," ucap pelayan


" iya terima kasih"


mia menyantap makanan yang sudah dia pesan, saat suapan yang ke tiga mia melihat orang yang paling dia benci masuk ke dalam cafe, mia pun mengeratkan giginya 'brengsek'.


mia pun membayar makanan nya dan menghampiri pria tersebut.


*plaaaakkkk..


tamparan* mia mendarat mulus di pipi kanan alex.


" cih... brengsek kemana kau membawa syifa, jawab atau ku bunuh kau saat ini juga" teriak mia sambil mencekal leher alex.


alexpun menepis tangan mia dari leher alex " jangan ikut campur urusan ku, atau kau mau bernasib sama seperti temanmu?"


" brengsek kau pria brengsek , menjijikkan bahkan kau tidak pantas mendapatkan cinta syifa yang suci, di mana kau menyekap syifa katakan brengsek menijikan" teriak mia tanpa memperdulikan pelanggan yang ada di cafe tersebut. mia melayangkan kembali tamparan di pipi kiri Alex .

__ADS_1


plaaaakkkk...


" berhenti ****** sialan, tega kau menyentuh alexku, ku patahkan tangan mu gadis sialan" teriak Jennifer dengan muka yang sudah mereh padam karena marah bercampur kesal.


" cih..siapa kau ? "


" aku pacar Alex apa mau mu hah?"


" cih...kalian memang pasangan cocok sama sama ular, cih..." ejek mia dan keluar dari cafe.


*tahan emosi mu mia, sekarang ayo kita fokus cari syifa.batin mia


mia pun* kembali menuju kantor dengan muka masam dan duduk di kursi mengatur nafas untuk meredam emosinya.


" napa lo mia?" tanya jimmy sahabat kantor mia.


" gue gak apa apa ,"


" udah beres " santai nya


" yaudah sonoh lu serahin , sebelum dia nanti ngoceh sama luh" peringatnya.


" iya gue mau nyerahin proposal dulu, kerja sono jangan ngegosip mulu " ucapnya.


" oke bos" Jimmy bergegas kembali duduk dan bekerja.


mia bergegas menemui bu lisa untuk menyerahkan proposal nya .


____________________________

__ADS_1


sedangkan di tempat lain syifa terbangun dari tidurnya, badan nya terasa ngilu , darah yang tadi mengalir kini sudah kering.


" awww...sekit" rintihnya...


krrriiiet...


" nak kamu baik baik saja" tanya bu daniah.


" sakit bu.. syifa udah gak kuat,,, syifa udah pasrah kalo syifa mati sekarang" ucap syifa lirih.


bu daniah berlari ke arah syifa dan memeluknya , air mata tumpah ruah membanjiri pipinya, melihat syifa yang rapuh bu tak kuasa menahan air mata nya.


" sabar sayang , besok ibu janji akan mengeluarkan mu dari neraka ini." ucapnya.


" bagaimana cara nya sedangkan pintu gudang saja selalu di kunci,?" tanya syifa.


" nak besok heru ada perjalanan bisnis ke surabaya, ibu sudah mempunyai rencana untuk kamu keluar dari sini" ucap bu daniah


" benarkah" tanya syifa dengan wajah berbinar.


bu daniah mengangguk dan berbisik kepada syifa.


" bagaimana?" tanya bu daniah.


" syifa ikut ibu aja" jawab syifa.


" ok , ibu pergi dulu yah nanti heru curiga"


" iya bu terima kasih"

__ADS_1


bu daniah mengangguk sambil tersenyum dan pergi


syifa pun tidur kembali tidur karena jam sudah menunjukkan pukul 21, 35.


__ADS_2