
flashback...
jaynan sedang makan dengan nenek dan tantenya.
" bagaimana hubungan mu dengan bella ?" tanya tante anggie.
jaynan mendengus kesal " manja, suka menghambur hamburkan uang, lemah, jelek " ucapnya datar.
sementara nenek dian hanya terkekeh dengan ucapan cucunya.sementara tantenya hanya mendengus sebal.
" kau harus menikah 1 bulan lagi " ucap nenek yang kali ini angkat bicara.
jaynan menatap neneknya jengah bagaimana bisa pikirnya. " ayolah nek...jaynan masih muda belum mau menikah " ucapnya.
" nenek tak perduli asal kau menikah dan memberi nenek cicit , terserah kau mau menikah sama bella atau belek pun nenek tak perduli yang penting kau menikah , umurmu sudah 31 tahun jaynan,, kau masih mengharapkan luna yang bahkan sudah mempunyai pacar di korea sana hah " cerocos nenek dengan suara meninggi.
yah jika neneknya yang mengomel jaynan tidak bisa berkutik lagi soal mat sudah pikir nya.
" baiklah " ucapnya dingin dan pergi dari meja makan menuju kamarnya tanpa menghabiskan makannya.
Flashback off..
syifa terduduk lesu di meja kerjanya serta terus melamun.
mereka menatap syifa dengan menyernyitkan dahinya heran pasalnya tidak ada ucapan selamat pagi dari syifa tidak seperti biasanya.
mia Jimmy dan dion yang sedang berkumpul saling tatap.
" napa tuh bocah ?" tanya jimmy.
mia dan dion mengangkat bahunya acuh " kagak tau gue lagi Pms kali " jawab mia .
dion dan Jimmy pun hanya mengangguk sambil beroh ria.
mereka menghampiri syifa yang sudah 1 jam melamun.
__ADS_1
" kemaren kakek tetangga gue ngelamun terus besoknya giginya rontok semua " celetuk Jimmy, sementara syifa tak bergeming dari lamunannya.
Jimmy, mia dan dion kembali saling tatap.
mia pun memegangi bahu syifa sontak syifa berteriak " enggak " teriak kencang kek toa .
mereka menutupi telinganya berjamaah karena mendengar suara syifa bagai bionce yang sedang berteriak.
" fa jangan teriak teriak ini kantor" tegur dion
syifa terkejut dan membekap mulutnya. " sorry " ucapnya lirih.
" its ok ,,lo kenapa sih dari tadi gue perhatiin lo ngelamun mulu kek banyak pikiran gitu ?" tanya jimmy.
syifa pun kembali duduk dengan lesu " gue gak apa apa cuma lagi kurang enak badan aja "
" gak bakat boong luh, cepetan cerita !" mia.
" maaf guys gue gak bisa cerita sekarang gue minta maaf " ucapnya lalu meneteskan air mata.
sontak mereka kaget karena tiba-tiba syifa menangis.
mereka pun kembali berkutat dengan pekerjaan mereka masing masing.
jam menunjukkan pukul 19.00
yah sekarang syifa sedang lembur karena dari pagi dia hanya melamun meratapi nasibnya.
syifa bergegas pulang ke rumah, sesampainya di rumah syifa langsung ke kamar mandi mengguyur tubuhnya untuk menenangkan otaknya yang sedang frustasi.
sesudah mandi syifa menunaikan shalat isya.
" ya Allah jika memang ini jalan yang harus hamba lalui hamba siap ya Allah " air mata syifa menetes " hamba ridho atas semua kehendakmu."
syifa berjalan menuju kamar anaknya.
__ADS_1
melihat anaknya yang sedang membaca buku syifa tersenyum dan duduk di sebelah safira.
" anak mommy lagi baca apa?" tanya syifa.
" lagi baca cerita malinkundang mommy tapi safira belum ngerti bacaan nya.
" yaudah mommy bacain, safira tidur ya " ucap syifa .
syifa pun selesai bercerita menatap anaknya yang masih melotot.
" mommy safira gak mau jadi malinkundang, malinkundang jahat sama mommy nya safira gak suka "
" iya dong anak mommy kan berbakti sekali pada mommy nya , inget ucapan mommy, anak yang baik pasti di sayang...."
" Allah.." jawabnya sambil tersenyum.
syifa teringat kejadian tadi pagi, syifa harus bicara pada safira untuk meminta izin menikah.
" nak " ucapnya sambil mengelus rambut safira.
" iya mommy.."
" mommy boleh gak kalo mommy nikah?" tanyanya ragu.
" mommy mau nikah ?" tanya safira, syifa hanya mengangguk harap harap cemas.
" yes.. akhirnya safira bakal punya daddy juga "
syifa begitu terenyuh dengan penuturan sang anak.
" tapi...safira mau lihat dulu Daddy safira kalo jelek safira gak mau, nanti gak bisa di pamerin sama irfan "
syifa kemudian terkekeh kecil dengan penuturan anaknya" ok tuan putri."
" mommy tidur di kamar safira yah " pintanya.
__ADS_1
" dengan senang hati tuan putri " Jawabnya.
mereka pun memejamkan matanya dan masuk ke dalam mimpi