"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
makan malam


__ADS_3

hennnning...


itulah situasi dalam mobil tersebut,,tak ada yang mau memulai pembicaraan, jaynan sibuk dengan menyetir sedangkan syifa tengah asik melihat ke luar mobil dan sesekali berpura pura batuk karena canggung.


setelah lelah melihat pemandangan dari luar syifa beralih menatap syifa yang fokus menyetir.


syifa pun kembali berdehem untuk sekedar mengusir rasa bosannya.


tiba tiba saja jaynan menghentikan mobilnya di depan apotik.lalu, turun tanpa sepatah kata pun. syifa yang melihat jaynan keluar menyernyitkan dahinya.



"ngapain tuh si bos keluar,,apa dia sakit kali ya ?,,,ah masa manusia kutub kayak dia bisa sakit,,mustahil banget."


setelah syifa menunggu selama 10 menit jaynan datang dengan membawa kantong plastik putih.


" nih..."


jaynan menyodorkan plastik putih tersebut kepada syifa.


" buat aku"


" iya tadi kan kamu batuh terus jadi saya belikan obat"


******.batin syifa


dengan terpaksa syifa mengambil kantong plastik tersebut, jaynan kembali melajukan mobil nya hingga sampai ke parkiran restauran.


syifa dan jaynan masuk ke dalam restauran yang berada di hotel mewah di jakarta tengah tersebut.


syifa dan jaynan duduk di meja nomer 12 , lalu melambaikan tangan pada sang pelayan.



" saya mau steak sama orange jus, kalo kamu?" tanya jay pada syifa.


" saya nasi goreng aja pak sama es teh manis" jawab syifa


bibir jaynan berkedut ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak tapi dia harus menjaga image nya.

__ADS_1


" mohon maaf bak kalo menu itu tidak ada di sini"


" samain aja sama saya!" titah jay


pelayan tersebut mengangguk dan berjalan pergi, tak berselang lama makanan pun datang.


syifa menelan Silva nya susah payah.


gue mana bisa makan pake piso kaya beginian, yang ada pisonya nyangkut di tenggorokan gue,,,,ibuuu... tolongin syifa. batin syifa meronta.


tatapan mata syifa beralih menatap jaynan yang sedang lihai memotong steak miliknya, Jay melirik syifa yang sedang menatap bingung pisau yang ada di hadapannya.


jaynan paham jika syifa tak bisa makan jika memakai pisau, jaynan pun menyerahkan miliknya lalu mengambil steak syifa yang belum tersentuh sama sekali.


" makan yang ini aku tau kamu udik"..


*deg...


tepat sasaran


syi*fa mengangguk lemah dan menikmati steak yang sudah di potong potong oleh jaynan, sesekali melirik orang orang yang sedang makan di restoran ini.


" hmmmmmm..."


" emm...itu....mia sahabat aku boleh gak kalo aku undangan?"


" hmmmmm...."


syifa mendengus sebal" hmmm apa nih boleh gak?"


" iya"


syifa kembali makan dengan lahap.


" ada yang ingin saya sampaikan ke kamu?"


syifa mendokakan wajahnya " apa?"


jaynan menghela nafas panjang " jika kamu sudah menikah dengan saya,,kamu harus tinggal di rumah saya,,,kamu juga harus melayani saya walaupun ini pernikahan kontrak tapi saya tidak akan memberikan nafkah batin kepada kamu. "

__ADS_1


*maaf jika aku menyakiti hatimu tapi ini demi kebaikan kita berdua batin jaynan


syi*fa mengangguk pasrah " iya itu terserah kamu aja" jawab syifa sambil kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


*sakit.....tapi aku harus sadar diri,,,aku dan jay adalah manusia yang berbeda,,,aku sadar diri. syifa.


air mata sy*ifa sudah menggenang di pelupuk matanya, syifa mengerjap ngerjapkan matanya agar air matanya hilang dari pelupuk matanya.


" maaf aku permisi ke toilet dulu " ucap syifa lalu berlari menuju toilet.


jaynan hanya bisa melihat punggung syifa menjauh dari dirinya, jaynan mendesah frustasi.


" maafkan aku syifa"


sedangkan syifa masuk ke dalam toilet dan menangis tersedu sedu.


"kenapa gue jadi lemah kayak gini?, tapi hati gue sakit banget, kenapa?"


syifa kemudian membasuh wajahnya dan pergi dari toilet kembali ke meja nya.


" boleh gak kita pulang, aku kurang enak badan" bohong syifa.


jaynan mengangguk lalu meraih tangan syifa menggadeng nya keluar.


degup jantung syifa tak beraturan pasalnya baru kali ini dia bersentuhan langsung dengan jaynan, seketika muka syifa memerah padam dia pun meremas dresnya agar tidak gugup.


" kita ke rumah sakit sekarang!"


" buat apa?"


" kamu lagi sakit,,,tuh wajah kamu merah banget kayak gitu" tunjuk jay pada pipi syifa.


" ee..ngak usah pulang aja"


" tap...."


" aku mau pulang aja plis"


jaynan mengangguk pasrah dan menjalankan mobilnya menuju rumah mia.

__ADS_1


__ADS_2