
sedangkan syifa terus berlari tanpa arah dan tujuan, kakinya sudah sangat sakit, sudah tak kuat untuk berjalan syifa duduk sebentar di warung .
seseorang yang melihat syifa dengan luka lebam dan bercak darah di tubuhnya tak tega dan menghampiri syifa.
" mbak, dari mana ? kenapa tubuh mbak penuh lika?" tanya.
" mbak boleh saya pinjam handphone mbak? saya mau menghubungi keluarga saya" ucap syifa.
perempuan paruh baya itu pun mengambil handphone yang ada di sakunya lalu memberikan nya kepada syifa.
"makasih bu" ucap syifa sambil tersenyum, ibu tersebut hanya mengangguk dan tersenyum.
syifa memencet nomor mia dan menghubunginya.
" hallo ini siapa ya" tanya mia
" halo mia ini gue syifa" jawabnya terisak.
" apaan..." ucapnya kaget.." lo di mana gue nyariin lo kayak orang gila tau gak" marahnya.
" pokoknya panjang ceritanya, tolong cepet jemput gue plis"
"lokasi lo di mana sekarang?"
syifa pun bertanya pada ibu paruh baya tersebut.
" di jalan melati neng, Jakarta pusat? jawabnya.
syifa pun mengangguk dan beralih ke telponnya
" mia gue di jalan melati Jakarta pusat, lo cepet jemput gue"
" ok..ok sabar gue tutup dulu telponnya kalo gitu"
__ADS_1
mia pun mematikan telepon nya dan berjalan menuju lokasi yang di berikan syifa.
sesampainya di sana begitu kaget nya mia yang melihat sahabatnya penuh luka dan darah.
mia pun meneteskan air mata lalu berlari memeluk syifa sambil menangis tersedu sedu.
" lo dari mana aja hiksss..hiks...gue udah nyariin lo kayak orang gila hiks..." isaknya.
syifa pun memeluk mia dengan eratnya, dan melepaskan nya.
" cepet bawa gue pergi dulu dari sini" perintah syifa
"ok "
mia dan syifa berpamitan kepada ibu paruh baya tersebut.
mia menancapkan gas menuju rumahnya meninggal kan pekerjaannya persetanan dengan pekerjaannya pikirnya.
sampai lah mia pun di rumah nya.
" bisa mi" syifa langsung memeluk mia "makasih udah jemput gue hiks...hikss..." ucap syifa menangis tersedu sedu.
mia pun melepaskan pelukannya dan menyeka air mata syifa " lo itu sahabat gue, sodara gue, kakak terbaik gue, lo minta dunia gue pun gue kasih sama lo, ingetkan lo dulu pernah bantuin gue saat gue di bully di sekolah, lo pasang badan buat jagain gue, sampai lo harus di bawa ke rumah sakit karena lo kena pukul doni" ucap mia
" udah ya jangan nangis lagi kita masuk ke dalem? ucap mia dan di angguki ole syifa.
mia pun memapah syifa masuk ke dalam rumah, saat mia membuka pintu betapa kagetnya bu dinda yang melihat syifa penuh luka dan darah.
bu dinda menghampiri syifa dan memeluknya" astagfirullah...nak kamu kenapa?" tanya bu dinda.
" bu bawa syifa dulu ke dalam, mia mau telpon dokter ian dulu" ucap mia yang di jawab anggukan oleh Bu dinda.
mia pun menelpon dokter pribadi nya untuk datang ke rumah.
__ADS_1
syifa pun di papah oleh bu dinda masuk ke dalam kamar mia. membaringkan tubuh syifa ke ranjang.
" istirahat dulu ya nak, ibu mau ke dapur dulu" ucapnya dan syifa pun mengangguk dan tersenyum.
bu dinda berjalan keluar berpapasan dengan mia yang akan masuk.
" ibu buat bubur dulu kamu jagain syifa yah nak" ucap bu dinda.
" iya buk" ucap mia. bu daniahpun tersenyum dan pergi ke dapur.
mia berjalan menuju ranjang untuk melihat kondisi syifa.
melihat syifa yang tertidur dengan tubuh yang penuh luka betapa hancur hati mia, sahabat nya yang selama ini selalu menjaga nya kini sedang tidak berdaya.
mia duduk di atas ranjang sambil menangis tersedu sedu. melihat anaknya yang terus menangis bu daniah menghampiri mia dan mengusap bahunya mia menoleh dan Bu dinda hanya mengangguk sambil tersenyum.
" bangunin syifa nya dokter ian udah dateng!" ucap bu dinda.
mia pun menyeka air matanya. " iya bu"
mia pun menggoyangkan tubuh syifa dengan pelan,," fa...fa..bangun "
syifa pun membuka mata " iya"
" periksa dulu yah!" ucap mia. syifa pun mengangguk.
masuklah dokter ian dan memeriksa keadaan syifa, setelah memeriksa keadaan syifa dokter ian keluar di ikuti mia. dokterpun bicara kepada mia ketika sudah sampai di depan pintu kamar.
" saya sarankan syifa di bawa ke rumah sakit, karena tulang punggung nya ada yang remuk, pergelangan kakinya terkilir, dan banyak luka lebam dan syifa mengalami dehidrasi ringan, terutama psikologisnya terganggu, saya sarankan untuk mia membawa ke rumah sakit saja" ucap dokter.
" baik dok teriak kasih" ucapnya, dokter pun berlalu pergi.
__ADS_1
setelah mendengar ucapan dari dokter ian mia langsung membawa syifa ke rumah sakit Medika permata.