"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
menangis


__ADS_3

syifa yang sedang mengobrol dengan kayna dan melly di kejutkan dengan suara telponnya.


dia pun mengambil telpon di meja melihat nama mia yang menelponnya syifa menyernyitkan dahinya tumben sudah larut malam begini mia menelponnya pikirnya dia pun langsung mengangkat telponnya begitu kagetnya syifa mendengar sang sahabat menangis tersedu sedu dalam telpon.


" hallo fa lo di mana?" tanyanya sang penelepon.


" gue di rumah emang kenapa ? dan kenapa suara lo serak kayak abis nangis? lo kenapa mi?"


" hiks..hiks....gue putus sama juna fa hiks..."


DEG...


*dasar lelaki kurang ajar berani beraninya lo nyakitin sahabat gue, umpat nya dalam hati.


" jangan nangis dong mi gue kan jadi kawatir nih, lo harus kuat ya gue janji bakal hajar tu cowok berani beraninya nyakitin sahabat gue, lo dimana kalo lo lagi di luar pulang sekarang udah malem banget soalnya gue takut terjadi apa-apa sama lo!"


" iya gue pulang sekarang tapi lo harus kerumah gue.!"


"iya gue otw kerumah lo,,lo cepet pulang!"


" hmmm..."


telepon pun terputus syifa pun mendesah berat memikirkan sahabatnya yang tadi menangis tersedu sedu dalam telpon.


" lo kenapa fa? ada masalah apa?"


" sahabatku lagi kena musibah,,,aku harus pulang sekarang!"


" oh yaudah pamit dulu aja sama semua"

__ADS_1


syifa mengangguk dan menghampiri keluarga jaynan untuk meminta izin pulang, pada awalnya nenek tak mengizinkan pulang karena masih betah bermain dengan safira tapi syifa memohon dan akhirnya di izinkan pulang.


" saya antar kamu!" ucapnya dingin.


" tak usah pak saya naik taksi saja lagi pula saya mau ke rumah temen saya ada sedikit masalah, lagi pula temen saya juga bekerja di kantor bapak jadi saya takut ada gosip yang buruk di perusahaan nanti" ucapnya panjang lebar


" terserah" ucapnya sambil menaiki tangga masuk ke kamarnya.


syifa menghela nafas berat lalu memesan taxi online.


syifa dan safira masuk ke dalam taxi dan mobil melaju menuju rumah mia, sedangkan jaynan hanya bisa menghela nafas berat melihat syifa dan safira pergi ada rasa tidak rela dalam hati jaynan.


sebegitu tak inginnya kau bersama ku batin jaynan yang sedang melihat dari jendela kamarnya



syifa dan safira pun sampai di depan rumah mia lalu turun dan berjalan menuju pintu utama lalu mengetuknya dan munculah wanita paruhbaya berusia 50 tahun tersenyum padanya.ya, dia adalah dinda ibu dari mia.


" ada di kamar kamu langsung aja ke kamar biar safira sama ibu aja" ucapnya.


syifa mengangguk lalu berbalik menatap sang anak " safira sama nenek dulu ya bobo nya mommy mau ketemu aunty mia dulu ya sayang"


" iya mommy"


safira dan bu dinda pun pergi ke kamar tamu sedang kan syifa berlari menuju kamar mia.


sampailah syifa di depan kamar mia lalu membuka pintu perlahan. di lihatnya seorang wanita yang sedang menangis memeluk lutut di atas tempat tidur, syifa langsung berlari memeluk mia.


mia tau siapa yang memeluk dirinya dia pun membalas pelukan syifa dan menangis tersedu sedu.

__ADS_1


" gue salah apa fa hiks...sampe dia tega nyelingkuhin gue hiks...."


syifa mengelus rambut mia dengan sayang " sabar ya dan dengerin gue baik baik jika memang dia lebih nyaman sama selingkuhan nya lo lupain dia, banyak cowok yang rela berjuang demi lo di luar sana, dengerin gue jikalau pun juna mutusin ceweknya buat kembali lagi sama lo mungkin lo akan ngerasaain sakit hati ini lagi, karena 1 penghianatan akan ada penghianatan yang lain."


" hiks....gue kecewa fa...3 tahun bukan waktu yang sebentar buat kita tapi....." ucapnya terputus karena dia kembali menangis mengingat apa yang terjadi.


syifa paham betul betapa sakitnya penghianatan bahkan nyawanya pun hampir melayang.


"dengerin gue mi, laki laki itu yang di pegang bukan janjinya, tapi komitmennya.


bukan kata manisnya, tapi kepastiannya.


bukan hartanya tapi tanggungjawab nya.


bukan gayanya, tapi kepribadian nya.


bukan gelar nya tapi ilmunya.


dan bukan usianya tapi kedewasaan nya.


jadi ngapain lo nangisin cowok brengsek gak guna kayak gini" ucapnya sambil melepaskan pelukannya lalu menyeka air mata mia.


"udah ya nangisnya sekarang kita tidur, gue temenin lo tidur ya" pintanya.


mia mengangguk dan berbaring di sebelah syifa lalu memeluk tangan syifa.


" makasih ya" ucap mia lalu menatap syifa.


syifa tersenyum dan mengangguk" keep strong girls.." ucapnya lalu mengelus rambut mia.

__ADS_1


mata mereka terpejam dan masuklah mereka ke dalam mimpi mereka.


__ADS_2